Kapolri Tegaskan Personel dan Logistik Dikerahkan ke Lokasi Terisolir Bencana Sumatera

Sumut – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmennya dalam menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait dengan penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Sigit menegaskan, Korps Bhayangkara langsung merespons cepat mengerahkan kekuatan yakni, personel, sarana-prasarana, helikopter, pesawat hingga kapal untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah.

Hal itu ditekankan Sigit saat menggelar rapat koordinasi penanganan bencana bersama sejumlah stakeholder terkait di Medan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025), malam.

“Jajaran Polri sesuai arahan Presiden menindaklanjuti dengan menurunkan bantuan untuk operasi kemanusiaan,” kata Sigit dalam jumpa pers.

Sigit memastikan, personel telah diterjunkan ke titik terdampak musibah tersebut. Selain itu, kata Sigit, personel hingga bantuan juga difokuskan untuk masuk ke wilayah yang paling parah atau hingga terisolasi usai bencana alam.

“Mulai dari turunkan personel untuk masuk ke wilayah-wilayah yang terisolir kemudian kita menurunkan sarpras, baik pesawat, helikopter, kapal untuk bisa bantu kirimkan logistik yang diperlukan oleh masyarakat utamanya di wilayah terputus, jalurnya yang tidak bisa dimasukin, maka kita kerahkan bantuan melalu jalur udara,” ujar Sigit.

Sigit menuturkan, kekuatan yang dikerahkan baik dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran. Dalam hal ini, seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk memaksimalkan bantuan dan penanganan bencana alam.

“Kita turunkan untuk memaksimalkan, dukungan kita terhadap operasi ini, mungkin kita juga akan gelar operasi kemanusiaan, sehingga kemudian terkait kebutuhan personel, kebutuhan dukungan bantuan peralatan, sarpras, logistik bisa kita maksimalkan untuk membantu di 3 wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar,” tutup Sigit.

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Turun Langsung Bagikan Beras untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah – Penanganan bencana di wilayah Tapanuli Tengah terus menjadi prioritas utama aparat negara. Pada Minggu (30/11/2025), Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., bersama Pangdam I/BB turun langsung ke Gudang Bulog Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

Kehadiran dua pimpinan tertinggi TNI–Polri di Sumatera Utara tersebut menjadi bukti kuat hadirnya negara di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Ratusan karung beras disalurkan langsung kepada warga yang sudah menunggu di pos pembagian, termasuk warga dari wilayah yang paling parah mengalami kerusakan akibat bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar distribusi logistik, tetapi wujud komitmen negara untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan dukungan tanpa kecuali.

“Ini tentunya akan semua diberikan kepada masyarakat, dan bantuan akan didatangkan terus menerus baik lewat udara, darat maupun laut,” ujar Kapolda Sumut.

Ia menambahkan bahwa penyaluran logistik akan terus berlanjut menyesuaikan kondisi akses yang masih sangat terbatas di banyak titik.

“Ini adalah bantuan dukungan kepada warga sebagai kehadiran negara,” lanjutnya.

Kapolda Sumut juga menekankan bahwa sinergi TNI–Polri menjadi kunci agar penyaluran bantuan berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.

“Kami TNI–Polri bersama Pemerintah membantu melakukan pengaturan penyaluran yang baik, supaya tertib. Dan tentunya ini menjadi langkah yang baik bagi TNI–Polri untuk bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat.”

Pangdam I/BB turut memastikan bahwa prajurit TNI turut dikerahkan untuk membantu pengamanan, pengangkutan, hingga distribusi langsung ke rumah-rumah warga di daerah yang masih sulit dijangkau.

Pembagian beras di Bulog Pandan ini disambut haru oleh masyarakat. Banyak warga mengungkapkan rasa syukur karena bantuan pangan datang tepat ketika stok makanan mereka mulai menipis akibat akses darat yang masih lumpuh. Kehadiran Kapolda dan Pangdam menambah kekuatan semangat warga untuk terus bertahan.

Dengan distribusi yang terus dioptimalkan melalui jalur udara, darat, dan laut, TNI–Polri memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat Tapteng dan wilayah terdampak lainnya tetap terpenuhi hingga kondisi kembali pulih.

Kapolda Sebrangi Sungai Tingkeum untuk Tembus ke Aceh Utara, Sempat Temui Warga yang Tertahan di Kutablang

Bireuen — Di tengah upaya percepatan penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah daerah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menunjukkan komitmen kuatnya untuk memastikan bahwa seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian langsung.

Ia sendiri turun langsung ke lapangan dan bahkan harus menyebrangi Sungai Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, menggunakan perahu karet demi mencapai wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, Minggu, 30 November 2025.

Dari jembatan yang terputus di sisi Bireuen, Kapolda Aceh menaiki perahu karet menuju sisi Kecamatan Kutablang yang menjadi salah satu titik tertahannya masyarakat yang hendak menuju arah Banda Aceh akibat jembatan penghubung di jalan nasional itu terputus akibat banjir.

Setibanya di sisi Kutablang, suasana haru seketika pecah. Puluhan warga, terutama para ibu yang telah lima hari tertahan akibat putusnya jembatan, langsung mendekat dan dengan suara bergetar memanggil Kapolda sambil menangis.

“Bapak Kapolda, kami sudah lima hari terjebak di sini, tolong kami!” pinta seorang ibu yang mengaku sudah lima hari tertahan di sisi jembatan Kutablang yang putus akibat banjir.

Mendengar itu, orang nomor satu di Polda Aceh tersebut tanpa ragu menghampiri dan mendengarkan satu per satu keluhan warga yang sejak awal banjir kesulitan memperoleh bantuan maupun berkomunikasi dengan keluarga mereka. Kehadirannya di tengah warga yang telah berhari-hari menunggu pertolongan menjadi sumber penguatan bagi masyarakat yang sebelumnya dipenuhi kecemasan.

Dengan penuh empati, ia menenangkan warga dan memastikan bahwa seluruh personel Polri telah dikerahkan untuk membuka kembali akses, melakukan evakuasi, serta menyalurkan bantuan logistik ke kawasan yang masih terisolasi.

Kapolda Aceh juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mempercepat pendistribusian bantuan serta memprioritaskan warga yang paling rentan, seperti anak-anak, perempuan hamil, dan lansia.

Langkah cepat Kapolda Aceh dalam menembus daerah yang terputus total ini menunjukkan kehadiran nyata Polri pada saat warga menghadapi situasi paling sulit. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus berada di garis depan membantu korban bencana hingga seluruh kondisi kembali pulih.

Polri Lanjutkan Distribusi Bantuan Bencana Banjir dengan Airdrop ke Taput dan Tapteng

Sumut – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mempercepat penanganan bencana di Sumatera Utara dengan melaksanakan distribusi bantuan logistik melalui metode airdrop menggunakan helikopter pada hari Minggu(30/11/2025). Bantuan dijatuhkan di tiga lokasi yang masih terisolasi akibat banjir, yaitu Desa Pagaran Lambung di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, serta Desa Naga Timbul dan Desa Nauli di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Upaya ini merupakan kelanjutan dari operasi besar pendorongan bantuan logistik yang dilakukan Mabes Polri sehari sebelumnya, pada 29 November 2025, dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe. Dalam kesempatan itu, Polri mengerahkan kekuatan udara dan logistik untuk membantu wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fasilitas udara disiapkan maksimal untuk memastikan percepatan distribusi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Waastamaops Kapolri, Irjen Pol Laksana, S.I.K., menegaskan bahwa Polri bergerak cepat sebagai bentuk kehadiran negara dalam kondisi darurat. Ia menyampaikan bahwa Kapolri telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari bahan makanan, alat komunikasi, genset, hingga peralatan SAR dan medis. Pengiriman dilakukan bertahap, baik dari Mabes Polri maupun dari polda-polda tetangga yang tidak terdampak.

Hari ini, ketika akses darat di sejumlah wilayah Taput dan Tapteng masih terputus serta cuaca berubah-ubah, metode airdrop menjadi pilihan efektif untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu. Melalui helikopter, petugas menurunkan makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya untuk warga yang telah beberapa hari terisolasi.

Seorang warga Desa Pagaran Lambung mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima kiriman bantuan tersebut. “Kami terputus sejak banjir besar itu. Bantuan yang dijatuhkan dari helikopter ini benar-benar menyelamatkan kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Polri menegaskan pendistribusian akan terus berlangsung, baik melalui udara maupun jalur alternatif lainnya, hingga seluruh wilayah terdampak mendapatkan bantuan secara merata. Selain untuk masyarakat, sebagian bantuan juga diperuntukkan memperkuat operasional kepolisian di lapangan yang berjibaku membantu evakuasi dan penanganan bencana.

Polri Siapkan Perangkat Starlink di Lokasi Bencana, Warga Akhirnya Bisa Terhubung Kembali dengan Keluarga

Aceh – Setelah empat hingga lima hari terputus dari jaringan komunikasi akibat bencana, masyarakat di wilayah terdampak akhirnya dapat kembali menghubungi keluarga mereka. Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan akses komunikasi darurat dapat dipulihkan secepat mungkin.

Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, Mabes Polri telah mengirimkan total 8 perangkat Starlink ke wilayah terdampak bencana dengan rincian yaitu 2 unit di Aceh, 4 unit di Sumatera Utara dan 2 unit di Sumatera Barat.

Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh yang dipimpin Ipda Edi Amran bersama dua personel lainnya di Desa Tingkem, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun. Mereka memasang dan mengaktifkan akses WiFi Starlink, yang langsung dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka yang sebelumnya tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.

“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar Ipda Edi Amran dari lokasi bencana.

Kehadiran layanan komunikasi ini disambut haru dan rasa syukur oleh para pengungsi. Salah satu warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan langsung testimoninya:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada pihak Polri yang sudah menyediakan WiFi kepada kami warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen Aceh yang sedang mengungsi. Saya bisa menelpon seluruh keluarga saya yang beberapa hari tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah hari ini saya sudah terkoneksi dengan keluarga kami di luar. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Polri. Semoga Polri semakin sukses ke depan. Terima kasih.”

Langkah cepat Polri dalam memulihkan konektivitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan kemanusiaan yang krusial, membantu masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan mendapatkan informasi penting selama masa tanggap darurat. Akses WiFi Starlink ini akan terus dioperasikan hingga kondisi komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih.

Polri Kirim 4.459 Kilogram Logistik pada Hari Kedua untuk Perkuat Penanganan Darurat Bencana di Sumatera Utara

Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan logistik guna memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera Utara pada hari Minggu, 30 November 2025. Total 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman, sebagai lanjutan dari upaya percepatan penanganan di area terdampak.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa pengiriman hari kedua ini merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana. “Hari ini adalah pengiriman hari kedua, dan Polri terus memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujar Erdi.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan peralatan operasional kembali dikirim. “Kami mengirimkan Gajahfood 684 kilogram (57 koli), perahu karet 280 kilogram (4 koli), tiang tenda 630 kilogram (14 koli), tenda 316 kilogram (4 koli), serta besi konektor tenda 200 kilogram (4 koli),” jelasnya.

Selain itu, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara. “Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” tambahnya.

Erdi menerangkan bahwa perlengkapan teknis turut menjadi prioritas. “Kami menyalurkan MTP-FT 850 kilogram (50 koli), pemanas MTP-FT 75 kilogram (25 koli), genset portabel 129 kilogram (3 koli), serta panel surya 105 kilogram (7 koli),” ujarnya. Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan 30 kilogram (3 koli).

Seluruh logistik tersebut telah dikemas dalam puluhan koli agar pendistribusian berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” tutupnya.

Penuh Haru dan Simpatik, Bhayangkari Cabang Tapsel Menyusui Bayi yang Terpisah dari Ibunya di Posko Longsor Marsada

Tapanuli Selatan – Di tengah hiruk-pikuk posko penanganan banjir dan longsor yang dipenuhi isak, kepanikan, dan harapan, sebuah momen kecil namun sangat memanusiakan terjadi di Posko Kesehatan dan Dapur Umum depan RM Sinyar-Nyar, Dusun Purba Tua, Desa Marsada, Sipirok.

Di antara kerumunan, seorang nenek tampak menggendong bayi mungil berusia sekitar satu bulan. Sang bayi menangis tanpa henti—lapar, kelelahan, dan terpisah dari ibunya yang masih berada di lokasi longsor. Tangis itu seolah memantul di antara dinding tenda darurat, memanggil siapa saja yang mendengarnya.

Melihat kondisi itu, seorang perempuan dari Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Tengku Nova Mulyana Hanafi, langsung tergerak. Tanpa pikir panjang, ia menawarkan bantuan paling tulus yang bisa diberikan seorang ibu: memberikan ASI-nya sendiri.

“Waktu melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal, yakni dia harus segera ditenangkan, dia harus minum. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu,” ujar Ny. Nova dengan suara bergetar mengingat momen tersebut.

Setelah mendapatkan izin dari tenaga kesehatan dan sang nenek, Ny. Nova segera menuju musholla kecil di sisi posko. Di sana, sambil menahan haru, ia menyusui bayi tak berdaya yang bahkan belum mengenal dunia selain tangis dan bencana. Seketika, tangis bayi itu mereda, berganti dengan tidur tenang dalam dekapan penuh kasih.

Dari lokasi berbeda, Ketua Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Kiki Yon Edi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap aksi spontan anggota Bhayangkari tersebut.

“Yang dilakukan Ny. Yana adalah wujud kepedulian yang menjadi jantung Bhayangkari. Kami berusaha hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban sesama,” tegas istri Kapolres Tapsel itu.

Peristiwa menyentuh ini juga mendapat perhatian dari Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa tindakan kemanusiaan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang dijunjung Polri dan keluarga besar Bhayangkari.

“Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Ny. Nova menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya hadir membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumut berkomitmen terus memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di wilayah Tapanuli Selatan dan daerah lain yang terdampak.

Peristiwa sederhana namun sarat makna itu menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kasih sayang dan kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya.

2,5 Ton Logistik dan RON Bantuan Mabes Polri untuk Aceh Tiba di Bandara SIM

Banda Aceh — Sebanyak 2,5 ton logistik dan Ransum Operasi Nusantara (RON) bantuan Mabes Polri tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 29 November 2025. Bantuan tersebut diterima Karolog Polda Aceh Brigjen Pol. Drs. Nazluddin Zulkifli, serta akan segera didistribusikan untuk masyarakat terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa pengiriman logistik dan RON tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat Polri CN 295/P-4501. Sebelum mendarat di Aceh, pesawat tersebut terlebih dahulu menyalurkan bantuan serupa di Sumatera Barat via Minangkabau.

“Pesawat logistik berangkat dari Jakarta terlebih dahulu menuju Minangkabau untuk drop logistik. Kemudian pada pukul 11.30 WIB melanjutkan penerbangan ke Aceh via Bandara SIM. Mereka membawa 2,5 ton logistik dan ransum darurat untuk mendukung operasi penanggulangan bencana atau RON,” ujar Joko, dalam rilisnya, Sabtu, 29 November 2025.

Selain logistik untuk korban banjir, Mabes Polri juga mengirimkan tambahan peralatan SAR untuk Polda Aceh, seperti perahu karet, dayung, helm, dan rompi, guna memperkuat proses evakuasi serta penanganan dampak bencana alam.

“Terima kasih atas dukungan dari Mabes Polri. Seluruh bantuan ini akan segera kami distribusikan ke wilayah-wilayah terdampak. Semoga proses penanggulangan dapat berjalan cepat, tepat, dan optimal,” harap Joko.

Polda Sumut Terima Bantuan Logistik Korban Bencana, Langsung Didistribusikan

Sumut – Bantuan logistik Polri untuk korban bencana di Sumatera Utara (Sumut) tiba di Bandara Silangit. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak dan kepada anggota Polri yang bertugas.

“Sekarang tiba di Bandara Internasional Silangit. Kita membawa bekal-bekal yang kita bagi dua untuk masyarakat Sumut, dan kedua bantuan untuk anggota Polri seperti perlengkapan seperti tenda, genset, jas hujan, dan lain sebagainya,” kata Dirpolsatwa Korshabara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto kepada wartawan.

Dia mengatakan bantuan tersebut akan dikirimkan setiap harinya secara bertahap. Bantuan tersebut diserahkan kepada Polda Sumut untuk mendistribusikan kepada masyarakat.

“Ini nanti secara berangsur-angsur, hari ini ada dan besok ada sampai dengan nanti hari Selasa. Tentunya nanti kita serahkan langsung kepada Bapak Kapolda yang akan membagi,” bebernya.

Dia menyebut distribusi dilakukan oleh Polda Sumut yang lebih mengetahui kondisi serta wilayah prioritas mana yang memerlukan bantuan. Harapannya, bantuan bisa bermanfaat untuk semua pihak.

“Kita hanya drop sampai Polda Sumut, selebihnya kita serahkan kepada Bapak Kapolda yang lebih tahu terhadap daerah yang terdampak. Harapan kita semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir, tanah longsor, juga bermanfaat untuk anggota Polri,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan berterima kasih atas bantuan tersebut. Dia mengatakan di Sumut sendiri terdapat 21 wilayah Polres yang terdampak bencana.

“Jadi kami tetap berupaya dan kami ucapkan terima kasih untuk Polri yang sudah memberi bantuan untuk Polda Sumut sehingga kami bisa meringankan korban bencana,” imbuhnya.

“Polda Sumut saat ini masih menangani untuk penanggulangan bencana dan kami laksanakan yang terkena imbas dari bencana ada 21 Polres jajaran,” lanjut dia.

Polri Buka Posko Penerimaan Bantuan Bencana, Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

Jakarta — Polri melalui Posko Penerimaan Bantuan Bencana resmi membuka layanan untuk masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan kepada para korban bencana di berbagai wilayah Indonesia. Posko yang berlokasi di Kantor Korsabhara Baharkam Polri, Jl. Komjen Pol. M. Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, ini setiap hari menerima berbagai jenis bantuan yang sangat dibutuhkan para penyintas.

Jenis bantuan yang dapat disalurkan antara lain:

  1. Pakaian bersih dan layak pakai
  2. Selimut dan bantal
  3. Pakaian serta perlengkapan bayi (popok, susu, tisu basah/kering, sabun bayi, dll.)
  4. Obat-obatan dan vitamin
  5. Alat mandi dan perlengkapan kebersihan
  6. Kebutuhan pribadi perempuan (pembalut dan sejenisnya)
  7. Pakaian dalam pria/wanita
  8. Makanan instan

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri membuka posko ini untuk memastikan bantuan dari masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan secara cepat serta tepat sasaran.

“Polri mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Setiap bantuan memiliki arti besar bagi para korban. Posko ini kami siapkan agar proses pengumpulan dan distribusi bantuan lebih terkoordinasi,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Beliau juga menambahkan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh upaya kemanusiaan dan siap menyalurkan seluruh bantuan ke wilayah terdampak melalui jajaran kepolisian daerah.

Untuk informasi lebih lanjut dan koordinasi pengiriman bantuan, masyarakat dapat menghubungi call center Posko Polri di 0812-7672-2009.

Polri mengimbau agar seluruh bantuan yang diberikan berada dalam kondisi baik serta layak guna, sehingga dapat langsung digunakan oleh para penyintas bencana.