Pulihkan Sekolah Pascabanjir, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan TK di Gandapura

Bireuen — Kepolisian Resor Bireuen kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana banjir dengan melaksanakan gotong royong pembersihan di TK Tgk Chik Makam, Desa Samuti Aman, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Rabu (7/1/2026).

Sejak pukul 09.30 WIB, personel Polres Bireuen turun langsung membersihkan lingkungan sekolah yang terdampak banjir. Lumpur dan sisa material banjir yang menggenangi halaman, ruang bermain, serta akses menuju ruang kelas dibersihkan secara menyeluruh agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

Kegiatan gotong royong ini dipimpin oleh Kasatresnarkoba Polres Bireuen selaku ketua tim dan diikuti oleh personel Polres Bireuen. Dalam pelaksanaannya, personel juga berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan pemulihan fasilitas berjalan optimal serta tepat sasaran.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., yang turut hadir di lokasi, menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan menjadi salah satu prioritas Polri pascabencana.

“Sekolah merupakan tempat yang sangat penting bagi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak. Oleh karena itu, Polri hadir untuk membantu memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan siap digunakan. Kami ingin anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman tanpa rasa khawatir,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala TK Tgk Chik Makam Desa Samuti, Munawarah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepedulian Polres Bireuen terhadap sekolah yang dipimpinnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Bireuen beserta seluruh personel yang telah membantu membersihkan sekolah kami. Pascabanjir, kondisi sekolah cukup memprihatinkan dan kami kesulitan membersihkannya sendiri. Dengan adanya bantuan ini, sekolah kami kini siap kembali digunakan untuk kegiatan belajar anak-anak,” ungkapnya.

Selain melakukan pembersihan, Polres Bireuen juga memberikan imbauan kepada pihak sekolah dan masyarakat sekitar agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Kegiatan gotong royong ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan warga setempat. Kehadiran Polri tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, tetapi juga menghadirkan rasa aman serta semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Polres Bireuen kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan pascabencana.

Kapolri-Ketua Komisi IV Pimpin Panen Raya Jagung Serentak, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Bekasi – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Panen Raya Jagung Serentak sebagai wujud nyata komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di perkebunan jagung Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis, 8 Januari 2025.

Panen raya jagung ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna menjaga ketersediaan pangan nasional serta mendukung program strategis pemerintah di bidang pertanian.

Kegiatan panen raya dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI, Ibu Siti Hediati Hariyadi serta dihadiri oleh Menteri Pertanian RI, Direktur Utama Perum Bulog, Pejabat Utama Mabes Polri, Irwasum Polri, Asisten SDM Kapolri, Asisten Logistik Kapolri, Kepala Divisi Humas Polri, dan Kapolda Metro Jaya.

Selain dilaksanakan secara langsung di Kabupaten Bekasi, kegiatan panen raya jagung serentak ini juga diikuti secara daring oleh para Kapolda dan Kapolres jajaran dengan melibatkan (Forkopimda) setempat di lokasi panen jagung di wilayahnya masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten SDM Kapolri dalam laporannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 Polri telah melakukan upaya serius dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan melalui program penanaman jagung secara nasional.
“Sepanjang tahun 2025, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan telah melaksanakan penanaman jagung dengan total luas mencapai 651.196,35 hektare di berbagai wilayah Indonesia,” ujar As SDM Kapolri.

Ia menjelaskan, upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata Polri dalam memperkuat sektor pertanian nasional, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi jagung nasional, tetapi juga untuk mendukung kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Melalui panen raya jagung serentak ini, Polri menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi strategis nasional dalam menghadapi tantangan pangan ke depan.

Polri berharap sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mewujudkan kemandirian pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

Tiga Kabupaten Terdampak Hidrometeorologi, Polri Bergerak Cepat Lakukan Penyelamatan dan Pemenuhan Kebutuhan Pengungsi

Ternate — Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Provinsi Maluku Utara. Sedikitnya tercatat satu kejadian banjir bandang, empat kejadian tanah longsor, serta 15 kejadian banjir yang berdampak pada tiga kabupaten, yakni Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Utara, dan Kota Tidore Kepulauan. Sejak awal kejadian, jajaran Polri langsung bergerak cepat untuk melakukan evakuasi warga, penyelamatan korban, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Berdasarkan data Polri per 7 Januari 2026, bencana tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, masing-masing dua korban di Kabupaten Halmahera Barat dan satu korban di Kabupaten Halmahera Utara. Selain korban jiwa, ribuan warga terpaksa mengungsi demi keselamatan, dengan jumlah pengungsi mencapai sekitar 5.000 jiwa di Halmahera Barat dan 1.311 jiwa di Halmahera Utara. Sementara itu, kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp4,27 miliar dan masih terus didata oleh petugas di lapangan.

Hujan deras yang berlangsung sejak Senin (5/1/2026) hingga Kamis (8/1/2026) dini hari juga berdampak pada infrastruktur vital. Jembatan Ake Aru yang menghubungkan Tobelo–Loloda di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, dilaporkan terputus akibat derasnya arus banjir. Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik. Polri pun melakukan pengamanan di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan dan pemulihan akses.

Di tengah upaya penyelamatan, Polri juga menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak. Di Kabupaten Halmahera Barat, Polres setempat bersama pemerintah desa menyalurkan bantuan logistik berupa 1.000 dus mi instan dan 1.000 sak beras ukuran 5 kilogram. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap ke lokasi terdampak dan tempat pengungsian, disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Sejak menerima laporan awal bencana, jajaran Polri di Maluku Utara—mulai dari Polsek hingga Polda—langsung diterjunkan ke lokasi terdampak. Fokus penanganan diarahkan pada evakuasi warga di titik rawan, pemberian pertolongan pertama bagi korban luka, pelaksanaan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR), serta pembukaan akses jalan yang tertutup banjir dan material longsor. Seluruh langkah dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan yang berat.

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Drs. Waris Agono, M.Si., menegaskan bahwa kecepatan dan sinergi menjadi kunci dalam penanganan bencana.
“Personel kami bergerak dari satuan terdekat dengan membawa perlengkapan yang dibutuhkan dan bekerja bersama unsur terkait. Prioritas utama adalah keselamatan warga, penanganan korban, serta memastikan para pengungsi mendapatkan perhatian dan kebutuhan dasar yang layak,” ujarnya.

Untuk mendukung operasi di lapangan, Polri mengerahkan personel dan sarana secara terpadu. Di Kabupaten Halmahera Barat, dikerahkan dua unit truk R6, tiga unit kendaraan R4 double cabin, serta 60 personel Polres Halmahera Barat. Sementara di Kabupaten Halmahera Utara, Polres setempat menurunkan tiga unit truk R6, empat unit kendaraan R4 double cabin, dan 90 personel guna menjangkau wilayah terdampak hingga ke desa-desa. Dukungan juga diberikan oleh Polres Ternate dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta, serta Polresta Tidore Kepulauan dengan satu unit truk R6 dan 12 personel Samapta.

Unsur SAR turut diperkuat oleh Sat Brimob Polda Maluku Utara yang mengerahkan dua unit truk R6, satu unit kendaraan R6 box, satu unit kendaraan R4 double cabin, 10 set peralatan SAR, serta 38 personel Brimob. Di wilayah perairan, Ditpolairud Polda Maluku Utara menurunkan satu unit kapal patroli SBU beserta empat personel ABK untuk pemantauan dan evakuasi.

Dalam penanganan pengungsi, Polda Maluku Utara berkoordinasi dengan Forkopimda dan instansi terkait untuk mendirikan dan mengelola posko pengungsian. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta keamanan terus diupayakan agar tetap terpenuhi. Polri juga menyiagakan jajaran Polres lainnya untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.

Kapolda Maluku Utara turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia serta empati kepada seluruh masyarakat terdampak. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta menghindari kawasan rawan bencana. Layanan darurat Polri 110 juga disiagakan dan dapat diakses selama 24 jam untuk pelaporan kondisi darurat maupun permintaan bantuan.

Polda Maluku Utara memastikan seluruh jajaran tetap siaga penuh, terus memantau perkembangan situasi, serta bekerja bersama seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar proses pemulihan dapat berjalan optimal dan aktivitas warga kembali normal.

Tim SAR Korpolairud BKO Polda Jabar Bangun Jembatan Sementara di Padang Pariaman, Akses Warga Patamuan Kembali Terhubung

Padang Pariaman — Polri terus memperkuat upaya penanganan bencana alam di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Pada Rabu (7/1/2026), Tim SAR Korpolairud BKO Polda Jawa Barat melaksanakan kegiatan penanganan bencana di wilayah hukum Polres Padang Pariaman, tepatnya di Jembatan Sungai Durian, Kecamatan Patamuan.

Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan sebanyak 28 personel gabungan yang terdiri dari 10 personel Selam Olah Gerak dan Penyelamatan (Silongmat) Direktorat Polair, 15 personel Silongmat Direktorat Poludara, serta 4 personel tenaga kesehatan Korpolairud. Seluruh personel didukung peralatan SAR dari Ditpolair, Ditpoludara, serta inventaris Polres setempat.

Fokus utama kegiatan adalah pembangunan jembatan sementara guna memulihkan kembali akses mobilitas masyarakat yang terdampak bencana, khususnya bagi warga di Kecamatan Patamuan yang sebelumnya terputus akibat kerusakan jembatan.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa kehadiran Tim SAR Korpolairud merupakan bentuk kesiapsiagaan dan sinergi Polri lintas wilayah dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana.

“Polri bergerak cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan SAR untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Pembangunan jembatan sementara ini diharapkan dapat segera memulihkan akses warga, memperlancar distribusi bantuan, serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terkoordinasi dengan Polres Padang Pariaman dan instansi terkait di lapangan, sehingga proses pembangunan jembatan sementara dapat berjalan aman dan lancar.

Melalui upaya ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam penanganan dan pemulihan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Gotong Royong Berkelanjutan, Polres Aceh Selatan Normalisasi Sungai dan Saluran Air Pascabanjir Trumon Tengah

Aceh Selatan — Polres Aceh Selatan, terus menunjukkan kehadiran nyata di tengah masyarakat dengan melaksanakan kegiatan gotong royong pascabanjir bandang di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Upaya ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan wilayah terdampak, khususnya melalui pembersihan saluran air dan normalisasi sungai yang sebelumnya meluap akibat banjir.

Kegiatan gotong royong tersebut telah dilaksanakan sejak Sabtu, 3 Januari 2026, dan hingga kini masih terus berlangsung. Sejak hari pertama, personel gabungan dari Polres Aceh Selatan bersama jajaran Polsek dikerahkan dengan dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Selatan.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan saluran air di sepanjang jalan lintas Tapaktuan–Medan serta parit-parit di lingkungan permukiman warga. Selain itu, normalisasi sungai yang terdampak banjir bandang juga terus dilakukan untuk memastikan aliran air kembali lancar dan mengurangi risiko banjir susulan di wilayah hilir.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan membersihkan material lumpur, kayu, serta sampah yang menyumbat saluran air dan badan sungai. Untuk mempercepat pekerjaan, dikerahkan sejumlah alat berat, di antaranya satu unit bulldozer gandeng, satu unit dozer, dua unit alat berat beko, serta 20 unit mobil dump truck. Sementara itu, peralatan manual seperti cangkul dan sekop digunakan untuk menjangkau titik-titik yang tidak dapat diakses oleh alat berat.

Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., melalui Wakapolres Aceh Selatan Kompol Edwin Aldro, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong yang dilakukan secara berkelanjutan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam membantu masyarakat mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami melihat langsung kondisi dari hulu yang saat ini sedang dinormalisasi. Harapannya, aliran air menjadi lebih lancar sehingga debit air di wilayah bawah dapat berkurang. Selain itu, kami juga melakukan perbaikan jembatan serta pembersihan gorong-gorong dan parit di depan rumah warga di sepanjang jalan raya, yang saat ini sudah mulai kembali lancar,” ujar Kompol Edwin Aldro.

Hingga saat ini, seluruh pekerjaan pembersihan saluran air dan normalisasi sungai terus dikebut dan ditargetkan dapat diselesaikan sesuai rencana. Polres Aceh Selatan menegaskan akan terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna mendukung pemulihan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Selatan.

Melalui kegiatan ini, Polri kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan yang hadir langsung membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana alam.

Gotong Royong Pascabanjir, Polri Pulihkan Drainase Tersumbat dan Gorong-gorong di Rusip Antara

Aceh Tengah – Kepedulian dan kesigapan Polri dalam membantu masyarakat pascabencana kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Personel BKO Brimob Polda Aceh bersama personel Polsubsektor Rusip Antara Polsek Silih Nara melaksanakan gotong royong membersihkan drainase dan gorong-gorong yang tersumbat material lumpur dan tanah akibat bencana banjir dan longsor.

Kegiatan gotong royong tersebut dilaksanakan pada Rabu, 7 Januari 2026, bertempat di Jalan Nasional Genting Gerbang–Pameu, tepatnya di Kampung Atu Singkih, Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob dan Polsubsektor Rusip Antara turun langsung ke dalam saluran drainase untuk membuka aliran air yang tersumbat tanah, batu, kayu, dan lumpur. Sumbatan tersebut sebelumnya menyebabkan air meluap hingga ke badan jalan nasional dan berpotensi mengganggu keselamatan serta kelancaran arus lalu lintas.

Meski harus rela basah-basahan di air bercampur lumpur, personel Polri tetap bersemangat membersihkan material yang menutup gorong-gorong demi memulihkan fungsi drainase serta memastikan keamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

Gotong royong ini merupakan tindak lanjut penanganan dampak bencana alam banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Selain itu, dalam beberapa hari terakhir kembali terjadi banjir susulan akibat tingginya curah hujan, sehingga material lumpur kembali menumpuk di saluran air dan perlu segera ditangani.

Sebanyak 15 personel gabungan dari BKO Brimob Polda Aceh dan Polsubsektor Rusip Antara dikerahkan dalam kegiatan tersebut, yang dipimpin langsung oleh Komandan Peleton (Danton) Brimob BKO Polda Aceh.

Berkat kerja sama dan semangat gotong royong, pembersihan drainase dan badan jalan berlangsung lancar. Jalan Nasional Genting Gerbang–Pameu kini kembali dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Polri akan terus berupaya melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana. Gotong royong akan kita lakukan secara berkelanjutan, tidak hanya satu hari, tetapi terus dilanjutkan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres.

Brimob Polda Sumut Bersihkan Lumpur di Aula SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan Pascabencana

Tapanuli Tengah — Personel SAR Satuan Brimob Polda Sumatra Utara Batalyon A melaksanakan aksi kemanusiaan berupa pembersihan material lumpur di Aula SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mendukung pemulihan sarana pendidikan pascabencana alam sekaligus memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan lancar.

Pembersihan difokuskan pada area aula dan sekitarnya yang sebelumnya terdampak banjir dan aliran lumpur. Endapan lumpur serta sisa puing bencana menumpuk di area tersebut dan berpotensi menghambat kegiatan sekolah serta menimbulkan gangguan kesehatan apabila tidak segera ditangani.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa kehadiran Brimob dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam membantu pemulihan fasilitas publik yang terdampak bencana, khususnya sarana pendidikan.

“Pascabencana, pemulihan sarana pendidikan menjadi prioritas agar anak-anak dapat segera kembali belajar dengan aman dan nyaman. Polri hadir untuk membantu membersihkan fasilitas sekolah sekaligus memastikan lingkungan belajar kembali layak digunakan,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Kegiatan pembersihan dilaksanakan sejak pagi hari hingga selesai di Aula SMP Swasta Santo Fransiskus Pandan yang berlokasi di Jalan MH Azairin, Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah. Personel SAR Brimob Polda Sumut Batalyon A melakukan pembersihan secara manual dengan menggunakan sekop, cangkul, serta mesin pompa air untuk mengangkat lumpur dan sisa material yang mengendap.

Material lumpur yang telah dikumpulkan kemudian dipindahkan ke titik pembuangan yang telah ditentukan, sehingga area aula dan lingkungan sekolah dapat kembali bersih, aman, dan siap dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pendidikan.

Aksi kemanusiaan ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar yang merasa terbantu dengan kehadiran Brimob Polda Sumatra Utara. Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana alam.

Brimob Polda Sumut Bersama Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah ke Sekolah Darurat

Tapanuli Tengah — Kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui aksi kemanusiaan pascabencana alam. Personel SAR Satuan Brimob Polda Sumatra Utara Batalyon A bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada sejumlah sekolah darurat di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polri dalam membantu pemulihan aktivitas belajar mengajar bagi para siswa yang terdampak bencana, khususnya di wilayah yang mengalami kerusakan sarana dan prasarana pendidikan.

Bantuan yang disalurkan meliputi berbagai perlengkapan penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti tas sekolah, buku tulis, alat tulis, serta peralatan kebersihan sekolah. Bantuan tersebut diberikan kepada siswa dan pihak sekolah yang saat ini masih melaksanakan kegiatan belajar di sekolah darurat.

Lokasi pendistribusian bantuan dipusatkan di Sekolah Darurat SDN 155678 Hutanabolon 2, Kecamatan Tukka, serta UPTD SDN 158505 Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Proses pendistribusian berlangsung sejak pagi hari hingga seluruh bantuan tersalurkan dengan tertib dan terkoordinasi.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polri untuk terus hadir membantu masyarakat, terutama dalam situasi pascabencana.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan dapat memulihkan semangat belajar siswa serta meringankan beban orang tua dan pihak sekolah,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Dalam pelaksanaannya, personel SAR Brimob Polda Sumatra Utara bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan pendataan penerima bantuan, penyerahan secara simbolis, hingga pendistribusian langsung ke masing-masing kelas dan siswa yang membutuhkan.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, para guru, serta siswa yang merasa terbantu dengan adanya perhatian dan dukungan dari Polri.

Melalui kegiatan ini, Brimob Polda Sumatra Utara kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra kemanusiaan yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, sekaligus mendukung masa depan generasi penerus bangsa melalui pemulihan sektor pendidikan.

Kapolda Sumbar Pimpin Pemakaman Massal Korban Bencana Palembayan, 253 Orang Meninggal Dunia

Agam, Sumatera Barat — Suasana duka menyelimuti pelaksanaan pemakaman massal korban bencana alam di wilayah Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kepolisian Daerah Sumatera Barat bersama unsur TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan menggelar prosesi pemakaman secara bermartabat sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 253 orang. Dari jumlah tersebut, 222 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 31 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi oleh tim gabungan.

“Hari ini kita hadir dalam suasana duka mendalam untuk melaksanakan pemakaman massal korban bencana alam di Palembayan. Polri memastikan seluruh proses identifikasi dan pemulasaraan dilakukan secara profesional, humanis, dan penuh penghormatan terhadap nilai kemanusiaan,” ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, Rabu (7/1).

Dari total jenazah yang telah teridentifikasi, tercatat 110 laki-laki dan 112 perempuan. Sementara 31 jenazah yang masih dalam proses identifikasi terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, serta 5 bagian tubuh (body part).

Sebelumnya, telah dilakukan pemakaman massal terhadap 10 jenazah di TPU Agam, dengan 4 jenazah di antaranya telah teridentifikasi. Pada hari ini, kembali dilaksanakan pemakaman massal terhadap 6 jenazah, yang terdiri dari 4 perempuan, 1 laki-laki, serta 1 bagian tubuh, seluruhnya ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.

Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri bersama seluruh unsur terkait terus memaksimalkan upaya identifikasi jenazah serta memberikan pendampingan kepada keluarga korban.

“Kami bersama TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dan dimakamkan secara layak, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan,” tegasnya.

Selain penanganan korban jiwa, dampak bencana juga dirasakan oleh kalangan pelajar. Berdasarkan data posko di Kecamatan Palembayan, tercatat 104 pelajar terdampak bencana, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, yang tersebar di tiga posko pengungsian, yakni SDN 05 Kayu Pasak SBB, Padang Koto Gadang, dan Nagari Salareh Aia Timur.

Kapolda Sumbar turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan bencana ini kepada petugas di lapangan. Informasi resmi akan terus kami sampaikan secara terbuka,” imbau Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta.

Di akhir pernyataannya, Kapolda Sumbar menyampaikan duka cita mendalam atas nama negara dan institusi Polri kepada seluruh keluarga korban.

“Atas nama negara dan Polri, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.

Polda NTT Konfirmasi Penemuan Satu Lagi Jenazah di Bangkai KM Putri Sakinah

Manggarai Barat — Tim SAR gabungan menemukan satu jenazah yang diduga merupakan korban hilang tenggelamnya KM Putri Sakinah di Pantai Pede, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (6/1/2026).

Jenazah ditemukan pada koordinat -8°38,87163’ 119°28,62259’ di kawasan perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo (TNK).

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H membenarkan penemuan tersebut.

“Benar, hari ini telah ditemukan satu jenazah yang diduga korban tenggelamnya KM Putri Sakinah. Saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi di RS Komodo Labuan Bajo,” jelas Kabidhumas Polda NTT.

Kabidhumas menjelaskan, penemuan jenazah bermula sekitar pukul 13.00 Wita, ketika dua nelayan Pulau Komodo bernama Saiful dan Hadi Kusuma menemukan bangkai kamar kapal yang diduga bagian dari KM Putri Sakinah, kapal yang dilaporkan tenggelam di Selat Padar Utara pada 26 Desember 2025.

Kedua nelayan tersebut kemudian mengajak nelayan lain di sekitar lokasi untuk menarik bangkai kamar kapal ke Pantai Pede menggunakan perahu. Setibanya di pantai, tercium bau menyengat sehingga bangkai kamar kapal dibongkar dan ditemukan satu jenazah di dalamnya.

“Setelah temuan tersebut, nelayan segera menghubungi tim SAR gabungan untuk dilakukan evakuasi,” tambahnya.

Sekitar pukul 14.00 Wita, tim SAR gabungan bertolak dari perairan Padar Utara menuju lokasi kejadian dengan menggunakan RIB Syahbandar Labuan Bajo, RIB Basarnas Labuan Bajo, serta KN Puntadewa SAR Maumere. Tim tiba di lokasi pada pukul 14.30 Wita dan langsung mengevakuasi jenazah menggunakan kantong jenazah.

Jenazah kemudian diberangkatkan dari Pulau Komodo menuju Labuan Bajo pada pukul 16.40 Wita dan tiba sekitar pukul 18.10 Wita.Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Menurut Kabidhumas Polda NTT, proses identifikasi masih dilakukan oleh Tim DVI Polda NTT, dalam hal ini Kabiddokkes Polda NTT dan untuk kepastian identitas korban masih menunggu hasil DVI, termasuk pemeriksaan bukti primer seperti data gigi.

Ia juga menambahkan, Polda NTT menghormati permintaan pihak keluarga korban agar jenazah tidak ditampilkan ke publik, baik dalam dokumentasi maupun pemberitaan, sebagai bentuk penghormatan terhadap privasi dan nilai kemanusiaan.

“Sampai saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap korban lain yang diduga masih hilang. Situasi di lapangan aman dan terkendali,” tutupnya.