Pelayanan Berkelanjutan Polri, Pemulihan Pascabencana Padang Pariaman Fokus Kebutuhan Warga

Padang Pariaman — Polri terus menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat terdampak bencana alam di Kabupaten Padang Pariaman. Pada masa transisi pemulihan, Minggu, 4 Januari 2026, jajaran Polres Padang Pariaman melaksanakan kegiatan harian terpadu sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses wilayah, serta penyediaan air bersih bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, Polri mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari personel Polres Padang Pariaman, Sat Brimobda Lampung BKO Polres Padang Pariaman, BKO Korpolairud, serta BKO K9 Baharkam Polri. Seluruh personel bekerja secara terkoordinasi di sejumlah nagari terdampak untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski dalam kondisi pascabencana.

Pada sektor logistik, Polri mengoperasikan dua unit Randurlap (kendaraan dapur lapangan). Randurlap pertama ditempatkan di Nagari Kasang, dan Randurlap kedua di Nagari Kataping, Kabupaten Padang Pariaman. Kegiatan Randurlap ini didukung penuh oleh personel Sat Brimobda Lampung yang melaksanakan BKO, dengan tugas menyiapkan serta mendistribusikan makanan siap saji bagi masyarakat terdampak, sehingga kebutuhan konsumsi harian warga dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain pemenuhan logistik, Polri juga memprioritaskan pemulihan akses dan konektivitas wilayah. Di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, personel gabungan dari Polres Padang Pariaman, BKO Korpolairud, dan BKO K9 Baharkam Polri melaksanakan pembangunan satu unit jembatan darurat. Jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas serta memperlancar mobilisasi bantuan dan pelayanan ke wilayah yang sebelumnya terputus akibat bencana.

Upaya besar lainnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih melalui pembuatan sumur bor dan pemasangan toren/tandon air di 31 titik lokasi yang tersebar di berbagai nagari. Hingga saat ini, sejumlah titik telah selesai terpasang dan berfungsi, antara lain di Nagari Sungai Buluh Utara (Toren No. 45), Nagari Kampung Galapuang (Toren No. 156), serta Sintuk Korong Toboh Baru (Toren No. 165 dan 166). Sementara itu, puluhan lokasi lainnya telah melalui tahap penentuan titik sumur bor, koordinasi dengan wali nagari dan wali korong, serta menunggu pengerjaan teknis lanjutan, dengan total alokasi puluhan unit toren/tandon air bernomor hingga No. 170.

Pembangunan sarana air bersih ini menjangkau nagari-nagari terdampak seperti Kapalo Koto, Balah Aie Utara, Lareh Nan Panjang Selatan, Manggopoh Palak Gadang, Pasia Laweh, Bala Hilir, Padang Kandang Pulau Air, Pauh Kambar, Seulayat, Sandi Ulakan, Kasang, Padang Kunik, Bisati, Balah Aie, Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Selatan, Buayan Lubuk Alung, Sungai Buluh Barat, Sungai Buluh, Sunua Barat, Padang Bintungan, Tapakis, Guguak, Sei Abang, Sintuk, Balah Aie Timur, hingga kawasan hunian sementara (huntara). Setiap lokasi berada di bawah pengawasan perwira penanggung jawab guna memastikan pengerjaan tepat sasaran dan segera dapat dimanfaatkan masyarakat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus melayani masyarakat di lokasi bencana.

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar meskipun berada dalam situasi pascabencana. Mulai dari dapur lapangan, pembangunan jembatan darurat, hingga penyediaan air bersih, seluruhnya dilakukan secara bertahap dan terukur agar pemulihan dapat segera dirasakan oleh warga,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menambahkan, Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat agar setiap tahapan pemulihan berjalan efektif, transparan, dan terus mengabarkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Padang Pariaman AKBP Ahmad Faisol Amir, S.I.K., M.Si., memastikan bahwa jajaran di lapangan akan terus bekerja hingga kondisi masyarakat benar-benar pulih dan aktivitas sosial ekonomi warga dapat kembali berjalan secara normal.

Polisi Berkuda Polsatwa Patroli di Monas, Warga Antusias hingga Foto Bareng

Jakarta — Kehadiran satuan Polisi Satwa (Polsatwa) berkuda Polri menarik perhatian masyarakat yang memadati kawasan Monumen Nasional (Monas) pada malam pergantian Tahun Baru, Rabu (31/12/2025).

Selain memperkuat pengamanan, polisi berkuda juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang merayakan malam tahun baru bersama keluarga. Satuan Polsatwa diterjunkan untuk melakukan patroli di sejumlah titik keramaian di area Monas dengan menyusuri jalur-jalur utama.

Panit Subden SAR Den Turangga, IPDA Wahyu Jati Purnawan, menjelaskan bahwa patroli berkuda bertujuan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat.

“Kehadiran polisi berkuda ini selain untuk pengamanan, juga sebagai upaya preventif dan pendekatan humanis kepada masyarakat agar mereka merasa aman dan nyaman saat merayakan malam tahun baru di Monas,” ujar IPDA Wahyu Jati Purnawan.

Antusiasme warga terlihat jelas saat polisi berkuda melintas. Banyak pengunjung, termasuk anak-anak, menyapa petugas dan memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama. Tak sedikit orang tua yang mengajak anaknya berinteraksi langsung dengan kuda Polri sebagai pengalaman edukatif.

Petugas Polsatwa juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, mengawasi anak-anak, serta berhati-hati terhadap barang bawaan pribadi.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, menjaga anak-anaknya, dan bersama-sama menciptakan suasana perayaan yang tertib dan aman,” tambah IPDA Wahyu.

Kehadiran polisi berkuda dinilai efektif tidak hanya sebagai bagian dari pengamanan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan publik yang mendekatkan Polri dengan masyarakat. Suasana perayaan malam tahun baru di kawasan Monas pun berlangsung hangat, tertib, dan penuh kebersamaan.

Hingga patroli berlangsung, situasi di kawasan Monas terpantau aman dan kondusif. Personel Polsatwa bersama satuan lainnya tetap disiagakan untuk mengawal aktivitas masyarakat hingga pergantian tahun.

Tutup Tahun 2025, Polres Bengkulu Utara Pastikan Stok Beras di Arga Makmur Aman Terkendali

​ARGA MAKMUR – Menjelang detik-detik pergantian tahun 2025 ke 2026, Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Utara memastikan stabilitas pangan di wilayah hukumnya tetap terjaga. Melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim, pemantauan intensif dilakukan untuk menjamin harga beras tetap stabil dan stok mencukupi kebutuhan masyarakat di hari terakhir tahun ini.
​Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kanit Tipidter, IPDA Derik Dwi Saputra, S.H., menyasar sejumlah titik strategis di Kota Arga Makmur, mulai dari pedagang eceran di Pasar Purwodadi hingga gudang-gudang distributor besar di wilayah Kecamatan Arga Makmur.

​Harga Tetap Sesuai HET
​Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan hingga hari ini, Rabu (31/12/2025), harga jual beras di tingkat pedagang masih konsisten mengikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah:
​Beras SPHP: Rp12.500/kg
​Beras Medium: Rp13.500/kg
​Beras Premium: Rp14.900/kg
​”Kami terus memastikan agar tidak ada lonjakan harga yang tidak wajar di tengah tingginya permintaan masyarakat menjelang perayaan malam tahun baru. Hasil pantauan hari ini menunjukkan harga di Arga Makmur masih sangat terkendali,” ujar IPDA Derik.

​Stok Aman Hingga Awal 2026
​Selain masalah harga, kepolisian juga memberikan atensi khusus pada ketersediaan stok. Unit Tipidter memastikan bahwa pasokan beras dari distributor ke pasar-pasar tradisional berjalan lancar tanpa kendala distribusi.

​Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena stok pangan, khususnya beras, dipastikan aman bukan hanya untuk malam pergantian tahun, tetapi juga untuk menyambut awal tahun 2026.

​Dukungan Terhadap Ekonomi Lokal
​Pemantauan ini merupakan bagian dari upaya Polres Bengkulu Utara dalam mendukung pengendalian inflasi daerah. IPDA Derik menekankan bahwa stabilitas harga ini sangat krusial untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan para petani lokal tetap mendapatkan nilai ekonomi yang adil.

​”Stabilitas ini adalah kado akhir tahun bagi warga Bengkulu Utara. Kami akan terus melakukan pengawasan agar situasi kondusif ini bertahan hingga masa libur usai,” pungkasnya.

Wakapolri Tinjau Penanganan Pascabencana di Tapanuli Tengah, Fokus Pembukaan Akses dan Bantuan Dasar Warga

Tapanuli Tengah – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo melanjutkan rangkaian kunjungan kerja peninjauan penanganan pascabencana ke Kabupaten Tapanuli Tengah. Kunjungan ini merupakan agenda ketiga setelah sebelumnya Wakapolri meninjau wilayah Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Dalam kunjungannya, Wakapolri bersama Bupati Tapanuli Tengah, jajaran Polda, serta unsur terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebutuhan masyarakat yang masih mendesak, satu bulan setelah bencana melanda wilayah tersebut.

“Hari ini kita berada di Kabupaten Tapanuli Tengah. Bersama Bapak Bupati dan jajaran Polda, kami melihat langsung dan mengevaluasi kebutuhan-kebutuhan pascabencana yang harus segera kita tindak lanjuti, sesuai dengan perintah Bapak Kapolri,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo, Sabtu (27/12).

Wakapolri menegaskan bahwa alat berat menjadi fokus utama dalam upaya percepatan pemulihan, khususnya untuk membuka akses jalan yang terputus. Dengan terbukanya akses, distribusi logistik ke wilayah terdampak diharapkan dapat berjalan lebih lancar.

“Alat berat ini sangat penting untuk mempercepat pembukaan akses. Kalau akses sudah terbuka, maka jalur logistik bisa berjalan lebih lancar,” jelasnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, Wakapolri menilai dampak bencana di Tapanuli Tengah cukup berat dan meluas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan bantuan hingga menjelang bulan suci Ramadhan. Polri menyalurkan bantuan sembako untuk lima kecamatan terdampak, serta bantuan air bersih yang disalurkan ke 15 titik, mencakup lokasi pengungsian, rumah ibadah, dan kantor pelayanan masyarakat.

“Air bersih ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita distribusikan ke lokasi pengungsian, masjid, gereja, dan juga kantor-kantor pelayanan,” ungkap Wakapolri.

Selain bantuan logistik, Wakapolri juga menyoroti keterbatasan sarana operasional kepolisian akibat bencana. Banyak kendaraan operasional yang rusak dan tidak dapat digunakan, termasuk kendaraan roda empat yang saat ini hanya tersisa empat unit yang masih berfungsi.

“Masih ada enam dusun yang benar-benar terisolir. Aksesnya hanya bisa melalui jalur trail atau jalan kaki. Ini yang menjadi perhatian kita, sehingga perlu penambahan kendaraan, termasuk kendaraan dobel kabin,” katanya.

Untuk mendukung pembukaan akses, Polri menurunkan lima unit alat berat jenis ekskavator. Selain itu, perbaikan jembatan-jembatan yang rusak juga terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Polres setempat, dan jajaran Polri.

“Alhamdulillah, jembatan-jembatan yang rusak sudah kita perbaiki secara bertahap agar akses masyarakat semakin lancar,” tambahnya.

Terkait penguatan personel, Wakapolri menyampaikan bahwa saat ini telah disiagakan sekitar 150 personel Brimob di wilayah Tapanuli Tengah. Namun demikian, Polri telah menyiapkan hingga 1.500 personel cadangan untuk diperbantukan apabila diperlukan guna mempercepat proses normalisasi pascabencana.

“Kalau 150 personel ini dirasa kurang, kita siap perbantukan lagi untuk penguatan, agar proses pemulihan bisa berjalan lebih cepat,” pungkas Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam memastikan percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta menjamin kebutuhan dasar dan keamanan masyarakat tetap terpenuhi.

Ziarah Makam hingga Groundbreaking Museum Marsinah, Kapolri: Mengenang Pahlawan Nasional Buruh

Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam Pahlawan Nasional Marsinah di Kecamatan Sukamoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim). Ia juga melihat rumah masa kecil dari tokoh buruh tersebut.

“Pertama terima kasih beberapa waktu lalu Ibu Marsini (Kakak kandung Marsinah) mengundang saya untuk hadir ke Nganjuk. Alhamdulillah hari ini kami bisa hadir. Tadi kita berziarah ke makam Almarhum, kemudian sempat menengok rumah masa kecil beliau,” kata Sigit kepada awak media, Sabtu (27/12/2025).

Usai berziarah, Sigit juga melakukan Groundbreaking museum atau rumah singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Sukomoro, Nganjuk, Jatim. Tempat itu dibangun untuk mengenang segala bentuk perjuangan Marsinah terhadap kelompok buruh di Indonesia.

“Dan Alhamdulillah baru saja sekaligus kita melaksanakan Groundbreaking untuk rumah singgah sekaligus museum nasional bagi Ibu Marsinah. Untuk mengenang beliau sebagai salah satu tokoh Pahlawan Nasional dari buruh,” ujar Sigit.

Sigit berharap, museum ini bisa menjadi semangat yang diwariskan oleh Marsinah kepada kelompok buruh untuk terus memperjuangkan hak-haknya.

“Mengawal dan memperjuangkan hak buruh. Namun tentunya saya selalu sampaikan bahwa laksanakan dengan baik, terukur sehingga pesannya sampai, hak-hak buruh tetap bisa diperhatikan. Namun di sisi lain, pembangunan, iklim investasi, pertumbuhan ekonomi semuanya tetap kondusif. Karena kita semua ingin bahwa semua tetap terjaga,” ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit menegaskan, pembangunan museum ini juga diharapkan bisa menghidupkan pertumbuhan perekonomian di Desa Nglundo. Serta munculnya UMKM yang bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

“Nanti akan ada kunjungan-kunjungan dari rekan-rekan buruh seluruh Indonesia. Tentunya ini juga akan menghidupkan UMKM, menghidupkan desa itu sendiri dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang ada di wilayah Desa Nglundo,” ucap Sigit.

Museum itu, kata Sigit juga bisa menjadi salah satu tempat kebanggaan. Lantaran ada tokoh nasional yang dimakamkan, dilahirkan dan dibesarkan di desa tersebut.

“Dan ini adalah aset Desa Nglundo, aset Kabupaten Nganjuk, aset Provinsi Jatim dan aset Indonesia, bagi teman-teman buruh seluruh Indonesia. Karena beliau pahlawan nasional,” tegas Sigit.

“Sekali lagi semoga semua ini bisa membawa kebaikan untuk tujuan kita mewujudkan Indonesia yang maju, Indonesia yang bisa sejahterakan rakyatnya dan Indonesia yang bisa menjadi negara besar dan kuat dan sejajar dengan negara lain,” tambah Sigit menekankan.

Seperti diketahui, Marsinah Lahir pada 10 April 1969 di Nglundo, Nganjuk – Jawa Timur
adalah seorang aktivis buruh yang dikenal karena perjuangannya dalam membela hak-hak pekerja di Indonesia.

Ia bekerja di PT. Catur Putra Surya (CPS) dan diculik serta dibunuh pada 8 Mei 1993, yang menjadikannya simbol perlawanan terhadap ketidakadilan di era Orde Baru.

Marsinah dikenang sebagai perempuan pemberani yang vokal dalam menyuarakan hak-hak buruh, dan kematiannya menjadi titik penting dalam perjuangan hak buruh di Indonesia.

Marsinah menerima Penghargaan Yap Thiam Hien pada 1993. Pada
10 November 2025, Marsinah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 10 November 2025, dan menjadi Pahlawan Nasional Pertama yang lahir pasca-Kemerdekaan Indonesia.

Wakapolri Tinjau Penanganan Dampak Bencana di Aceh Tamiang, Ratusan Kendaraan dan Personel Disiapkan

Aceh Tamiang – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam mempercepat pemulihan dampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari dukungan kendaraan operasional, pengerahan personel, hingga penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Dalam keterangannya, Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan bahwa saat ini Polri telah memiliki sekitar 20 kendaraan operasional, dengan tambahan dua kendaraan baru. Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan pemenuhan kebutuhan hingga mencapai sekitar 100 kendaraan agar operasional anggota di lapangan dapat berjalan maksimal selama satu bulan ke depan.

“Kita masih terus mencari dan menyiapkan sekitar 100 kendaraan untuk mendukung operasional anggota, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan, supaya pelayanan dan pengamanan bisa berjalan secara maksimal,” ujar Wakapolri, Sabtu (27/12).

Selain kendaraan, Polri juga fokus pada percepatan pembukaan jalur logistik yang terdampak. Untuk mendukung hal tersebut, disiapkan tujuh unit alat berat berupa ekskavator, delapan unit kendaraan pendukung, serta bantuan logistik dari Wakapolri berupa sembako yang diangkut menggunakan empat truk.

Bantuan tersebut ditujukan tidak hanya untuk masyarakat terdampak dan para pengungsi, tetapi juga untuk mendukung kebutuhan personel yang bertugas di lapangan.

“Bantuan logistik ini dibutuhkan baik untuk masyarakat terdampak pengungsian maupun untuk anggota yang bertugas di lapangan, agar semuanya bisa berjalan seimbang,” jelasnya.

Dari sisi penguatan personel, Wakapolri menyampaikan bahwa sejak malam sebelumnya telah tiba sekitar 100 personel tambahan, dan ke depan akan menyusul sekitar 200 personel lagi.

Dengan demikian, total sekitar 300 personel Brimob akan diperbantukan di wilayah Aceh Tamiang dan nantinya disebar ke desa-desa serta kecamatan sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memprioritaskan penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Hingga saat ini, sebanyak 83 sumur bor telah beroperasi dari target hampir 100 sumur yang dibutuhkan di Aceh Tamiang. Sumur bor tersebut diperuntukkan bagi rumah warga, fasilitas ibadah, titik-titik pengungsian, hingga sarana pendidikan.

“Air bersih ini sangat penting, terutama untuk rumah warga, tempat ibadah, pengungsian, dan sekolah. Anak-anak juga harus bisa kembali bersekolah, itu menjadi prioritas kami,” tegas Komjen Pol Dedi Prasetyo.

Selain itu, Polri juga akan melakukan pendataan kebutuhan perlengkapan, termasuk seragam, yang nantinya akan disuplai dari Jakarta sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Untuk infrastruktur, Polri berkolaborasi dengan Brimob dan pihak terkait dalam perbaikan serta pembangunan jembatan-jembatan yang rusak akibat bencana.

“Ini kebutuhan mendesak yang harus segera saya laporkan kepada Bapak Kapolri. Apa yang bisa kami eksekusi langsung, akan segera kami laksanakan tanpa menunggu,” pungkas Wakapolri.

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi Aceh Tamiang sekaligus memastikan keamanan, kelancaran distribusi bantuan, serta aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Kapolda Bengkulu Tinjau Langsung Pengamanan Objek Wisata Benteng Marlborough, Pastikan Kesiapan Menghadapi Libur Natal dan Tahun Baru

BENGKULU – Kapolda Bengkulu melakukan peninjauan langsung ke objek wisata Benteng Marlborough pada Sabtu, 27 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan objek wisata dalam menghadapi peningkatan kunjungan wisatawan pada masa liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam peninjauan ini, Kapolda Bengkulu didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Bengkulu, termasuk Karo Ops Polda Bengkulu, Kabidhumas Polda Bengkulu dan Kapolresta Bengkulu. Kapolda Bengkulu melakukan pengecekan secara langsung ke seluruh area objek wisata untuk memastikan bahwa semua fasilitas dan sarana pendukung telah siap digunakan.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa Benteng Marlborough berada dalam kondisi baik dan terawat. Bangunan utama benteng, termasuk dinding pertahanan, lorong, dan area dalam benteng, masih kokoh dan terjaga keasliannya sebagai situs bersejarah. Lingkungan sekitar benteng juga terlihat bersih dan tertata, sehingga memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung.

Fasilitas pendukung wisata seperti area parkir, loket tiket, toilet, serta jalur akses pengunjung juga telah tersedia dan berfungsi dengan baik. Namun, Kapolda Bengkulu menekankan pentingnya peningkatan pengelolaan kebersihan dan pengaturan arus pengunjung untuk menjaga ketertiban dan keamanan.

“Dengan pengelolaan yang optimal dan dukungan dari pihak terkait, diharapkan Benteng Marlborough dapat memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan edukatif bagi para pengunjung,” ujar Kapolda Bengkulu.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Bengkulu juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati saat berwisata.

“Mari kita jaga keselamatan dan keamanan bersama-sama, sehingga liburan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan lancar dan aman,” tambah Kapolda Bengkulu

Dengan peninjauan ini, Kapolda Bengkulu berharap dapat memastikan bahwa objek wisata Benteng Marlborough siap menyambut para wisatawan dan memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan.

Puncak Arus Mudik Nataru Terjadi 24 Desember, Fatalitas Kecelakaan Turun 23,23 Persen

Bekasi – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama arus mudik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penurunan signifikan.

Penurunan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas tercatat mencapai 23,23 persen. “Hasil evaluasi sore ini, alhamdulillah kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 23,23 persen,” ujar Irjen Pol Agus kepada wartawan di Command Center KM 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (26/12/2025).

Meski demikian, Korlantas Polri terus mengintensifkan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan. Salah satunya melalui penegakan hukum terhadap kendaraan sumbu tiga atau truk besar yang melanggar ketentuan selama masa libur Nataru. “Kami akan melakukan penegakan hukum, baik berupa tilang, teguran, maupun mengeluarkan kendaraan dari jalan tol. Kendaraan sumbu tiga hanya diperbolehkan melintas di jalan arteri mulai pukul 17.00 hingga dini hari sampai pagi,” jelasnya.

Irjen Pol Agus juga mengimbau para pengusaha angkutan barang agar menginstruksikan para pengemudi truk besar untuk mematuhi pembatasan tersebut dan tidak melintas di jalan tol selama kebijakan diberlakukan. “Saya mengimbau kepada para pengusaha demi keselamatan dan kelancaran bersama. Operasi Natal dan Tahun Baru ini merupakan operasi kemanusiaan,” ungkapnya.

Selain mengevaluasi kecelakaan lalu lintas, Kakorlantas Polri turut memaparkan perkembangan arus mudik Nataru. Hingga Jumat (26/12), tercatat sekitar 1,36 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta.

Jumlah tersebut setara dengan 47 persen dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan yang keluar dari Jakarta menuju Trans Jawa dan Sumatra. “Puncak arus mudik terjadi pada tanggal 24 Desember. Dari proyeksi 2,9 juta kendaraan, hingga saat ini sudah 47 persen meninggalkan Jakarta,” ujarnya.

Ia mengakui sempat terjadi kepadatan di sejumlah kawasan wisata, seperti Gadog, Malioboro Yogyakarta, serta Karanganyar, Jawa Tengah. Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi melalui berbagai rekayasa lalu lintas. “Menuju kawasan wisata memang terjadi kepadatan, tetapi jajaran di wilayah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi,” katanya.

Irjen Pol Agus juga menyebut adanya perlambatan arus lalu lintas akibat kecelakaan di beberapa ruas tol pada pagi hari. Namun, situasi tersebut telah berhasil diatasi. “Tadi pagi sempat terjadi perlambatan akibat kecelakaan, namun sudah kita antisipasi. Sejak pagi juga telah dilakukan contraflow,” jelasnya.

Terkait arus balik, Irjen Pol Agus memprediksi puncaknya akan bergeser ke 4 Januari 2026. Pergeseran ini dipengaruhi oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah. ”Dengan adanya kebijakan WFA, terjadi pergeseran arus balik. Yang semula direncanakan pada 2 Januari, kemungkinan bergeser ke 4 Januari,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Korlantas Polri akan melakukan penebalan personel di sejumlah titik strategis. Diperkirakan sekitar 2,8 juta kendaraan akan kembali menuju Jakarta pada masa arus balik.
“Oleh sebab itu, kami melakukan penebalan personel. Proyeksi arus balik mencapai 2,8 juta kendaraan, sehingga harus dipersiapkan dengan matang,” katanya.

Ia menegaskan seluruh pergerakan arus balik dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sumatra akan dikelola secara terpadu agar tetap aman dan lancar. “Pada arus balik nanti, semua pergerakan akan menuju Jakarta, baik dari Trans Jawa maupun dari Sumatra. Ini harus kita kelola bersama,” ucapnya.

Irjen Pol Agus memastikan Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk contraflow dan one way, guna menghadapi puncak arus balik. “Jika arus balik bisa terurai antara tanggal 2 dan 4 Januari tentu lebih ringan. Namun apabila puncaknya terjadi pada 4 Januari, kami sudah siap dengan seluruh skenario,” pungkasnya.

Kapolda Bengkulu Cek Sistem Keamanan dan Evakuasi di Bencoolen Mall

Bengkulu – Kapolda Bengkulu melaksanakan pengecekan langsung terhadap sistem keamanan dan sistem evakuasi di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu, sebagai upaya memastikan kesiapsiagaan pengelola pusat perbelanjaan dalam menjamin keselamatan pengunjung.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari sistem pengamanan internal, keberadaan petugas keamanan, pemasangan CCTV, hingga jalur evakuasi darurat yang disiapkan oleh pihak pengelola mall. Selain itu, Kapolda juga mengecek kelengkapan sarana pendukung keselamatan seperti alat pemadam kebakaran, rambu evakuasi, serta titik kumpul (assembly point) apabila terjadi situasi darurat.

Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa pusat perbelanjaan merupakan fasilitas publik dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi, sehingga diperlukan sistem pengamanan dan evakuasi yang benar-benar siap, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Kesiapan sistem keamanan dan evakuasi sangat penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun keadaan darurat, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolda di sela-sela peninjauan.

Kapolda juga mengingatkan pihak pengelola agar secara berkala melakukan pengecekan dan simulasi evakuasi, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait guna memastikan penanganan cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat.

Kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Bengkulu dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi.

Kapolda Bengkulu Cek Sistem Keamanan dan Evakuasi di Bencoolen Mall

Bengkulu – Kapolda Bengkulu melaksanakan pengecekan langsung terhadap sistem keamanan dan sistem evakuasi di Bencoolen Mall, Kota Bengkulu, sebagai upaya memastikan kesiapsiagaan pengelola pusat perbelanjaan dalam menjamin keselamatan pengunjung.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda meninjau sejumlah titik strategis, mulai dari sistem pengamanan internal, keberadaan petugas keamanan, pemasangan CCTV, hingga jalur evakuasi darurat yang disiapkan oleh pihak pengelola mall. Selain itu, Kapolda juga mengecek kelengkapan sarana pendukung keselamatan seperti alat pemadam kebakaran, rambu evakuasi, serta titik kumpul (assembly point) apabila terjadi situasi darurat.

Kapolda Bengkulu menegaskan bahwa pusat perbelanjaan merupakan fasilitas publik dengan tingkat kunjungan masyarakat yang tinggi, sehingga diperlukan sistem pengamanan dan evakuasi yang benar-benar siap, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Kesiapan sistem keamanan dan evakuasi sangat penting untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun keadaan darurat, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolda di sela-sela peninjauan.

Kapolda juga mengingatkan pihak pengelola agar secara berkala melakukan pengecekan dan simulasi evakuasi, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait guna memastikan penanganan cepat dan tepat apabila terjadi keadaan darurat.

Kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Bengkulu dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya di ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi.