Polresta Bukittinggi Kembali Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak di Jorong Sungai Landia

Bukittinggi — Polresta Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu warga terdampak bencana. Pada Selasa, 2 Desember 2025. personel Polresta Bukittinggi menyalurkan bantuan langsung ke Jorong Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Kegiatan penyaluran ini dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Bukittinggi, Kompol Al Indra, bersama sejumlah personel.

Medan berat yang harus dilalui tidak menyurutkan semangat petugas. Jalur menuju lokasi yang terputus akibat longsong dan belum dilalui kendaraan terpaksa ditempuh dengan berjalan kaki.

Bantuan berupa logistik bahan pangan berupa beras sebanyak 60 karung serberat 300 kilogram beras dan kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, minyak goreng dipikul langsung oleh personel menuju permukiman warga terdampak.

Perjalanan menembus jalur menanjak tersebut dilakukan demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Setibanya di lokasi pengungsian, personel menyerahkan bantuan kepada wali nagari Sungai Landia untuk seterus disalurkan ke pada warga yang masih terdampak dan terkendala akses.

Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto melalui Kabag Ops Kompol Al Indra menegaskan bahwa Polresta Bukittinggi akan terus hadir untuk masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi memastikan masyarakat merasa diperhatikan. Selama masih dibutuhkan, kami akan tetap turun langsung,” ujarnya.

Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polresta Bukittinggi dalam membantu warga yang terdampak bencana, sekaligus bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti meskipun medan sulit dan situasi terbatas.

Polres Padang Pariaman Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak di Korong Sipisang sipinang Nagari Anduring Kecamatan 2×11 Kayu Tanam

Padang Pariaman — Polres Padang Pariaman menunjukkan komitmennya dalam membantu warga terdampak bencana. Pada Selasa (2/12/25), personel Polres Padang Pariaman menyalurkan bantuan langsung ke Korong Sipisang sipinang Nagari Anduring Kecamatan 2×11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan penyaluran ini dipimpin oleh Kabag Ops Polres Padang Pariaman, Kompol Edi Karan P, S.H, M.H, bersama personil.

Medan berat yang harus dilalui tidak menyurutkan semangat petugas. Jalur menuju lokasi yang terputus akibat longsong dan banjir belum dilalui kendaraan terpaksa ditempuh dengan berjalan kaki.

Bantuan berupa logistik bahan pangan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, minyak goreng dipikul langsung oleh personel menuju permukiman warga terdampak dan posko darurat.

Perjalanan menembus jalur sungai, hutan dan menanjak tersebut dilakukan demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Setibanya di lokasi pengungsian, personel menyerahkan bantuan kepada wali nagari Anduring untuk seterus disalurkan ke pada warga yang masih terdampak dan terkendala akses.

Kapolres Padang Pariaman melalui Kabag Ops Kompol Edi Karan, S.H, M.H, menegaskan bahwa Polres Padang Pariaman akan terus hadir untuk masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi memastikan masyarakat merasa diperhatikan. Selama masih dibutuhkan, kami akan tetap turun langsung,” ujarnya.

Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polres Padang Pariaman dalam membantu warga yang terdampak bencana, sekaligus bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti meskipun medan sulit dan situasi terbatas.

Polri All-Out Tangani Krisis Sumatera: Wakapolri Lepas Bantuan Kemanusiaan Polda Lampung

Lampung– Kapolri memerintahkan Wakapolri dan seluruh jajarannya untuk terus memperbarui perkembangan penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—tiga wilayah yang saat ini terdampak banjir besar, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Ribuan warga telah dievakuasi, sementara sejumlah akses jalan utama terputus dan membutuhkan pembukaan jalur darurat. Hal ini disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari.

Kabid Humas menjelaskan bahwa sebagai bentuk komitmen Polri dalam percepatan penanganan bencana, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, memimpin langsung kegiatan pelepasan bantuan kemanusiaan Polda Lampung pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan bertema “Bersama Menjaga Lampung” ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Lampung dan dihadiri ribuan perwakilan driver ojek online se-Lampung. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri melepas 14 truk logistik berisi 12.489 kilogram beras, 5.763 dus mi instan, 1.515 selimut, 2.537 bal popok, serta kebutuhan lain seperti pakaian, obat-obatan, gula, bahan makanan, dan air mineral, untuk memperkuat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak awal bencana, Polri telah mengerahkan seluruh unsur terbaiknya—personel SAR, Brimob, lalu lintas, Dokkes, hingga Inafis—untuk mendukung evakuasi warga, pencarian korban, pembukaan akses jalan, serta distribusi bantuan. Polda-Polda se-Sumatera juga memperkuat dukungan dengan mengirim logistik dan personel tambahan.

Polri bersama TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan relawan terus melakukan evakuasi di area berisiko tinggi, membuka akses jalan dengan alat berat, serta menyiapkan jalur alternatif untuk memastikan distribusi bantuan tetap lancar. Polri juga mendirikan dapur lapangan, tenda penampungan, layanan kesehatan, serta trauma healing di berbagai posko pengungsian. Pengamanan jalur distribusi bantuan dilakukan secara ketat untuk mencegah hambatan maupun penyimpangan.

Kabid Humas menegaskan bahwa koordinasi antar-Polda dilakukan setiap hari untuk memperbarui perkembangan dampak bencana, jumlah pengungsi, serta kebutuhan logistik tambahan yang harus segera dipenuhi.

Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan bahwa hari ini Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dijadwalkan bertolak dari Jakarta menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, sebagai titik awal pergerakan peninjauan lapangan. Dari Kualanamu, Wakapolri akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Aceh, terutama Kabupaten Aceh Tamiang, yang hingga kini masih menghadapi kesulitan akses, keterbatasan logistik, dan kondisi warga yang membutuhkan percepatan penanganan. Wakapolri akan memastikan distribusi bantuan Polri berjalan lancar, cepat, dan tepat sasaran, termasuk kebutuhan mendesak bagi warga di titik-titik terisolasi.

Setelah dari Aceh, Wakapolri selanjutnya akan bertolak ke Sumatera Barat untuk meninjau kondisi wilayah terdampak, memastikan ketersediaan logistik, serta memberikan dukungan moril dan materil kepada personel Polri—baik anggota Polda maupun pasukan BKO Mabes Polri—yang sedang bertugas di lapangan membantu masyarakat.

Kabid Humas menegaskan bahwa Polri terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan seluruh stakeholder terkait untuk menembus wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak. Seluruh upaya dilakukan dengan berpacu pada waktu, manajemen krisis yang terukur, dan komitmen penuh Polri dalam menjamin keselamatan warga.

Wakapolri menekankan bahwa Polri akan terus berada di tengah masyarakat bersama pemerintah dan relawan hingga kondisi kembali stabil, akses pulih sepenuhnya, dan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Polri Gerak Cepat Perbaiki Jembatan Pandan, Akses Utama Warga Tapteng Ditargetkan Segera Pulih

Tapanuli Tengah – Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan upaya percepatan pemulihan infrastruktur vital di wilayah Tapanuli Tengah. Tim gabungan Polda Sumut bersama personel Polres Tapteng turun langsung memperbaiki Jembatan Pandan, akses utama yang menghubungkan Sibolga – Padang Sidempuan dan menjadi jalur penting distribusi logistik serta BBM bagi masyarakat setempat.

Perbaikan konstruksi jembatan yang memiliki panjang sekitar 6 meter dan tinggi 7 meter ini telah dimulai sejak Selasa (2/12). Hari ini, Rabu (3/12/2025) pukul 14.30 WIB, proses percepatan pengerjaan kembali dilanjutkan dengan melibatkan kekuatan penuh personel, baik dari PJU dan anggota Polda Sumut, Satbrimobda Sumut, hingga Polres Tapteng.

Tiga pejabat utama Polda Sumut ikut turun ke lapangan, Karo Logistik, Direktur Polairud, dan Direktur Siber, memastikan seluruh proses berjalan aman, cepat, dan tepat. Mereka didukung 35 personel Brimob serta 21 personel Polres Tapteng yang bekerja bahu-membahu di lokasi.

Karolog Polda Sumut, Kombes Pol Suranta Pinem, yang berada di lapangan, menegaskan komitmen jajaran kepolisian untuk memulihkan akses masyarakat sesegera mungkin. “Kami bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan perbaikan jembatan yang terputus yang memisahkan Pinangsori dan Sibolga. Mudah-mudahan malam ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Langkah cepat jajaran Polda Sumut ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas ekonomi maupun kebutuhan harian. Pemulihan jembatan Pandan diharapkan membantu memperlancar arus bantuan, logistik, dan pelayanan publik di wilayah Tapanuli Tengah pasca bencana.

Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 290 Korban di Sumatera Utara, Operasi Dilanjutkan Hingga Akhir Masa Tanggap Darurat

Medan – Pelaksanaan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara terus berlangsung secara intensif. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, menegaskan bahwa tim telah digerakkan secara menyeluruh di tiap kabupaten/kota dengan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut.

“Kami telah menggelar operasi DVI yang tersebar di seluruh kabupaten di Sumatera Utara dengan kekuatan 30 personel. Terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan selebihnya dari Polda Sumut,” ujar Kombes Pol Taufik Ismail.

“Per hari Selasa, 2 Desember 2025, kami telah mengidentifikasi sebanyak 290 korban yang tersebar di 12 kabupaten/kota wilayah Polda Sumut.”

Karumkit menjelaskan bahwa seluruh korban hingga saat ini berhasil diidentifikasi menggunakan data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, maupun properti yang melekat, karena mayoritas jenazah masih dalam kondisi relatif utuh pada fase awal.

Namun pekerjaan tim ke depan akan semakin menantang. Saat ini masih terdapat 122 korban yang tercatat hilang, dan banyak di antaranya diperkirakan sudah mulai mengalami pembusukan.

“Ini mungkin seminggu ke depan akan lebih sulit untuk identifikasi karena jenazah yang masih tertimbun mengalami proses pembusukan. Untuk itu kami menyiapkan langkah identifikasi menggunakan data primer, yaitu sampel DNA,” jelasnya.

“Jika jenazah tidak teridentifikasi dan karena keterbatasan tempat penyimpanan, kami akan makamkan dengan penandaan khusus. Jika di kemudian hari ada kecocokan DNA, kami bisa menunjukkan lokasi pemakaman kepada keluarga.”

Hingga hari ini, seluruh 290 jenazah yang sudah teridentifikasi telah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Berdasarkan pendataan terkini, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak paling berat, disusul beberapa daerah lain. Adapun rinciannya:

  • Kab. Tapanuli Tengah: 86 orang meninggal dunia, 104 orang hilang
  • Kab. Tapanuli Selatan: 84 orang MD, 4 orang hilang
  • Kota Sibolga: 47 orang MD, 9 orang hilang
  • Kab. Tapanuli Utara: 34 orang MD, 12 orang hilang
  • Kota Medan: 12 orang MD
  • Kab. Langkat: 14 orang MD
  • Kab. Humbang Hasundutan: 8 orang MD, 1 orang hilang
  • Kab. Pakpak Bharat: 2 orang MD
  • Nias Selatan: 1 orang MD
  • Kota Padang Sidempuan: 1 orang MD
  • Kota Binjai: 1 orang MD

Dalam penanganan korban luka, seluruh pasien dirawat di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru.

“Kalau nanti memerlukan perawatan ataupun rujukan, kita kirim ke Kota Medan,” jelas Karumkit.

“Persediaan obat sejauh ini sudah kita terima dari Mabes Polri, dan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota yang paling memerlukan, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga,” ujarnya.

Karumkit menjelaskan bahwa saat ini belum ditemukan kendala yang signifikan, namun minggu berikutnya menjadi fase paling krusial.

“Sementara ini kendala belum ada, tapi seminggu ke depan kemungkinan besar kita akan menghadapi kesulitan karena jenazah yang belum ditemukan sudah mengalami pembusukan. Sidik jari atau wajah mungkin sudah rusak, sehingga metode DNA menjadi cara terakhir yang paling akurat.”

Operasi DVI akan terus berlangsung mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. Seluruh elemen kesehatan dan identifikasi Polda Sumut dan Mabes Polri tetap disiagakan di lapangan.

Polres Aceh Tenggara Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Bencana di Sungai Alas

Kutacane — Personel Polres Aceh Tenggara berhasil mengevakuasi sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Alas, Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe, Selasa, 2 Desember 2025. Penemuan ini menambah daftar korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa penemuan jenazah tersebut bermula saat dua warga, pasangan suami-istri, sedang menangkap ikan menggunakan durung alat tangkap tradisional di Sungai Alas.

Ketika alat mereka diangkat, kata Yulhendri, keduanya terkejut melihat bagian kaki manusia tersangkut di dalam durung, dengan kondisi tubuh yang sudah rusak akibat terbawa arus dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

“Usai menemukan, saksi langsung menuju Posko Bencana Polres Aceh Tenggara di Desa Aunan untuk melapor. Petugas yang sedang bertugas merespons cepat laporan tersebut dan melakukan tindakan lanjutan,” kata Yulhendri dalam rilisnya, Rabu, 3 Desember 2025.

Setibanya di lokasi, personel Polres langsung melakukan proses evakuasi dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi korban yang sudah tidak utuh. Sekira pukul 15.30 WIB, jenazah berhasil dibawa ke tepi sungai dan dievakuasi ke daratan untuk dibawa ke Posko dan selanjutnya dibawa ke RSUD H. Sahudin Kutacane..

Yulhendri juga menyampaikan bahwa jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban yang terseret arus banjir bandang. Tidak tertutup kemungkinan korban berasal dari kuburan yang hanyut atau warga yang hilang namun belum terdata. Namun, hal tersebut masih akan diidentifikasi.

“Mengingat identitas korban belum diketahui, kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat segera menghubungi kepolisian atau RSUD H. Sahudin,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai pascabanjir. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda mencurigakan atau informasi terkait orang hilang.

Astamaops Kapolri Tinjau dan Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang — Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. melakukan asistensi penanganan bencana alam di Provinsi Aceh sekaligus meninjau langsung wilayah terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (2/12).

Dalam kunjungannya, Astamaops Kapolri menyalurkan bantuan kemanusiaan yang diberikan langsung oleh Kapolri untuk masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut dikirim menggunakan pesawat Poludara CN 295/P-4501 via Bandara Kualanamu Medan, sebelum dipindahkan ke dua helikopter Poludara AW 169/P-3308 dan Dauphin AS365N3/P-3102. Setibanya di Lapangan Desa Paya Bedi, Kecamatan Kejuruan Muda, bantuan diterima oleh Bupati, Dandim, BKO Brimob, dan BPBD Kabupaten Aceh Tamiang.

Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari:

  1. Beras 5 kg: 40 karung
  2. Mi instan: 40 kotak
  3. Air mineral: 40 kotak
  4. Biskuit: 40 kotak
  5. Starling: 2 unit
  6. Wontech Tactical Backpack: 1 unit

Selain menyerahkan bantuan, Astamaops Kapolri juga mengunjungi seluruh personel yang tengah bertugas untuk memberikan dukungan dan motivasi langsung di lapangan. Ia juga meninjau kendala serta kebutuhan masyarakat sebagai bahan laporan yang akan ditindaklanjuti oleh Mabes Polri. Kunjungan ditutup dengan pengecekan Posko bantuan utama di lokasi.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kehadiran Astamaops Kapolri merupakan bentuk komitmen Polri dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Bapak Kapolri melalui Astamaops ingin memastikan bahwa seluruh bantuan kemanusiaan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan, tepat waktu dan tepat guna. Selain itu, Polri juga ingin memberi semangat kepada personel di lapangan agar tetap sigap membantu warga,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.
“Setiap masukan dan kendala yang ditemukan di lokasi akan segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti, sehingga penanganan bencana dapat berlangsung lebih optimal,” tambahnya.

Kunjungan dan distribusi bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.

KP Wisanggeni-8005 Angkut Bantuan Kemanusiaan dari Sabang ke Pelabuhan Malahayati

Sabang – Kapal Polisi (KP) Wisanggeni-8005 milik Polairud Polri hari ini, Rabu (3/12/2025) pukul 07.00 WIB, resmi bertolak dari Dermaga CT-1 Pelabuhan BPKS Kota Sabang membawa personel serta bantuan kemanusiaan untuk korban bencana. Keberangkatan kapal dipimpin langsung oleh personel Polairud dan dilepas oleh Kapolres Sabang.

KP Wisanggeni-8005 dijadwalkan tiba di Pelabuhan Malahayati pada pukul 09.30 WIB, sebelum menyalurkan seluruh bantuan ke posko penanganan bencana di wilayah terdampak.

Bantuan yang diangkut merupakan hasil donasi masyarakat Kota Sabang yang dikumpulkan melalui Posko Peduli Bencana Polres Sabang. Total bantuan yang diberangkatkan antara lain:

  • Pakaian bekas layak pakai: 8 ton
  • Pampers: 500 kg
  • Sembako: 2 ton
  • Air mineral: 2 ton
  • Obat-obatan: 2 dus
  • Beras: 2 ton
  • Marker: 3 dus besar

Secara total, bantuan ini mencerminkan tingginya solidaritas masyarakat Sabang dalam mendukung korban bencana di wilayah Aceh.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengapresiasi langkah cepat jajaran Polri bersama masyarakat dalam pengiriman bantuan tersebut.

“Kami sangat menghargai kepedulian masyarakat Sabang dan sinergi jajaran Polri dalam memastikan bantuan kemanusiaan bisa segera sampai ke wilayah terdampak. KP Wisanggeni-8005 membawa logistik penting yang sangat dibutuhkan para penyintas,” ujarnya.

Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa Polri akan terus memastikan seluruh jalur distribusi bantuan berjalan aman dan lancar.

“Polri tetap siaga mengawal proses distribusi bantuan agar tepat sasaran, sekaligus mendukung percepatan pemulihan di wilayah bencana,” jelasnya.

Dengan adanya pengiriman ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi dan penanganan bencana dapat berjalan lebih optimal.

Polres Tapanuli Selatan Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Bencana Alam di Kelurahan Reniate

Tapanuli Selatan – Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Pada Selasa, 02 Desember 2025, Polres Tapanuli Selatan melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan sosial kepada warga yang terdampak bencana alam di Kelurahan Reniate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai dengan suasana penuh kehangatan dan harapan bagi para penyintas.

Sejumlah pejabat utama Polres Tapsel turut hadir mendampingi proses penyaluran bantuan, antara lain Kasat Reskrim AKP Hardiyanto, S.H., Kasat Narkoba AKP Ivan Roberth Sitompul, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Oloan Lubis, Bhabinkamtibmas Brigadir Wendi Pramono, S.H., serta personel Polres Tapsel dan Lurah Reniate, Rahma Siregar.

Sekira pukul 12.30 WIB, perwakilan tiga kasat jajaran Polres Tapsel berangkat membawa bantuan sosial dari Posko Aman Nusa II Polres Tapsel menuju Kelurahan Reniate. Bantuan ini merupakan bentuk respons cepat atas musibah bencana alam yang menimpa masyarakat setempat.

Pada pukul 14.30 WIB, rombongan tiba di Posko Kelurahan Reniate. Warga dan perangkat kelurahan menyambut kedatangan mereka dengan penuh rasa syukur. Kebahagiaan warga tampak jelas saat bantuan kemanusiaan mulai diturunkan dan dipindahkan bersama-sama menuju Kantor Lurah.

Tokoh masyarakat setempat, Bapak Tompul, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Polres Tapsel.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Tapanuli Selatan dan jajaran atas bantuan ini. Di tengah musibah yang kami alami, perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami,” ujar pak Tompul.

Setelah seluruh bantuan dipindahkan, Kasat Intelkam memberikan arahan agar perangkat kelurahan menyalurkan bantuan dengan amanah dan tepat sasaran.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi masa sulit.

“Kami di Polres Tapanuli Selatan akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Bencana alam ini meninggalkan duka bagi banyak keluarga, dan kehadiran kami bersama bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab moral serta komitmen Polri untuk meringankan beban warga,” tegas Kapolres.

Beliau juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan baik.

“Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran dan diterima mereka yang paling membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit mengurangi kesedihan dan memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” tambahnya.

Tim K9 Ditpolsatwa Baharkam Polri Bantu Pencarian Korban Bencana di Bantaran Sungai Huta Raja

Batang Toru, Sumut — Satuan K9 Unit SAR Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri kembali dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban bencana alam di wilayah Polda Sumatera Utara. Pada Selasa, 2 Desember 2025, tim tiba dan langsung melakukan penyisiran di bantaran Sungai Desa Huta Raja, Kabupaten Batang Toru.

Dalam operasi ini, Polri menerjunkan 10 personel serta 4 anjing pelacak K9 dengan spesialisasi cadaver atau pencarian jenazah. Kegiatan dipimpin oleh Kompol Kadarman selaku Pawas, bersama Iptu Erasmus sebagai Katim K9, serta para handler dan personel pendukung lainnya. Empat satwa K9 — Walet, Ari, Rubin, dan Dasa — difungsikan untuk menelusuri area yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material dan hanyut oleh arus sungai.

Kendaraan operasional yang digunakan meliputi 1 truk Samapta Polda Sumut serta 3 Ransus Navara K9 guna mendukung mobilitas tim di medan sulit.

Upaya pencarian dilakukan bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Polri, warga, dan unsur terkait. Melalui sejumlah penyisiran di titik-titik rawan, K9 berhasil memberikan petunjuk penting.

Hasilnya, tim menemukan 1 titik yang terindikasi kuat sebagai lokasi keberadaan korban. Setelah dilakukan penggalian oleh warga di sekitar bantaran sungai, ditemukan seorang korban perempuan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Identitas korban belum dapat dikenali karena kondisi tubuh yang rusak akibat terbawa arus. Proses evakuasi lanjutan dan identifikasi direncanakan dilaksanakan pada hari berikutnya.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim di lapangan.

“Polri melalui Unit SAR K9 Ditpolsatwa Baharkam terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam membantu pencarian korban bencana. Kehadiran K9 sangat membantu menemukan titik-titik penting yang sulit dijangkau secara manual. Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan hingga proses pencarian dinyatakan selesai,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antara Polri, masyarakat, dan tim SAR gabungan berjalan baik, sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara cepat dan aman.

Operasi pencarian di Desa Huta Raja masih akan berlanjut untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.