Kapolda Bengkulu Pimpin Offroad Jelajah Berkah Bhayangkara ke 2 di Batik Nau, Bengkulu Utara : Salurkan Bansos untuk Warga Terpencil

Bengkulu Utara – Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., memimpin langsung kegiatan Offroad Jelajah Berkah Bhayangkara Polda Bengkulu ke – 2 yang digelar di Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat di daerah terpencil sekaligus upaya mendekatkan pelayanan kepolisian kepada warga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, S.E., M.A.P., Karolog Kombes Aprianto Suseno,S.I.K Dirbinmas Kombes Pol Rudi Hartono,S.I.K. M.M., Dansat Brimob Polda Bengkulu Kombes Pol Denny Jamitko, S.I.K., Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur, S.I.K., Kabid Dokkes Polda Bengkulu Kombes Pol dr. Agustini, Sp.PK., M.Kes., Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., Waka Polres Bengkulu Utara Kompol Januri Sutirto, S.H., para pejabat utama Polres Bengkulu Utara, Forkopimda Kabupaten Bengkulu Utara, para kapolsek jajaran, serta masyarakat setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan offroad dari titik kumpul di Desa Ulak Tanding, Kecamatan Batik Nau, menuju wilayah terpencil Desa Air Manganyau. Medan yang dilalui berupa jalan tanah berbukit dan berlumpur tidak menyurutkan semangat rombongan untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit diakses kendaraan roda empat.

Setibanya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial yang dipusatkan di SD Negeri 222 Bengkulu Utara. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat setempat. Adapun bantuan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis oleh tim Dokkes Polda Bengkulu.

Kapolda Bengkulu memberikan bantuan alat kesehatan Kursi Roda dan alat bantu jalan untuk masyarakat yang membutuhkan dan pembagian sembako, Al-Qur’an, sajadah ke mushola yang ada di Desa Air Manganyau serta penyerapan aspirasi masyarakat secara langsung.

Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Offroad Jelajah Berkah Bhayangkara ini tidak hanya bertujuan menyalurkan bantuan sosial, tetapi juga untuk melihat secara langsung kondisi wilayah yang masih minim sarana dan prasarana.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat di daerah terpencil. Selain memberikan bantuan sosial dan layanan kesehatan, kami juga ingin melihat langsung kondisi wilayah agar ke depan dapat menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya,” ujar Kapolda.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP Bakti Kautsar Ali, S.Sos., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat di pelosok daerah.

“Kehadiran pimpinan Polda Bengkulu beserta jajaran di wilayah Batik Nau ini menjadi motivasi bagi kami di Polres Bengkulu Utara untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” ungkap Kapolres.

Selain penyaluran bantuan, rombongan juga meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan dan fasilitas umum di wilayah tersebut. Hasil peninjauan ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah bengkulu utara dalam rangka pembangunan sarana dan prasarana di daerah terpencil.

Kegiatan Offroad Jelajah Berkah Bhayangkara Polda Bengkulu di Kecamatan Batik Nau tersebut berakhir sekitar pukul 11.40 WIB dan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, serta kondusif. Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Polri terhadap masyarakat di daerah mereka.

Kapolda Aceh Tinjau Sumur Bor Bantuan Polri di Aceh Tamiang, Pastikan Masih Berfungsi dan Bermanfaat

Aceh Tamiang – Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, melakukan pengecekan langsung sumur bor bantuan Polri di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumur bor bantuan Polri masih berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pascabencana.

Dalam keterangannya, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa bantuan sumur bor tersebut merupakan program kemanusiaan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disalurkan ke berbagai wilayah di Aceh.

“Hari ini Sabtu 24 Januari 2026 kami mengecek sumur-sumur yang telah diberikan oleh Bapak Kapolri,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda menjelaskan, total bantuan sumur bor yang diberikan Kapolri mencapai 267 titik, lengkap mulai dari proses pembuatan hingga fasilitas pendukung seperti mesin dan toren air.

“Total bantuan sumur bor Bapak Kapolri yaitu sebanyak 267 titik, meliputi pembuatan sampai dengan mesin dan toren,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolda Aceh menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh bantuan benar-benar dapat dimanfaatkan. Jika ditemukan kendala, perbaikan akan segera dilakukan. Kapolda ingin meyakinkan bahwa apabila masih ada bantuan sumur yang belum berfungsi maksimal maka akan perbaiki.

Salah satu lokasi pengecekan dilakukan di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil peninjauan, sumur bor bantuan Polri di rumah sakit tersebut masih berfungsi dengan baik dan terus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, hari ini sumur bor bantuan Polri masih bermanfaat. Semoga bermanfaat bagi Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Tamiang,” ucap Kapolda.

Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Dr Andika Putra SA, menyampaikan bahwa sumur bor bantuan Polri sangat membantu operasional rumah sakit sejak awal pascabencana hingga saat ini.

“Hari ini kami kedatangan kunjungan dari Bapak Kapolda beserta Ibu untuk melihat bantuan sumur bor dari Bapak Kapolri. Alhamdulillah, sumur sudah beroperasi dan kami gunakan untuk kebutuhan operasional rumah sakit sejak awal-awal pasca bencana sampai sekarang ini terus kami gunakan,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat terus memberikan manfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan ini terus bisa memberikan manfaat untuk kegiatan pelayanan di rumah sakit,” katanya.

Dr Andika juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajarannya atas perhatiannya kepada RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang,” pungkasnya.

Datang untuk Mengabdi, Hadir untuk Menyembuhkan: 9 Taruna Akpol dan SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing Perdana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang — Tanpa membuang waktu untuk beristirahat, sesaat setelah tiba di Aceh Tamiang, 9 Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) didampingi Biro Psikologi SSDM Polri langsung turun ke lapangan melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengerahan 169 Taruna Akpol yang bertugas selama satu bulan penuh dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026, untuk melaksanakan pelayanan terpadu pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Trauma healing dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026), dengan sasaran 75 anak-anak tingkat taman kanak-kanak yang terdampak langsung banjir bandang dan tanah longsor. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), permainan edukatif, konseling kelompok kecil, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan semangat anak-anak. Kehadiran Taruna Akpol sebagai pendamping menciptakan suasana hangat, aman, dan penuh keakraban. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, bercerita, serta membangun kembali kepercayaan diri.

Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo, S.Psi., S.I.K., M.T. Yang memimpin kegiatan ini menjelaskan bahwa trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk pertolongan psikologis awal bagi anak-anak pascabencana. Fokus utama kegiatan adalah memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan keceriaan anak-anak agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan sehat. Pendekatan berbasis Psychological First Aid melalui permainan, interaksi sosial, dan komunikasi empatik dinilai efektif membantu anak-anak menurunkan kecemasan serta membangun kembali rasa percaya diri. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran 9 Taruna Akpol sangat membantu proses pendampingan, karena para taruna mampu menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak, sehingga tercipta kedekatan emosional yang mempercepat proses pemulihan.

Kegiatan trauma healing ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol yang dikerahkan ke Aceh Tamiang selama satu bulan penuh. Para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, mulai dari pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan psikososial, guna membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh SSDM Polri bersama 9 Taruna Akpol ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya bagi anak-anak. Selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang dalam berbagai program kemanusiaan, memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan mental dan psikologis masyarakat agar mampu bangkit kembali secara utuh.

Kegiatan trauma healing ini menjadi simbol awal pengabdian panjang Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Selama satu bulan ke depan, para taruna akan terus hadir di tengah masyarakat — bekerja, melayani, dan menguatkan — demi mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana serta menumbuhkan kembali harapan bagi generasi masa depan.