Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Kapolri Kirim Tim Psikologi Polri untuk Pulihkan Trauma Korban Banjir Aceh

Aceh Besar — Anggota Komisi III DPR RI asal Daerah Pemilihan Aceh, M. Nasir Jamil, meninjau Kapal Komisi Wisangkeni 8005 yang bersandar di Pelabuhan Malahayati, Krung Raya, Aceh Besar. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengirimkan Tim Psikologi Polri guna membantu pemulihan trauma para korban banjir besar di sejumlah kabupaten/kota di Aceh.

Nasir Jamil menyebut kehadiran tim tersebut menunjukkan kepedulian nyata Polri terhadap masyarakat yang sedang berduka. “Menurut kami, ini merupakan hal yang patut dibanggakan. Kepedulian Kepolisian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir besar di Aceh sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Tim Psikologi Polri yang hadir di kapal tersebut akan segera diterjunkan ke berbagai daerah terdampak. Mereka ditugaskan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada masyarakat agar dapat memulihkan trauma dan kembali menjalani aktivitas normal.

Selain mengerahkan tim pemulihan trauma, Polri juga mengirimkan bantuan logistik melalui Kapal Wisangkeni 8005. Bantuan tersebut berupa sembako serta berbagai kebutuhan lain yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak banjir.

Nasir menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen Kapolri dalam memastikan masyarakat bisa segera bangkit. “Peran tim Psikologi Polri dalam memulihkan kesehatan mental korban bencana alam menjadi perhatian Bapak Kapolri, agar masyarakat dapat segera pulih, kembali berkarya, kembali bekerja, serta kembali memakmurkan jorong dan gampongnya sehingga kehidupan dapat berjalan normal kembali,” tuturnya.

Ia menambahkan, “Kapolri tidak hanya mengirimkan tim untuk pemulihan trauma para korban, tetapi juga melalui kapal ini turut mengirimkan bantuan berupa sembako dan berbagai kebutuhan lain. Semua ini merupakan bagian dari perhatian besar Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bahwa Polri hadir untuk masyarakat.”

Di akhir kunjungannya, Nasir Jamil menyampaikan dukungan kepada jajaran Kepolisian yang bertugas. Ia berharap seluruh upaya ini dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat Aceh setelah dilanda bencana banjir.

“Saya mengucapkan selamat bertugas kepada jajaran Kepolisian. Semoga masyarakat dapat segera pulih dan beraktivitas kembali,” pungkasnya.

Polisi Awasi SPBU untuk Antisipasi Antrean Panjang dan Penimbunan BBM Pasca Bencana

Banda Aceh — Personel gabungan Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh melakukan pengawasan di 20 SPBU yang ada di Banda Aceh untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman bagi masyarakat pascabencana banjir dan longsor.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah antrean panjang serta potensi praktik penimbunan oleh oknum yang memanfaatkan situasi darurat.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Zulhir Destrian mengatakan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif, dengan menurunkan personel ke seluruh titik SPBU yang berpotensi mengalami lonjakan pembelian hingga menimbulkan antrean panjang.

“Kita mulai melakukan pengawasan terhadap SPBU yang ada di Banda Aceh. Ini untuk menghindari praktik penimbunan yang juga berimplikasi pada antrean panjang pada 20 titik SPBU,” ujar Zulhir Destrian, Rabu, 3 Desember 2025.

Selain menempatkan personel di lapangan, kepolisian juga melakukan koordinasi langsung dengan petugas SPBU untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai aturan. Petugas diminta lebih selektif dalam melayani pembelian dan melaporkan segera apabila ditemukan indikasi pembelian berlebihan.

Polisi juga turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar melakukan pembelian BBM secara wajar sesuai kebutuhan. Langkah ini diambil untuk mencegah kepanikan dan memastikan pasokan tetap merata di seluruh wilayah, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pertamina dan Dinas ESDM Aceh, termasuk menyampaikan imbauan terkait pembebasan barcode sesuai aturan gubernur yang berlaku dalam situasi darurat. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat pelayanan di SPBU serta mencegah penumpukan kendaraan.

Tidak hanya itu, sambung Zulhir, komunikasi juga dilakukan dengan Depo Pertamina untuk memastikan distribusi BBM dari depo ke seluruh SPBU berlangsung lancar tanpa hambatan. Dengan pendistribusian yang terjaga, kelangkaan BBM dapat dicegah dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Upaya pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Aceh dalam menjaga stabilitas pascabencana, serta mencegah pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan di tengah situasi yang sedang sulit,” pungkas Kombes Zulhir.

Wakapolri Pantau Penanganan Banjir Aceh Tamiang, Pastikan Bantuan Besar Akpol ’90 Tersalurkan Tepat Sasaran

Aceh Tamiang — Wakapolri Komjen Pol Dr. Dedi Prasetyo kembali menegaskan komitmen Polri untuk hadir di garda terdepan penanganan bencana saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang, Rabu (3/12/2025). Tiba menggunakan helikopter AW Korps Polairud dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Komjen Dedi langsung disambut Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan bergegas menuju posko bantuan Kemensos untuk melihat kondisi warga sekaligus memetakan kebutuhan paling mendesak.

Di posko tersebut, Wakapolri mengidentifikasi kebutuhan kritis seperti air bersih, air minum, pakaian, hingga penambahan truk pengangkut logistik yang sangat dibutuhkan mengingat akses ke sejumlah wilayah masih terputus. Ia juga berdialog dengan jajaran Polres dan Polsek setempat yang turut terdampak bencana. Mengetahui kebutuhan pakaian dinas lapangan bagi personel, Komjen Dedi memastikan Polri akan mengirimkan 600 stel PDL untuk mendukung kinerja anggota di lapangan. Selain itu, ia memberikan arahan teknis terkait optimalisasi kendaraan taktis Brimob, termasuk unit Water Treatment, guna menyuplai air bersih bagi masyarakat.

Kunjungan dilanjutkan dengan peninjauan kompleks Pendopo Bupati Aceh Tamiang yang sebelumnya terendam lebih dari dua meter saat puncak banjir. Di sana, beberapa warga mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan agar distribusi bantuan terus ditingkatkan. Suasana sempat haru ketika istri Bupati, yang tengah membersihkan area pendopo, menghampiri Wakapolri dengan linangan air mata. Komjen Dedi menenangkannya dan memastikan bahwa Polri akan bekerja maksimal membantu pemulihan Aceh Tamiang.

Wakapolri kemudian menyalurkan sejumlah bantuan logistik di area pendopo untuk diserahkan kepada warga melalui perangkat desa. Saat meninjau gudang logistik, ia didatangi seorang Bhayangkari yang menangis karena Asrama Polisi tempat tinggalnya rusak parah, sementara ia tidak memiliki sanak saudara di Aceh Tamiang. Komjen Dedi memastikan perlindungan dan bantuan penuh bagi keluarga besar Polri yang menjadi korban bencana.

Di sela kunjungannya, Komjen Dedi juga memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 telah tiba sehari sebelumnya melalui Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut. Bantuan dalam jumlah besar tersebut mencakup sekitar 32 ton beras, lebih dari 1.300 kardus mie instan, 310 dus minyak makan, serta 300 dus air mineral. Tidak hanya itu, bantuan tambahan dari masyarakat Aceh Tamiang di Medan berupa popok, makanan siap konsumsi, biskuit, dan minyak makan juga ikut disalurkan bersama logistik dari berbagai instansi di Medan. Seluruh rangkaian bantuan ini mendapat apresiasi dari Menteri Perhubungan karena merupakan salah satu kontribusi terbesar yang dihimpun oleh alumni Akpol ’90 di bawah koordinasi Wakapolri.

Batalyon Dhira Brata menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian nyata bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. Dengan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, proses pemulihan Aceh Tamiang diharapkan berlangsung lebih cepat, merata, dan menyeluruh. Usai menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan di Aceh Tamiang, Wakapolri bertolak kembali menuju Kualanamu untuk melanjutkan peninjauan ke wilayah terdampak bencana lainnya di Sumatera Barat.

Dialog Literasi Kebangsaan STIK: Menyongsong Pemolisian Digital di Era AI

Jakarta — Episode ketiga dialog mahasiswa STIK-PTIK kembali menghadirkan pandangan segar mengenai arah transformasi Polri di tengah arus perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pada sesi kali ini, para mahasiswa tampil langsung sebagai pembicara, menunjukkan perspektif generasi baru yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Sejumlah tokoh turut memberikan pandangan dan menegaskan pentingnya kesiapan Polri menghadapi era digital.

Dosen Kepolisian Utama Tk.I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menegaskan bahwa institusi kepolisian harus semakin terbuka terhadap masukan publik.
“Pesan utamanya, seperti yang disampaikan para pembicara tadi, adalah bahwa Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang berasal dari Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dikritik. Jadi ada timbal balik,” ujarnya.

Irjen Dachi juga menegaskan bahwa transformasi Polri bertumpu pada tiga komponen: people, technology, dan process. Ia mencontohkan implementasi ETLE yang dapat ditingkatkan melalui teknologi dan AI agar lebih ramah bagi masyarakat.
“Kalau pelanggaran bisa langsung dibayar lewat QR code, atau ETLE langsung mengirimkan notifikasi WhatsApp, itu akan jauh lebih mudah. AI sangat membantu proses seperti itu. Penggunaan AI dalam penegakan hukum di masa depan tidak bisa dielakkan.”

Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan dalam kepolisian modern. Ia mengapresiasi munculnya kritik dari mahasiswa Polri yang mulai menyadari perlunya perubahan paradigma.
“Mereka menyadari bahwa kita selama ini terlalu fokus pada penegakan hukum, padahal ada juga yang namanya prediction dan pencegahan. Kalau pencegahan bisa dibantu oleh AI—misalnya melalui ETLE atau data CCTV untuk memetakan lokasi rawan—maka masyarakat bisa mendapat feedback dan itu membantu tugas polisi,” jelasnya.

Perwakilan GP Ansor, Ahmad Luthfi, mengingatkan para mahasiswa STIK tentang pentingnya literasi teknologi dalam tugas kepolisian modern.
“Jika ingin menjadi pemimpin masa depan, maka harus menguasai teknologi. Dari pembicaraan tadi, terlihat bahwa setiap peristiwa ataupun persoalan di era sekarang selalu melibatkan teknologi,”

Dialog pada episode ketiga ini menegaskan bahwa masa depan Polri dan kepemimpinan nasional berada di tangan generasi muda yang melek teknologi dan terbuka terhadap perubahan. Melalui sudut pandang Irjen Pol Bahagia Dachi, Ismail Fahmi, dan Ahmad Luthfi, terlihat jelas bahwa transformasi menuju era digital tidak hanya menuntut kesiapan institusi, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya—mahasiswa, masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

Polres Sabang Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Sabang – Polres Sabang resmi melepas bantuan kemanusiaan berupa sembako, obat-obatan, pakaian, dan perlengkapan penting lainnya untuk masyarakat di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor, di Dermaga CT-1 BPKS, Jln.Perkapalan Gp.Kuta Barat Kec. Sukakarya Kota Sabang, menggunakan armada KP. Wisanggeni 8005 Mabes Polri, Rabu (03/12/2025).

Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.ST, M.M, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, serta dihadiri Wakapolres Sabang, Kompol Teuku Muhammad, SH, Pejabat Utama Polres Sabang, Kapolsek Sukakarya Ipda Hairul Saleh Ritonga, SH, Kapolsek Sukajaya Iptu Samsuri, dan personel jajaran Polres Sabang.

Kapolres Sabang menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan masyarakat Sabang terhadap warga Aceh yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera diterima masyarakat dan meringankan beban saudara-saudara kita. Transportasi laut dipilih karena sejumlah jalur darat masih terputus akibat banjir dan longsor,” ujar AKBP Sukoco.

Barang bantuan kemanusiaan yang diberangkatkan berupa, Pakaian layak pakai: 413 karung, Beras 5 kg: 271 sak, Beras 15 kg: 2 sak, Mie instan: 211 kotak, Minyak goreng: 31 kotak, Pampers bayi: 32 kotak, Susu balita/anak: 42 kotak, Biskuit: 17 kotak, Alat mandi: 18 kotak, Air mineral: 199 kotak, Pembalut wanita: 2 kotak, Kopi: 3 kotak, Gula pasir: 11 kg, Obat-obatan: 40 kardus, Tambahan satu truk sembako dari masyarakat Kota Sabang.

Seluruh logistik diberangkatkan menuju Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe, sebelum disalurkan ke wilayah terdampak. Personel Polres Sabang bersama masyarakat turut melakukan proses pengemasan dan pemuatan barang ke atas kapal.

Polres Sabang menegaskan bahwa dukungan terhadap penanganan pascabencana akan terus diberikan sebagai wujud solidaritas dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Kapolres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana Alam di Kecamatan Bintang

Takengon – Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyalurkan langsung bantuan sembako kepada warga terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (2/12/2025).

Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Kapolres turut didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tengah, Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Batalyon B Pelopor Bener Meriah, Ketua HMI Cabang Takengon Afdhalal Gifari, serta insan pers yang ikut meliput jalannya penyaluran bantuan.

Rombongan bertolak dari Takengon menuju Kecamatan Bintang menggunakan perahu boat untuk menyeberangi Danau Lut Tawar, dengan waktu tempuh lebih dari satu jam. Hingga kini, akses jalur darat belum dapat dilalui karena tertimbun material longsor akibat bencana yang terjadi sejak Rabu (26/11/2025).

Setiba di lokasi, Kapolres dan rombongan meninjau tiga desa yang terdampak paling parah, yakni Desa Kala Bintang, Linung Bulen, dan Suku Weh Lah Setie. Pada kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan bantuan berupa paket sembako, mie instan, serta makanan ringan untuk masyarakat, termasuk anak-anak yang menjadi korban bencana.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan memberikan dukungan moril di tengah situasi sulit ini. Polres Aceh Tengah bersama stakeholder lainnya akan terus berupaya membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Kapolres.

Polresta Bukittinggi Kembali Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak di Jorong Sungai Landia

Bukittinggi — Polresta Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu warga terdampak bencana. Pada Selasa, 2 Desember 2025. personel Polresta Bukittinggi menyalurkan bantuan langsung ke Jorong Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Kegiatan penyaluran ini dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Bukittinggi, Kompol Al Indra, bersama sejumlah personel.

Medan berat yang harus dilalui tidak menyurutkan semangat petugas. Jalur menuju lokasi yang terputus akibat longsong dan belum dilalui kendaraan terpaksa ditempuh dengan berjalan kaki.

Bantuan berupa logistik bahan pangan berupa beras sebanyak 60 karung serberat 300 kilogram beras dan kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, minyak goreng dipikul langsung oleh personel menuju permukiman warga terdampak.

Perjalanan menembus jalur menanjak tersebut dilakukan demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Setibanya di lokasi pengungsian, personel menyerahkan bantuan kepada wali nagari Sungai Landia untuk seterus disalurkan ke pada warga yang masih terdampak dan terkendala akses.

Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto melalui Kabag Ops Kompol Al Indra menegaskan bahwa Polresta Bukittinggi akan terus hadir untuk masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi memastikan masyarakat merasa diperhatikan. Selama masih dibutuhkan, kami akan tetap turun langsung,” ujarnya.

Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polresta Bukittinggi dalam membantu warga yang terdampak bencana, sekaligus bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti meskipun medan sulit dan situasi terbatas.

Polres Padang Pariaman Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak di Korong Sipisang sipinang Nagari Anduring Kecamatan 2×11 Kayu Tanam

Padang Pariaman — Polres Padang Pariaman menunjukkan komitmennya dalam membantu warga terdampak bencana. Pada Selasa (2/12/25), personel Polres Padang Pariaman menyalurkan bantuan langsung ke Korong Sipisang sipinang Nagari Anduring Kecamatan 2×11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan penyaluran ini dipimpin oleh Kabag Ops Polres Padang Pariaman, Kompol Edi Karan P, S.H, M.H, bersama personil.

Medan berat yang harus dilalui tidak menyurutkan semangat petugas. Jalur menuju lokasi yang terputus akibat longsong dan banjir belum dilalui kendaraan terpaksa ditempuh dengan berjalan kaki.

Bantuan berupa logistik bahan pangan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, minyak goreng dipikul langsung oleh personel menuju permukiman warga terdampak dan posko darurat.

Perjalanan menembus jalur sungai, hutan dan menanjak tersebut dilakukan demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Setibanya di lokasi pengungsian, personel menyerahkan bantuan kepada wali nagari Anduring untuk seterus disalurkan ke pada warga yang masih terdampak dan terkendala akses.

Kapolres Padang Pariaman melalui Kabag Ops Kompol Edi Karan, S.H, M.H, menegaskan bahwa Polres Padang Pariaman akan terus hadir untuk masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi memastikan masyarakat merasa diperhatikan. Selama masih dibutuhkan, kami akan tetap turun langsung,” ujarnya.

Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polres Padang Pariaman dalam membantu warga yang terdampak bencana, sekaligus bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti meskipun medan sulit dan situasi terbatas.

Polri All-Out Tangani Krisis Sumatera: Wakapolri Lepas Bantuan Kemanusiaan Polda Lampung

Lampung– Kapolri memerintahkan Wakapolri dan seluruh jajarannya untuk terus memperbarui perkembangan penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—tiga wilayah yang saat ini terdampak banjir besar, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Ribuan warga telah dievakuasi, sementara sejumlah akses jalan utama terputus dan membutuhkan pembukaan jalur darurat. Hal ini disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari.

Kabid Humas menjelaskan bahwa sebagai bentuk komitmen Polri dalam percepatan penanganan bencana, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, memimpin langsung kegiatan pelepasan bantuan kemanusiaan Polda Lampung pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan bertema “Bersama Menjaga Lampung” ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Lampung dan dihadiri ribuan perwakilan driver ojek online se-Lampung. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri melepas 14 truk logistik berisi 12.489 kilogram beras, 5.763 dus mi instan, 1.515 selimut, 2.537 bal popok, serta kebutuhan lain seperti pakaian, obat-obatan, gula, bahan makanan, dan air mineral, untuk memperkuat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak awal bencana, Polri telah mengerahkan seluruh unsur terbaiknya—personel SAR, Brimob, lalu lintas, Dokkes, hingga Inafis—untuk mendukung evakuasi warga, pencarian korban, pembukaan akses jalan, serta distribusi bantuan. Polda-Polda se-Sumatera juga memperkuat dukungan dengan mengirim logistik dan personel tambahan.

Polri bersama TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan relawan terus melakukan evakuasi di area berisiko tinggi, membuka akses jalan dengan alat berat, serta menyiapkan jalur alternatif untuk memastikan distribusi bantuan tetap lancar. Polri juga mendirikan dapur lapangan, tenda penampungan, layanan kesehatan, serta trauma healing di berbagai posko pengungsian. Pengamanan jalur distribusi bantuan dilakukan secara ketat untuk mencegah hambatan maupun penyimpangan.

Kabid Humas menegaskan bahwa koordinasi antar-Polda dilakukan setiap hari untuk memperbarui perkembangan dampak bencana, jumlah pengungsi, serta kebutuhan logistik tambahan yang harus segera dipenuhi.

Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan bahwa hari ini Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dijadwalkan bertolak dari Jakarta menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, sebagai titik awal pergerakan peninjauan lapangan. Dari Kualanamu, Wakapolri akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Aceh, terutama Kabupaten Aceh Tamiang, yang hingga kini masih menghadapi kesulitan akses, keterbatasan logistik, dan kondisi warga yang membutuhkan percepatan penanganan. Wakapolri akan memastikan distribusi bantuan Polri berjalan lancar, cepat, dan tepat sasaran, termasuk kebutuhan mendesak bagi warga di titik-titik terisolasi.

Setelah dari Aceh, Wakapolri selanjutnya akan bertolak ke Sumatera Barat untuk meninjau kondisi wilayah terdampak, memastikan ketersediaan logistik, serta memberikan dukungan moril dan materil kepada personel Polri—baik anggota Polda maupun pasukan BKO Mabes Polri—yang sedang bertugas di lapangan membantu masyarakat.

Kabid Humas menegaskan bahwa Polri terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan seluruh stakeholder terkait untuk menembus wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak. Seluruh upaya dilakukan dengan berpacu pada waktu, manajemen krisis yang terukur, dan komitmen penuh Polri dalam menjamin keselamatan warga.

Wakapolri menekankan bahwa Polri akan terus berada di tengah masyarakat bersama pemerintah dan relawan hingga kondisi kembali stabil, akses pulih sepenuhnya, dan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Polri Gerak Cepat Perbaiki Jembatan Pandan, Akses Utama Warga Tapteng Ditargetkan Segera Pulih

Tapanuli Tengah – Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan upaya percepatan pemulihan infrastruktur vital di wilayah Tapanuli Tengah. Tim gabungan Polda Sumut bersama personel Polres Tapteng turun langsung memperbaiki Jembatan Pandan, akses utama yang menghubungkan Sibolga – Padang Sidempuan dan menjadi jalur penting distribusi logistik serta BBM bagi masyarakat setempat.

Perbaikan konstruksi jembatan yang memiliki panjang sekitar 6 meter dan tinggi 7 meter ini telah dimulai sejak Selasa (2/12). Hari ini, Rabu (3/12/2025) pukul 14.30 WIB, proses percepatan pengerjaan kembali dilanjutkan dengan melibatkan kekuatan penuh personel, baik dari PJU dan anggota Polda Sumut, Satbrimobda Sumut, hingga Polres Tapteng.

Tiga pejabat utama Polda Sumut ikut turun ke lapangan, Karo Logistik, Direktur Polairud, dan Direktur Siber, memastikan seluruh proses berjalan aman, cepat, dan tepat. Mereka didukung 35 personel Brimob serta 21 personel Polres Tapteng yang bekerja bahu-membahu di lokasi.

Karolog Polda Sumut, Kombes Pol Suranta Pinem, yang berada di lapangan, menegaskan komitmen jajaran kepolisian untuk memulihkan akses masyarakat sesegera mungkin. “Kami bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan perbaikan jembatan yang terputus yang memisahkan Pinangsori dan Sibolga. Mudah-mudahan malam ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Langkah cepat jajaran Polda Sumut ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas ekonomi maupun kebutuhan harian. Pemulihan jembatan Pandan diharapkan membantu memperlancar arus bantuan, logistik, dan pelayanan publik di wilayah Tapanuli Tengah pasca bencana.