Wakapolri Pimpin Upacara Purna Tugas 139 Personel Kontingen Garuda Bhayangkara, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian Dunia

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., memimpin Upacara Purna Tugas dan Penganugerahan Tanda Jasa bagi 139 personel Polri Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA. Upacara ini digelar dalam rangka menyambut kepulangan mereka setelah menyelesaikan pengabdian selama satu tahun dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangui, Republik Afrika Tengah.

Wakapolri mengedepankan dan menegaskan komitmen Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB tanggal 23 September 2025, bahwa Indonesia akan terus aktif dan berkomitmen penuh untuk mengirimkan pasukan terbaiknya dalam berbagai misi perdamaian dunia. Keterlibatan Polri dalam misi PBB merupakan wujud nyata dari komitmen bangsa Indonesia bagi kemanusiaan serta upaya aktif dalam menciptakan keamanan dan ketenangan di wilayah konflik.

Wakapolri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas profesionalisme, disiplin, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan seluruh anggota Satgas FPU 6 MINUSCA. Atas nama pimpinan Polri, beliau mengucapkan terima kasih karena kinerja yang luar biasa tersebut telah mengharumkan nama Polri, bangsa, dan negara di kancah internasional.

Upacara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan dari kalangan eksternal, antara lain:

· Dirbinlat PMPP TNI, Kolonel Adm Janadi, ST., M.Avn., Mgt.;
· Diplomat Ahli Pertama Dit. Keamanan dan Perdamaian Internasional, DJ Kerja Sama Multilateral, Kemlu RI, Salma Husna;
· Wantimpus LVRI, Irjen Pol (Purn) Drs. Satriya Hari Prasetya, S.H.

Pada kesempatan yang penuh khidmat ini, Wakapolri juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Anumerta Sri Widodo dalam pelaksanaan tugas. Seluruh keluarga besar Polri mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Wakapolri menekankan bahwa kepulangan Satgas bukanlah akhir pengabdian, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Pengalaman berharga di daerah misi harus menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dan menjadi teladan dalam pelayanan kepada bangsa dan negara.

Sebagai puncak acara, dilakukan penyematan tanda jasa kepada personel terpilih berdasarkan:

· Keputusan Presiden kepada Kasatgas FPU 6 Minusca, Kombes Pol Muhammad Ikhwan Lazuardi, S.H., S.I.K., M.H. dan Duty Officer Satgas FPU 6 Minusca, Iptu Bunga Herlin Dwitiya, S.Tr.K.
· Keputusan Menteri Pertahanan kepada Kompol Omizon Eka Putra, S.H., S.I.K., M.Tr.Sou.

Wakapolri menyampaikan penghargaan dan rasa bangga bahwa Polri dan Indonesia memiliki para anggota Satgas Garuda Bhayangkara yang tangguh. Beliau mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air dan berkumpul dengan keluarga tercinta, serta terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Kapolri Resmikan 32 SPPG dan Groundbreaking 27 SPPG Polri di Jateng, Terus Dukung Program MBG

Jateng – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan Groundbreaking 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan meresmikan 32 SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng), Jumat (17/10/2025).

Sigit menegaskan, Polri sejak awal terus berkomitmen untuk mengawal seluruh kebijakan dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satu di antaranya adalah, program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Baru saja kita melaksanakan kegiatan groundbreaking terhadap kurang lebih 27 SPPG, sekaligus meresmikan untuk hari ini dilaksanakan kegiatan operasional 32 SPPG. Sehingga total SPBG Polri yang ada di Jawa Tengah jumlahnya 100. Jadi SPPG di polda Jawa Tengah adalah yang terbanyak di semua polda yang ada,” kata Sigit.

Sampai dengan saat ini, Polri telah memiliki 672 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai kurang lebih 2.352.000 juta orang serta menyerap tenaga kerja sebanyak sekira 33.600 Naker.

Dari SPPG tersebut, terdapat sebanyak 159 SPPG telah beroperasional, 115 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional, 371 SPPG dalam tahap pembangunan, dan 27 SPPG baru saja dilakukan groundbreaking. Ke depan Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG.

Pada kegiatan ini dilaksanakan juga peresmian 32 SPPG di wilayah Polda Jateng yang diproyeksikan mampu mengcover 97.622 penerima manfaat dan menyerap 1.541 tenaga kerja.

“Harapan kita dari SPBG yang dibangun oleh polda Jawa Tengah ini bisa memberikan manfaat kepada 400.000 orang dan memberikan lapangan kerja kepada 5.000 orang,” ujar Sigit.

Terkait SPPG, Sigit menginstruksikan seluruh dapur yang dikelola Polri untuk benar-benar memperhatikan seluruh SOP menyiapkan makanan untuk para penerima manfaat. Tujuannya agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

“Dan saya minta untuk personil-personil mengawal dari mulai distribusi sampai selesai makan untuk bisa mengetahui kondisi pada saat sebelum dan pasca-makan. Ini juga menjadi bagian SOP yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa setelah makan, anak-anak kita dalam kondisi yang baik,” ucap Sigit.

“Saya minta untuk checklist juga disiapkan untuk menanyakan kondisi makanan, apa yang mereka harapkan, sehingga setiap hari kita bisa melakukan kontrol untuk memastikan bahwa SPPG kita, makanan yang kita sajikan, semua dalam kondisi baik dan sesuai dengan harapan dari anak-anak kita,” tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Kapolri Resmikan 35 SPKT Polres di Jajaran Polda Jateng untuk Optimalkan Pelayanan Masyarakat

Semarang – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan 35 Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres di jajaran Polda Jawa Tengah.

Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melakukan perubahan nomenklatur Kanit SPKT menjadi Pamapta untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan publik.

SPKT merupakan unit pelayanan pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, fasilitas dan sumber daya yang tersedia harus mampu memberikan layanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Peresmian 35 SPKT ini diharapkan dapat memperkuat kinerja Polres jajaran Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, mulai dari penerimaan laporan, pengaduan, hingga tindak lanjut penanganan awal perkara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Jawa Tengah, pejabat utama Mabes Polri, para Kapolres jajaran, Forkopimda, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Melalui peresmian SPKT ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat, mempercepat respons pelayanan, dan 1 kepolisian yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik.

Densus 88 AT Polri Gelar Bootcamp Genpeace untuk Membangun Generasi Muda Cerdas Digital dan Anti Radikal

Jakarta Selatan – Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) menggelar kegiatan Bootcamp Genpeace yang diikuti oleh 50 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Kota Jakarta Selatan pada Rabu-Kamis, 15-16 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Jakarta Selatan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi DKI Jakarta.

Kasubdit Kontra Ideologi Kombes Pol. Moh. Dofir, S.Ag., S.H., M.H menyampaikan kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya kita bersama dalam membangun generasi muda madrasah yang cerdas secara digital, kuat dalam nilai kebangsaan, dan moderat dalam beragama.

Dalam kegiatan ini, peserta diberikan materi kelas tentang moderasi agama, penguatan ideologi, dan kontra naratif. Selain itu, mereka juga mengikuti kegiatan outdoor, fun game, leadership, dan malam makrab untuk membangun karakter dan solidaritas peserta. Peserta juga diberikan capacity building bermedsos dan menyusun narasi positif di ruang media digital.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat membangun generasi muda yang cerdas digital, anti radikal, dan cinta NKRI. Kegiatan berlangsung dengan antusias, partisipatif, dan bahagia.

Catatan Ahli Gizi soal Makan Bergizi Gratis, SPPG Polri Bisa Jadi Role Model

Jakarta – Salah satu program pemerintahan Prabowo Subianto adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu terakhir mendapatkan sorotan. Sejumlah pakar pun memberikan masukan.
Dalam diskusi bertajuk ‘Dinamika dan Harapan Menuju Indonesia Emas 2045’ yang digelar Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), pakar kesehatan dari Universitas Yarsi Prof Tjandra

Nomor 1 tentu evaluasi keracunan ya. Dan kita sudah punya banyak pengalaman, apa yang bisa kita lakukan dan saya yakin banyak yang bisa kita lakukan supaya keracunan ini tidak terjadi lagi kalau tidak diminimalisir,” kata Tjandra dalam diskusi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Selanjutnya, dia menyebutkan soal kandungan gizi dalam MBG perlu ditinjau ulang. Dalam kata lain, dia meminta MBG benar-benar terjamin kualitas gizinya.

“Sekalianlah evaluasi status gizinya bagaimana. Apakah status gizi makanan yang ada ini cukup baik? Ada juga orang yang protes ini gak bagus, ada cuma wortel sama beginilah. Jadi sekalian evaluasi yang kedua itu. Status gizinya, karena ujung-ujungnya ini kan maunya makanan bergizi,” jelas dia.

Selanjutnya, dia memberi saran agar pemerintah dapat melihat opsi-opsi lain mengenai distribusi hingga pendanaannya. Dia menyebutkan di beberapa tempat atau negara lain ada opsi seperti membayar sebagian, melibatkan pihak internal sekolah atau pemerintah daerah.

“Jadi kalau saya usul, cobalah dilihat beberapa opsi itu, berbagai kemungkinan. Saya nggak bilang itu bagus atau nggak, tapi ada bagusnya dibuka berbagai kemungkinan untuk lihat mana yang kira-kira lebih cocok untuk Indonesia atau satu sistem atau berbagai sistem,” ucapnya.

Selain itu, dia menyebutkan SPPG Polri bisa jadi role model untuk SPPG. Kebersihan jadi modal utama di SPPG Polri. “Nah ini, ini Polri ya. Jadi pada bulan Juni, ini sudah ada perwakilan Kementan ke SPPG Polri ini. Dan mereka bilang luar biasa higienis,” ucapnya.

“Salah satu contoh evaluasi yang pertama tadi. Jadi untuk penjaga keracunan makanan, ini salah satu contoh yang bisa kita pakai,” sambung dia.

Selanjutnya, ahli gizi dari Persagi, Marudut Sitompul, mengatakan penerapan MBG tidak melulu harus satu jenis bahan makanan seperti beras. Menurut dia, setiap daerah memiliki peluang untuk menonjolkan kearifan lokalnya masuk ke menu.

Kearifan lokal itu menjadi utama. Pangan lokal itu penting dan harus tersedia di daerah. Jadi tidak setiap daerah harus menggunakan beras atau nasi,” ujar Marudut.

Dia menjelaskan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan standar gizi yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 Pasal 5. Namun standar tersebut tidak menutup fleksibilitas dalam pemilihan bahan makanan.

“Ada master menu yang menjadi acuan. Tapi tiap daerah bisa menyesuaikan jenis makanannya asal kandungan gizinya tetap terpenuhi. Misalnya, kalau kangkung tidak ada, bisa diganti bayam. Kalau di sana biasa makan sagu, silakan gunakan sagu,” jelasnya.

Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG bakal menyediakan alat rapid test untuk mencegah kasus keracunan. Dadan menyebutkan langkah ini diambil menyusul tak adanya kasus SPPG yang dinaungi Polri.

“Pertama, seluruh bangunan yang dibangun oleh Polri itu kan standarnya bagus ya. Kemudian, yang kedua, mereka melakukan rapid test sebelum makanan itu diedarkan,” kata Dadan Hindayana di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).

Dadan mengatakan, berdasarkan instruksi presiden, dapur SPPG nantinya akan dilengkapi rapid test.

“Instruksi presiden bahwa seluruhnya nanti akan melakukan seperti itu,” ujarnya.

Kapolri Hadiri Kompolnas Award: Polri Tak Antikritik, Komitmen Terus Perbaiki Diri!

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, Polri bukanlah institusi yang antikritik. Korps Bhayangkara selalu menerima saran dan masukan untuk dijadikan bahan evaluasi guna menjadi polisi yang diharapkan serta dicintai oleh rakyat.

Hal tersebut disampaikan Sigit saat memberikan sambutan dan menyerahkan penghargaan di acara Kompolnas Award tahun 2025 di Hotel Merlyn Park, KH. Hasyim Ashari, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025).

“Kegiatan ini wujud nyata bahwa Polri adalah Institusi yang terbuka Dan tidak antikritik. Serta menjadikan setiap masukan sebagai sarana evaluasi,” kata Sigit dalam sambutannya.

Khusus pemenang maupun nominator, Sigit menginstruksikan bahwa, award tersebut harus dijadikan pemacu semangat guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.

“Bagi yang belum terpilih segera lakukan evaluasi serta tunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas. Sehingga dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih nyata dan bermanfaat,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit memastikan, Polri dan Kompolnas akan terus meningkatkan sinergisitas ke depannya. Sehingga diharapkan, dengan terus berkomitmen memperbaiki diri, Polri bisa menjadi institusi yang semakin diharapkan oleh khalayak luas.

“Kemitraan antara Polri Dengan Kompolnas dapat terus ditingkatkan sehingga dapat mendukung terwujudnya Polri yang humanis, menjunjung tinggi HAM, semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tutup Sigit.

ATLET GARBHA PRESISI POLRI BORONG MEDALI DI AJANG PON BELADIRI 2025

Kudus – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri 2025, yang diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, pada 11 hingga 26 Oktober 2025.

Ajang nasional yang diikuti oleh 2.645 atlet dari 38 KONI Provinsi ini mempertandingkan 10 cabang olahraga beladiri, yaitu:
1. Karate
2. Tarung Derajat
3. Ju-Jitsu
4. Pencak Silat
5. Taekwondo
6. Gulat
7. Judo
8. Sambo
9. Wushu
10. Shorinji Kempo

Selama perhelatan berlangsung, Data perolehan medali dari atlet Polri di cabang beladiri lainnya masih terus dihimpun, dan diharapkan kontribusi anggota Polri dapat semakin memperkuat posisi Indonesia di kancah olahraga nasional.

Dari cabang-cabang tersebut, sejumlah atlet Polri turut berpartisipasi mewakili provinsi masing-masing, menampilkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas. Salah satu cabang yang menorehkan hasil gemilang adalah Taekwondo, di mana atlet Garbha Presisi Polri berhasil mengumpulkan 5 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu.

Perolehan Medali Cabang Taekwondo oleh Atlet Polri:

🥇 Medali Emas:
1. Briptu Rizky Anugrah Prasetyo – Polda Jawa Timur (Kelas O-87 kg Putra)
2. Bripda Adhetian Setya Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-87 kg Putra)
3. Bripda Mega Djuwita – Polda Riau (Kelas U-73 kg Putri)
4. Bripda Petrus Khrisna Putra – Polda Metro Jaya (Kelas U-54 kg Putra)
5. Bripda Shaleha Fitriana – Polda Jawa Tengah (Kelas U-62 kg Putri)

🥈 Medali Perak:
1. Bripda Sekar Embun – Polda Bangka Belitung (Kelas U-67 kg Putri)
2. Briptu Siloam Begur – Polda Kalimantan Timur (Kelas U-54 kg Putra)

🥉 Medali Perunggu:
1. Briptu Johansen Visenzo – Polda Sulawesi Tengah (Poomsae Beregu Putra)
2. Bripda Yogy Aziz Sigiantoro – Polda Jawa Tengah (Kelas U-87 kg Putra)
3. Bripda Hanifah Safitri – Polda Riau (Kelas U-53 kg Putri)**

— Kombes Pol Philemon Ginting, S.I.K., M.H. Kabag Binjas SSDM Polri selaku pengurus Komite Olahraga Polri mengungkapkan “Prestasi yang diraih para atlet Garbha Presisi Polri di ajang PON Beladiri 2025 ini merupakan wujud nyata dari semangat disiplin, dedikasi, dan jiwa pantang menyerah anggota Polri. Kami bangga karena mereka tidak hanya menunjukkan kemampuan dalam olahraga beladiri, tetapi juga memperlihatkan karakter kuat dan integritas tinggi yang menjadi jati diri seorang Bhayangkara. Ke depan, Polri melalui Komite Olahraga Polri (KOP) akan terus membina dan memfasilitasi para atlet untuk berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Olahraga beladiri bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari pembentukan mental dan fisik yang siap mendukung tugas pokok Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,”

Eksistensi Komite Olahraga Polri (KOP) berperan penting dalam pembinaan, pengembangan, dan penyaluran bakat anggota Polri di bidang olahraga. KOP menjadi wadah resmi yang mengoordinasikan kegiatan olahraga di lingkungan Polri serta menjembatani sinergi antara pembinaan jasmani, pengembangan prestasi, dan peningkatan citra positif Polri di masyarakat.

Melalui KOP, Polri, serta para pelatih dan pimpinan satuan di seluruh Indonesia, Polri terus berkomitmen mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing secara sportif, terhormat, dan berintegritas tinggi.

Kegiatan PON Beladiri 2025 di Kudus menjadi momentum penting untuk mempererat semangat sportivitas, memperkokoh persaudaraan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa. Polri akan terus berperan aktif membangun karakter personel yang tangguh, disiplin, dan berprestasi, sejalan dengan semangat Polri Presisi — Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Satgas Damai Cartenz Salurkan Bantuan kepada Anak Panti Asuhan Terdampak Kebakaran

Jayapura, Papua — Pasca kebakaran yang melanda Bangunan Yayasan Panti Asuhan Generasi Pembawa Terang (GPTK) di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, pada Selasa (30/9/2025), Satgas Operasi Damai Cartenz menyalurkan tali asih kepada anak-anak yang terdampak musibah tersebut.

Kegiatan penyerahan bantuan dilaksanakan di Barak VI SPN Jayapura, Kota Jayapura, pada Selasa (14/10/2025).

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan, penyerahan bantuan secara simbolis berupa satu boks susu dan makanan ringan kepada anak-anak Panti Asuhan Generasi Pembawa Terang (GPTK).

“Suasana kegiatan berlangsung akrab dan penuh kehangatan,” ujar Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa pemberian tali asih ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial Satgas Ops Damai Cartenz terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.

“Semua anak-anak yang kami kunjungi dalam keadaan sehat dan beraktivitas seperti biasa. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” tutur Kombes Pol Adarma Sinaga.

Kapolda Lampung, OKP Cipayung dan BEM Lampung, Wujudkan Sinergitas Jaga Kamtibmas

Lampung – Kepala Kepolisian Daerah Lampung Irjen Pol Helmy Santika, dan Pejabat Utama Polda Lampung, lakukan audiensi dan silaturahmi dengan perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi Lampung.

Kapolda Lampung didampingi oleh Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Samapta, Dir Krimum, Dir Pamobvit dan Kabid Humas Polda Lampung. Kegiatan ini bertempat di Siger Lounge Polda Lampung, Rabu (15/10/2025)

Audiensi ini merupakan wujud komitmen Polda Lampung untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergitas dengan unsur pemuda karena semua berawal dari pemuda yang baik sekaligus agen of chage bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.

Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika menyampaikan apresiasi atas peran aktif pemuda dan mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial.

“Mahasiswa dan pemuda adalah aset penting bangsa. Kerjasama yang baik antara Polda Lampung dengan OKP dan BEM sangat krusial dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Provinsi Lampung,” ujar Irjen Pol Helmy Santika.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah menyamakan persepsi dan langkah strategis dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif, khususnya menjelang agenda-agenda penting daerah maupun nasional.

Diskusi interaktif juga mewarnai pertemuan, di mana perwakilan OKP dan BEM menyampaikan pandangan, masukan, serta kesiapan mereka untuk berkolaborasi dengan Polri dalam berbagai program kepolisian yang pro-aktif dan preventif.

Diharapkan, dengan adanya silaturahmi ini, komunikasi dan koordinasi antara Polda Lampung dengan OKP dan BEM akan semakin intensif, sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan damai, demi kemajuan Provinsi Lampung.

As SDM Tegaskan Karakter Polisi Dibangun dari Pilar Spiritual, Intelektual, dan Kultural

Jakarta – Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM) Irjen Anwar menegaskan pentingnya pembentukan karakter polisi melalui tiga pilar utama, yakni spiritual, intelektual, dan kultural. Hal ini ia sampaikan dalam seminar nasional bertajuk “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter” yang digelar di Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025). Seminar tersebut diikuti 250 anggota Polri dari Mabes dan Polda jajaran serta peserta daring.

“Seminar ini menjadi bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional, dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual, dan kultural,” ujar Anwar saat membuka acara sekaligus menjadi keynote speaker. Ia menekankan kegiatan itu merupakan awal penyusunan kurikulum dan modul pembinaan karakter personel Polri, yang berfokus pada penguatan nilai-nilai kebhayangkaraan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Peneliti Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia, Dr Junus Simangunsong, memaparkan hasil riset bertema “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Manusia Indonesia Seutuhnya.” Ia menyebut dimensi spiritual memperoleh skor terendah, yakni 4,28, dibandingkan intelektual (4,43) dan kultural (4,46). “Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan kesadaran spiritual dan refleksi sehingga strategi penguatan berjenjang sangat diperlukan. Hasil riset ini mendapatkan dukungan penuh dari Polri dan akan dijadikan dasar fundamental dalam penyusunan kurikulum pembinaan karakter Polri,” jelas Junus.

Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Langgeng Purnomo, juga menegaskan pentingnya nasionalisme di tengah dinamika geopolitik internasional. Ia menjelaskan bahwa tarik-menarik antarnegara dalam bidang politik, ekonomi, keamanan, dan budaya kini semakin kompleks. “Pelindung utama bangsa Indonesia dalam mengelola tarik-menarik geopolitik internasional adalah dengan cara menguatkan jiwa nasionalisme yang dijiwai jati diri bangsa untuk menguatkan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Dari kalangan akademisi, Prof Dr Meutia Farida Hatta Swasono menyampaikan pentingnya Pancasila sebagai jalan lurus sesuai pemikiran Bung Hatta. “Polri didorong sebagai role model perekat bangsa,” katanya. Senada, sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong menyoroti akar sejarah kebhayangkaraan dan peran Polri dalam perjalanan bangsa. Ia menekankan bahwa polisi harus menjadi unsur penting negara yang menjunjung nilai kejujuran dan antikorupsi.

Masukan juga datang dari peserta seminar. Kushartono, salah satu penanggap, menilai solusi persoalan bangsa bukanlah saling mengkritik atau menghujat, melainkan melalui introspeksi. Ia bahkan menganjurkan adanya “tobat nasional” dengan kembali kepada jati diri bangsa.

Komisioner Kompolnas, Supardi Hamid, dalam penutupannya menegaskan bahwa penguatan karakter anggota Polri harus diiringi tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan. “Upaya penguatan karakter anggota Polri harus diiringi dengan tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan, sebagai wujud reformasi SDM yang utuh,” ujarnya.

Irjen Anwar menutup seminar dengan menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman anggota tentang jati diri bangsa, menginternalisasi model Sadar Berkarakter dalam tugas sehari-hari, membangun komitmen kolektif, dan pada akhirnya mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi.