Bantuan Tahap II, Polda Riau Berangkatkan Tim Trauma Healing, Logistik dan Alat Berat ke Agam Sumatera Barat

Pekanbaru – Polda Riau kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dengan memberangkatkan tim trauma healing serta bantuan kemanusiaan tahap kedua ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Keberangkatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Ino H, pada Rabu, (3/12/2025) pagi.

Dalam keterangannya, Kombes Ino menjelaskan bahwa keberangkatan personel dan tim relawan kali ini difokuskan untuk membantu percepatan pemulihan psikologis para korban, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami trauma pascabencana banjir bandang dan longsor.

“Pagi ini kita melaksanakan pemberangkatan sekaligus pelepasan tim trauma healing Polda Riau yang berkolaborasi dengan mahasiswa HIMPSI Riau. Mereka akan menuju ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, salah satu wilayah dengan jumlah korban terbanyak,” jelas Kombes Ino.

Sebelumnya, Polda Riau telah mengirimkan 290 personel yang bekerja sama dengan masyarakat dan aparat setempat untuk membantu evakuasi, membuka akses terisolir, serta menyalurkan bantuan sosial. Polda Riau juga terus berkoordinasi intens dengan Polda Sumatera Barat guna memastikan seluruh bantuan tepat sasaran.

“Tujuan utama kehadiran polisi adalah kemanusiaan hadir untuk masyarakat, membantu mereka yang sedang tertimpa musibah. Saat ini kita melihat tiga provinsi terdampak bencana besar, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelas Ino.

Polda Riau menilai kebutuhan masyarakat tak hanya sebatas bantuan logistik, tetapi juga pemulihan psikososial.

“Korban mengalami ketakutan, kecemasan, kesedihan, bahkan ancaman psikologis lainnya. Karena itu, tim trauma healing ini sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan mengembalikan senyum anak-anak maupun para lansia,” tambahnya.

Total 42 personel tim trauma healing diberangkatkan dalam misi ini, dengan fokus penanganan di wilayah Agam yang mencatat korban terbanyak.

Selain tim trauma healing, Polda Riau juga memberangkatkan bantuan sosial tahap kedua, meliputi, paket sembako dan kebutuhan pokok, mobil tangki air untuk desa yang masih kesulitan air bersih, Peralatan dapur umum lapangan, satu unit alat berat dozer untuk membuka akses desa yang terisolir, dan satu kontainer pendingin jenazah, untuk membantu penyimpanan jenazah korban yang belum teridentifikasi.

“Kontainer pendingin ini penting, karena banyak jenazah yang ditemukan namun belum teridentifikasi dan belum ada pihak keluarga yang datang. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu proses identifikasi oleh tim DVI,” tutur Kombes Ino.

Kombes Ino menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kerja nyata Polda Riau bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa HIMPSI Riau yang ikut terlibat. Ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berduka,” tutupnya.

DVI Polda Sumbar Percepat Identifikasi Korban Bencana: 161 Jenazah Terverifikasi, 25 Masih Menunggu Kecocokan DNA

Sumbar – Proses identifikasi korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat terus dikebut oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumbar.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula RS Bhayangkara Tingkat III Padang, Selasa (2/12/2025), Polda Sumbar menyampaikan perkembangan terbaru penanganan korban bencana kepada publik.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kabid Humas Polda Sumbar yang diwakili Ps. Kasubbid Penmas Kompol Omri Yan Sahureka, Kabid Dokkes Polda Sumbar AKBP dr. Faizal, serta Karumkit Bhayangkara TK III Padang Kompol dr. Hari Andromeda, Sp.J. Selain unsur kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh para awak media dan jurnalis dari berbagai platform sebagai bentuk keterbukaan informasi Polda Sumbar kepada masyarakat.

AKBP dr. Faizal dalam pemaparannya menyebutkan bahwa hingga hari ini tercatat 193 korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat.

“Dari jumlah tersebut, 161 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 32 lainnya masih dalam proses, termasuk 25 jenazah yang saat ini berada di RS Bhayangkara Padang,” jelasnya.

Ia merinci, dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga. Sementara 25 jenazah lainnya masih berstatus tidak dikenal karena belum ada kecocokan dengan data antemortem.

Karumkit Bhayangkara TK III Padang, Kompol dr. Hari Andromeda, Sp.J, menekankan bahwa proses identifikasi sangat bergantung pada kelengkapan data pembanding dari keluarga korban.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke posko antemortem di RS Bhayangkara Padang. Semakin cepat data pembanding masuk, semakin cepat pula identifikasi dapat kami selesaikan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar jenazah yang sulit teridentifikasi adalah anak-anak. Banyak dari mereka diduga kehilangan orang tua atau kerabat dekat yang seharusnya melapor, sehingga belum ada data antemortem yang masuk.

Untuk mendukung kelancaran proses identifikasi, RS Bhayangkara kini menerima tambahan satu unit mobil cold storage dari Dinas Pertanian Sumbar. Fasilitas ini membantu menjaga kondisi jenazah selama proses forensik berlangsung.

Ps. Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumbar, Kompol Omri Yan Sahureka, menegaskan bahwa Polda Sumbar akan bekerja maksimal hingga seluruh korban bencana berhasil diidentifikasi.

“Polda Sumbar mengajak masyarakat yang kehilangan keluarga untuk segera memberikan data antemortem ke RS Bhayangkara atau posko DVI terdekat. Data pembanding sangat penting agar proses identifikasi dapat segera dipercepat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan konferensi pers bersama awak media merupakan bentuk komitmen Polda Sumbar terhadap transparansi dan keterbukaan informasi, agar masyarakat mendapatkan perkembangan resmi dan akurat terkait penanganan korban bencana.

Polda Sumbar berharap kerja sama dari masyarakat dapat mempercepat seluruh proses identifikasi, sehingga jenazah korban dapat segera diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan dengan layak.

Polda Aceh dan Bapanas Inspeksi Pangan untuk Antisipasi Penimbunan dan Kenaikan Harga Pascabanjir

Banda Aceh — Ditreskrimsus Polda Aceh bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dinas Pangan Aceh melaksanakan inspeksi pangan di tujuh kabupaten/kota untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga, serta mencegah penimbunan bahan pokok pascabencana banjir.

Inspeksi yang dilakukan mulai Minggu, 30 November 2025, itu berlokasi di Kota Banda Aceh, Sabang, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, dan Kabupaten Aceh Barat. Wilayah tersebut menjadi target inspeksi untuk memastikan para pedagang tidak melakukan penyimpangan seperti penimbunan pangan atau menaikkan harga di luar batas kewajaran.

“Polda Aceh, Bapanas, Dinas Pangan Aceh, dan instansi terkait lainnya melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada pedagang yang menjual bahan pokok di atas harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah. Di sinilah peran kita mengawal, agar harga beli masyarakat tidak melampaui ketentuan,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol. Zulhir Destrian, Selasa, 2 Desember 2025.

Zulhir juga menyampaikan bahwa Satgas Pangan akan terus dioptimalkan. Polda telah menugaskan Kasat Reskrim serta Kanit Tipiter pada setiap kabupaten dan kota untuk mengawasi jalannya distribusi pangan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.

“Pengawasan kita lakukan terhadap berbagai bahan pangan penting seperti beras, telur, daging, dan cabai untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar,” tegasnya.

Ia berharap inspeksi ini dapat membuat masyarakat merasa tenang karena pemerintah dan aparat terus bekerja menjaga ketahanan serta stabilitas harga pangan di seluruh wilayah Aceh.

Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 Salurkan Bantuan Besar untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Tamiang

North Rafflesia – Batalyon Dhira Brata Alumni Akpol 1990 yang diwakili Brigadir Jenderal Polisi Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum. (Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri), bersama Brigjen Pol (Purn) Purwoko Y., Brigjen Pol (Purn) Fajarudin, dan Kombes Pol Ponadi, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang saat ini terdampak parah banjir bandang dan longsor.

Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak bencana. Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi melaporkan bahwa 90 persen wilayah setempat terendam banjir, menyebabkan aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total. Bahkan kantor pemerintahan, Kodim, hingga Polres pun ikut terdampak. Banyak daerah masih terisolir dan sebagian warga belum menerima bantuan.

Bantuan dari Batalyon Dhira Brata Akpol ’90 diserahkan kepada Perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Kadis Sosial Safii, anggota DPRD Saiful Bahri, dan tokoh masyarakat Popon. Penyerahan dilakukan di atas Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:

A. Bantuan Pembelian
1. Beras @5 kg dan @10 kg dengan total ± 32 ton
2. Mie instan ± 1.100 kardus
3. Minyak makan 310 dus kemasan 1 liter (12 botol/dus)
4. Tambahan mie instan 200 dus
5. Air mineral 300 dus

B. Bantuan dari Warga Aceh Tamiang di Medan
1. Popok anak
2. Air mineral ± 30 dus
3. Kue roti Unibis 5 kardus
4. Biskuit 30 kardus
5. Minyak makan 50 kardus

Pengangkutan seluruh bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan bantuan dari berbagai instansi di wilayah Medan, dan langsung ditinjau oleh Menteri Perhubungan serta para Dirjen di lingkungan Kementerian Perhubungan. Secara khusus, Menteri Perhubungan memberikan apresiasi kepada Alumni Akpol 1990, karena bantuan yang diinisiasi oleh Wakapolri selaku Ketua Umum Alumni Akpol ’90 ini menjadi salah satu yang terbesar jumlahnya di antara seluruh bantuan yang diberangkatkan hari ini.

Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 menegaskan komitmennya untuk terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan bantuan menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolir akibat bencana besar di Aceh Tamiang.

Satpolairud dan Personel Silongmat Laksanakan Operasi Siaga Bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat

North rafflesia – Polri melalui jajaran Korpolairud Baharkam dan personel Silongmat terus meningkatkan langkah-langkah penanganan bencana di wilayah terdampak pada Selasa, 2 Desember 2025. Sejumlah unsur gabungan diterjunkan, termasuk KP. Antareja–7007, dalam rangka mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban banjir bandang serta longsor di Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Padang Pariaman.

Berdasarkan Perintah Kakorpolairud Baharkam Polri KP. Antareja–7007 melaksanakan tugas pengamanan dan bantuan SAR di wilayah perairan Sumatera Utara dan Sumatera Barat sejak 1 November sampai 30 November 2025 dengan Pangkalan Aju Sibolga.

Pada Selasa (2/12), pukul 07.20 WIB, personel KP. Antareja–7007 bersama Tim SAR Gabungan bergerak menuju Posko SAR Pandan, Tapanuli Tengah, untuk mengikuti apel pagi sebelum melakukan pembagian sektor pencarian. Sebanyak 80 personel SAR gabungan dikerahkan, dibagi menjadi empat regu, untuk menyisir desa-desa terdampak banjir bandang dan longsor.

Tim bergerak menggunakan kendaraan truk SAR dan mobil double cabin, dengan melibatkan:

  • KP. Antareja–7007: 8 personel
  • TNI: 12 personel
  • Basarnas Sibolga: 30 personel
  • Brimob: 8 personel
  • Satpol PP: 6 personel
  • BPBD: 8 personel
  • Relawan: 8 orang

Di Sumatera Barat, personel Silongmat Polairud dan Poludara juga telah siaga sejak pukul 06.00 WIB. Dipimpin Katim AKBP Ferry Setiawan S.T., M.M., puluhan personel diturunkan untuk memperkuat pencarian korban hilang dan mendukung evakuasi.

Sebelum keberangkatan, personel menerima arahan langsung dari Wakapolda Sumatera Barat. Dalam arahannya, Kapolda Sumbar menekankan pentingnya penentuan titik-titik potensial yang masih berpotensi ditemukan korban, serta memastikan kesehatan personel tetap terjaga.

Setelah apel dan persiapan alut, pukul 09.00 WIB personel diarahkan menuju Padang Pariaman, salah satu wilayah yang terdampak paling parah.

Untuk memperkuat operasi SAR, Polri juga mengerahkan beragam peralatan, antara lain:

  • Dari Ditpolair:
  • Botis 10 pasang
  • Harnes 10 unit
  • HT 10 unit
  • Rolling bed 10 unit
  • Sarung tangan, sangkur, karabiner, dan perlengkapan SAR lain

Dari Ditpoludara:

  • Pelampung 15 unit
  • Genset
  • Chainsaw
  • Tandu
  • GPS
  • Helm dan harnes
  • Tali carmantle

Empat kapal utama Polairud juga disiagakan untuk memperkuat operasi bencana di perairan Sumut–Aceh:

  1. KP. Wisanggeni–8005 (Aceh, 75 m, 29 ABK, 2 unit RIB)
  2. KP. Antareja–7007 (Sumut–Sumbar, 48,6 m, 23 ABK, 1 perahu karet)
  3. KP. Anis Kembang–4001 (Sumut, 28,5 m, 17 ABK, 1 perahu karet)
  4. KP. Lory–3018 (Sumut, 22,7 m, 11 ABK, 1 perahu karet)

Polri Pastikan Operasi Kemanusiaan Berjalan Maksimal

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa seluruh pengerahan alut dan personel ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri dalam membantu masyarakat di wilayah bencana.

“Polri terus mengerahkan seluruh kemampuan, baik personel maupun peralatan, untuk mendukung pencarian korban, evakuasi, serta pemulihan wilayah terdampak. Operasi kemanusiaan ini menjadi prioritas utama dan kami memastikan setiap langkah berjalan efektif serta terkoordinasi dengan baik,” ujar Brigjen Pol Trunoyudo.

Ia juga menambahkan bahwa koordinasi lintas instansi menjadi kunci percepatan penanganan di lapangan.

“Sinergi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, hingga relawan di lapangan akan terus ditingkatkan. Polri berkomitmen hadir dan bekerja maksimal demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Kapolri dan Ketua Umum Bhayangkari Tinjau Udara Dampak Banjir Longsor Sumut, Pastikan Percepatan Bantuan untuk Warga

Sumatera Utara – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Umum Bhayangkari melakukan patroli udara menggunakan helikopter untuk memantau langsung situasi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Dalam peninjauan tersebut, Kapolri melihat secara menyeluruh dampak kerusakan akibat bencana, termasuk infrastruktur vital yang tampak terputus total dan tergerus derasnya arus.

Patroli udara yang melibatkan tiga helikopter ini juga diikuti Menko PMK, Kapolda Sumut hingga Ketua Umum Bhayangkari. Dari udara, Kapolri memastikan bahwa sejumlah wilayah masih terendam banjir dan beberapa jalur utama tidak dapat dilalui.

Usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau korban bencana sebelumnya, Kapolri menyampaikan bahwa ada beberapa instruksi langsung yang harus segera dilaksanakan. Presiden meminta agar perbaikan jalur terputus dipercepat serta seluruh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk bahan makanan, pakaian, hingga kebutuhan penting seperti BBM subsidi dapat segera dipenuhi.

“Ada beberapa hal menjadi perhatian, kaitannya dengan jalur-jalur yang terputus. Tadi arahan beliau untuk segera dilakukan perbaikan,” ujar Sigit. Ia menegaskan bahwa instruksi Presiden sudah diteruskan kepada seluruh instansi terkait, mulai dari kementerian, lembaga, TNI-Polri hingga jajaran forkopimda untuk memastikan penanganan bencana berjalan terpadu dan maksimal.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan bahwa distribusi bantuan logistik tidak boleh terhambat, terutama untuk daerah yang kini terisolasi. Polri memastikan seluruh proses penyaluran dilakukan dengan sigap dan penuh kepedulian.

Sebagai bentuk kehadiran negara, Kapolri juga menyerahkan secara simbolik delapan truk bantuan ‘Polri untuk Masyarakat’ yang berisi bahan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari kepada Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Bantuan tersebut langsung didistribusikan ke posko pengungsian warga terdampak banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah.

“Intinya beliau memerintahkan agar seluruh kegiatan yang dilakukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana ini betul-betul dimaksimalkan sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” ungkap Kapolri.

Melalui pantauan udara dan penyaluran bantuan ini, Polri memastikan seluruh upaya penanganan bencana di Sumatera Utara berjalan cepat, terkoordinasi, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat yang paling terdampak. Kapolri menegaskan komitmen bahwa Polri akan terus berada di garis depan untuk membantu warga hingga situasi kembali pulih.

POLDA SUMUT BANGUN JEMBATAN DARURAT DI TAPTENG, PULIHKAN AKSES WARGA DAN JALINSUM

Pandan, Tapanuli Tengah — Selasa (02/12/2025) Polda Sumatera Utara bergerak cepat memulihkan akses transportasi vital yang terputus akibat bencana alam di Kabupaten Tapanuli Tengah. Sejak pagi, sejumlah satuan dari Polda Sumut yakni Karo Log, Direktorat Polairud, Direktorat Siber, serta personel Brimob dan Polairud bersama jajaran Polres Tapteng bergotong royong membangun jembatan darurat penyambung dengan peralatan seadanya.

Jembatan yang dikerjakan secara kolaboratif ini merupakan akses penting yang menghubungkan Pandan dengan Kalangan, sekaligus menjadi ruas vital pada Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) Tapteng–Sidempuan. Kerusakan akses tersebut sempat menghambat mobilitas warga, distribusi bantuan, hingga arus logistik.

Meski bekerja dengan kondisi terbatas dan medan yang cukup berat, tim gabungan terus melakukan upaya percepatan agar jalur darurat dapat segera digunakan masyarakat dan kendaraan darurat yang membawa bantuan.

Kabid Humas Polda Sumut menegaskan bahwa langkah cepat semua unsur yang diterjunkan merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam membantu percepatan penanganan bencana.

“Polda Sumut tidak membiarkan masyarakat terisolasi. Hari ini, berbagai satuan kami turun langsung membangun jembatan darurat agar Pandan dan Kalangan kembali terhubung. Ini juga demi memulihkan mobilitas di Jalinsum yang merupakan jalur strategis pergerakan logistik,” ujar Kabid Humas Polda Sumut.

Beliau menambahkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan percepatan pemulihan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Dengan peralatan seadanya, personel bekerja keras demi kepentingan warga. Ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan Polri. Polda Sumut akan terus berada di lapangan sampai akses benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan aman,” lanjutnya.

Polda Sumut memastikan bahwa setelah jembatan darurat ini selesai, distribusi bantuan dan aktivitas warga dapat kembali berjalan normal secara bertahap.

SLOG Polri Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Masyarakat Aceh, Proses Pengiriman Melalui Bandara Soekarno-Hatta Dimulai Hari Ini

Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana. Paket bantuan dalam jumlah besar tersebut diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 190, pukul 16.35 – 19.00 WIB, tujuan Kuala Namu (KNO).

Bantuan berasal dari Satuan Logistik (SLOG) Polri dan saat ini seluruh barang telah berada di RA Rawa Bokor – PT Adhia Avia Prima untuk proses booking dan loading sebelum diterbangkan.

Adapun rincian barang bantuan kemanusiaan yang dikirimkan antara lain:

  1. Pakaian sekolah 500 pcs (5 karung)
  2. Tas sekolah 500 pcs (2 karung)
  3. Obat-obatan 800 pcs (4 koli)
  4. Minyak angin 300 pcs (3 koli)
  5. Minyak telon 300 pcs (4 koli)
  6. Kasur lipat 100 pcs
  7. Selimut 2.000 pcs (11 karung)
  8. Perahu karet 2 set
  9. Tenda pleton 10 set
  10. Velbed 250 pcs (62 dos + 2 eceran)
  11. MTP FT 30 dos
  12. Pemanas 65 dos
  13. Ponco 500 pcs (16 dos + 20 eceran)
  14. Makanan cepat saji 281 dos
  15. Lampu penerangan 20 pcs
  16. Wontech WiFi 1 unit (tidak diberangkatkan karena kategori DG)
  17. Genset portabel + solar panel 1 set (tidak diberangkatkan karena kategori DG)
  18. Aneka makanan bayi 3.000 pcs (96 dus)

Untuk barang nomor 16 dan 17, pihak maskapai menolak pengiriman karena termasuk kategori Dangerous Goods (DG). Kedua barang tersebut akan dikembalikan ke gudang cargo Rimbun dan dijadwalkan untuk dikirim bersama barang lainnya pada pengiriman berikutnya.

Karo Penmas Divhumas Polri menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan arahan langsung dari Kapolri agar kebutuhan mendesak masyarakat Aceh dapat segera dipenuhi.

“Bapak Kapolri memerintahkan agar distribusi bantuan dilakukan secepat mungkin. SLOG Polri bergerak cepat memastikan seluruh logistik bisa terangkut hari ini menuju Aceh untuk membantu masyarakat yang masih terdampak bencana,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Beliau juga menegaskan bahwa Polri akan terus memonitor proses pengiriman hingga bantuan benar-benar tiba di lokasi.

“Polri memastikan setiap bantuan yang dikirimkan tepat guna dan tepat sasaran. Barang yang belum dapat diterbangkan karena kategori DG akan segera dijadwalkan ulang. Prinsipnya, semua kebutuhan masyarakat harus terpenuhi tanpa hambatan,” tambahnya.

Dengan proses ini, Polri berharap dukungan logistik dapat segera memperkuat penanganan bencana dan membantu meringankan beban masyarakat Aceh.

Polda Sumut Kerahkan Unit K9 untuk Percepat Pencarian Korban Banjir Bandang dan Longsor di Tapteng–Sibolga

Medan – Upaya pencarian korban banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera Utara terus diperkuat. Polda Sumatera Utara mengerahkan unit K9 atau anjing pelacak terlatih untuk membantu proses penyisiran di sejumlah titik terdampak, khususnya di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga yang merupakan lokasi dengan dampak terparah.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengerahan K9 ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan pencarian di area-area yang sulit ditembus oleh tim SAR konvensional. Unit K9 tersebut didatangkan sebagai perbantuan dari Mabes Polri, lengkap dengan handler profesional dan peralatan pendukung.

“Tim K9 ini diperbantukan untuk mendukung proses pencarian korban yang masih dilaporkan hilang akibat banjir bandang dan longsor,” ujar Kapolda Whisnu, Senin (1/12/25).

Menurutnya, anjing pelacak memiliki kemampuan deteksi yang sangat tinggi, terutama dalam mengidentifikasi keberadaan manusia di bawah tumpukan lumpur, reruntuhan material, atau area yang tidak dapat diakses kendaraan maupun alat berat. Karena itu, kehadiran unsur K9 menjadi salah satu kekuatan penting dalam mempercepat proses pencarian.

Kapolda Sumut menegaskan bahwa seluruh personel handler dan anjing pelacak yang diterjunkan berada dalam kondisi optimal dan telah dilengkapi perlengkapan khusus untuk operasi di medan bencana. Polda Sumut juga memastikan dukungan logistik, komunikasi, serta koordinasi lintas instansi berjalan maksimal.

“Kecepatan menemukan korban adalah bagian dari menyelamatkan martabat kemanusiaan. Setiap nyawa sangat berharga, dan kita bekerja maksimal dengan semua sumber daya yang ada, termasuk K9,” tegasnya.

Selain unit K9, Polda Sumut bersama Basarnas, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus mengintensifkan pencarian melalui penyisiran darat, pengerahan alat berat, serta pemetaan ulang titik-titik yang berpotensi masih terdapat korban tertimbun. Kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri, namun sinergi antarinstansi disebut tetap solid.

Kapolda Whisnu menambahkan bahwa operasi pencarian akan dilaksanakan tanpa henti hingga seluruh warga yang dilaporkan hilang berhasil ditemukan, baik dalam kondisi selamat maupun tidak.

Dengan dukungan tambahan kekuatan K9 ini, Polda Sumut berharap proses pencarian dapat berjalan lebih efektif dan memberikan jawaban bagi keluarga yang masih menunggu kabar anggota keluarganya.

Kapolri Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang Melalui Airdrop Akibat Lokasi Masih Terisolir

Aceh Tamiang – Kapolri kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah Aceh Tamiang. Kondisi lokasi yang masih terisolir dan tidak memungkinkan helikopter Polri untuk melakukan pendaratan, membuat distribusi bantuan dilakukan melalui metode airdrop agar dapat segera diterima oleh warga yang sangat membutuhkan, Selasa (2/12).

Astamaops Kapolri menjelaskan bahwa penggunaan metode airdrop merupakan instruksi langsung Kapolri agar penyaluran bantuan tidak terhambat kondisi geografis.

“Bapak Kapolri menegaskan bahwa tidak boleh ada hambatan dalam penyaluran bantuan. Jika helikopter tidak bisa landing karena medan terdampak bencana, maka airdrop menjadi pilihan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan tepat waktu,” ujar Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran.

Beliau menambahkan bahwa Kapolri memberikan perhatian penuh terhadap kondisi warga dan petugas di lapangan yang terus bekerja menangani situasi darurat tersebut.

“Pesan Bapak Kapolri jelas: pastikan masyarakat yang terisolir tetap mendapatkan bantuan, apapun tantangannya. Polri hadir untuk membantu negara, terutama dalam masa-masa kritis seperti ini,” tambahnya.

Bantuan kemanusiaan tersebut meliputi kebutuhan mendesak seperti logistik, makanan siap saji, perlengkapan darurat, serta dukungan operasional bagi petugas di lapangan. Pengiriman melalui airdrop diharapkan dapat mempercepat akses bantuan ke titik-titik yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat maupun udara.

Dengan metode distribusi khusus ini, Kapolri berharap dukungan bagi masyarakat Aceh Tamiang dapat berjalan efektif dan membantu mempercepat penanganan pascabencana di wilayah tersebut.