Festival Komik Polisi Penolong 2025: Menghidupkan Kembali Wajah Humanis Polri Lewat Komik, Aksi, dan Dialog Publik

Jakarta, 18 Januari 2025 — Upaya membangun kembali kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya generasi muda, terus dilakukan melalui pendekatan kreatif dan partisipatif. Salah satunya diwujudkan lewat Festival Komik Polisi Penolong 2025 yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta, Minggu pagi.

Festival ini merupakan puncak rangkaian Lomba Komik “Polisi Penolong” 2025, sebuah inisiatif berbasis storytelling visual yang mengajak publik—khususnya anak muda—untuk merekam dan menyampaikan kisah-kisah positif tentang polisi melalui medium komik.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Karyoto, SIK. beserta jajaran Baharkam Polri, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya membangun citra Polri yang humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.

Komik sebagai Jembatan Emosi Generasi Muda
Dalam beberapa tahun terakhir, citra Polri di ruang publik—terutama di media sosial—menghadapi tantangan serius. Padahal di lapangan, masih banyak polisi yang hadir sebagai penolong pertama saat terjadi bencana, kecelakaan, konflik sosial, hingga situasi darurat lainnya.

“Komik dipilih karena menjadi bahasa yang dekat dengan generasi muda. Ringkas, visual, menyentuh, dan mudah dibagikan. Lewat komik, publik diajak melihat polisi dari sisi kemanusiaan,” ujar salah satu inisiator kegiatan.

Lomba Komik “Polisi Penolong” sendiri telah dilaksanakan pada November–Desember 2024, dengan lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 15 karya terbaik dan 1 karya favorit dipamerkan dalam festival ini, sekaligus diumumkan para pemenangnya.

Dewan juri yang hadir dalam acara ini terdiri dari Jan Praba (seniman dan komikus nasional), Wahyu Aditia (komikus digital nasional), serta Hasby Ristama, inisiator Lomba Komik Polisi Penolong. Melalui festival ini, masyarakat juga diajak melihat langsung kemampuan dan kelengkapan peralatan Polri dalam menjalankan fungsi penolong dan penyelamat.

Beragam satuan kerja di bawah Baharkam Polri turut hadir, di antaranya Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), termasuk Polair dan Poludara yang sebelumnya viral saat membantu penanganan bencana di Sumatra melalui jalur udara dan laut. Korps Sabhara, menghadirkan Polisi Pariwisata Pamobvit, tim rescue Perintis Samapta, hingga Polisi Satwa (K9) yang berperan penting dalam operasi pencarian dan penyelamatan korban bencana. Salah satu anjing pelacak legendaris yang gugur saat mencari korban bencana Sumatra, K9 Reno, bahkan menjadi inspirasi dalam salah satu karya komik peserta lomba.

Tak hanya itu, jajaran Binmas Polri juga hadir, termasuk sosok Pak Purnomo – Polisi Baik, yang dikenal luas karena dedikasi dan pendekatan kemanusiaannya. Kehadirannya menjadi simbol nyata polisi yang hadir, mendengar, dan membantu masyarakat.

Ruang Ekspresi, Dialog, dan Partisipasi Publik
Festival Komik Polisi Penolong dirancang sebagai ruang terbuka bagi masyarakat. Beragam kegiatan digelar, mulai dari:

  • Lomba menggambar komik untuk anak-anak SD
  • Lomba lukis Polisi Penolong secara spontan (on the spot)
  • Senam Zumba bersama
  • Pameran foto dan peralatan rescue Polri
  • Panggung dialog dan “curhat publik” tentang pengalaman, kritik, dan harapan terhadap Polri

Masyarakat juga dapat berinteraksi langsung dengan personel Polri, berdialog, bertanya, hingga menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Acara ditutup dengan penyerahan trofi dan hadiah Lomba Komik Polisi Penolong 2025, yang diserahkan langsung oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol Karyoto sebagai simbol apresiasi terhadap kreativitas publik dalam merawat narasi positif tentang polisi.

Melalui festival ini, Polri menegaskan kembali pesan penting bahwa di balik seragam, masih banyak polisi baik—siap menolong, siap hadir, dan siap mendengar masyarakat.

Polda Sulsel Maksimalkan Pencarian Pesawat ATR 400 yang Hilang Kontak di Maros–Pangkep

Sulawesi Selatan – Polda Sulawesi Selatan bergerak cepat memaksimalkan upaya pencarian pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Informasi awal hilangnya kontak pesawat dengan nomor registrasi PK-THT diterima dari General Manager AirNav Makassar. Berdasarkan data awal, pesawat diperkirakan berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polda Sulsel langsung mengerahkan personel Polres Maros dan personel Polres Pangkep yang diperkuat unsur TNI, Basarnas, BPBD, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta Polda Sulsel, Paskhas TNI AU, serta berbagai potensi SAR lainnya untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik terakhir kontak pesawat.

Polda Sulsel juga mengerahkan personel SAR dari satuan Brimob dan Samapta guna memperkuat tim gabungan di lapangan. Berdasarkan manifest terbaru dari pihak maskapai, pesawat tersebut membawa 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Perubahan manifest terjadi akibat pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Hingga Sabtu malam, objek pesawat belum ditemukan. Proses pencarian terkendala cuaca berkabut, hujan gerimis, serta kondisi medan pegunungan yang terjal. Atas pertimbangan keselamatan personel, pencarian sementara dihentikan dan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Sebagai langkah penguatan koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, serta didirikan posko pendukung di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Pencarian difokuskan pada dua jalur utama, yakni wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan secara terpadu.

“Kami telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan, guna mendukung operasi pencarian,” ujar Kapolda saat konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (18/1/2026).

Kapolda juga menambahkan, RS Bhayangkara Makassar telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan untuk pelaksanaan pemeriksaan antemortem. Rumah sakit tersebut didukung oleh tim DVI Mabes Polri, dengan personel khusus yang telah disiapkan.

Polda Sulsel memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan mengerahkan kemampuan terbaik untuk memaksimalkan proses pencarian, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi medan di lokasi pencarian.

Dukungan Pendidikan Pulih Cepat Pascabanjir, Polres Pidie Jaya Bersihkan Sekolah MIN 1

Meureudu — Kepolisian Resor (Polres) Pidie Jaya melaksanakan kegiatan pemulihan pascabencana banjir melalui gotong royong bersama masyarakat di wilayah hukumnya. Kegiatan tersebut bertempat di MIN 1 Pidie Jaya, Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Sabtu (17/1/2026).

Gotong royong ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya pada fasilitas umum dan sarana pendidikan yang terdampak banjir. Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan lingkungan sekolah agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.

Kasat Intelkam Polres Pidie Jaya, AKP Rusdiono, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak. Polres Pidie Jaya bersama bantuan BKO Brimob Polda Aceh berharap proses pembersihan dapat segera diselesaikan sehingga anak-anak dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

“anak-anak sudah mulai bisa belajar dan mudah-mudahan hari ini dapat kami selesaikan sehingga anak-anak kita dapat belajar dengan nyaman” ungkapnya.

Kegiatan gotong royong dilaksanakan secara manual dengan menggunakan peralatan sederhana berupa sekop, cangkul, dan gerobak sorong. Kegiatan ini melibatkan personel gabungan dari Polres Pidie Jaya, Polsek Meureudu, Polsek Trienggadeng, BKO Brimob Polda Aceh, serta dewan guru MIN 1 Pidie Jaya.

Secara terpisah, perwakilan guru MIN 1 Pidie Jaya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan oleh Polda Aceh dan Polres Pidie Jaya dalam membantu pemulihan lingkungan sekolah pascabencana banjir.

Brimob Polda Sulteng Bangun Jembatan Sementara Penghubung Wani 3–Labuan Kungguma

DONGGALA – Akses transportasi warga yang menghubungkan Desa Wani 3, Kecamatan Tanantovea, dengan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, sempat terputus akibat banjir yang merusak infrastruktur jalan dan jembatan penghubung antarwilayah.

Merespons kondisi tersebut, personel Brimob Polda Sulawesi Tengah bergerak cepat turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Dengan dukungan unsur TNI serta partisipasi aktif masyarakat setempat, Brimob membangun jembatan sementara sebagai solusi cepat pemulihan akses warga.

Pembangunan jembatan darurat dilakukan secara manual dengan memanfaatkan material lokal berupa batang pohon kelapa yang disumbangkan warga. Keterbatasan peralatan tidak menjadi penghalang, personel Brimob tetap bekerja menggunakan alat seadanya demi mempercepat tersambungnya kembali jalur penghubung antar desa.

Proses pembangunan jembatan sederhana tersebut berlangsung selama dua hari dan kini dapat dilalui pejalan kaki. Kehadiran jembatan darurat ini sangat membantu masyarakat yang sebelumnya terisolasi akibat terputusnya akses utama.

Selain membangun jembatan, personel Brimob Polda Sulteng juga aktif membantu warga melakukan pembersihan rumah-rumah yang terdampak banjir, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah, Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan darurat merupakan bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Dalam kondisi darurat, yang paling utama adalah bagaimana akses warga bisa kembali terhubung. Personel kami bergerak cepat dengan segala keterbatasan, bekerja bersama TNI dan masyarakat untuk membantu meringankan beban warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, Brimob Polda Sulteng akan terus hadir dan berperan aktif dalam setiap penanganan bencana, baik pada tahap tanggap darurat maupun pemulihan, sebagai wujud pengabdian dan tanggung jawab kemanusiaan kepada masyarakat.

Polri Hadir Menyembuhkan Luka Bencana, Ratusan Warga Aceh Tengah dan Sekitarnya Terlayani Bakti Kesehatan

ACEH TENGAH — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) yang digelar secara berkelanjutan di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh.

Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, dengan fokus utama di wilayah hukum Polres Aceh Tengah.

Pelayanan kesehatan ini juga diperluas hingga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis pascabencana.

Di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tim kesehatan Polri memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak banjir di Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, dan Desa Kute Reje.

Sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel kesehatan gabungan dari Sidokkes Polres Aceh Tengah bersama tenaga medis BKO Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga medis Polri, di antaranya Kasidokkes Polres Aceh Tengah IPDA Johariyadi, S.Kep., IPDA dr. Henri Aprilio Purnomo, serta personel kesehatan Brimob dan jajaran tenaga kesehatan lainnya.

Dari hasil pelayanan di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 326 warga berhasil mendapatkan layanan kesehatan gratis. Keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi ISPA, hipertensi, dispepsia, dislipidemia, serta gangguan kulit akibat dampak banjir.

Salah seorang warga Desa Jamat, Rahmawati (47), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri di kampungnya.

“Sejak banjir kemarin, banyak warga yang batuk dan sesak napas. Kami sulit ke puskesmas karena akses jalan rusak. Alhamdulillah, polisi datang langsung memeriksa kami dan memberi obat. Ini sangat membantu dan menenangkan warga,” tuturnya haru.

Rangkaian Bakti Kesehatan Polri juga berlanjut pada Kamis (15/1/2026) di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Rusip dan Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama. Di lokasi ini, tim medis melayani pemeriksaan kesehatan terhadap 84 warga dan menggelar kegiatan trauma healing bagi 41 anak untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.

Di hari yang sama, pelayanan kesehatan turut digelar di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Di lokasi ini, sebanyak 67 warga menerima layanan kesehatan gratis dari tim medis Polri.

Sementara itu di Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan kesehatan dipusatkan di Posko Polri Kesehatan. Tim gabungan dari Biddokkes Polda Aceh, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah memberikan pemeriksaan kesehatan serta pembagian vitamin kepada 61 warga terdampak banjir bandang.

Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar Polri dalam rangka penanganan bencana.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengerahkan tenaga medis lintas polda agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke desa-desa yang sulit diakses,” ujarnya.

Menurutnya, metode pelayanan dilakukan secara proaktif melalui pendekatan door to door, home visit, serta edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.

Melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan tersebut, Polri kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang selalu berdiri bersama masyarakat. Di tengah keterbatasan pascabencana, kehadiran tim medis Polri menjadi harapan dan kekuatan baru bagi warga untuk bangkit dan pulih kembali.

Gotong Royong Menahan Longsor: Polsek Kute Panang dan Warga Lukup Sabun Barat Bersatu Menjaga Jalan Kehidupan

Aceh Tengah — Ancaman tanah longsor yang mengintai di sisi jalan Kampung Lukup Sabun Barat tidak memadamkan semangat warganya. Justru dari tanah yang rapuh itu, tumbuh solidaritas yang kokoh antara Polri dan masyarakat.

Pascakejadian longsor, personel Polsek Kute Panang bersama warga turun langsung ke lapangan, bahu-membahu menjaga agar akses jalan tetap aman dilalui. Kegiatan gotong royong lanjutan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis, 14–15 Januari 2026, di ruas jalan Kampung Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, yang menjadi jalur penghubung penting antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Pada sejumlah titik rawan pergerakan tanah, personel Polsek bersama masyarakat memasang tiang-tiang bambu sebagai penahan dinding jalan, sebagai langkah darurat untuk menahan tekanan tanah dan menjaga kestabilan badan jalan, (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kute Panang, Iptu Kamarudin, S.H., serta dihadiri Reje Kampung Lukup Sabun Barat, personel Polsek Kute Panang, Bhabinkamtibmas, aparatur kampung, dan masyarakat setempat. Tanpa sekat dan tanpa jarak, seluruh elemen bergerak dalam satu semangat menyelamatkan jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah, aktivitas petani, hingga jalur distribusi kebutuhan harian.

Kapolsek Kute Panang Iptu Kamarudin, S.H. menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. “Kami bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sementara untuk mencegah longsor lanjutan. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga, sehingga harus dijaga bersama demi keselamatan,” ujar Iptu Kamarudin, S.H., di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa pemasangan bambu penahan tanah dilakukan sebagai solusi darurat sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait. “Upaya ini memang bersifat sementara, kami berharap risiko longsor dapat diminimalkan dan jalan tetap aman dilalui,” tambahnya.

Sementara itu, Reje Kampung Lukup Sabun Barat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung jajaran Polsek Kute Panang yang turun bergotong royong bersama warga. “Kami sangat berterima kasih kepada Kapolsek dan seluruh personel Polsek Kute Panang yang hadir dan bekerja bersama masyarakat. Kehadiran polisi memberi kami rasa aman dan semangat untuk menjaga akses jalan kampung ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang warga Kampung Lukup Sabun Barat yang ikut bergotong royong sejak pagi hari. “Kalau jalan ini sampai amblas, aktivitas kami akan terganggu. Alhamdulillah polisi turun langsung membantu. Ini bukan sekadar kerja bakti, tapi bentuk kebersamaan,” ujarnya.

Gotong royong ini bertujuan mencegah terjadinya longsor lanjutan atau amblasnya badan jalan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya sinergi Polri dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam. Di balik kerja fisik yang melelahkan, tersimpan makna yang lebih dalam: kehadiran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dan bagian dari masyarakat.

Progres Pembangunan Huntara Puluik Puluik di Polda Sumatera Barat

Sumatera Barat – Pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026, personel Brimob Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) ditargetkan berjumlah 34 Unit di lokasi Puluik Puluik Kecamatan Bayang Utara Kab. Pesisir Selatan Sumatera Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak.

Adapun progres pekerjaan yang telah dilaksanakan hingga hari ini yaitu: pengecoran dasar rumah telah selesai dan siap digunakan pada 22 unit rumah. Kerangka baja ringan untuk tiang rumah juga telah terpasang pada 22 unit rumah. Pemasangan dinding GRC saat ini sedang berlangsung pada 22 unit rumah, bersamaan dengan pengerjaan teras untuk jumlah unit yang sama.

Selain itu, penggalian septic tank telah dilakukan sebanyak 6 lubang. Untuk atap rumah, pemasangan seng telah siap pada 22 unit rumah. Pemasangan tempat duduk WC telah terpasang pada 22 unit rumah, serta pemasangan kerangka baja ringan untuk WC telah terpasang pada 20 unit rumah.

Kenal Pamit Kapolres Bengkulu Utara, Forkopimda Tegaskan Komitmen Sinergi dan Kamtibmas

ARGA MAKMUR – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara bersama Polres Bengkulu Utara menggelar kegiatan Kenal Pamit Kapolres Bengkulu Utara dari AKBP Eko Munarianto, S.I.K., kepada AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., yang berlangsung di Balai Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis malam (15/1/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bengkulu Utara, Ketua DPRD Kabupaten Bengkulu Utara, Dandim 0423 Bengkulu Utara, Kajari Bengkulu Utara, Ketua Pengadilan Negeri Arga Makmur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda Kabupaten Bengkulu Utara, para Kepala OPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Bhayangkari Polres Bengkulu Utara, hingga awak media.

Dalam sambutannya, AKBP Eko Munarianto, S.I.K., didampingi Ny. Dhini Eko Munarianto, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Forkopimda dan tamu undangan atas dukungan serta kerja sama selama dirinya menjabat sebagai Kapolres Bengkulu Utara kurang lebih selama satu tahun. Ia juga memohon pamit dan meminta maaf apabila terdapat kekhilafan dan kekurangan selama menjalankan tugas di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Secara pribadi dan keluarga, kami mohon doa restu atas amanah baru yang kami emban sebagai Wakapolres Cirebon. Semoga jabatan ini menjadi ladang amal ibadah ke depannya,” ujar AKBP Eko Munarianto. Ia pun berharap di bawah kepemimpinan Kapolres Bengkulu Utara yang baru, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga aman dan kondusif.

Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara yang baru, AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., bersama Ketua Cabang Bhayangkari Ny. Wulan Bakti, memperkenalkan diri kepada seluruh unsur Forkopimda dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, AKBP Bakti Kautsar Ali menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan seluruh stakeholder di Kabupaten Bengkulu Utara.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harkamtibmas serta memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. “Hal-hal baik yang telah dilakukan oleh AKBP Eko Munarianto akan kami lanjutkan dan tingkatkan demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Bengkulu Utara,” ujarnya.

Bupati Bengkulu Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada AKBP Eko Munarianto, S.I.K., atas penugasan barunya sebagai Wakapolres Cirebon. Ia juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi selama menjabat Kapolres Bengkulu Utara, khususnya dalam membantu penyelesaian berbagai permasalahan dan konflik di wilayah tersebut.

Kepada Kapolres Bengkulu Utara yang baru, Bupati menyampaikan selamat datang serta harapan agar sinergi dan kolaborasi bersama Forkopimda dan seluruh stakeholder dapat terus diperkuat. Ia menegaskan bahwa Kabupaten Bengkulu Utara sebagai salah satu kabupaten tertua dengan wilayah yang cukup luas memiliki berbagai dinamika yang membutuhkan kekompakan dan kerja sama semua pihak.

Polres Bengkulu Utara Lakukan Pemantauan Lanjutan, Harga dan Pasokan Beras Masih Kondusif

ARGA MAKMUR – Untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi, Polres Bengkulu Utara terus melakukan pemantauan perkembangan harga dan ketersediaan beras di wilayah hukumnya. Hingga pertengahan Januari 2026, hasil pengawasan menunjukkan kondisi harga dan pasokan beras di Kabupaten Bengkulu Utara masih dalam keadaan stabil.

Pemantauan dilakukan oleh Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Bengkulu Utara dengan turun langsung ke lapangan, Selasa (14/1/2026). Sejumlah pedagang di Pasar Purwodadi Arga Makmur serta distributor beras di Kecamatan Arga Makmur menjadi sasaran pengecekan.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Utara, IPDA Derik Dwi Saputra, S.H., menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi kenaikan harga maupun kelangkaan beras di pasaran.

“Berdasarkan hasil pengecekan, harga beras masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pasokan juga tersedia dan distribusi berjalan normal,” jelasnya.
Adapun harga beras yang terpantau di lapangan antara lain beras SPHP berada di kisaran Rp12.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras premium Rp14.900 per kilogram.

Selain memastikan harga tetap wajar, petugas juga menelusuri ketersediaan stok di tingkat distributor guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi.

Dari hasil pengecekan tersebut, stok beras dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.

IPDA Derik menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait serta melakukan pengawasan secara berkala guna mencegah terjadinya penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.

“Polres Bengkulu Utara berkomitmen menjaga stabilitas pangan sebagai bagian dari upaya mendukung perekonomian daerah dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.

Manfaatkan Lumpur Banjir, Kapolda Aceh Serahkan Ribuan Karung Tanam Untuk Masyarakat Aceh Tamiang

Aceh Tamiang — Dari sisa lumpur banjir yang sempat melumpuhkan kehidupan, kini tumbuh secercah harapan bagi masyarakat. Kepedulian itu hadir langsung dari Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M, yang menyerahkan bantuan 20.000 karung tanam serta 500 bungkus bibit pertanian kepada Polres Aceh Tamiang, Selasa (13/1/2026).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan pascabencana.

Yang membedakan bantuan ini, seluruh karung tanam diisi dengan lumpur bekas banjir yang telah dikeringkan dan diolah. Lumpur yang sebelumnya menjadi simbol bencana dan penderitaan, kini dimanfaatkan kembali sebagai media tanam yang produktif.

Langkah ini menjadi wujud nyata pendekatan humanis dan solutif Polri dalam membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.

Kapolda Aceh dalam keterangannya menyampaikan bahwa pemanfaatan lumpur banjir ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan pesan optimisme dan semangat bangkit bagi masyarakat. “Lumpur banjir ini pernah membawa kesedihan bagi masyarakat. Namun hari ini, kita ubah menjadi media tanam yang memberi harapan. Polri ingin hadir tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses membangun kembali kehidupan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah.

Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung masyarakat terdampak bencana melalui langkah-langkah yang bermanfaat, berkelanjutan, dan menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Kami berharap karung tanam dan bibit ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Aceh Tamiang. Semoga dari tanah lumpur ini tumbuh hasil pertanian yang mampu menggerakkan kembali ekonomi keluarga dan memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.

Penyerahan bantuan tersebut juga menjadi simbol gotong royong dan kepedulian sosial, sekaligus mendorong masyarakat untuk kembali produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka.

Dari lumpur yang sempat membawa duka, kini tumbuh benih harapan.
Polri hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menanam masa depan bersama masyarakat.