Kapolda Sumbar Tegaskan Dukungan Penuh Polri, PLN: Pemulihan Listrik Capai 100%

Padang – Upaya pemulihan listrik pascabanjir di sejumlah wilayah Sumatera Barat terus dilakukan secara maksimal oleh berbagai pihak. Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot menegaskan bahwa Polri memberikan dukungan penuh, termasuk penambahan personel, dalam membantu proses penanganan bencana banjir dan percepatan pemulihan layanan listrik bagi masyarakat terdampak.

“Polri siap membantu apabila diperlukan tambahan personel dalam penanganan bencana banjir di Sumbar. Kami juga mendukung penuh upaya pemulihan listrik agar bisa segera menyala kembali, terutama demi kepentingan masyarakat yang menjadi prioritas utama,” ujar Irjen Gatot.

Sementara itu, General Manager PLN Sumbar Ajrun Karim menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan dukungan yang diberikan Polri dalam proses pemulihan jaringan listrik. Ia menyebut sinergi tersebut menjadi salah satu faktor percepatan pemulihan kelistrikan di sebagian besar wilayah terdampak.

“Alhamdulillah, berkat sinergi dan kolaborasi dalam kesiapsiagaan dari semua pihak—terutama dukungan penuh Polri kepada PLN—pemulihan listrik di Sumbar telah mencapai 100%,” ujar Ajrun Karim.

Namun demikian, Irjen Gatot menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa titik yang belum dapat dialiri listrik karena kondisi medan yang terisolir akibat putusnya akses jalan dan jembatan. “Saat ini masih ada tujuh titik—enam di Kabupaten Agam dan satu di Kabupaten Pesisir Selatan—yang belum bisa diakses karena jalan dan jembatan putus serta berpotensi terjadi banjir atau longsor susulan,” tambahnya.

Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu mempercepat normalisasi listrik dan mendukung pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Personel Ops Damai Cartenz Sektor Sinak Beri Mi Instan dan Makanan Ringan Saat Warga Membersihkan Gereja Gingga Baru

Sinak, Puncak — Personel Sektor Sinak Operasi Damai Cartenz di sela tugasnya melaksanakan pemberian mi instan dan makanan ringan kepada masyarakat yang tengah melaksanakan kegiatan membersihkan Gereja Gingga Baru Klasik Sinak, Sabtu (6/12).

Dalam suasana penuh kebersamaan, personel hadir dengan pendekatan yang hangat dan humanis. Dukungan berupa mi instan dan makanan ringan tidak hanya membantu meringankan aktivitas warga gereja, tetapi juga mempererat hubungan baik antara aparat dan masyarakat. Kehadiran personel diterima dengan senyum dan rasa terima kasih dari warga yang saat itu bekerja membersihkan lingkungan rumah ibadah mereka.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sederhana semacam ini sangat berarti bagi masyarakat.

“Operasi Damai Cartenz selalu mengedepankan pendekatan humanis. Melalui aksi-aksi kecil namun tulus, kita ingin menunjukkan bahwa kami hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” ujarnya.

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa interaksi positif seperti ini adalah fondasi kepercayaan antara aparat dan warga.

“Kedekatan tidak dibangun lewat kata-kata saja, tetapi lewat tindakan nyata. Personel di lapangan sudah menjalankan itu dengan baik,” ungkapnya.

“Pemberian bantuan seperti mi instan dan makanan ringan ini menjadi jembatan yang menghubungkan kami dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat rasa percaya dan menciptakan ruang dialog yang baik,” tambahnya.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya hadir menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berjalan bersama masyarakat menguatkan gotong royong, merawat harmoni, dan menebarkan nilai kemanusiaan di Tanah Papua.

Polri dan BPBD Kota Padang Salurkan Air Bersih ke Lokasi Terdampak, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Padang – Kepolisian Republik Indonesia bersama BPBD Kota Padang hari Minggu (7/12/2025) melaksanakan pendistribusian air bersih ke sejumlah titik yang terdampak krisis air pascabencana.

Bantuan air bersih ini disalurkan ke tiga wilayah di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, serta beberapa lokasi tambahan yang turut mengalami kendala suplai air dari PDAM.

Penyaluran bantuan difokuskan kepada para pengungsi yang berada di Gedung Serba Guna, tepat di samping Kantor Lurah Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, termasuk warga sekitar yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air layak pakai.

Langkah cepat ini diambil sebagai bentuk respons Polri dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
“Polri bergerak cepat untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan air bersih. Ini adalah kebutuhan paling mendasar, terutama bagi para pengungsi dan warga yang terdampak langsung. Kami akan terus hadir sampai pasokan air dari PDAM kembali normal,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Adapun distribusi air bersih dilakukan di beberapa titik, yaitu:

  1. Komplek Pasir Putih, Gang Sepakat, RT 001 RW 14.
  2. Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo.
  3. Kelurahan Koto Tangah dan Lubuk Minturun.
  4. Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

Bantuan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana serta memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi hingga kondisi kembali stabil.

Polri Berpacu dengan Waktu Layani Kesehatan Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar

Aceh Tamiang — Polri kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya melalui penguatan layanan kesehatan di wilayah bencana. Di tengah jalan yang rusak, jembatan terputus, serta wilayah tanpa sinyal, Tim Kesehatan Pusdokkes Polri bersama tim medis Biddokkes Polda Jambi dan RS Bhayangkara Jambi tiba di Pos Bencana depan Mako Polres Aceh Tamiang pukul 17.00 WIB. Minimnya komunikasi membuat perjalanan penuh tantangan, namun tim tetap bergerak cepat untuk memastikan masyarakat menerima layanan kesehatan sesegera mungkin. Setibanya di lokasi, mereka langsung memperkuat pelayanan kesehatan di tengah meningkatnya korban luka dan kondisi rumah sakit yang sempat lumpuh akibat banjir. Banyak fasilitas kesehatan baru kembali beroperasi secara bertahap, namun masih kekurangan tenaga. Polri berpacu dengan waktu menangani korban luka, mendukung proses identifikasi korban meninggal, dan mengantisipasi penyakit pasca-banjir seperti diare, ISPA, infeksi kulit, gangguan lambung, dan berbagai keluhan lain yang mulai muncul di pos-pos pengungsian.

Tim Kesehatan Biddokkes dan RS Bhayangkara Jambi yang diberangkatkan menuju wilayah terdampak bencana terdiri dari tiga dokter, enam paramedis, dan tiga pengemudi dengan dukungan tiga unit ambulans. Pada Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, tim ini bergabung dengan dr. Irma Yeni, Sp.A., serta dr. Ikhsan, Sp.PD., sebelum bergerak menuju wilayah Polda Aceh. Seluruh personel dalam keadaan sehat, dan perjalanan berlangsung lancar serta aman hingga memasuki daerah terdampak.

Tim Polda Jambi merupakan salah satu dari tim kesehatan yang diberangkatkan Pusdokkes Polri dan kini disebar ke tiga lokasi bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran mereka melengkapi rangkaian upaya Polri dalam memastikan setiap wilayah terdampak mendapat dukungan medis yang memadai. Dengan pengiriman tim secara serentak ke berbagai titik bencana, Polri membangun jembatan pelayanan kesehatan yang saling terhubung, sehingga daerah yang beban penanganannya meningkat dapat segera diperkuat. Penyebaran tenaga kesehatan lintas provinsi ini memperlihatkan bahwa operasi kemanusiaan Polri tidak hanya berfokus pada satu wilayah, tetapi bergerak serempak untuk menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan, dengan perhitungan cermat demi memaksimalkan kecepatan dan kekuatan dalam menembus kondisi medan yang sulit.

Seiring operasi kemanusiaan berlangsung, total 12.242 warga telah mendapatkan pelayanan dalam bakti kesehatan Polri di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Lonjakan pasien ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan layanan medis pasca banjir dan longsor. Berbagai penyakit mulai banyak ditemui, seperti diare, influenza, demam, hipertensi, serta gangguan asam lambung. Tak sedikit pula korban luka berat dan ringan yang ditangani setelah dievakuasi oleh tim SAR dari lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Kombinasi penyakit pasca-bencana dan luka fisik akibat evakuasi membuat tenaga medis Polri bergerak cepat dan tanpa henti untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

Aceh menjadi wilayah dengan dampak korban paling tinggi. Hingga 6 Desember 2025, tercatat 2.481 jiwa menjadi korban bencana dengan mayoritas luka ringan, sementara jumlah korban meninggal dunia mencapai 356 jiwa—tertinggi dibandingkan wilayah lain. Kondisi ini menuntut respons cepat dan tenaga medis yang memadai untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Di Sumatera Barat, beban layanan medis meningkat signifikan. Posko pelayanan kesehatan telah menangani 7.153 pasien, jumlah tertinggi di antara seluruh wilayah terdampak. Keluhan pasien sangat beragam, mulai dari demam, batuk, flu, sakit gigi, gatal-gatal, asam lambung, nyeri perut, mual, diare, sakit kepala, hingga hipertensi. Lonjakan ini memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan pasca-banjir dan menguatkan alasan Polri memperbanyak pengiriman tenaga medis.

Untuk memperkuat operasi kemanusiaan, Polri mengerahkan 34 personel DVI untuk identifikasi korban meninggal, 12 personel psikologi untuk layanan trauma healing, serta setidaknya 86 ambulans yang disiagakan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 6 Desember 2025 pukul 16.30 WIB, perkembangan layanan kesehatan menunjukkan hasil signifikan. Di Aceh, 25 jenazah berhasil teridentifikasi dan 209 pengungsi telah mendapatkan layanan kesehatan. Di Sumatera Utara, 97 pengungsi telah mendapat penanganan medis, sementara di Sumatera Barat, satu jenazah berhasil diidentifikasi dan 287 pengungsi telah dilayani. Secara keseluruhan, 1.243 personel Polri telah dikerahkan dalam operasi kemanusiaan, meliputi pengamanan, layanan medis, DVI, hingga distribusi logistik, sedangkan jumlah pengungsi dari tiga provinsi terdampak mencapai 848.076 orang.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri bergerak melampaui hambatan medan. “Perjalanan tim kesehatan kami bukan hanya soal menembus jalur yang rusak, tetapi memastikan masyarakat tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pertolongan. Setiap menit sangat berarti bagi penyelamatan warga,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Polri berpacu dengan waktu karena korban luka terus berdatangan dan risiko penyakit pasca-banjir mulai meningkat. “Polri hadir memperkuat layanan kesehatan dan bahu-membahu bersama relawan serta pemerintah daerah. Tidak peduli seberapa sulit aksesnya, Polri berkomitmen hadir hingga titik terdampak terakhir. Inilah wujud Transformasi Polri dalam operasi kemanusiaan.”

Kru Helikopter Polri Dampingi Warga di Tengah Bencana, Anak-Anak Aceh Tamiang Jadi Sumber Semangat

Aceh Tamiang — Dua helikopter Polri, masing-masing AW 169/P3308 dengan crew AKBP Bima Helpin, Kompol Hotman, Aipda Sugiyanto, dan Bripka Joko Edi serta Dauphin AS365/P3302 yang diawaki AKP Wiwit, Iptu Abdiel, Brigpol Ageng, dan Briptu Berlian, siang itu mendarat di Lapangan Bima Patra, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang. Kedua heli tersebut ditugaskan untuk mengantarkan bantuan ke wilayah terdampak bencana.

Usai melaksanakan tugasnya, helikopter Polri Udara standby di lokasi untuk misi berikutnya. Sambil menunggu, para personel menyempatkan diri berinteraksi dengan warga selama kurang lebih dua jam. Mereka mendengar keluhan masyarakat, berbincang ringan, dan menyerap situasi lapangan yang masih dirundung suasana darurat.

Beberapa kru bahkan memilih duduk bersama anak-anak setempat. Mereka bercanda, bermain tebak-tebakan, dan membuat anak-anak itu tertawa lebih keras—suasana yang sejenak menghapus ketakutan di tengah bencana. Di antara tenda darurat dan aktivitas penanganan, momen kebersamaan itu menjadi pengingat bahwa tugas kemanusiaan tidak hanya soal logistik dan evakuasi, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi warga.

Kadang, tugas kemanusiaan tidak selalu diwujudkan dalam kerja berat atau menembus cuaca buruk. Ia bisa sesederhana mengulurkan tangan, mengacak rambut seorang anak, dan membuat mereka percaya bahwa masih ada masa depan yang dapat mereka tertawakan. Bagi para polisi udara, senyum polos itu justru menjadi energi tambahan untuk kembali terbang menjalankan misi berikutnya.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa sentuhan kemanusiaan seperti ini merupakan bagian penting dari operasi Polri. “Para personel bukan hanya hadir untuk menjalankan tugas teknis, tetapi juga untuk menghadirkan rasa tenang di tengah masyarakat. Interaksi sederhana antara kru helikopter dan anak-anak itu menunjukkan bahwa Polri berupaya hadir secara menyeluruh—melindungi, menenangkan, dan menguatkan,” ujarnya(7/12).

Di tengah upaya pemulihan Aceh Tamiang, tawa anak-anak hari itu menjadi simbol harapan—sekaligus pengingat bahwa setiap langkah kecil berarti besar bagi mereka yang terdampak bencana.

Peti Pendingin Jenazah Bantuan Polda Riau Tiba di RSUD Lubuk Basung Agam

Pekanbaru – Polda Riau mengirimkan bantuan peti pendingin (cool storage) untuk jenazah korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bantuan tersebut telah tiba pagi ini di RSUD Lubuk Pasung, Agam.

Peti jenazah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossy Kusumo kepada pihak rumah sakit, Sabtu (6/12/2025). Brigjen Jossy mengatakan bantuan peti jenazah ini merupakan bentuk dukungan Polda Riau untuk mem-back up penuh penanganan bencana di Sumatera Barat.

Kabid Dokkes Polda Riau selaku Kasatgas DVI Posko Ante Mortem, Kombes Wahono Edi, menyampaikan peti pendingin ini bermanfaat untuk penempatan jenazah korban bencana selama proses identifikasi mayat berlangsung. Ia menyampaikan Kabupaten Agam merupakan wilayah yang terdampak bencana paling parah dengan perkiraan jumlah korban paling banyak.

“Sehingga, arahan Kapolda Riau untuk memberikan cool storage. Gunanya untuk apa, dengan korban sebegitu banyak dengan kamar jenazah yang terbatas, kita harus memanage penguasaan jenazah sehingga proses identifikasi berjalan baik,” kata Kombes Wahono.

Cool storage ini sangat diperlukan, mengingat jenazah perlu perhatian khusus, mengingat kondisinya yang mudah mengalami pembusukan. Jenazah yang terpapar udara dengan cepat mengalami pembusukan, sehingga akan lebih sulit untuk dikenali.

Asisten II Sekda Kabupaten Agam, Adrinaldi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan dari Polda Riau tersebut.

“Kita sangat bersyukur dan berterima kasih kedatangan pendingin jenazah ini bisa membantu dalam pekerjaan bapak-bapak dari DVI, sehingga ke depannya,” kata Adrinaldi.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Polda Riau dalam upaya penanganan bencana, khususnya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Agam mengucapkan terima kasih yang sangat besar kepada Bapak Kapolda dan Wakapolda, umumnya Polda Riau yang membantu full dalam penanganan bencana di Kabupaten Agam ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tengah kondisi berduka ini, Pemkab Agam merasa bangga karena bantuan mengalir dari mana-mana.

“Memang kita sedang berduka, tetapi kita sangat bangga bahwa kita tidak sendiri. Banyak teman-teman dari pemerintahan kota, TNI, Polri yang membantu kuta, mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa mempercepat pemulihan di Kabupaten Agam. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Polda Riau, salam untuk Bapak Kapolda Riau, mudah-mudahan ini menjadi ladang ibadah,” katanya.

Kapolres Pidie Jaya Distribusikan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Korban Banjir

Meureudu — Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu memimpin langsung penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu, 6 November 2025. Kegiatan ini merupakan wujud nyata “Polres Pidie Jaya Peduli Bencana Banjir Kabupaten Pidie Jaya”, sekaligus komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan humanis bagi warga yang sedang mengalami masa sulit.

Sebelum pelaksanaan pelepasan, Kapolres yang didampingi Wakapolres Kompol Iswahyudi serta Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi terlebih dahulu melakukan pengecekan terhadap seluruh bantuan yang akan disalurkan. Langkah ini memastikan bahwa seluruh paket bantuan dalam kondisi baik, lengkap, dan siap didistribusikan kepada warga terdampak.

Pelepasan tim bantuan dilakukan seusai apel pagi di halaman Mapolres Pidie Jaya. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kompol Iswahyudi, para Kabag, para Kasat, Kasi Humas, para perwira, dan personel Polres Pidie Jaya dari berbagai satuan kerja.

Bantuan kemudian diantarkan menggunakan kendaraan dinas oleh Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Samapta, Kasat Lantas, Kasat Binmas, Pamapta, serta personel lainnya ke sejumlah titik lokasi banjir.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras, susu, gula, teh, mi instan, telur, popok anak, air mineral, pembalut wanita, serta perlengkapan rumah tangga lainnya. Selain itu, Polres Pidie Jaya juga menyediakan satu ekor sapi dengan berat bersih 200 kilogram untuk disembelih. Daging sapi tersebut selanjutnya dibagikan ke dapur-dapur umum pengungsian sebagai tambahan kebutuhan konsumsi warga yang terdampak.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu menegaskan bahwa meskipun bantuan ini tidak besar, namun diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa Polri selalu hadir untuk masyarakat. Semoga bantuan ini dapat dirasakan dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.

Inisiatif ini sejalan dengan motto Polda Aceh “Meutuah Sabe Tajaga, Aceh Mulia”, yang menempatkan kepedulian, keselamatan, dan kemanusiaan sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan kepolisian.

Melalui kegiatan kemanusiaan ini, Polres Pidie Jaya kembali menegaskan komitmennya sebagai institusi yang responsif, peduli, dan selalu berada di tengah masyarakat dalam setiap situasi darurat maupun pemulihan pascabencana.

Ibu Bhayangkari Pandu Helikopter Bantuan ke Desa Terisolasi di Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah – Di tengah upaya penanggulangan bencana banjir bandang di Tapanuli Tengah, nama Marlina Wiguna Lumban Tobing muncul sebagai salah satu sosok kunci di lapangan. Ia bukan pejabat, bukan petugas berseragam, tetapi seorang ibu Bhayangkari, istri dari anggota Polri Ipda Nardus Sefri Siahaan yang bertugas di Satlantas Polres Tapanuli Tengah.

Ketika desanya terdampak banjir bandang dan akses darat terputus akibat longsor dan timbunan material, Marlina mengambil keputusan yang tidak mudah. Ia berjalan kaki menembus hutan dari desanya menuju Kota Pandan, Sibolga, untuk mencari bantuan bagi warga. Perjalanan itu bukan hanya soal jarak, tetapi soal tekad untuk memastikan pertolongan bisa datang secepat mungkin.

Perjuangan Marlina kemudian membawanya bertemu dengan unsur TNI, Polri, dan pihak terkait yang sedang mempersiapkan misi bantuan menggunakan helikopter. Dalam penerbangan itu, Marlina ikut serta, bukan sebagai penumpang biasa, tetapi sebagai pemandu menuju Desa Bonandolok, salah satu desa yang paling terisolasi akibat bencana.

Dari udara, tampak warga berkumpul dan menanti kedatangan helikopter di bawah sana. Berdasarkan arahan Marlina, pilot akhirnya menemukan sebuah area terbuka yang dinilai cukup aman untuk dijadikan titik pendaratan. Di lokasi itulah helikopter AS-332 C+1 Super Puma / H-3217 menurunkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya.

Di sela-sela proses penurunan logistik, Marlina sempat bertemu dengan keluarganya. Pertemuan itu berlangsung singkat, namun cukup untuk saling berpelukan dan memastikan bahwa semua dalam keadaan selamat. Tanpa banyak kata, fokus utamanya tetap pada misi: memastikan bantuan benar-benar sampai kepada warga desa.

Sebagai istri seorang anggota Polri yang sehari-hari bertugas di Satlantas Polres Tapanuli Tengah, Marlina menunjukkan bahwa peran Bhayangkari bukan hanya di balik layar. Dalam situasi darurat, ia hadir sebagai jembatan antara warga dan aparat, membawa informasi, menunjukkan lokasi, dan membantu proses distribusi bantuan dengan tenang dan terukur.

Misi kemanusiaan di Tapanuli Tengah ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Polri, TNI, hingga para relawan. Apresiasi disampaikan kepada Komandan Lanud Soewondo Marsma TNI Tiopan Hutapea, S.Sos., M.A.P beserta seluruh anggota Lanud Soewondo, serta seluruh crew helikopter AS-332 C+1 Super Puma / H-3217 yang berperan dalam operasi udara.

Di antara rangkaian unsur resmi itu, kehadiran seorang ibu Bhayangkari seperti Marlina menjadi pengingat bahwa respon bencana tidak hanya bertumpu pada kekuatan institusi, tetapi juga keberanian individu. Tanpa banyak sorotan, ia menjalankan peran sebagai istri, ibu, dan warga desa yang peduli, sekaligus menjadi bagian penting dari rantai pertolongan bagi desanya.

Tim Trauma Healing SDM Polda Aceh Beri Dukungan Psikososial Bencana Alam Di Langsa

Langsa — Tim Trauma Healing Bagian Psikologi SDM Polda Aceh memberikan dukungan Psikososial Bencana Alam di wilayah Langsa, Jum’at, 5 Desember 2025.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K, Sabtu, 6 Desember 20250, dalam keterangannya, menyebutkan Tim Trauma Healing Bagian Psikologi SDM Polda Aceh yang dipimpin Kasubbagsipol Kompol Raswan Effendi, S. Psi., M. Psi., Psikolog, bersama anggotanya melakukan kegiatan dalam rangka memberikan dukungan Psikososial Bencana Alam di wilayah Kota Langsa, serta bersama Tim Psikologi SSDM Polri dan Tim Polwan Mabes Polri.

Anggota Trauma Healing Biro SDM Polda Aceh yang mendampingi Kasubbagsipol Bagian Psikologi Biro SDM Polda Aceh terdiri dari :

  1. Iptu Rahmi Muhammad, S.Psi., M.Psi., Psikolog. (Pamin 2 Urren Subbagrenmin Biro SDM Polda Aceh);
  2. Ipda Amiruddin, S.Psi., M.Psi. (Ps. Paursubbagpsipers Biro SDM Polda Aceh);
  3. Bripda Mentari Mahbengi, S.Psi. (Banum Subbagpsipers Biro SDM Polda Aceh).

Kegiatan Trauma Healing itu digelar di Kota Langsa pada hari ini, tepatnya untuk memberikan dukungan Psikososial kepada Personel Polres Langsa dan masyarakat terdampak bencana, sambung Kabid Humas.

Tim tersebut juga melakukan home visit ke Asrama Polres Langsa dan memberikan Trauma Healing untuk Personel Polres Langsa dan keluarga, lanjutnya lagi.

Kedatangan Tim Trauma Healing ke tempat mereka disambut dengan dengan baik dan mereka juga menyampaikan terima kasih kepada tim yang telah memberikan bantuan Psikososial, sehingga dapat mengurangi beban dalam situasi terdampak bencana saat ini, tutup Kabid Humas.

Brimob Polda Sumut Bangun MCK dan Tandon Air Bersih untuk Korban Banjir Bandang di Batang Toru

Batang Toru – Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Tapanuli Bagian Selatan terus berjalan. Pada Jumat (05/12/2025), sejak pukul 08.00 WIB, personel Batalyon-C Satbrimob Polda Sumut yang berada di Posko Utama Desa Garoga kembali melaksanakan pelayanan kemanusiaan dengan membangun fasilitas MCK dan tandon air bersih bagi warga terdampak.

Kegiatan yang dipimpin Danki-2 Batalyon C, IPTU Januar Fazhari, S.H., tersebut menjadi langkah nyata Polri dalam memberikan layanan mendasar kepada masyarakat yang saat ini masih bertahan di posko pengungsian. Proses pembangunan memanfaatkan berbagai peralatan seperti cangkul, senso, palu, dan gergaji untuk mempercepat penyelesaian fasilitas.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyampaikan bahwa kebutuhan air bersih dan sanitasi telah menjadi fokus utama setelah kondisi kawasan terdampak mulai stabil.

“Setelah proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan, kini kami memastikan kebutuhan sanitasi warga terpenuhi. Personel Brimob membangun fasilitas MCK dan tandon air agar masyarakat dapat menjaga kebersihan dan kesehatan selama berada di lokasi pengungsian,” ujar Kombes Ferry, Sabtu (6/12).

Ia menegaskan bahwa fasilitas tersebut bukan hanya bentuk bantuan fisik, namun juga bagian dari pemulihan psikologis warga yang terdampak bencana.

“Ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi sangat penting untuk menjaga kesehatan, terutama di lokasi yang padat pengungsi. Polri akan terus memastikan layanan ini hadir secara optimal,” tambahnya.

Hingga kegiatan selesai, pembangunan MCK telah memasuki tahap finishing, sementara dudukan tandon air telah siap digunakan. Proses pengerjaan berlangsung aman dan tertib serta mendapat respons positif dari warga setempat.

Polri melalui Satbrimob Polda Sumut menegaskan komitmennya untuk tetap hadir membantu masyarakat hingga seluruh kebutuhan dasar di wilayah terdampak dapat terpenuhi secara baik dan berkelanjutan.