Polri dan Warga bergandengan Tangan, Polindes Meunasah Mancang Bangkit dari Lumpur Banjir

Pidie Jaya — Semangat kebersamaan dan kepedulian kembali ditunjukkan oleh Polres Pidie Jaya bersama masyarakat, yang bergandengan tangan gotong royong pemulihan pasca banjir di Polindes Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Senin (12/1/2026).

Gotong royong pembersihan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan fasilitas kesehatan, khususnya Polindes yang menjadi tumpuan layanan dasar warga setempat.
Dengan penuh semangat, personel Polri bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur yang mengendap di dalam ruangan pelayanan, kamar pemeriksaan, garasi, hingga area lingkungan sekitar Polindes.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan pasca bencana banjir.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab moral Polri kepada masyarakat. Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu warga bangkit kembali pasca musibah banjir,” ujar Kapolres.

Upaya ini dilakukan guna mempercepat pemulihan pasca banjir, sehingga fasilitas kesehatan tersebut dapat segera kembali berfungsi dan melayani kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, pemulihan Polindes Gampong Meunasah Mancang menjadi prioritas karena fasilitas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan dasar. “Polindes merupakan fasilitas vital bagi warga, Dengan membersihkan dan memulihkannya secepat mungkin, kami berharap pelayanan kesehatan dapat segera berjalan normal kembali,” jelasnya.

Kegiatan gotong royong ini bukan sekadar membersihkan lumpur, melainkan menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas antara Polri dan masyarakat. Melalui kebersamaan ini, diharapkan pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Kapolres juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang dengan penuh semangat turut bergotong royong bersama personel Polri.
“Kebersamaan inilah kekuatan kita. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Gunakan Nusantara Standar Test, SMA Kemala Taruna Bhayangkara Saring 14.582 Peserta Jadi 180 Siswa Terpilih

JAKARTA — Proses seleksi penerimaan calon siswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara tahun ajaran terbaru berlangsung ketat dan kompetitif. Sebanyak 14.582 pelajar dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi yang digelar Polri bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) di Gedung Bhakti Dharma Waspada, STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Dari ribuan peserta tersebut, hanya 180 siswa terbaik yang akan terpilih untuk menempuh pendidikan di sekolah berasrama yang berlokasi di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Tahun ini, panitia mengadopsi Nusantara Standar Test (NST) sebagai metode seleksi utama.

Co-Founder Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia, Dirgayuza Setiawan, menjelaskan bahwa NST dirancang untuk mengukur kemampuan peserta secara lebih menyeluruh dan realistis.

“Nusantara Standar Test ini mengedepankan empat aspek utama, yakni kemampuan logika, numerik, verbal, dan bahasa asing,” jelas Dirgayuza.

Menurutnya, penerapan metode ini dilatarbelakangi oleh fenomena inflasi nilai yang kerap terjadi di jenjang pendidikan SMP hingga SMA di berbagai daerah, sehingga diperlukan sistem seleksi yang mampu mengukur kemampuan riil peserta secara adil.

Dengan NST, Dirgayuza berharap proses seleksi tidak hanya menghasilkan siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga menjaring calon pemimpin masa depan dari latar belakang yang beragam.

Pelaksanaan seleksi dilakukan secara ketat dan transparan dengan melibatkan 176 pengawas YPKBI. Tes dibagi ke dalam dua sesi, pagi dan siang, serta dilaksanakan melalui tahapan persiapan, verifikasi identitas, dan ujian tertulis.

Melalui sistem seleksi berbasis standar nasional ini, SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menjadi pilar pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Aceh Tengah – Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh akibat banjir bandang dan tanah longsor, harapan baru kini mengalir bagi warga Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Sabtu (10/1/2026), bantuan sumur bor dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M.M., resmi dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Sumur bor tersebut diresmikan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang melanda Kecamatan Bintang pada 26 November 2025 lalu. Bagi warga setempat, air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang sempat sulit diperoleh setelah bencana merusak sarana dan prasarana desa.

Peresmian berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie dan dihadiri para pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang beserta jajaran, personel BKO Brimob Polda Aceh, aparatur kampung, serta masyarakat yang menyaksikan langsung momen bersejarah bagi kampung mereka.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.
“Air bersih adalah kebutuhan utama. Melalui bantuan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan lebih layak dan sehat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana,” ungkap Kapolres.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 18 meter tersebut dikerjakan hanya dalam waktu satu hari. Kini, airnya telah mengalir jernih dan dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari, sekaligus menjadi solusi jangka panjang saat musim kemarau maupun kondisi darurat.

Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie serta pengecekan langsung debit air oleh Kapolres Aceh Tengah. Momen tersebut disambut senyum dan rasa syukur warga yang selama ini harus berjuang mendapatkan air bersih.

Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan jajaran Polri atas bantuan yang sangat berarti bagi masyarakatnya.
“Airnya sudah mengalir dengan lancar dan jernih. Ini sangat membantu warga kami, terutama setelah bencana yang membuat banyak fasilitas rusak,” ujarnya.

Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Usai peresmian, Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang, yakni Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel, untuk menyalurkan bantuan logistik serta melaksanakan bakti kesehatan bagi warga yang membutuhkan perhatian khusus.

Di Tengah Lumpur dan Harapan, Polri Bersama Warga Buka Akses Jalan Kampung Setie Pascabencana

Bener Meriah — Kepolisian Resor Bener Meriah bersama personel Satuan Brimob Polda Aceh turun langsung membantu masyarakat membersihkan akses jalan yang tertutup material banjir dan longsor di Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus simbol kehadiran negara di tengah kesulitan warga.

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026. Personel Polres Bener Meriah dan Sat Brimob Polda Aceh bahu-membahu bersama warga membersihkan lumpur, bebatuan, hingga batang kayu yang menutup badan jalan utama kampung. Meski dihadapkan pada medan berat dan sisa material longsor, semangat para personel dan warga tak surut demi membuka kembali akses vital bagi aktivitas masyarakat dan kelancaran distribusi bantuan.

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan, keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

“Kehadiran Polri diharapkan dapat meringankan beban warga serta mempercepat pemulihan kondisi pascabencana, khususnya dalam membuka akses jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Kapolres.

Warga Kampung Setie menyambut kehadiran aparat kepolisian dengan rasa haru dan syukur. Gotong royong yang terjalin antara Polri dan masyarakat mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dalam menghadapi dampak bencana. Akses jalan yang mulai terbuka kembali menjadi harapan baru bagi warga untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari serta mempercepat pemulihan kehidupan kampung.

Melalui kegiatan ini, Polres Bener Meriah bersama Sat Brimob Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, Polri juga hadir dengan empati dan aksi nyata sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kapolres Aceh Tengah Jangkau Desa Terisolir dengan Trail, Salurkan Bantuan dan Gelar Bhakti Kesehatan bagi Pengungsi Bintang Pepara

Takengon – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H. Dengan menempuh medan sulit menggunakan sepeda motor trail, Kapolres bersama jajaran berhasil menjangkau desa terisolir untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus melaksanakan Bhakti Kesehatan bagi korban pascabencana banjir dan tanah longsor di Kampung Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (8/1/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi pengungsian masyarakat dan melibatkan personel Polres Aceh Tengah, personel BKO Brimob Polda Aceh, serta tim Bhakti Kesehatan dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Aceh Tengah. Kehadiran Polri di tengah pengungsi menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Untuk mencapai lokasi pengungsian, rombongan harus menempuh jalur yang sulit dilalui akibat dampak bencana. Akses jalan yang rusak dan berlumpur mengharuskan personel menggunakan sepeda motor trail agar bantuan logistik dan pelayanan kesehatan dapat sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Aceh Tengah menyerahkan langsung bantuan kepada Reje Kampung dan perwakilan masyarakat pengungsi. Selain penyaluran bantuan sembako, tim Sidokkes Polres Aceh Tengah juga melaksanakan Bhakti Kesehatan dengan memberikan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta pengobatan kepada masyarakat pengungsi, khususnya lansia, anak-anak, dan warga yang mengalami gangguan kesehatan pascabencana.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab kemanusiaan Polri kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat, meskipun harus melewati medan yang cukup berat. Penyaluran bantuan dan Bhakti Kesehatan ini merupakan wujud kepedulian Polri agar masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian, bantuan, dan layanan kesehatan,” ujar Kapolres.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi perlengkapan alat tulis, baju kaos, susu, beras, mi instan, serta bingkisan Polri. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat pengungsi sekaligus memberikan dukungan moril agar tetap kuat dan tabah dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Masyarakat pengungsi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Aceh Tengah beserta jajaran atas kepedulian, bantuan, serta pelayanan kesehatan yang diberikan, terlebih dengan kondisi akses yang sulit dan terbatas.

Water Cannon Disemprotkan di Jalan Lintas Aceh Selatan, Polri Minimalisir Debu Pasca Banjir

Aceh Selatan — Pasca banjir yang melanda Kabupaten Aceh Selatan, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya kerusakan dan lumpur sisa genangan, tetapi juga debu tebal yang beterbangan di jalan raya. Lumpur yang mengering di badan jalan menimbulkan debu saat dilintasi kendaraan, sehingga mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan kesehatan warga.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Polri melalui Polres Aceh Selatan melakukan pembersihan dan penyiraman jalan menggunakan water cannon di sejumlah ruas jalan protokol dan jalan lintas, Kamis (8/1/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir debu pasca banjir agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kasat Sabhara Polres Aceh Selatan menyampaikan bahwa penyemprotan jalan dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat pasca bencana.
“Penyiraman dan pembersihan ini kami lakukan untuk mengurangi debu yang muncul akibat lumpur kering sisa banjir. Harapannya, masyarakat bisa beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari masukan petugas kesehatan Polri di Aceh Selatan. Debu pasca banjir dinilai berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya penyakit saluran pernapasan.
“Debu yang terhirup terus-menerus bisa menimbulkan risiko penyakit, terutama yang berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA,” tambahnya.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak kesehatan pasca banjir. Warga diharapkan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi vitamin guna meningkatkan daya tahan tubuh.

Kegiatan penyemprotan jalan menggunakan water cannon ini akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kondisi di lapangan. Polres Aceh Selatan memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam penanganan darurat bencana, tetapi juga dalam fase pemulihan untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Presiden RI Apresiasi Peran Polri Jabar dalam Keberhasilan Swasembada Jagung

Jabar – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap peran Polri, khususnya Polda Jawa Barat, dalam mendukung keberhasilan swasembada jagung nasional. Apresiasi tersebut disampaikan dalam rangkaian Panen Raya dan Pemberian Penghargaan Swasembada Pangan.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan bahwa dukungan Polri difokuskan pada pengamanan, pendampingan, serta penguatan sinergi antara petani dan pemangku kepentingan.

“Polri mendukung penuh program swasembada jagung dengan memastikan situasi keamanan kondusif, distribusi sarana produksi lancar, dan petani merasa terlindungi,” ujar Rudi Setiawan, Rabu (7/1/2026,)

Ia menambahkan bahwa keberhasilan swasembada jagung merupakan bagian dari strategi besar ketahanan nasional, sebagaimana ditekankan Presiden RI.

“Ketahanan pangan, termasuk jagung, adalah bagian dari ketahanan negara. Ini sejalan dengan arahan Presiden agar Indonesia tidak bergantung pada impor,” tegasnya.

Dengan capaian produksi jagung nasional yang meningkat dan nihil impor jagung pakan, Rudi menyebut Indonesia berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan berkelanjutan.

Mentan Amran Apresiasi Peran Kapolri dan Titiek Soeharto dalam Percepatan Swasembada Pangan

Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan khusus atas kontribusi Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.

Apresiasi tersebut disampaikan Amran saat menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Menurutnya, capaian swasembada pangan nasional berhasil direalisasikan jauh lebih cepat dibandingkan target awal.

“Ibu Ketua (Komisi IV DPR) yang saya hormati, saya banggakan, beliau men-support penuh sehingga swasembada kita tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya, yaitu hanya satu tahun dari target Bapak Presiden 4 tahun. Ini tidak lepas dari support penuh oleh Ibu Ketua Komisi IV,” ujar Amran.

Selain itu, Amran juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri atas kontribusi besar Polri di sektor pertanian. Ia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan program swasembada pangan nasional.

“Kedua, kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri telah berkontribusi besar sektor pertanian. Kami mewakili petani, mewakili pemerintah, kami mengucapkan terima kasih. Ini adalah kerja keras yang luar biasa dan Bapak Presiden mengapresiasi langsung kepada Ibu Ketua Komisi IV dan Bapak Kapolri,” terangnya.

Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa upaya percepatan swasembada pangan juga memiliki dampak strategis dalam aspek sosial dan keamanan. Peningkatan produksi pertanian merupakan langkah preventif yang dinilai mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat serta menekan potensi terjadinya tindak kejahatan.

“Ini langkah yang paling baik untuk preventif, preventif kejahatan, kenapa? Karena dengan meningkatnya produksi. Yang pertama, meningkatkan pendapatan petani, menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan pada gilirannya mencegah kejahatan,” jelasnya.

Amran menambahkan, peningkatan kesejahteraan petani menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial dan keamanan di masyarakat. Ia pun kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI atas peran aktif yang telah diberikan.

“Karena kalau orang miskin biasanya itu mendekati kekufuran, bahkan kejahatan, biasanya terjadi kejahatan. Ini langkah luar biasa preventif untuk mencegah semua yang saya sampaikan tadi, kejahatan dan kriminalitas di lapangan. Terima kasih Pak Kapolri, atas nama petani seluruh Indonesia ada 160 juta petani Indonesia yang menyampaikan terima kasih, Ibu Ketua, terima kasih,” sambung Amran.

Kapolri Tegaskan Kontribusi Polri dalam Swasembada Pangan, Produksi Jagung Capai 3,5 Juta Ton di 2025

Jakarta – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin kegiatan panen jagung serentak kuartal IV yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, Kepolisian Negara Republik Indonesia telah berkontribusi signifikan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui panen jagung mencapai sekitar 3,5 juta ton.

Pernyataan itu disampaikan Kapolri saat panen raya jagung di Kampung Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Kapolri menjelaskan bahwa panen serentak kuartal IV 2025 sejatinya dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025. Namun, pelaksanaannya mengalami penyesuaian waktu hingga akhirnya dapat dilaksanakan pada awal Januari 2026.

“Jadi, kurang lebih selama satu tahun, sesuai dengan apa yang menjadi target Bapak Presiden, kita memaksimalkan untuk bagaimana agar terlaksana swasembada, khususnya untuk Polri mendorong untuk dilaksanakannya swasembada jagung,” kata Kapolri.

Ia menuturkan, panen raya tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri. Sepanjang 2025, Polri telah melakukan penanaman jagung di lahan seluas 661.717 hektare. Sementara itu, pada 2026 mendatang, Polri menargetkan penanaman jagung di lahan seluas 522.079 hektare.

Selama 2025, Polri juga telah beberapa kali melaksanakan panen raya sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program swasembada pangan nasional. Dari program ketahanan pangan tersebut, estimasi hasil panen jagung Polri berada pada kisaran 3.519.226 hingga 3.578.782 ton.

“Tentunya harapan kami, ini bisa mendorong untuk bisa tercapainya swasembada pangan, khususnya jagung, yang menjadi atensi Bapak Presiden. Dan kami akan tuntaskan di tahun 2026 ini agar seluruh lahan kami bisa tertanam,” kata Kapolri.

Kapolri berharap program ketahanan pangan yang dijalankan Polri tidak hanya mampu mendukung swasembada jagung, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional serta memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

“Dengan harapan, selain kita memenuhi swasembada, harapan kita juga cadangan kita juga tercukupi, kebutuhan pasar, baik untuk swasta nasional, kelompok gabungan pakan ternak, mandiri juga bisa tercukupi, cadangan Bulog juga bisa tercukupi, dan sisanya bisa kita ekspor,” imbuh Kapolri.

Lebih lanjut, Kapolri menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan kontribusi maksimal dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang ketahanan dan swasembada pangan.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi atensi dan perhatian Bapak Presiden, yang menaruh perhatian khusus terkait dengan masalah swasembada, kami bisa ikut berkontribusi semaksimal mungkin,” ujar Kapolri.

Dalam panen jagung serentak kuartal IV 2025 ini, Polri memanen jagung di lahan seluas 47.830,93 hektare dengan estimasi hasil panen antara 683.966 hingga 743.522 ton. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 3.616 petani dari 527 kelompok tani binaan Polri.

Pulihkan Sekolah Pascabanjir, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan TK di Gandapura

Bireuen — Kepolisian Resor Bireuen kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana banjir dengan melaksanakan gotong royong pembersihan di TK Tgk Chik Makam, Desa Samuti Aman, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Rabu (7/1/2026).

Sejak pukul 09.30 WIB, personel Polres Bireuen turun langsung membersihkan lingkungan sekolah yang terdampak banjir. Lumpur dan sisa material banjir yang menggenangi halaman, ruang bermain, serta akses menuju ruang kelas dibersihkan secara menyeluruh agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

Kegiatan gotong royong ini dipimpin oleh Kasatresnarkoba Polres Bireuen selaku ketua tim dan diikuti oleh personel Polres Bireuen. Dalam pelaksanaannya, personel juga berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memastikan pemulihan fasilitas berjalan optimal serta tepat sasaran.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., yang turut hadir di lokasi, menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan menjadi salah satu prioritas Polri pascabencana.

“Sekolah merupakan tempat yang sangat penting bagi tumbuh kembang dan masa depan anak-anak. Oleh karena itu, Polri hadir untuk membantu memastikan lingkungan sekolah kembali bersih, aman, dan siap digunakan. Kami ingin anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman tanpa rasa khawatir,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kepala TK Tgk Chik Makam Desa Samuti, Munawarah, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kepedulian Polres Bireuen terhadap sekolah yang dipimpinnya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Bireuen beserta seluruh personel yang telah membantu membersihkan sekolah kami. Pascabanjir, kondisi sekolah cukup memprihatinkan dan kami kesulitan membersihkannya sendiri. Dengan adanya bantuan ini, sekolah kami kini siap kembali digunakan untuk kegiatan belajar anak-anak,” ungkapnya.

Selain melakukan pembersihan, Polres Bireuen juga memberikan imbauan kepada pihak sekolah dan masyarakat sekitar agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Kegiatan gotong royong ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan warga setempat. Kehadiran Polri tidak hanya mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, tetapi juga menghadirkan rasa aman serta semangat kebersamaan dalam menghadapi dampak bencana.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Polres Bireuen kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan pascabencana.