Polda Sumut Kembali Kirim 5 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Tapteng dan Sibolga

MEDAN – Polda Sumatera Utara kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Kamis (4/12/2025). Penyaluran dilakukan melalui Posko Logistik “Polri untuk Masyarakat” di Gudang Pamobvit Polda Sumut.

Kegiatan pendistribusian yang berlangsung mulai pukul 22.00 WIB itu dipimpin Direktur Pamobvit Polda Sumut, Kombes Pol Parhorian Lumban Gaol, S.H., S.I.K., M.Han., didampingi Dirkrimum, Dirnarkoba, Wadir Lantas serta Wadir Narkoba Polda Sumut. Pada pukul 22.45 WIB, secara simbolis dilepas keberangkatan lima truk besar yang memuat kebutuhan logistik untuk warga terdampak bencana.

Adapun setiap truk membawa bantuan berupa 400 karung beras, 100 pcs Aqua Viva, 150 dus air mineral, 300 kotak mi instan, 20 kotak biskuit, delapan kotak sarden, dua kotak popok bayi, 50 lembar tikar, serta 10 unit kasur single. Seluruh bantuan tersebut diprioritaskan untuk warga yang terdampak langsung dan berada di titik pengungsian.

Direktur Pamobvit Polda Sumut, Kombes Pol Parhorian Lumban Gaol menyampaikan bahwa pendistribusian logistik ini merupakan komitmen Polda Sumut dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

“Hari ini, Kamis 4 Desember 2025 pukul 22.00, kami dari Polda Sumatera Utara kembali mengirimkan bantuan kepada masyarakat kita yang terdampak bencana alam, terutama di wilayah Kabupaten Tapteng dan Sibolga,” ujar Kombes Pol Parhorian.

Beliau menambahkan bahwa bantuan ini dikirim dalam jumlah besar dan berisi kebutuhan pokok serta perlengkapan harian yang paling dibutuhkan korban terdampak.

“Bantuan ini sebanyak lima truk yang berisi bahan makanan, peralatan mandi, hingga perlengkapan untuk beristirahat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.

Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang turut menyalurkan bantuan melalui Polda Sumut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mempercayakan penyaluran bantuan ini. Semoga distribusi berjalan lancar dan semuanya tiba di tujuan tanpa kendala,” tegasnya.

Keberangkatan truk bantuan dilakukan malam hari untuk mempercepat proses distribusi, mengingat beberapa titik lokasi terdampak membutuhkan suplai logistik segera.

Polda Sumut memastikan proses pengiriman dilakukan secara terkoordinasi, termasuk dengan petugas di lapangan, pemerintah daerah setempat, serta unsur TNI–Polri yang berada di lokasi terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat segera diterima masyarakat yang kini masih bertahan di titik pengungsian dan wilayah yang sulit akses logistiknya.

Akses Antarwilayah Pulih, Brimob Sumut Rampungkan Perbaikan Jembatan Halangan dalam 3 Hari

TAPANULI TENGAH – Dalam situasi darurat yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keberanian, Personel Search and Rescue (SAR) Batalyon A Sat Brimob Polda Sumatera Utara menunjukkan respons terbaiknya dalam upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah Tapanuli.

Saat personel sedang melaksanakan BKO di Polres Tapanuli Tengah, datang sebuah perintah penting dari Kapolri yang disampaikan melalui Dankor Brimob Polri, Komjen Pol Ramdani Hidayat, kepada Danyon A Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar Kadoli. Tanpa ragu, seluruh personel langsung bergerak cepat menuju sasaran.

Targetnya jelas: jembatan Halangan di Kecamatan Pandan—jembatan utama yang menjadi akses vital penghubung antara Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Putusnya jembatan ini mengakibatkan keterhambatan distribusi logistik serta terganggunya mobilitas masyarakat, sehingga memerlukan penanganan cepat.

Setibanya di lokasi, personel Brimob langsung mengeksekusi pengerjaan darurat bersama instansi terkait dan warga sekitar. Material berupa pasir dimasukkan ke dalam karung besar lalu dibawa menggunakan kapal milik masyarakat untuk dilakukan penimbunan dari sisi kiri dan kanan jembatan.

Selanjutnya, tim melakukan pengurukan tanah menggunakan truk angkut yang hilir mudik tanpa henti. Pengerjaan yang berlangsung siang dan malam itu membutuhkan energi besar, ketelitian, serta koordinasi intensif antarinstansi.

“Tugas ini harus selesai karena akses ini kebutuhan masyarakat,” tegas Kompol Mukhtar Kadoli saat memimpin di lapangan.

Berbekal kekuatan personel, koordinasi solid, dan dukungan warga, jembatan dapat kembali berfungsi hanya dalam waktu tiga hari dengan tingkat penyelesaian 100 persen.

Hari yang dinantikan pun tiba. Jembatan Halangan resmi kembali dilintasi kendaraan roda dua hingga kendaraan pengangkut logistik. Arus lalu lintas kembali normal, aktivitas masyarakat pulih, distribusi bantuan kembali lancar, dan roda ekonomi menggeliat kembali.

Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah cepat Brimob di lapangan.

“Pemulihan akses Jembatan Halangan merupakan langkah krusial bagi masyarakat Tapanuli. Kami mengapresiasi personel Brimob yang bekerja tanpa henti, bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Polri akan terus hadir, memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, khususnya pada situasi darurat pascabencana,” tegas Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan.

Keberhasilan pemulihan akses ini tidak hanya mengembalikan mobilitas kendaraan, namun juga menjadi simbol kehadiran Polri dalam memberikan solusi pada kondisi genting.

Polda Sumut akan terus melanjutkan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat terdampak, memastikan pemulihan berlangsung cepat dan tepat sebagaimana perintah pimpinan.

Akses telah normal, masyarakat kembali bergerak, dan harapan pun kembali tumbuh. Polda Sumut membuktikan hadir, peduli, dan terus bekerja untuk negeri.

Personel Polres Gayo Lues Evakuasi Warga Sakit dengan Cara Digendong di Desa Tetumpun

Blangkejeren – Personel Polres Gayo Lues kembali menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues. Saat hendak menyalurkan bantuan ke Dusun Tetumpun, Desa Pungke, Kecamatan Putri Betung pada Rabu (3/12), petugas menemukan seorang warga yang tengah mengungsi dalam kondisi sakit dan tidak mampu berjalan akibat medan yang terjal, licin, dan curam.

Melihat kondisi warga tersebut, personel Polres Gayo Lues langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan evakuasi menggunakan cara menggendong agar korban bisa dibawa menuju lokasi yang lebih aman. Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena akses jalan menuju dusun tersebut masih terisolir dan dipenuhi material longsor pasca bencana.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., melalui Kasatreskrim IPTU Muhamad Abidinsyah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih sangat menantang. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi halangan bagi anggota untuk memberikan pertolongan maksimal kepada masyarakat.

“Personel kami terus berupaya semaksimal mungkin membantu warga, terutama mereka yang berada di lokasi yang sulit dijangkau. Saat mendapati warga yang tidak mampu berjalan, anggota langsung bergegas mengevakuasi dengan cara menggendong karena keselamatannya menjadi prioritas,” ujar IPTU Abidinsyah.

Ia menambahkan bahwa Polres Gayo Lues akan terus hadir di tengah masyarakat selama proses penanganan pasca bencana berlangsung. Bantuan, evakuasi, hingga pelayanan terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus akan terus dilakukan.

“Tugas kami bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan pertolongan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang terabaikan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” tambahnya.

Warga setempat mengapresiasi kesigapan dan kepedulian personel Polres Gayo Lues yang selalu hadir memberikan bantuan kemanusiaan, meski harus menghadapi medan berat dan cuaca yang tidak menentu.

Polres Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan situasi pasca bencana, baik melalui penyaluran bantuan, evakuasi, maupun pelayanan lainnya guna meringankan beban masyarakat.

Humas Polres Gayo Lues

Tim Trauma Healing Ops Aman Nusa II Tinjau Posko Pengungsian di Kota Padang

Padang — Tim Trauma Healing Operasi Aman Nusa II pada Kamis (4/12/2025) pukul 08.30 WIB melaksanakan peninjauan ke sejumlah titik pengungsian di Kota Padang. Rombongan dipimpin oleh Brigjen Pol Nina Febri Linda, SH., MH., yang langsung meninjau SD Negeri Cupak Tangah 02, Kecamatan Pauh, salah satu lokasi yang difungsikan sebagai posko pengungsian korban bencana.

Dalam kunjungannya, Brigjen Pol Nina Febri Linda menyampaikan bahwa pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

“Kami ingin memastikan kondisi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, mendapat perhatian penuh. Fasilitas posko juga harus berfungsi optimal agar mereka merasa aman dan nyaman,” ujarnya saat berada di lokasi.

Selain memantau kondisi posko, rombongan juga meninjau pelaksanaan trauma healing bagi para korban terdampak, khususnya anak-anak. Program ini menjadi bagian penting dalam pemulihan psikologis pascabencana.
“Pemulihan mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Kami memastikan kegiatan trauma healing berjalan efektif agar para korban, terutama anak-anak, dapat kembali merasa tenang,” tambahnya.

Usai dari Cupak Tangah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengecek dapur lapangan Polri di Posko Bencana Lubuk Minturun, Kota Padang. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan distribusi makanan dan logistik bagi pengungsi berjalan lancar.

“Dapur lapangan harus mampu menyediakan makanan yang cukup, aman, dan tepat waktu. Ini sangat penting bagi keberlangsungan para pengungsi selama berada di posko,” tegas Brigjen Pol Nina.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Situasi di titik-titik peninjauan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tim memastikan pelayanan terhadap para pengungsi terus ditingkatkan demi mendukung proses pemulihan pascabencana.

Tim K9 Polri Temukan Sesosok Mayat Wanita di Depan Gereja GKPA Huta Godang, Batang Toru

Batang Toru – Tim gabungan Unit K9 SAR Mabes Polri, Unit K9 Polda Sumut, serta Sat Brimob Batalyon C Polda Sumut menemukan sesosok mayat wanita di depan Gereja GKPA Desa Huta Godang, Kabupaten Batang Toru, pada Kamis (4/12/2025). Penemuan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencium bau menyengat di sekitar lokasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung melakukan penyisiran. Pada saat pencarian, anjing pelacak K9 jenis Dasa memberikan reaksi di satu titik mencurigakan. Handler K9, Aipda Hasan, kemudian melaporkan temuannya kepada Katim, Kompol Kadarman, dan Iptu Erasmus.

Setelah dilakukan pembukaan pada titik yang ditandai K9, tim menemukan sesosok jenazah perempuan dengan identitas yang masih belum diketahui. Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Basarnas untuk proses evakuasi.

Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, membenarkan adanya temuan tersebut dan mengatakan bahwa langkah cepat tim K9 merupakan bentuk respon cepat Polri terhadap laporan masyarakat.

“Tim K9 bergerak cepat setelah mendapat laporan warga. Anjing pelacak berhasil mengarahkan tim ke titik bau dan ditemukan satu korban perempuan. Saat ini proses identifikasi masih berlangsung dan Polri berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian dan mengungkap identitas korban.

“Polri berkomitmen untuk memastikan proses penyelidikan berjalan objektif, transparan, dan tuntas. Kami juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk menghubungi kepolisian setempat,” tambahnya.

Saat ini, jenazah telah dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polri Apresiasi Masyarakat dan Relawan Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana

Jakarta – Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus disalurkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai relawan. Hingga hari ini, bantuan masih terus dikirimkan untuk menjangkau semua titik di tiga provinsi terdampak tersebut.

Pada hari ini pun disalurkan bantuan logistik dari masyarakat melalui penerbangan dari Lapangan Udara Mako Poludara Baharkam Polri menuju Kualanamu, Sumatera Utara. Bantuan ini dikirimkan oleh masyarakat relawan, di antaranya Ferry Irwandi dan Jovial Da Lopez.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi dengan total 2.639 Kg. Polri pun mengapresiasi atas peran masyarakat dalam kepedulian terhadap korban terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor.

“Polri mengapresiasi peran aktif masyarakat dengan bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yag tersampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkap Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (4/12/2025).

Menurut Komjen Pol Dedi, peran serta masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap sesama dan akan semakin memaksimalkan penanganan bencana alam yang tengah terjadi. Sinergitas semua pihak menjadi kekuatan dalam percepatan penanganan bencana ini.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan relawan, di antaranya Bang Ferry Irwandi dan Bang Jovial Da Lopez atas kontribusinya terhadap bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” jelas Wakapolri.

Lebih lanjut ditegaskan Wakapolri bahwa Polri juga telah membuka posko bencana secara terpusat dan di daerah. Posko ini sebagai wadah untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat kepada korban terdampak bencana alam di berbagai wilayah terdampak bencana dan bisa dihubungi melalui call center 081298420098 dan Posko pengiriman bantuan Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. 08113864906

Wakapolri menegaskan bahwa Polri terus memperkuat langkah cepat penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui pengaktifan sejumlah posko logistik di titik-titik strategis.

“Seluruh jajaran telah kami gerakkan. Di Aceh, dua posko utama sudah beroperasi, di bawah kendali Polda Aceh dan posko terpadu BNPB di Lanud Banda Aceh. Sementara di Sumatera Barat, satu posko logistik Polda Sumbar telah siap melayani kebutuhan masyarakat. Untuk Sumatera Utara, tiga posko—Polda Sumut, Kualanamu, dan Silangit—kami pastikan siaga penuh,” ujar Wakapolri.

Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan posko-posko ini memastikan distribusi bantuan, koordinasi lintas instansi, dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak dapat berjalan efektif.

“Fokus kami adalah kecepatan, ketepatan, dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan tanpa hambatan. Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan maksimal bagi warga yang terdampak,” tegas Wakapolri.

Di sisi lain, Ferry Irwandi mengungkap bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini bekerja sama dengan Polri dan Kitabisa. Bantuan ini pun akan terus disalurkan secara bertahap.

“Kita menuju Pulau Sumatera sekarang dengan 2,6 ton bantuan tahap awal, nantu menyusul lagi, menyusul lagi. Semangat semuanya!” dikutip dari media sosial @kitabisa dan Ferry Irwandi.

Polda Aceh Kembali Kirim Bantuan Sembako dan BKO Personel Untuk Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Langsa dan Aceh Tamiang

Aceh – Polda Aceh kembali mengirimkan bantuan sembako dan BKO personel Polri untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 4 Desember 2025.

Selain itu, juga dikirim perbantuan 10 tenaga medis beserta 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri.

Bantuan sembako dan BKO personel Polda Aceh yang berjumlah 115 orang, serta tenaga medis, tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri, pagi ini, Kamis, sekira pukul 07.30 telah berlabuh menggunakan Kapal Wisanggeni 8005 di Pelabuhan Lhokseumawe, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Selanjutnya, bantuan sembako dan rombongan personel Polri itu akan bertolak menuju Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, lanjutnya.

” Benar, pagi ini sekira pukul 07.30 Wib, dengan menggunakan Kapal Wisanggeni 8005, bantuan sembako dan BKO Personel Polda Aceh sebanyak 115 orang, serta 10 tenaga medis, 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan Mabes Polri, telah berlabuh di Pelabuhan Lhokseumawe dan selanjutnya akan diberangkatkan ke Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di sana, ” sebut Kabid Humas.

Personel Polri akan bekerja sesuai tupoksinya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, tutup Kabid Humas.

Wakapolri Tinjau Posko Antemortem DVI di Sumatera Barat, Pastikan Proses Identifikasi Korban Berjalan Optimal

Padang – Wakapolri bersama rombongan meninjau Posko Antemortem DVI Pusdokkes Polri di Polda Sumatera Barat pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan, kelengkapan, serta pelaksanaan proses identifikasi korban oleh Tim DVI di lapangan pascabencana yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Wakapolri menerima paparan langsung dari pejabat Pusdokkes Polri dan jajaran terkait mengenai perkembangan pengambilan data antemortem, alur identifikasi, hingga berbagai kendala yang tengah dihadapi tim di lokasi. Wakapolri juga memberikan arahan agar seluruh personel tetap menjaga profesionalisme, bekerja cepat namun tetap akurat, demi mempercepat proses identifikasi korban.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen pimpinan Polri untuk memastikan seluruh layanan kemanusiaan berjalan maksimal, terutama yang berkaitan dengan penanganan korban bencana,” ujar Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik, termasuk dukungan peralatan maupun tenaga ahli, guna membantu keluarga korban mendapatkan kepastian secepat mungkin.

“Tim DVI bekerja dengan standar internasional dan terus berkoordinasi dengan semua pihak di lapangan. Harapannya, proses identifikasi bisa berlangsung lancar dan memberikan kepastian bagi para keluarga korban,” tambahnya.

Kunjungan Wakapolri ini sekaligus memastikan seluruh prosedur tetap berjalan sesuai standar operasional, serta sebagai bentuk dukungan moral bagi tim yang bekerja di lapangan.

Wakapolri Pantau Penanganan Banjir Aceh Tamiang, Pastikan Bantuan Besar Akpol ’90 Tersalurkan Tepat Sasaran

Aceh Tamiang — Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo kembali menegaskan komitmen Polri untuk hadir di garda terdepan penanganan bencana saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025). Tiba menggunakan helikopter AW Korps Polairud dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Komjen Dedi langsung disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan bergegas menuju posko bantuan Kemensos untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan paling mendesak.

Di posko tersebut, Wakapolri mengidentifikasi kebutuhan kritis seperti air bersih, air minum, pakaian, hingga penambahan truk pengangkut logistik yang sangat dibutuhkan mengingat akses ke sejumlah wilayah masih terputus. Ia juga berdialog dengan jajaran Polres dan Polsek setempat yang turut terdampak bencana. Mengetahui kebutuhan pakaian dinas lapangan bagi personel, Komjen Dedi memastikan Polri akan mengirimkan 600 stel PDL untuk mendukung kinerja anggota di lapangan. Selain itu, ia memberikan arahan teknis terkait optimalisasi kendaraan taktis Brimob, termasuk unit Water Treatment, guna menyuplai air bersih bagi masyarakat.

Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kompleks Pendopo Bupati Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter saat puncak banjir. Di sana, beberapa warga mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan agar distribusi bantuan terus ditingkatkan. Suasana sempat haru ketika istri Bupati, yang tengah membersihkan area pendopo, menghampiri Wakapolri dengan linangan air mata. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bahwa Polri akan bekerja maksimal membantu pemulihan Aceh Tamiang.

Wakapolri kemudian menyalurkan sejumlah bantuan logistik di area pendopo untuk diserahkan kepada warga melalui perangkat desa. Saat meninjau gudang logistik, ia didatangi seorang Bhayangkari yang menangis karena Asrama Polisi tempat tinggalnya rusak parah, sementara ia tidak memiliki sanak saudara di Aceh Tamiang. Komjen Dedi memastikan perlindungan dan bantuan penuh bagi keluarga besar Polri yang menjadi korban bencana.

Di sela kunjungannya, Komjen Dedi juga memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 telah tiba sehari sebelumnya melalui Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Bantuan dalam jumlah besar tersebut mencakup sekitar 32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, serta 300 dus air mineral. Tidak hanya itu, bantuan tambahan dari masyarakat Aceh Tamiang di Medan berupa popok, makanan siap konsumsi, biskuit, dan minyak makan juga ikut disalurkan bersama logistik dari berbagai instansi di Medan. Seluruh rangkaian bantuan ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan karena merupakan salah satu kontribusi terbesar yang dihimpun oleh alumni Akpol ’90 di bawah koordinasi Wakapolri.

Batalyon Dhira Brata menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, proses pemulihan Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih cepat, merata, dan menyeluruh. Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Aceh Tamiang, Wakapolri bertolak kembali menuju Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Barat.

Polres Sabang Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Sabang – Polres Sabang resmi melepas bantuan kemanusiaan berupa sembako, obat-obatan, pakaian, dan perlengkapan penting lainnya untuk masyarakat di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor, di Dermaga CT-1 BPKS, Jln.Perkapalan Gp.Kuta Barat Kec. Sukakarya Kota Sabang, menggunakan armada KP. Wisanggeni 8005 Mabes Polri, Rabu (03/12/2025).

Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.ST, M.M, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, serta dihadiri Wakapolres Sabang, Kompol Teuku Muhammad, SH, Pejabat Utama Polres Sabang, Kapolsek Sukakarya Ipda Hairul Saleh Ritonga, SH, Kapolsek Sukajaya Iptu Samsuri, dan personel jajaran Polres Sabang.

Kapolres Sabang menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan masyarakat Sabang terhadap warga Aceh yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera diterima masyarakat dan meringankan beban saudara-saudara kita. Transportasi laut dipilih karena sejumlah jalur darat masih terputus akibat banjir dan longsor,” ujar AKBP Sukoco.

Barang bantuan kemanusiaan yang diberangkatkan berupa, Pakaian layak pakai: 413 karung, Beras 5 kg: 271 sak, Beras 15 kg: 2 sak, Mie instan: 211 kotak, Minyak goreng: 31 kotak, Pampers bayi: 32 kotak, Susu balita/anak: 42 kotak, Biskuit: 17 kotak, Alat mandi: 18 kotak, Air mineral: 199 kotak, Pembalut wanita: 2 kotak, Kopi: 3 kotak, Gula pasir: 11 kg, Obat-obatan: 40 kardus, Tambahan satu truk sembako dari masyarakat Kota Sabang.

Seluruh logistik diberangkatkan menuju Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe, sebelum disalurkan ke wilayah terdampak. Personel Polres Sabang bersama masyarakat turut melakukan proses pengemasan dan pemuatan barang ke atas kapal.

Polres Sabang menegaskan bahwa dukungan terhadap penanganan pascabencana akan terus diberikan sebagai wujud solidaritas dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.