Dari Kepedulian untuk Masa Depan: Polri–Universitas Jambi Bantu Pelajar Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Polres Aceh Tamiang berkolaborasi dengan Universitas Jambi menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis untuk mendukung kelangsungan proses belajar anak-anak yang terdampak secara langsung.

KBO Lantas Polres Aceh Tamiang Ipda Indra Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri bersama perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya pelajar.

“Kami memberikan bantuan peralatan sekolah kepada para pelajar terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, Wati Sukarman, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena kelengkapan sekolah anak-anak kami banyak yang habis akibat banjir,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh para siswa penerima bantuan. Nurhijrah Afifah dengan senyum bahagia mengatakan,

“Makasih ya Pak Polisi sama Universitas Jambi.”

Hal senada diungkapkan Muhammad Abinair Pratama,

“Terima kasih Pak Polisi dan Universitas Jambi, sehingga kami bisa sekolah lagi.”

Melalui sinergi Polri dan Universitas Jambi ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dari Kepedulian untuk Masa Depan: Polri–Universitas Jambi Bantu Pelajar Aceh Tamiang

Aceh Tamiang – Polres Aceh Tamiang berkolaborasi dengan Universitas Jambi menyalurkan bantuan pendidikan kepada pelajar terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu.

Bantuan yang disalurkan berupa tas sekolah, buku tulis, dan perlengkapan alat tulis untuk mendukung kelangsungan proses belajar anak-anak yang terdampak secara langsung.

KBO Lantas Polres Aceh Tamiang Ipda Indra Maulana menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri bersama perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya pelajar.

“Kami memberikan bantuan peralatan sekolah kepada para pelajar terdampak banjir. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Desa Tupah, Kecamatan Karang Baru, Wati Sukarman, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh para siswa.

“Bantuan ini sangat bermanfaat karena kelengkapan sekolah anak-anak kami banyak yang habis akibat banjir,” ungkapnya.

Rasa syukur juga disampaikan oleh para siswa penerima bantuan. Nurhijrah Afifah dengan senyum bahagia mengatakan,

“Makasih ya Pak Polisi sama Universitas Jambi.”

Hal senada diungkapkan Muhammad Abinair Pratama,

“Terima kasih Pak Polisi dan Universitas Jambi, sehingga kami bisa sekolah lagi.”

Melalui sinergi Polri dan Universitas Jambi ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Ditengah pemulihan pasca banjir, Polres Aceh Tenggara berhasil Gagalkan Peredaran 50,7 Kg Ganja

Aceh Tenggara – Ditengah kesibukan petugas Kepolisian yang melaksanakan pemulihan pasca bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara, masih ada saja orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelundupkan narkotika jenis ganja di Aceh tenggara.

Hari ini, Selasa, 27 Januari 2026, Polres Aceh Tenggara berhasil mengamankan dua pria yang membawa narkotika jenis ganja dengan total berat 50,7 kilogram, di wilayah Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara.

Penangkapan ini berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB di Jembatan Desa Kati Maju, saat kedua pelaku yang sedang mengendarai mobil L300 warna putih. Petugas menyita dua goni besar berisi ganja, satu goni berisi 12 bal (26,7 kg) dan satu goni berisi 11 bal (24 kg), serta dua unit handphone (Redmi dan Nokia senter) dan satu unit mobil L300 bernomor polisi BK 1744 TI.

Pengungkapan ini dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Aceh Tenggara, Iptu Zakaria dan berhasil mengamankan dua pelaku, yakni PP (37), warga Desa Lawe Desky, dan SS (23), warga Desa Muara Situlen, Kecamatan Babul Makmur Kabupaten Aceh Tenggara berhasil diamankan.

Penangkapan berawal pukul 11.30 WIB, saat Tim Opsnal menerima informasi masyarakat tentang mobil L300 yang membawa ganja dari Desa Lak-lak, Kecamatan Ketambe, menuju Kota Medan, Sumatra Utara. Menindaklanjuti laporan, petugas melakukan undercover dan pengintaian, hingga berhasil menghentikan kendaraan dan menemukan barang bukti.

Dari Hasil interogasi awal menunjukkan bahwa pengemudi, PP, mengaku diperintah oleh seseorang bernama AP, warga Desa Muara Situlen, dengan imbalan Rp150.000 per kilogram ganja.

Kedua pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Mapolres Aceh Tenggara untuk proses penyelidikan lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K melalui Kasi Humas AKP J Silalahi menyatakan komitmennya untuk mengembangkan jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain itu, Polsubsektor Lawe Pakam akan secara rutin melaksanakan razia kendaraan yang melintas dari Aceh Tenggara menuju Sumatra Utara, dan sebaliknya sebagai langkah pencegahan peredaran narkotika lintas wilayah.

Dengan penangkapan ini, Polres Aceh Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika, menjaga keamanan masyarakat, dan memastikan wilayah Kabupaten Aceh Tenggara bebas dari pengaruh barang haram.

Sentuh Hati Warga, Satgas Damai Cartenz 2026 Gelar Patroli dan Pengobatan Keliling di Sinak

Puncak – Di tengah medan pegunungan Papua yang sulit dijangkau, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 turun langsung menyusuri permukiman warga di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Selasa (27/1/2026). Tidak hanya berpatroli menjaga keamanan, mereka juga membuka layanan pengobatan keliling bagi masyarakat setempat.

Kegiatan ini dilakukan oleh personel Pos Sinak dengan menyambangi honai-honai dan rumah warga. Selain memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, Satgas juga memeriksa kesehatan warga, membagikan vitamin, serta memberikan obat-obatan gratis kepada anak-anak, ibu-ibu, dan lansia.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata pendekatan humanis Polri dalam menjaga keamanan di Tanah Papua.

“Kehadiran personel kami di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pelindung warga. Melalui sambang kesehatan ini, kami ingin membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Ia menegaskan bahwa strategi soft approach menjadi kunci utama Operasi Damai Cartenz 2026 dalam membangun kepercayaan antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Kesehatan adalah modal utama bagi warga untuk beraktivitas. Jika masyarakat sehat, kehidupan sosial dan ekonomi dapat berjalan lebih baik. Inilah komitmen kami untuk menjaga Papua tetap aman, damai, dan kondusif melalui sentuhan kemanusiaan,” tambahnya.

Kegiatan patroli dialogis dan pengobatan gratis tersebut mendapat sambutan hangat dari warga Distrik Sinak. Sejumlah masyarakat mengaku terbantu karena pelayanan kesehatan diberikan langsung di kampung mereka, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas medis.

Dengan adanya kegiatan ini, aktivitas warga kembali berjalan normal dan situasi keamanan di wilayah Distrik Sinak terpantau aman serta terkendali. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan di wilayah-wilayah operasi lainnya sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

Tinjau Latsitardanus di Aceh Tamiang, Gubernur Akpol Pastikan Taruna Hadir Membantu Masyarakat

​ACEH TAMIANG – Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi sasaran fisik Latsitardanus di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (27/1). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau progres pembersihan material pascabanjir sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi warga yang terdampak bencana.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut dipusatkan di dua titik utama, yakni Polindes dan Masjid Al Ikhlas Aceh Tamiang. Di lokasi ini, para Taruna Akpol bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan sisa lumpur dan puing-puing agar fasilitas publik dapat segera digunakan kembali.

​Menanggapi kegiatan tersebut, Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menyatakan bahwa kehadiran Gubernur Akpol di tengah-tengah masyarakat merupakan bentuk dukungan moril sekaligus pengawasan langsung terhadap pengabdian para Taruna di lapangan.

​”Gubernur Akademi Kepolisian melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau proses sasaran fisik pembersihan sisa lumpur dan material pascabanjir bersama Taruna Akpol dan masyarakat setempat. Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap pemulihan pascabencana,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago dalam keterangannya.

​Selain meninjau pengerjaan fisik, Gubernur Akpol juga menyerahkan bantuan sosial untuk meringankan beban ekonomi masyarakat yang sempat lumpuh akibat banjir bandang. Kombes Pol. Erdi menekankan bahwa interaksi langsung dengan warga menjadi poin penting dalam kunjungan ini.

​”Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Akpol meninjau langsung progres pembersihan, memberikan bantuan, serta berinteraksi dengan masyarakat sebagai bentuk dukungan moril dan kepedulian terhadap pemulihan pascabencana,” tambah Kabag Penum.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan proses normalisasi fasilitas umum seperti tempat ibadah dan pusat kesehatan desa dapat selesai lebih cepat. Selain itu, keterlibatan Taruna Akpol dalam kegiatan sosial ini diharapkan dapat membentuk karakter perwira yang memiliki jiwa penolong dan kedekatan emosional dengan masyarakat di masa depan.

Pulihkan Pasca-Banjir Bandang, Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor Bersihkan Sungai di Agam

Sumatra Barat – Polri terus berkomitmen dalam melakukan percepatan penanganan pasca-bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera Barat. Melalui Tim SAR Resimen II Pasukan Pelopor yang sedang melaksanakan BKO di Polda Sumbar, aksi pembersihan material sisa bencana dilakukan di sepanjang aliran sungai Desa Kampung Tengah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (27/1).

​Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divhumas Polri, Kombes Pol. Erdi A. Chaniago, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya mitigasi guna memastikan keselamatan warga dari potensi ancaman banjir berikutnya.

​”Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan material sisa banjir berupa lumpur, kayu, dan sampah yang menumpuk di bantaran sungai, guna memulihkan kondisi lingkungan serta mencegah terjadinya banjir susulan,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago dalam keterangannya.

​Kombes Pol. Erdi menambahkan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan, Polri mengedepankan prinsip sinergitas. Personel Brimob tidak bekerja sendiri, melainkan membaur bersama masyarakat dan instansi terkait lainnya untuk memastikan wilayah terdampak segera pulih.

​”Pembersihan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan unsur terkait dan masyarakat setempat, sehingga diharapkan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman dan normal,” tegasnya.

​Selain melakukan pembersihan fisik, keberadaan personel Resimen II Pasukan Pelopor di lokasi bencana juga bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada para penyintas. Polri memastikan akan terus menyiagakan personel SAR hingga situasi di Kabupaten Agam benar-benar kondusif dan infrastruktur vital warga dapat berfungsi kembali secara optimal.

Polres Bengkulu Utara Pastikan Stok Beras Aman, Harga Masih Terkendali

ARGA MAKMUR – Untuk menjaga stabilitas kebutuhan pangan masyarakat, Polres Bengkulu Utara terus melakukan pemantauan intensif terhadap peredaran beras di wilayah hukumnya. Berdasarkan hasil pengecekan lapangan hingga Selasa (28/1/2026), kondisi harga dan ketersediaan beras di Kabupaten Bengkulu Utara terpantau stabil dan mencukupi.

Pemantauan dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkulu Utara dengan mendatangi langsung sejumlah pasar tradisional serta gudang distributor beras di Kecamatan Arga Makmur. Dalam kegiatan tersebut, petugas memastikan harga jual sesuai ketentuan serta stok tersedia secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara, IPDA Derik Dwi Saputra, S.H., menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya gejolak harga maupun tanda-tanda kelangkaan beras di pasaran.

“Hasil pemantauan menunjukkan harga beras masih relatif stabil dan distribusinya berjalan lancar. Ketersediaan stok di tingkat pedagang dan distributor juga masih mencukupi,” jelasnya.
Dari hasil pengecekan, harga beras SPHP berada di kisaran Rp12.500 per kilogram, beras medium sekitar Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium dijual dengan harga kurang lebih Rp14.900 per kilogram.

Selain pengecekan harga, petugas juga menelusuri ketersediaan stok guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi serta mencegah terjadinya penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. Secara umum, persediaan beras di Bengkulu Utara dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan warga dalam waktu dekat.

IPDA Derik menambahkan, Polres Bengkulu Utara akan terus meningkatkan pengawasan serta menjalin koordinasi dengan instansi terkait guna menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok.

“Langkah ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam melindungi masyarakat dari praktik curang serta memastikan kebutuhan pokok tetap mudah diakses,” tutupnya.

Polri Salurkan Bantuan Al-Qur’an kepada Pesantren Terdampak Banjir

Meureudu – Polres Pidie Jaya melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan berupa Al-Qur’an dari Polri kepada sejumlah pesantren yang terdampak bencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di empat pesantren, yaitu Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah Gampong Blang Awe Kecamatan Meureudu, Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah Gampong Jurong Binjee Kecamatan Jangka Buya, Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua, serta Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Total bantuan yang disalurkan sebanyak 200 Al-Qur’an.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu secara langsung menyerahkan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Sirajul Huda Al-Aziziyah. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kasat Lantas Polres Pidie Jaya AKP Fefy Yunitasari, Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi, Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal, KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Meureudu.

Selanjutnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli bersama Kapolsek Jangka Buya Iptu Mustafa dan personel melaksanakan penyerahan bantuan sebanyak 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Madinattudiniyah Babul Munajah. Kegiatan tersebut turut dihadiri KBO Sat Samapta Polres Pidie Jaya IPDA Mustafa, Kanit Samapta Polsek Jangka Buya Aipda Rusdy, serta personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya dan Polsek Jangka Buya.

Di lokasi lainnya, Kasat Samapta Polres Pidie Jaya Iptu Ramli juga menyerahkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Darul Mubaraqah Al Munawwarah Gampong Meuko Dayah Kecamatan Bandar Dua yang diterima langsung oleh pimpinan pesantren, Tgk. Busyairi. Kegiatan tersebut dihadiri KBO Sat Samapta IPDA Mustafa, personel Sat Samapta Polres Pidie Jaya, serta personel Polsek Bandar Dua.

Selain itu, Polres Pidie Jaya turut menyalurkan bantuan 50 Al-Qur’an kepada Pesantren Al-Munawarah Pocut Imum Mukim Al-Aziziyah (DAPIMA) Gampong Blang Cut Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan sarana pendidikan keagamaan pascabencana banjir.

Kapolres Pidie Jaya melalui Kasi Humas AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan penyaluran bantuan ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri serta mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat.

“Polri akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk mendukung keberlangsungan pendidikan keagamaan agar dapat kembali berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif,” pungkasnya.

Dari Jalan Tergenang ke Bengkel Perbaikan, Polisi gunakan towing Evakuasi Mobil Warga Pascabanjir

Aceh Tamiang — Jejak banjir yang melanda Aceh Tamiang masih menyisakan dampak bagi kehidupan masyarakat. Sejumlah kendaraan milik warga yang rusak dan tak lagi dapat dipindahkan sendiri masih terparkir di badan dan pinggir jalan, menghambat arus lalu lintas serta berpotensi menimbulkan kerawanan.

Menyikapi kondisi tersebut, Polres Aceh Tamiang turun tangan melakukan evakuasi kendaraan menggunakan mobil towing. Evakuasi dilaksanakan oleh personel gabungan Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta Polres Aceh Tamiang, dengan dukungan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tamiang. Senin, (26/1/2026).

Lokasi kegiatan dipusatkan di kawasan perkotaan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Sasaran kegiatan adalah kendaraan roda empat (R4) yang terparkir di badan maupun pinggir jalan dan dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas, khususnya kendaraan yang terdampak banjir dan ditinggalkan pemiliknya karena mengalami kerusakan.

KBO Lantas Polres Aceh Tamiang, Ipda Indra Maulana, menjelaskan bahwa petugas menggunakan mobil towing untuk mengevakuasi kendaraan yang tidak memungkinkan dipindahkan secara mandiri oleh pemiliknya.
“Tujuan kegiatan ini untuk menertibkan kendaraan yang berada di badan jalan agar arus lalu lintas kembali lancar dan aman. Selain itu, langkah ini juga sebagai antisipasi terjadinya pencurian kendaraan bermotor, khususnya kendaraan yang ditinggalkan dalam kondisi rusak pascabanjir,” jelas Ipda Indra Maulana.

Lebih dari sekadar penertiban lalu lintas, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian Polri terhadap warga yang masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana banjir yang terjadi pada November 2025 lalu.

Petugas membantu memindahkan kendaraan warga ke bengkel maupun ke rumah sesuai permintaan pemilik, sehingga tidak lagi menjadi beban dan kekhawatiran di tengah keterbatasan pascabencana.

Salah seorang warga penerima bantuan mengaku sangat terbantu dengan kehadiran petugas di lapangan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada petugas kepolisian yang sudah membantu mengevakuasi mobil saya ke bengkel. Kalau tidak dibantu, kami kesulitan memindahkannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Polres Aceh Tamiang berharap kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Kuala Simpang dapat kembali terwujud, potensi tindak kejahatan dapat diminimalisir, serta rasa aman dan nyaman masyarakat semakin meningkat seiring proses pemulihan pascabencana.

Polres Gayo Lues Bangun Empat Jembatan Gantung, Warga: Dapat Menjual Hasil Kebun Ke Pasar

Gayo Lues — Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues menunjukkan kepedulian dan empati kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi dengan turun langsung mendampingi warga dalam pembangunan empat unit jembatan gantung di sejumlah desa wilayah Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, pascabencana banjir bandang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., yang hadir di tengah masyarakat bersama jajaran sebagai bentuk komitmen Polri dalam membantu percepatan pemulihan akses dan aktivitas warga yang selama ini terhambat akibat rusaknya jembatan penghubung desa. Senin, (26/1/2026).

Didampingi Kasatreskrim IPTU Muhamad Abidinsyah, Kapolres menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung merupakan respons atas kebutuhan mendesak masyarakat, terutama untuk mendukung mobilitas sosial serta aktivitas pertanian dan perkebunan warga.
“Jembatan yang dibangun ini merupakan penghubung masyarakat dari perkampungan menuju kebun dan pasar,” ujar AKBP Hyrowo di sela-sela kegiatan gotong royong bersama warga.

Di Desa Pungke Jaya, pembangunan jembatan gantung dipimpin oleh Kaurbinops Satreskrim Polres Gayo Lues IPDA Muhammad Yoga Wiratama, S.Tr.IK., bersama puluhan personel dan masyarakat setempat. Jembatan tersebut dibangun untuk menggantikan akses lama yang rusak parah akibat terjangan banjir bandang.

Sementara itu, di Desa Jeret Onom, pembangunan jembatan gantung dipimpin oleh Kanittipidkor Satreskrim Polres Gayo Lues AIPDA Ilham Minaldi, S.H., dengan melibatkan personel Polres Gayo Lues dan warga desa.

Adapun di Desa Gumpang Lempuh, pembangunan jembatan gantung dipimpin oleh Kasatintelkam Polres Gayo Lues AKP Jun Andri Saputra, S.H., bersama personel BKO Brimob Polda Sumatera Selatan. Selain tiga jembatan yang tengah dibangun, Kapolres Gayo Lues juga menyampaikan rencana pembangunan satu unit jembatan gantung tambahan di Desa Ramung Toa, sebagai upaya berkelanjutan hingga kondisi wilayah benar-benar pulih.

Salah seorang warga Desa Jeret Onom, Ali Hanafiah (43), mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan tersebut.
“Sejak jembatan rusak, kami sangat kesulitan membawa hasil kebun. Alhamdulillah, kini masyarakat bisa kembali berkebun dan membawa hasil bumi ke pasar,” ungkapnya.

Dengan terbangunnya jembatan-jembatan gantung tersebut, diharapkan akses masyarakat kembali normal, aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan lancar.