Tugas Kemanusiaan Berlanjut: Tim Brimob Polda Riau Evakuasi Jenazah Korban Bencana di Kecamatan Palembayan

Agam, Sumatera Barat — Personel Satuan Brimob Polda Riau yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II kembali melaksanakan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak bencana, tepatnya di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Selasa, 9 Desember 2025.

Sekitar pukul 14.00 WIB, tim Brimob Polda Riau yang dipimpin Danton 3 BKO Ipda Sakwan berhasil mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin perempuan di kawasan Kampung Padang Gadih. Korban diperkirakan berusia sekitar 50 tahun dan masih dalam kondisi belum teridentifikasi.

Proses evakuasi berjalan lancar, aman, dan dilaksanakan dengan mengutamakan standar operasional pencarian dan pertolongan (SAR) di lokasi yang memiliki kondisi geografis cukup menantang akibat bencana.

Menanggapi operasi kemanusiaan tersebut, Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri menyampaikan apresiasi sekaligus penegasan mengenai komitmen Polri dalam merespons kondisi darurat.

“Personel Brimob Polda Riau menunjukkan profesionalisme dan kecepatan dalam melaksanakan evakuasi. Setiap langkah di lapangan dilakukan dengan penuh kehati-hatian sesuai prosedur SAR. Polri berkomitmen memberikan penanganan terbaik dalam operasi kemanusiaan, terutama pada wilayah terdampak bencana,” ujar Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri.

Ia juga menambahkan bahwa operasi kemanusiaan yang tengah berlangsung di wilayah Agam akan terus diperkuat dengan koordinasi intensif bersama pemerintah daerah, Basarnas, TNI, dan berbagai unsur terkait.

“Prioritas utama kami adalah menyelamatkan korban, melakukan pencarian, serta memastikan keamanan masyarakat. Sinergi di lapangan merupakan kunci agar proses penanganan bisa berjalan cepat, tepat, dan aman,” tambahnya.

Dengan ditemukannya satu jenazah tersebut, tim gabungan masih melanjutkan pencarian lanjutan untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terdata, seraya memberikan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Palembayan.

Polres Nagan Raya Relokasi Internet Starlink untuk Warga Terdampak Banjir di Alue Wakie

Nagan Raya – Polres Nagan Raya melalui Seksi TIK bergerak cepat merelokasi dan memasang jaringan internet Starlink bagi warga Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Selasa (09/12/2025).

Pemasangan yang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB ini bertujuan memulihkan akses komunikasi masyarakat yang terdampak banjir, sehingga kebutuhan darurat, koordinasi bantuan, dan komunikasi dengan keluarga tetap lancar.

Kasi TIK Polres Nagan Raya, Ipda Saifuddin Amin, menyampaikan bahwa Starlink dihadirkan sebagai solusi cepat atas terbatasnya jaringan pascabanjir. “Akses internet sangat penting di masa pemulihan, agar warga tetap terhubung dan memperoleh informasi,” ujarnya.

Pemasangan dilakukan di pusat aktivitas warga dan berjalan aman serta kondusif dengan dukungan masyarakat. Kehadiran Kapolsek Darul Makmur bersama personel Polsek dan TIK turut memastikan kegiatan berlangsung lancar.

Dengan berfungsinya jaringan Starlink, Polres Nagan Raya berharap pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Satgas Pengendalian Harga Beras Lepas Penyaluran 827,5 Ton Beras SPHP di Papua Raya, Polri Pastikan Ketersediaan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Jayapura — Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara serentak di wilayah Papua Raya resmi dilepas dari Mapolda Papua, Selasa (9/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nasional Satgas Pengendalian Harga Beras untuk memastikan ketersediaan beras yg cukup dan harga beras yang terjangkau sesuai harga yg ditetapkan pemerintah serta distribusi yang lancar dan merata hingga kewilayah manapun.

Acara diawali dengan doa bersama dan laporan pelaksanaan Satgas Pengendalian Harga Beras—yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Kapolri, dan jajaran kementerian terkait pada 21 Oktober 2025 berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 375 Tahun 2025.

Satgas ini terdiri dari unsur lintas kementerian/lembaga, termasuk Bapanas, Kementerian Pertanian, Kemendagri, Kemenko Perekonomian, Polri, BULOG, dan pemerintah daerah di seluruh provinsi, kota, dan kabupaten. Polri berperan melalui Satgas Pangan serta dukungan penuh Kabareskrim Polri selaku Ketua Pengarah Satgas Pengendalian Harga Beras.

Hingga 8 Desember 2025, Satgas telah menyalurkan 1.354 ton beras SPHP dari target alokasi 4.634 ton untuk Papua Raya.

Pada hari ini, dilakukan pelepasan tambahan 827,5 ton, sehingga total 2.181,5 ton atau 47,08% telah berhasil didistribusikan ke 42 kabupaten/kota.

Distribusi dilakukan melalui beragam moda sesuai karakter wilayah:

  • Transportasi darat: Keerom, Sarmi, Jayapura, Merauke, Boven Digoel, Wamena, Tolikara, Puncak, Puncak Jaya, Yalimo, Sorong, Biak, Manokwari, Lanny Jaya.
  • Transportasi udara: Pegunungan Bintang, Nduga, Yahukimo, Intan Jaya.
  • Transportasi laut: Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Mamberamo Raya, Fakfak.

Upaya ini dilakukan untuk menurunkan harga beras, yang saat ini masih berada di atas HET khususnya di wilayah Zona III (Papua dan Maluku).

Selama 49 hari bekerja, Satgas Pengendalian Harga Beras pusat dan daerah telah:

  • Melakukan 35.105 kali pemantauan
  • Rata-rata 731 titik per hari, dominan di tingkat pengecer dan ritel modern
  • Mengeluarkan 920 surat teguran kepada pelaku usaha yang menjual beras di atas HET

Analisa Satgas menunjukkan tren positif penurunan harga beras nasional, khususnya di Zona I dan II. Namun, wilayah geografis Papua yang menantang membuat harga masih lebih tinggi dari HET.

Untuk mengatasi keterbatasan gudang BULOG—di mana masih terdapat 28 kab/kota belum memiliki fasilitas penyimpanan—Satgas telah menyiapkan 32 gudang filial, memanfaatkan aset:

  • 25 aset Polri
  • 3 aset Pemda
  • 1 aset KPU
  • 3 aset pinjam pakai masyarakat

Upaya ini dilakukan agar distribusi lebih cepat, biaya logistik rendah, dan beras SPHP lebih mudah dijangkau masyarakat.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, mewakili Satgas Pengendalian Harga Beras, menegaskan bahwa Polri memberikan dukungan penuh untuk menjamin distribusi SPHP berjalan aman hingga ke daerah paling terpencil.

“Papua memiliki tantangan geografis dan keamanan yang tidak ringan. Namun Polri memastikan pendistribusian SPHP tetap berjalan aman. Negara hadir sampai titik paling jauh,” tegas Brigjen Ade Safri.

Ia menambahkan bahwa Polri telah menyiapkan seluruh rencana pengamanan, termasuk skema distribusi melalui jalur darat, udara, dan laut.

“Untuk wilayah rawan, kami sudah siapkan pola pengamanan berlapis bersama TNI dan pemerintah daerah. Tidak ada wilayah yang dibiarkan tertinggal dalam penyaluran pangan,” ujarnya.

Brigjen Ade Safri juga menegaskan komitmen Satgas untuk terus melakukan mitigasi dan pemantauan harga secara berkala.

“Satgas akan terus bekerja. Mapping, audit, pengawasan, intervensi distribusi, hingga penegakan hukum bila diperlukan akan dilakukan demi menjaga stabilitas harga. Ini bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana arahan Presiden,” jelasnya.

Penyaluran SPHP di Papua Raya merupakan momentum penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga jelang Natal dan Tahun Baru.

Satgas menegaskan bahwa program ini akan berlanjut dan diperluas ke daerah lain yang masih berada di atas HET.

Tim Trauma Healing Polres Sibolga Hadir di Posko Pengungsian TK Negeri Pembina Sibolga

SIBOLGA – Polres Sibolga kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir dan tanah longsor dengan menggelar kegiatan Pemberian Bantuan dan Trauma Healing di Posko Pengungsian TK Negeri Pembina, Jalan Kampung Baru III, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB.

Kegiatan dipimpin oleh PS. Kabag SDM Polres Sibolga, AKP Syawalludin H, S.H., didampingi PS. Kapolsek Sibolga Selatan, Iptu Pasma Pasaribu, S.E., M.M., Plt. Kasipropam Polres Sibolga, Ipda Chandra Purba, S.H., serta personel Bag SDM Polres Sibolga, Briptu Edward Christian Sitohang, S.H., dan Bripda Hikmal Anggara. Kehadiran tim tersebut menjadi bentuk kehadiran nyata institusi Polri dalam penanganan pascabencana.

Dalam kegiatan itu, personel Polres Sibolga menyampaikan bantuan kebutuhan dasar kepada pengungsi yang masih bertahan di lokasi. Selain menyalurkan bantuan, tim yang hadir juga memberikan pendampingan psikologis, terutama kepada anak-anak, melalui komunikasi pendukung, permainan edukatif, hingga sesi pemulihan emosional.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan mendukung pemulihan psikologis para korban. Terutama bagi anak-anak yang mengalami tekanan emosional akibat situasi bencana,” ujar AKP Syawalludin.

AKP Syawalludin menambahkan bahwa Polres Sibolga juga akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi pengungsi.

“Kami memastikan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi, sambil memberikan perhatian agar mereka dapat kembali bangkit setelah masa sulit ini,” ungkapnya.

Kegiatan berjalan lancar, penuh kedekatan, dan diterima dengan baik oleh para pengungsi. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan respons cepat yang diberikan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, dan kami siap terus bersama warga hingga situasi kembali pulih,” tutup AKP Syawalludin.

Melalui kegiatan ini, Polres Sibolga kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan secara humanis, sekaligus meringankan beban warga yang terdampak bencana alam.

Brimob Sumut Gerak Cepat Perbaiki Tanggul Sungai Tanjung Pura, Warga Berterima Kasih dan Apresiasi Tinggi

LANGKAT – Personel Batalyon-A Sat Brimob Polda Sumut kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan melanjutkan perbaikan tanggul yang jebol di Kampung Pagar, Lingkungan II, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Wadanyon-A Pelopor, Kompol Abdul Holid, S.Sos., M.H.

Sebanyak satu regu personel diterjunkan untuk menimbun kembali tiga titik tanggul yang sebelumnya jebol akibat derasnya aliran sungai. Selain itu, personel juga melakukan pematokan cerocok bambu sebagai penahan struktur tanah dan penguatan dinding tanggul agar tidak kembali longsor.

Kompol Abdul Holid menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi cepat Brimob Sumut dalam membantu masyarakat terdampak. “Kami hadir untuk membantu masyarakat dan berupaya agar tanggul tidak kembali jebol. Ini menjadi langkah antisipasi agar air sungai tidak meluap ke pemukiman,” ujarnya.

Proses perbaikan berlangsung kolaboratif; personel Brimob bergotong-royong bersama masyarakat, tokoh pemuda, dan perangkat desa. Warga yang tinggal di sekitar tanggul ikut mengangkat material timbun, menata cerocok bambu, dan memastikan jalur akses kembali bisa dilalui.

Setelah perbaikan dilakukan, warga merasa lega dan mengapresiasi penuh kehadiran Brimob. Rasa syukur tampak jelas dari banyak warga yang menyaksikan langsung kerja cepat dan sigap dari tim lapangan.

Kepala lingkungan 2 desa tersebut, bapak Syahputra, mengatakan bahwa kehadiran Brimob sejak awal sudah sangat membantu mereka. “Kami mengucapkan beribu terimakasih kepada Brimob Polda Sumut yang sejak awal sudah membantu dan bekerjasama dengan kami warga desa ini. Hari ini sudah hari kelima, dan sejak hari pertama, brimob Polda Sumut sudah membantu kami,” ungkapnya.

Perwakilan ibu-ibu kampung pagar, juga mengucapkan atas kepedulian aparat brimob. “Kami perwakilan kampung pagar mengucapkan terimakasih kepada brimob Sumut atas bantuannya penimbunan benteng,” ujarnya.

Kini, tanggul yang semula terbuka dan rawan meluap telah tertutup kembali dengan penguatan struktur. Akses jalan masyarakat pun kembali normal.

Masyarakat berharap kegiatan tanggap seperti ini terus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat. Sementara itu, Brimob Sumut memastikan akan terus hadir dan siap membantu setiap kebutuhan masyarakat dalam situasi bencana maupun sosial kemasyarakatan.

Bidang TIK Polda Aceh Hadirkan Wontech WiFi Polri di Masjid Jamik Kuta Blang Bireuen

Bireuen – Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Aceh menempatkan personelnya di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk mengoperasionalkan layanan Wontech WiFi Polri guna mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Senin, 8 Desember 2025, menjelaskan bahwa kehadiran layanan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam mempermudah akses jaringan komunikasi.

“Bidang TIK Polda Aceh menghadirkan Wontech WiFi Polri di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memudahkan akses jaringan komunikasi,” ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran Wontech WiFi Polri tersebut. Layanan ini sangat membantu warga yang saat ini masih menghadapi kendala akses komunikasi akibat dampak pasca banjir, di mana sebagian jaringan mengalami gangguan bahkan terputus sama sekali, sambung Kabid Humas

Dengan hadirnya layanan ini, Polda Aceh berharap kebutuhan komunikasi masyarakat dapat kembali terpenuhi sehingga aktivitas warga, termasuk koordinasi penanganan pasca bencana, dapat berjalan lebih lancar, tutup Kabid Humas.

Kapolres Aceh Tamiang Cek Mobil Terdampak Banjir, Bantah Isu Mayat di Dalam Kendaraan

Kualasimpang — Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, bersama Dirbinmas Polda Aceh Kombes Donny Siswoyo, turun langsung menyisir dan memeriksa sejumlah mobil yang terlantar akibat terdampak banjir di sepanjang jalur utama hingga SPBU Tanah Terban, Senin, 8 Desember 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi berjalan aman sekaligus menanggapi isu yang beredar di masyarakat mengenai adanya mayat di dalam kendaraan-kendaraan tersebut.

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa setiap kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya saat banjir melanda. Pemeriksaan ini juga melibatkan puluhan personel guna memastikan seluruh titik terdeteksi secara akurat.

AKBP Muliadi memastikan bahwa isu tersebut tidak benar dan tidak ditemukan satu pun mayat dalam mobil sebagaimana diberitakan secara liar di media sosial.

“Setelah kita sisir dan cek sepanjang jalan hingga SPBU Tanah Terban, yang juga diikuti langsung awak media, tidak ada mayat dalam mobil. Isu bau menyengat yang disebarkan juga tidak ada. Jadi, itu tidak benar. Yang ada bau lumpur banjir,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa banjir besar beberapa hari terakhir memang membuat sejumlah kendaraan terpaksa ditinggalkan pemiliknya, tetapi kondisi tersebut tidak sesuai dengan narasi menyesatkan yang berkembang.

Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat memicu kepanikan baru di tengah situasi bencana serta dapat mengganggu upaya-upaya penanggulangan yang sedang dilaksanakan semua pihak.

Muliadi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum terkonfirmasi.

“Kami minta masyarakat bijak menyaring informasi. Setiap laporan dari warga akan langsung kami tindak lanjuti. Jangan sampai informasi hoaks memperkeruh keadaan ketika kita semua sedang fokus pada pemulihan,” ujarnya.

Pelayanan Polres Aceh Tamiang Tetap Berjalan di Posko Tanggap Darurat

Kuala Simpang — Polres Aceh Tamiang memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski masih dalam masa pemulihan pascabencana banjir. Seluruh layanan sementara dipusatkan di Posko Tanggap Darurat yang didirikan tepat di depan Mapolres Aceh Tamiang.

Wakapolda Aceh, Brigjen Ari Wahyu Widodo menyampaikan bahwa, pihaknya akan berkomitmen menjaga keberlangsungan pelayanan publik sekaligus memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak.

“Kondisi darurat tidak menghambat fungsi pelayanan kepolisian. Di posko tersebut, masyarakat dapat tetap mengakses berbagai layanan kepolisian, termasuk informasi, pengaduan, dan kebutuhan lainnya,” kata Brigjen Ari Wahyu Widodo, dalam konferensi pers pada Senin, 8 Desember 2025.

Polres Aceh Tamiang juga tetap menerima dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, baik terkait keamanan, kehilangan barang, maupun kejadian lain yang membutuhkan respons cepat.

Selain itu, Polres Aceh Tamiang bersama tenaga medis dari Biddokes Polda Aceh juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi warga. Layanan ini mendapat perhatian khusus mengingat risiko penyakit pascabencana serta kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan agar cepat dan terjangkau.

Menurut Brigjen Ari, keberadaan posko ini merupakan bentuk kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat dalam situasi krisis. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pemulihan dan memastikan warga mendapatkan bantuan secara cepat dan merata.

Polres Aceh Tamiang Bangkit Kembali, Pulihkan Pelayanan dan Pastikan Informasi Akurat Pascabencana

Aceh Tamiang — Polres Aceh Tamiang terus mempercepat pemulihan layanan kepolisian pasca bencana yang melanda wilayah tersebut. Di tengah akses jalan yang rusak, fasilitas dinas yang terdampak, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran negara, Polri memastikan pelayanan tetap berjalan. Upaya ini ditegaskan melalui Apel Konsolidasi dan Penerimaan Bantuan Logistik yang digelar di halaman Polres Aceh Tamiang, Senin pagi (8/12). Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa dukungan logistik dari Mabes Polri memberi energi baru bagi seluruh personel untuk bangkit lebih cepat dan kembali melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa bencana tidak boleh memutus komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik meski dalam kondisi terbatas.

Sehari sebelumnya, masyarakat sempat dihebohkan oleh beredarnya narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa banyak jenazah ditemukan terjebak di dalam mobil di sejumlah ruas jalan Aceh Tamiang. Menanggapi hal tersebut, Polres Aceh Tamiang segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan penyisiran menyeluruh pada jalan lintas utama, area permukiman, hingga titik banjir yang sebelumnya sulit diakses. Kapolres menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas, dan Polri tidak ingin masyarakat resah akibat informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan informasi yang tidak terjamin kebenarannya, terlebih di tengah situasi pascabencana. Polres Aceh Tamiang akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang masuk, melakukan pengecekan langsung ke lapangan, dan memberikan respons secepat mungkin sesuai kemampuan dan kondisi di lokasi, agar masyarakat mendapatkan kepastian dan ketenangan.

Dalam apel tersebut, Polres Aceh Tamiang menerima sejumlah bantuan vital untuk percepatan pemulihan operasional, antara lain 61 koli paket Kapor berisi PDL II, T-shirt, topi rimba, sepatu dislap, dan kaos kaki; 20 unit sepeda motor KLX 150 cc SE+; satu drum Pertamax dan satu drum Dexlite; dua box helm; lima unit genset SDG12000; dua jerigen besar BBM; serta lima unit perangkat jaringan internet satelit (Starlink). Seluruh perlengkapan tersebut langsung diarahkan untuk digunakan di lapangan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Selain itu, sejumlah dukungan tambahan dari jajaran Polri juga sedang dalam perjalanan menuju Aceh Tamiang, termasuk 600 pcs baju PDL lengkap, 36 unit perangkat internet satelit, water treatment dari Brimob Jambi dan Bengkulu, 15 tenaga kesehatan beserta obat-obatan dan masker dari Pusdokkes, dua unit dapur lapangan Korbrimob, dua unit double cabin Hilux, 20 unit Kawasaki KLX, dan 10 unit Honda CRF. Dukungan lintas satuan ini menjadi wujud percepatan pemulihan yang terintegrasi, memastikan baik personel maupun masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik di masa sulit ini.

Kapolres Aceh Tamiang juga menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada Kapolri atas dukungan moril dan material yang terus diberikan sejak awal bencana. Ia menyebut bahwa bantuan pakaian dan perlengkapan dinas, kendaraan operasional, hingga BBM sangat berarti bagi personel yang harus tetap bertugas meski fasilitas Polres dan Polsek jajaran turut mengalami kerusakan. Dengan dukungan tersebut, Polres Aceh Tamiang dapat kembali berdiri, menggerakkan pelayanan, dan memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Sebagai respons langsung atas informasi yang beredar di media sosial, Polres Aceh Tamiang telah mengerahkan 30 personel berjalan kaki menyusuri seluruh jalur yang disebutkan dalam narasi tersebut, termasuk area yang sulit dijangkau kendaraan akibat lumpur dan kerusakan jalan. Hingga saat ini, dari seluruh proses penyisiran yang dilakukan, tidak ditemukan adanya jenazah di dalam kendaraan sebagaimana diberitakan di media sosial. Polres menegaskan bahwa pengecekan akan terus dilanjutkan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dari sumber resmi.

Dengan komitmen kuat, dukungan penuh Mabes Polri, serta dedikasi personel di lapangan, Polres Aceh Tamiang memastikan pelayanan kepolisian terus dipulihkan dan Polri tetap hadir memberikan rasa aman, terpercaya, dan responsif di masa pemulihan pascabencana.

Sinergi Polri dan BKSDA : Gajah Dikerahkan Bersihkan Material Banjir di Pidie Jaya

Meureudu – Empat ekor gajah milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah tiba lengkap di Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu proses pembersihan material pascabencana banjir. Hewan-hewan tersebut langsung dikerahkan untuk menarik timbunan kayu dan material berat yang terseret arus banjir beberapa waktu lalu.

Kegiatan pembersihan hari ini dipusatkan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, salah satu kawasan yang paling terdampak akibat tumpukan kayu dan lumpur.

Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, mewakili Kapolres Pidie Jaya, menyampaikan bahwa seluruh gajah telah tiba dan langsung bekerja membantu masyarakat.

“Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi. Mereka langsung kita kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujar Iptu Fauzi.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu turut memberikan penjelasan mengenai tujuan kedatangan gajah tersebut. Selain untuk membantu proses pembersihan, gajah-gajah ini juga dihadirkan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak yang terdampak banjir.

“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Polri untuk masyarakat dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif, sesuai dengan motto Polda Aceh “Meutuah Sabe Tajaga, Aceh Mulia.”

Melalui kerja sama antara Polres Pidie Jaya dan BKSDA Aceh ini, proses pembersihan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus memberi dukungan emosional bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak banjir.