Festival Komik Polisi Penolong 2025: Menghidupkan Kembali Wajah Humanis Polri Lewat Komik, Aksi, dan Dialog Publik

Jakarta, 18 Januari 2025 — Upaya membangun kembali kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda, terus dilakukan melalui pendekatan kreatif dan partisipatif. Salah satunya diwujudkan lewat Festival Komik Polisi Penolong 2025 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu pagi.

Festival ini merupakan puncak rangkaian Lomba Komik “Polisi Penolong” 2025, sebuah inisiatif berbasis storytelling visual yang mengajak publik—khususnya anak muda—untuk merekam dan menyampaikan kisah-kisah positif tentang polisi melalui medium komik.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, SIK. beserta jajaran Baharkam Polri, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya membangun citra Polri yang humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.

Komik sebagai Jembatan Emosi Generasi Muda
Dalam beberapa tahun terakhir, citra Polri di ruang publik—terutama di media sosial—menghadapi tantangan serius. Padahal di lapangan, masih banyak polisi yang hadir sebagai penolong pertama saat terjadi bencana, kecelakaan, konflik sosial, hingga situasi darurat lainnya.

“Komik dipilih karena menjadi bahasa yang dekat dengan generasi muda. Ringkas, visual, menyentuh, dan mudah dibagikan. Lewat komik, publik diajak melihat polisi dari sisi kemanusiaan,” ujar salah satu inisiator kegiatan.

Lomba Komik “Polisi Penolong” sendiri telah dilaksanakan pada November–Desember 2024, dengan lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 15 karya terbaik dan 1 karya favorit dipamerkan dalam festival ini, sekaligus diumumkan para pemenangnya.

Dewan juri yang hadir dalam acara ini terdiri dari Jan Praba (seniman dan komikus nasional), Wahyu Aditia (komikus digital nasional), serta Hasby Ristama, inisiator Lomba Komik Polisi Penolong. Melalui festival ini, masyarakat juga diajak melihat langsung kemampuan dan kelengkapan peralatan Polri dalam menjalankan fungsi penolong dan penyelamat.

Beragam satuan kerja di bawah Baharkam Polri turut hadir, di antaranya Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), termasuk Polair dan Poludara yang sebelumnya viral saat membantu penanganan bencana di Sumatra melalui jalur udara dan laut. Korps Sabhara, menghadirkan Polisi Pariwisata Pamobvit, tim rescue Perintis Samapta, hingga Polisi Satwa (K9) yang berperan penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana. Salah satu anjing pelacak legendaris yang gugur saat mencari korban bencana Sumatra, K9 Reno, bahkan menjadi inspirasi dalam salah satu karya komik peserta lomba.

Tak hanya itu, jajaran Binmas Polri juga hadir, termasuk sosok Pak Purnomo – Polisi Baik, yang dikenal luas karena dedikasi dan pendekatan kemanusiaannya. Kehadirannya menjadi simbol nyata polisi yang hadir, mendengar, dan membantu masyarakat.

Ruang Ekspresi, Dialog, dan Partisipasi Publik
Festival Komik Polisi Penolong dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari:

  • Lomba menggambar komik untuk anak-anak SD
  • Lomba lukis Polisi Penolong secara spontan (on the spot)
  • Senam Zumba bersama
  • Pameran foto dan peralatan rescue Polri
  • Panggung dialog dan “curhat publik” tentang pengalaman, kritik, dan harapan terhadap Polri

Masyarakat juga dapat berinteraksi langsung dengan personel Polri, berdialog, bertanya, hingga menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Acara ditutup dengan penyerahan trofi dan hadiah Lomba Komik Polisi Penolong 2025, yang diserahkan langsung oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto sebagai simbol apresiasi terhadap kreativitas publik dalam merawat narasi positif tentang polisi.

Melalui festival ini, Polri menegaskan kembali pesan penting bahwa di balik seragam, masih banyak polisi baik—siap menolong, siap hadir, dan siap mendengar masyarakat.

Personel Satgas Ops Damai Cartenz Sektor Intan Jaya Laksanakan Pengobatan dan Bagikan Susu untuk Anak-Anak Papua

Intan Jaya — Di sela-sela pelaksanaan tugas pengamanan wilayah, seorang personel Satgas Operasi Damai Cartenz menyempatkan diri memberikan pengobatan ringan serta membagikan susu protein kepada anak-anak di Intan Jaya, Selasa (2/12/2025).

Personel tersebut, Bripda Muhammad Raihan Ikbar Ibatullah, terlihat melayani anak-anak dengan penuh kehangatan. Kedatangannya disambut antusias, terutama ketika ia membantu memeriksa kondisi kesehatan ringan dan memberikan susu yang bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Kehadirannya membawa suasana akrab dan membuat anak-anak merasa diperhatikan oleh aparat yang bertugas menjaga keamanan di wilayah tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan generasi muda Papua menjadi bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan.

“Kami percaya bahwa kesehatan anak-anak adalah prioritas penting, karena generasi muda Papua merupakan fondasi masa depan Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, memberikan apresiasi atas inisiatif personel di lapangan yang terus menunjukkan kepedulian sosial dalam interaksi mereka bersama masyarakat.

“Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Ini merupakan strategi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan sosial di wilayah Papua,” ungkapnya.

Momen sederhana tersebut menunjukkan bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata, tetapi juga turut berperan aktif dalam membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Papua, demi masa depan yang lebih baik dan sejahtera.

Satgas Humas Ops Damai Cartenz Berbagi Keceriaan Dengan Anak-Anak Nolokla Sentani

Jayapura — Satgas Humas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan berbagi dan interaksi bersama anak-anak di kawasan Nolokla, Sentani Timur, Jayapura. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (29/11/2025) pukul 14.00 WIT.

Dalam kesempatan tersebut, personel Satgas Humas berinteraksi langsung dengan anak-anak, membagikan makanan ringan, serta melakukan perbincangan santai untuk membangun suasana keakraban. Adapun personel yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Bripka Viktor Merani, Bripka Ita Sombo Allo, S.H., Brigpol Reinaldy Nata Rianto, S.H. dan Bripda Adnan Maulana

Kegiatan berjalan dengan penuh kegembiraan. Anak-anak terlihat antusias saat menerima snack dan berbincang bersama personel yang hadir.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengapresiasi langkah humanis yang dilakukan jajaran Satgas Humas. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian penting dari pendekatan yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat.

“Kegiatan humanis seperti ini sangat berarti bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk memberikan rasa aman, dukungan, dan kedekatan emosional. Saya apresiasi penuh anggota yang terlibat,” ujar Kaops.

Selain itu Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K.,M.Hum., juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menyebut momen humanis semacam ini mampu memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

“Membangun komunikasi positif dengan masyarakat adalah bagian dari strategi kami dalam menciptakan situasi yang kondusif di Papua. Anak-anak adalah generasi masa depan, dan pendekatan humanis ini membantu menumbuhkan kepercayaan mereka kepada aparat,” ungkap Wakaops.

Kegiatan humanis seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas keamanan dan mempererat hubungan dengan masyarakat di berbagai wilayah Papua.

Viral Dicintai Warga, Ini 3 Hal yang Dilakukan Iptu Rudi Selama Jabat Kapolsek Ujung Loe

Ujung Loe – Kisah Kapolsek Ujung Loe Iptu Rudi Adri Purwanto di-prank hingga dirayakan ulang tahunnya oleh warga, viral di media sosial dan mendapat apresiasi dari pimpinan Polri. Iptu Rudi yang ditugasi berbagi pengalaman dengan peserta didik Sekolah Inspektur Polisi (SIP), menekankan tiga hal yang dilakukannya selama menjabat Kapolsek Ujung Loe.

Awalnya Iptu Rudi enggan mengklaim dirinya polisi humanis. Dia mengatakan latar belakang di reserse membentuk dirinya menjadi keras.

“Sebetulnya saya bukan orang yang humanis, gampang dipengaruhi. Kami sebetulnya dari orang (reserse) jatanras, orang (reserse) narkotika,” kata Iptu Rudi di hadapan para peserta didik SIP di Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), dilihat dari video yang diterima detikcom pada Selasa (25/11/2025).

Lalu bagaimana cara Iptu Rudi mendapatkan kepercayaan hingga rasa sayang masyarakat? Pertama dia mengatakan sebagai kapolsek, dia selalu memaksimalkan kehadiran di tengah anggota lewat apel pagi. Dia mewajibkan diri untuk selalu mengambil apel pagi sebagai momen menyapa, memotivasi, mengingatkan dan mengarahkan anggota agar bekerja profesional.

“Pagi jam 07.30 saya ambil apel. Saya pasti pimpin apel pagi kecuali ada kegiatan yang memang mengharuskan saya ke polres,” ucap Iptu Rudi.

Kedua, pun pada kegiatan kemasyarakatan dan antar-instansi Iptu Rudi mewajibkan dirinya hadir. Iptu Rudi menekankan keberhasilan tugas polisi ditunjang oleh kepercayaan masyarakat serta stakeholders setempat.

“Semua kegiatan kejadian kami wajib hadir di lokasi. Keberhasilan kita ditunjang adanya kepercayaan masyarakat. Bagaimana kita bisa dipercaya masyarakat? Yang pertama rajin berkunjung,” jelas Iptu Rudi.

Iptu Rudi menyampaikan rajin berkunjung tak cukup jika tak ada inisiatif ‘belanja’ masalah dan ‘jemput bola’ untuk menyelesaikan masalah. Dia menjelaskan kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) pun ditangani dirinya, meski tindaklanjutnya dengan berkoordinasi ke pihak puskesman dan dinas sosial setempat.

“Saya harap rekan-rekan aktif jemput bola. Sampai penanganan ODGJ kami juga turun di lapangan,” ujar Iptu Rudi.

Ketiga, Iptu Rudi tak hanya mengontrol atau mengawasi kinerja anggota, tetapi juga melakukan pendekatan pembinaan. Dia berprinsip kesalahan anggota adalah kesalahan pimpinan.

“Kepada anggota kita lakukan pembinaan, kontrol. Apapun yang anggota lakukan itu kesalahan di pimpinan. Bantu dan dampingi anggota kita. Saya biasa diperiksa (Propam) karena anggota (dinilai salah) dan saya tanggung jawab,” tegas Iptu Rudi.

Di sisi lain, dia pun mengontrol diri untuk tidak menggunakan fasilitas dinas demi kepentingan pribadi. Dia mencontohkan semisal penggunaan mobil patroli.

“Saya tidak pernah memakai mobil patroli untuk kegiatan saya sehari-hari. Mobil dinas digunakan untuk datangi TKP, untuk melayani masyarakat,” pungkas dia.

Pada kesempatan berbeda, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan benteng pertama Polri adalah para perwira yang bertugas di kewilayahan, terutama di bidang pelayanan publik. Mewakili Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Komjen Dedi berterima kasih kepada seluruh perwira Polri di garis terdepan yang telah bekerja sesuai dengan harapan masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh perwira yang menjadi garda terdepan pelayanan dengan tulus, semangat dan pengabdian,” tutur Komjen Dedi.

Di sisi lain, Komjen Dedi menerangkan Polri melalui Staf Sumber Daya Manusia (SSDM), terus berupaya memperkuat kualitas kepemimpinan lapangan. Hal ini menjadi prioritas penting dalam akselerasi transformasi Polri.

“Assessment digunakan sebagai peta pembinaan untuk memperkuat kemampuan perwira agar semakin responsif dan mampu membangun kedekatan yang konstruktif dengan masyarakat. Bukan untuk melemahkan moral personel,” terang Komjen Dedi.

Ia menyebut Polri membutuhkan pemimpin-pemimpin wilayah yang halus dalam pendekatan sosial dan komunikasi publik, bukan hanya kuat secara taktis.

Sambut Bulan Kasih, Satgas Damai Cartenz Tebar Kepedulian Lewat Pembagian Sembako

Timika — Memasuki bulan penuh kasih Desember dan menjelang tutup tahun 2025, personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan berlangsung di sejumlah titik di seputaran Kota Timika pada Rabu (26/11) pagi.

Dalam kegiatan sosial tersebut, Briptu Santriawan bersama Bripda Annisa Mahardika turun langsung menyerahkan bantuan berupa beras kepada warga. Selain sembako, Satgas juga turut membagikan bendera Merah Putih kepada anak-anak sebagai simbol semangat nasionalisme. Keceriaan dan antusiasme terpancar dari wajah mereka saat menerima bendera, menggambarkan rasa bangga dan cinta terhadap Indonesia.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari upaya menjaga situasi keamanan melalui pendekatan humanis.

“Kami ingin hadir membantu meringankan kebutuhan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan baik antara aparat dan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk semangat kebersamaan serta rasa nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak Papua,” tuturnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz berharap kegiatan sosial ini dapat memberikan manfaat nyata serta menciptakan suasana yang aman, harmonis, dan penuh semangat persatuan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Dekatkan Diri dengan Masyarakat, Satgas Ops Damai Cartenz Adakan Edukasi dan Hiburan untuk Anak-Anak di Puncak Jaya

Kulirik, Puncak Jaya — Personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan humanis kepada anak-anak SD Inpres Dondobaga yang baru selesai pulang sekolah dan melintas di depan Pos Satgas Tindak Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, Senin (24/11/2025). Melihat anak-anak yang singgah, personel kemudian mengajak dan mengumpulkan mereka untuk mengisi waktu dengan anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, Personel Satgas Ops Damai Cartenz membagikan makanan ringan, memberikan permainan edukatif, hingga penyuluhan ringan yang dipandu langsung oleh personel Satgas Ops Damai Cartenz. Keceriaan tampak jelas ketika para siswa mengikuti aktivitas yang disiapkan, menciptakan interaksi positif dan hangat antara personel dengan peserta didik yang singgah di pos.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengapresiasi inisiatif personel di lapangan yang memanfaatkan momentum kedatangan anak-anak untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat.

“Kegiatan humanis seperti ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk hadir membantu dan memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Satgas tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung perkembangan mereka,” ujar Brigjen Pol. Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., turut menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan secara spontan seperti ini semakin memperkuat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.

“Interaksi positif dengan anak-anak sangat penting, karena merekalah generasi masa depan Papua. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, kami berharap dapat menanamkan rasa aman, nyaman, serta mempererat hubungan kemanusiaan antara Polri dan masyarakat,” ungkap Kombes Pol. Adarma.

Kegiatan humanis di Pos Kulirik ini menjadi salah satu upaya Satgas Operasi Damai Cartenz dalam memperkuat komunikasi sosial, menumbuhkan kepercayaan, sekaligus menciptakan suasana aman dan bersahabat bagi warga yang melintas di sekitar pos. Satgas berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat sebagai bagian dari pengabdian di Tanah Papua.

Kisah Hidup Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono S.I.K, M.Si Jadi Teladan Inspiratif

BENGKULU – Perjalanan hidup Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih kesuksesan.

Lahir dari keluarga sederhana, kini ia memimpin Kepolisian Daerah Bengkulu dan dikenal sebagai sosok inspiratif bagi banyak orang.
Sejak menamatkan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1991, Irjen Pol Mardiyono SIK, M.Si telah menorehkan banyak prestasi di dunia kepolisian.
Diketahui, ia merupakan rekan seangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam program Podcast Inspirasi yang digelar di ruang kerjanya pada Rabu (12/11/2025), Kapolda Bengkulu berbagi kisah perjuangan masa kecil yang penuh lika-liku.
Ia bercerita kehilangan ibunda di usia empat tahun dan sejak itu harus hidup mandiri demi tetap bersekolah serta membantu keluarganya mencari nafkah.
Bersama empat adiknya, Mardiyono kecil tinggal bersama sang nenek di rumah berukuran hanya 3×5 meter.
Neneknya bekerja sebagai tukang cuci dengan upah harian Rp500.
“Dari uang itu, Rp150 untuk membeli deterjen, Rp150 untuk beras, sisanya dipakai kebutuhan harian. Kadang saat pulang sekolah tidak ada makanan, ya sekalian saja saya puasa Senin–Kamis,” kenangnya.
Sejak usia tujuh tahun, ia sudah membantu ekonomi keluarga dengan menjual bubur buatan nenek.
Tak berhenti di situ, ia juga pernah membersihkan rumah tetangga, menjual air bersih, hingga menjadi petugas kebersihan pasar dengan upah Rp700 per bulan.
Meski harus bekerja keras, Mardiyono kecil tak pernah mengabaikan pendidikan. Ia tak pernah bolos maupun tinggal kelas hingga menamatkan SMA.

“Saya sering dimarahi guru bukan karena malas, tapi karena menunggak uang sekolah. Wali kelas saya, Bu Heni, bahkan pernah datang ke rumah dan akhirnya membantu membayarkan biaya sekolah supaya saya bisa ikut ujian,” tuturnya.

Saat duduk di bangku SMA, ia mulai bercita-cita menjadi polisi setelah mendapat motivasi dari seniornya, Agus Andrianto yang kini menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Saya benar-benar menyiapkan diri, dari kesehatan, akademik, hingga fisik. Semua dijalani dengan tekad,” ujar Mardiyono.
Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Polri tidak membutuhkan biaya apa pun. Pengalaman pribadinya menjadi bukti bahwa jalur kepolisian bisa ditempuh dengan kerja keras, bukan dengan uang.

Kini, sebagai Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono berkomitmen melanjutkan perjuangannya dengan membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.
Salah satunya adalah Program SRIDURI (Setiap Hari Dua Ribu) — gerakan di mana setiap anggota Polri menyumbangkan Rp2.000 per hari.
Dana yang terkumpul digunakan untuk bedah rumah warga kurang mampu, pelayanan kesehatan gratis, dan kegiatan bakti sosial.

Hingga saat ini, program tersebut telah membangun 63 unit rumah layak huni di seluruh wilayah Bengkulu, dengan nilai bantuan Rp50 juta per unit, bekerja sama dengan Baznas, REI, dan Pelindo.
“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan perabotan agar siap dihuni,” jelasnya

Selain itu, Kapolda juga menggagas Program Sadesahe (Satu Desa Satu Hektare Jagung), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.
Program tersebut kini tengah dalam tahap penilaian dan diharapkan dapat diadopsi oleh setiap desa maupun kelurahan di Bengkulu.

“Inisiatif ini sejalan dengan program Kapolri untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas jagung,” ujar Mardiyono.
Mengakhiri kisahnya, Irjen Pol Mardiyono memberikan pesan kepada seluruh anggota Polri di Bengkulu agar selalu menjaga integritas dan tetap dekat dengan masyarakat.
“Rawat tempat kamu bekerja, jaga nama baiknya. Mungkin itu tidak membuatmu kaya, tapi di situlah sumber kehidupanmu,” pungkasnya.

Sentuhan Kasih Satgas Humas Damai Cartenz untuk Anak Sekolah Minggu GKI Alfa Omega Kotaraja

Jayapura — Suasana penuh sukacita terlihat di lingkungan GKI Alfa Omega Furia Indah, Kotaraja, pada Minggu pagi. Anak-anak Sekolah Minggu tampak ceria dan antusias menyambut kehadiran Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, yang datang membawa bingkisan dan tali asih sebagai wujud kepedulian serta kasih terhadap generasi muda Papua.

Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin para guru Sekolah Minggu. Seusai ibadah, personel Satgas Humas Damai Cartenz 2025 yang dipimpin Bripka Ita menyerahkan bingkisan dan tali asih kepada anak-anak melalui para guru. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak saat anggota Satgas berinteraksi dengan anak-anak, berbagi cerita, canda, serta semangat belajar.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut yang dinilai mampu mempererat hubungan kemanusiaan antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Operasi Damai Cartenz. Kami ingin hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menebarkan kasih dan harapan bagi masyarakat, khususnya generasi muda Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan sosial tersebut mencerminkan semangat damai yang diusung dalam operasi.

“Kami berharap, melalui kegiatan sederhana ini, tumbuh rasa saling percaya dan kebersamaan antara aparat dan masyarakat. Damai di Papua harus dibangun dengan kasih dan ketulusan,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Bripka Ita menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Satgas Humas Damai Cartenz 2025 untuk menghadirkan kedamaian dan kasih di tengah masyarakat.

“Kami ingin anak-anak di sini merasakan perhatian dan kasih sayang dari kami. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang perlu kita dukung, kita sayangi, dan kita bimbing agar tumbuh dalam suasana damai,” ucapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Ibu Risma, salah satu guru Sekolah Minggu GKI Alfa Omega.

“Kami berterima kasih kepada Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2025, khususnya kepada Bripka Ita dan rekan-rekan yang telah membawa sukacita bagi anak-anak kami. Kegiatan seperti ini sangat berarti karena memberi motivasi dan semangat bagi mereka untuk terus belajar dan bertumbuh dalam iman,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Satgas Humas Damai Cartenz 2025 berharap dapat memperkuat nilai kebersamaan dan kemanusiaan antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran mereka di tengah anak-anak menjadi simbol nyata bahwa keamanan dan kedamaian di Papua dibangun dengan kasih, kepedulian, dan ketulusan hati.

Sentuhan Humanis Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Masyarakat dan Anak-Anak di Paniai

Paniai — Dalam rangka mempererat hubungan kemanusiaan antara aparat keamanan dan masyarakat, personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Sentuhan Humanis bersama warga dan anak-anak di Jalan Aikai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Sabtu (8/11).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri melalui Operasi Damai Cartenz dalam membangun kedekatan dengan masyarakat Papua, bukan hanya melalui tugas keamanan, tetapi juga dengan menghadirkan kehangatan dan kebersamaan di tengah warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan harmonis di Tanah Papua.

“Kami berkomitmen agar kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kasih sayang dan kepedulian. Anak-anak dan masyarakat adalah sahabat kami dalam menjaga Papua yang damai dan indah,” ujar Brigjen Faizal.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah personel lintas subsatgas, antara lain dari Satgas Humas, Kesehatan, Psikologi, Logistik, Gakkum, dan Tindak. Di antaranya terdapat Iptu Yosafat Aji C. Samudra, S.Tr.K., M.Si., Ipda dr. Shintia Novotna Katoda, M.Kes., Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, S.Psi., serta personel lainnya yang turut berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak penuh keakraban. Anak-anak tersenyum gembira ketika personel Satgas berbaur, membagikan makanan ringan, dan berbincang hangat bersama warga. Momen kebersamaan ini mencerminkan sisi humanis aparat keamanan yang selalu hadir di tengah masyarakat dengan penuh kepedulian.

Di tempat terpisah, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat jalinan kepercayaan antara masyarakat dan aparat keamanan.

“Pendekatan humanis menjadi kunci utama membangun kepercayaan publik dan menjaga situasi Papua tetap damai. Kami ingin terus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar penjaga keamanan,” ujar Kombes Adarma.

Pelaksanaan kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif, menandai keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz dalam melaksanakan pendekatan yang menyejukkan hati di wilayah Paniai.

Membangun Kedekatan, Personel Satgas Ops Damai Cartenz Berbagi Kebersamaan dengan Masyarakat Sinak

Puncak, Papua Tengah — Dalam upaya mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, personel Satgas Operasi Damai Carten melaksanakan kegiatan momen kebersamaan humanis bersama warga di halaman Posko Satgas Tindak Sektor Sinak, Kabupaten Puncak, pada Minggu (2/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini diisi dengan berbagi makanan ringan dan bincang santai bersama warga sekitar dan anak-anak. Momen sederhana tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan aparat untuk saling berinteraksi, berbagi cerita, serta memperkuat rasa kebersamaan dan kepercayaan di lingkungan sekitar posko.

Adapun personel yang mengikuti kegiatan tersebut antara lain Ipda dr. Shintia Novotna Katoda, M.Kes., Briptu Dedi Arianto, A.Md.Kep., Bripda Annisa Mahardika. Kehadiran personel turut memberi nuansa humanis yang menumbuhkan kedekatan emosional dengan masyarakat setempat.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pendekatan humanis merupakan salah satu prioritas utama Satgas dalam menjaga stabilitas keamanan yang berkelanjutan di Tanah Papua.

“Kami tidak hanya hadir dengan operasi penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan kemanusiaan. Kegiatan kebersamaan seperti ini memperkuat hubungan emosional antara personel dan masyarakat, yang pada akhirnya menjadi fondasi bagi terciptanya Papua yang damai dan harmonis,” ujar Brigjen Pol Faizal.

Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., juga mengapresiasi inisiatif personel di lapangan yang terus menjalin komunikasi aktif dan empatik dengan warga.

“Kami mendorong seluruh personel di sektor-sektor operasi untuk selalu membangun kedekatan dengan masyarakat. Pendekatan humanis adalah bagian penting dari strategi keamanan yang berkelanjutan. Dengan hubungan yang baik, rasa aman dan saling percaya akan tumbuh secara alami,” ungkap Kombes Pol Adarma.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga pada pembangunan relasi kemanusiaan dan sosial di tengah masyarakat Papua.