Satgas Ops Damai Cartenz Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Aksi Berbagi di Jalanan Timika

Timika – Personel Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2025 Posko Timika melaksanakan kegiatan sosial berbagi kasih kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mimika, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIT tersebut dilakukan dengan membagikan makanan dan minuman kepada masyarakat di seputaran Jalan Kabupaten Mimika. Sasaran utama kegiatan ini adalah para pekerja jalanan, pengangkut sampah, dan anak-anak yang membutuhkan uluran tangan.

Selain membagikan bantuan, personel juga menyempatkan diri untuk berbincang santai dengan warga sekitar guna mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh personel Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Bripda Annisa Mahardika dan Bripda Alfesa Hafiz Bagaskara.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kepedulian dan bantuan nyata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagi kepedulian dan meringankan beban masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu situasi kondusif di Papua.

“Mari kita jaga bersama situasi damai di Tanah Papua. Percayakan sepenuhnya kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbau Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025 menegaskan bahwa kegiatan berbagi kasih ini akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai wujud nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat di Papua.

Mahasiswa NU Dukung Polri Berantas Narkoba, Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Bernilai Rp29 Triliun

Jakarta – Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polri dalam pemberantasan narkoba, termasuk kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Rabu (29/10).

Ketua BEM PTNU, Ahmad Bahur Rifqi, menilai kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan langkah konkret dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.

“Kami sangat mengapresiasi inisiasi dari Polri. Kegiatan ini sangat bagus dan kami sangat mendukung, karena dengan pemusnahan barang bukti narkoba ini, kita bisa menyelamatkan generasi bangsa untuk masa depan,” ujar Ahmad Bahur Rifqi.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Saya harap kegiatan seperti ini tidak hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi dorongan positif untuk seluruh lembaga di negara ini agar terus mengungkap sindikat-sindikat narkoba,” lanjutnya.

Ahmad Bahur Rifqi menegaskan bahwa mahasiswa Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia siap mendukung langkah Polri dalam mengungkap jaringan kejahatan narkoba demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Kami, BEM PTNU se-Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap Polri dan seluruh jajarannya dalam memberantas kejahatan narkoba,” tegasnya.

Kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, serta wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Pemuda PUI Apresiasi Keberhasilan Polri Berantas Narkoba: Siap Bersinergi Jaga Generasi Bangsa

Jakarta — Ketua Umum Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Raizal Arifin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas keberhasilannya dalam mengungkap dan memusnahkan sebanyak 214 ton narkoba sepanjang periode Oktober 2024 – Oktober 2025.

Dalam pernyataannya, Raizal menegaskan bahwa keberhasilan Polri tersebut merupakan prestasi luar biasa yang patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga masa depan generasi bangsa dari bahaya narkotika.

“Kami dari Pemuda PUI sangat mengapresiasi Polri yang telah berhasil memberantas dan memusnahkan 214 ton narkoba hingga tahun 2025 ini. Kami berharap upaya pemberantasan narkoba terus dimaksimalkan, karena kita paham betul bahwa narkoba dapat merusak generasi bangsa,” ujar Raizal, Sabtu (1/11).

Raizal juga menegaskan kesiapan Pemuda PUI untuk bersinergi dengan Polri dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Ia menyebut, PUI memiliki banyak lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang berperan penting dalam membentengi para pelajar dan mahasiswa dari ancaman narkoba.

“Di bawah naungan PUI terdapat banyak lembaga pendidikan dan perguruan tinggi. Insya Allah, kami akan menjaga seluruh jamaah, siswa, dan pemuda-pemudi Indonesia dari jeratan bahaya narkoba. Karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang tidak boleh dirusak oleh narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut, Raizal menegaskan komitmen PUI untuk terus mendukung Polri dalam memerangi peredaran gelap narkoba dari hulu ke hilir, dengan melibatkan peran aktif masyarakat.

“Kami siap bersinergi dengan Polri dalam memberantas narkoba agar benar-benar dimusnahkan dan segala bentuk penyelundupan bisa diberantas bersama, dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Sebagai penutup, Raizal menyampaikan dukungan penuh kepada Polri agar terus semangat dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba serta menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa.

“Kami mendukung penuh Polri untuk terus bersemangat dalam memberantas narkoba dan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Pemuda PUI juga siap mendukung program-program Polri yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” pungkas Raizal Arifin.

Ketua Umum DPP GRANAT Apresiasi Keberhasilan Polri Ungkap dan Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Jakarta — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) Henry Yosodiningrat memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Polri dalam mengungkap dan memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar pada Rabu 29 Oktober 2025. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan pengorbanan panjang para personel di lapangan.

Henry menegaskan, pengungkapan kasus narkoba tidaklah mudah karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, baik dari sisi operasi maupun taktik penyelidikan.

“Untuk diketahui oleh publik, pengungkapan kasus narkoba itu mempunyai tingkat kesulitan tersendiri. Kalau hari ini kita melihat pemusnahan dalam jumlah besar, itu bukan hasil temuan biasa, melainkan buah dari kerja panjang — pengintaian, penyamaran, bahkan kadang anggota harus menyamar seperti gelandangan dengan segala keterbatasan,” ujar Henry, Sabtu (1/11).

Ia menambahkan, di balik keberhasilan tersebut terdapat tantangan besar yang dihadapi aparat, mengingat sindikat narkoba beroperasi dengan modus yang terus berubah dan sistem yang sangat rapi.

“Yang dihadapi Polri ini adalah sindikat yang sistematis, konsepsional, dan selalu mengubah modus. Karena itu, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polri. Bahkan, saya mengusulkan agar para anggota yang berprestasi di lapangan diberikan penghargaan, misalnya berupa kesempatan pendidikan atau pelatihan khusus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Henry menegaskan komitmen GRANAT untuk terus mendukung langkah Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

“GRANAT sejak awal berdirinya 26 tahun lalu selalu bermitra dengan Polri dan BNN. Kami akan terus memberikan dukungan penuh dan semangat kepada seluruh jajaran yang berjuang di garis depan,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan agar seluruh pihak tetap konsisten dalam pengabdian terhadap bangsa melalui pemberantasan narkoba.

“DPP GRANAT memberikan dukungan tinggi dan dorongan semangat bagi Polri untuk terus memberantas masuk dan peredaran gelap narkoba — sebagai bentuk pengabdian terhadap bangsa tanpa batas,” pungkas Henry Yosodiningrat.

Tutup Tanwir IMM di Malang, Kapolri Ajak Dukung Program Pemerintah

Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan sekaligus menutup acara Tanwir ke-XXXIII IMM di UMM Dome, Malang, Jawa Timur (Jatim), Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, Sigit mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi dalam rangka mendukung program Pemerintah Indonesia.

“Seluruh mahasiswa dan generasi muda bangsa untuk turut berkontribusi dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah,” kata Sigit mengawali sambutannya.

Menurut Sigit, kegiatan ini merupakan bentuk dan wujud nyata dari terciptanya semangat kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, Pemerintah dan seluruh stakeholder.

“Untuk terus saling mendukung saling bekerjasama, gotong royong untuk mendorong program pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi wujudkan Indonesia leboh baik dan tentunya dibutuhkan kerja sama seluruh pihak dan elemen bangsa,” tutur Sigit.

Sigit menjelaskan, Polri dan elemen mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian bangsa, mewujudkan SDM unggul dan kompetitif serta pemberdayaan sektor UMKM.

“Mahasiswa harus turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti perkembangan teknologi, maraknya judi daring, dan peredaran narkoba guna mewujudkan stabilitas kamtibmas,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Karenanya, para mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi sumber daya yang unggul.

“Teruslah menjadi SDM unggul, SDM yang betul-betul siap menjadi aktor-aktor yang akan menjadi pemain utama di Indonesia Emas 2045,” ujar Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menyebut, pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa untuk membangun negeri mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

GMKI Apresiasi Langkah Pemerintah dan Polri Berantas Narkoba

Jakarta – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia dalam pemberantasan narkoba. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI Masa Bakti 2025–2027, Prima Surbakti, usai menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba hasil ungkapan Polri, yang nilainya mencapai Rp29 triliun, Rabu (29/10).

Dalam kegiatan yang turut dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pemerintah menegaskan komitmen kuat dalam memerangi jaringan kartel narkoba dan praktik judi online yang merusak generasi muda bangsa.

“Saya pikir semangat pemerintah hari ini luar biasa dalam hal pemberantasan narkoba. Pak Prabowo juga tadi sampaikan bahwa pemerintah akan fokus melawan kartel-kartel, mafia-mafia narkoba. Ini langkah besar untuk membersihkan hambatan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prima Surbakti.

Prima menegaskan, sebagai bagian dari elemen civil society, GMKI siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah dan Polri melalui gerakan edukatif di kalangan mahasiswa. Ia menyoroti bahwa ancaman narkoba telah merambah ke lingkungan kampus dan mahasiswa, sehingga diperlukan langkah konkret dari seluruh pihak.

“Mahasiswa sudah banyak yang terpapar, baik judi online maupun narkoba. Karena itu, kami akan melakukan sosialisasi kepada seluruh kader GMKI tentang bahaya dan dampak negatif dari kedua hal tersebut terhadap kehidupan pribadi, sosial, dan bangsa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prima menegaskan sikap tegas GMKI terhadap kader yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

“Kami akan bersikap tegas secara organisatoris. Siapa pun kader yang terlibat narkoba akan kami tindak. Ini komitmen kami untuk menjaga integritas organisasi dan mendukung upaya pemerintah,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Prima menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., atas langkah konsisten Polri dalam memerangi peredaran narkoba.

“Kami GMKI mendukung penuh kepolisian dalam memberantas narkoba, serta menegakkan hukum terhadap para kartel dan produsen narkoba yang merusak masa depan bangsa. GMKI akan terus menjadi bagian dari gerakan masyarakat sipil yang mendukung Indonesia bebas narkoba dan judi online,” pungkasnya.

Pimpin Apel Ojol di Jatim, Kapolri Pastikan Komitmen Bermitra Jaga Kamtibmas Kondusif

Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Ojek Online (Ojol) Kamtibmas yang diikuti sebanyak 4.425 orang di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Jumat, 31 Oktober 2025. Hal ini komitmen bersama antara Polri dan para driver daring untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Alhamdulillah baru saja kita melaksanakan kegiatan apel ojol kamtibmas dengan tema Jogo Jatim bersama ojol dan teman Polda Jatim. Tentunya saya berterima kasih khususnya kepada komunitas ojol yang hari ini telah melaksanakan apel sekaligus juga menyampaikan deklarasi ojol kamtibmas,” kata Sigit.

Kegiatan ini, dijelaskan Sigit merupakan bentuk kemitraan atau sinergisitas antara Polri dan seluruh komunitas ojol. Tentunya, juga bersama dengan Pemda, TNI dan stakeholder lainnya.

Sigit juga menyinggung pentingnya peran ojol terkait dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia. Pasalnya, mereka menjadi penghubung antara pelaku usah dengan konsumen.

“Ojol menjadi penghubung antara pelaku ekonomi, pelaku UMKM dengan masyarakat atau konsumen, dan ini tentunya sangat mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Sigit.

Di sisi lain, kata Sigit, ojol juga berada di jalanan setiap hari sehingga mampu melihat banyak hal. Di antaranya apabila terjadi kecelakaan bahkan aksi kriminalitas yang merugikan masyarakat.

Oleh karenanya, Sigit berharap, para ojol jangan ragu untuk melaporkan hal-hal yang terjadi itu kepada Kepolisian. Dengan begitu, nantinya aparat bakal bergerak cepat merespons aduan tersebut.

“Kami Polri tentunya ingin bermitra dan berkontribusi dan saya harapkan teman-teman ojol juga bisa ikut berkontribusi bersama sama menjaga dan menginformasikan apabila ada permasalahan-permasalahan yang tentunya harus direspons cepat oleh Polri,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit memaparkan bahwa, Polri juga telah membangun beberapa gerai yang bisa dimanfaatkan oleh para driver. Misalnya, ada tempat yang bisa dimanfaatkak ojol sebagai bengkel bahkan adapula tempat yang bisa dipakai sebagai tempat istirahat apabila kelelahan saat bekerja.

“Saya harapkan ditindaklanjuti oleh seluruh jajaran khususnya di Jatim untuk tetus dikembangkan kemitraan ini. Sehingga kemudian dan kita bisa sama-sama menjaga dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Karena kita tahu bahwa agar pertumbuhan ekonomi berjalan agar seluruh masyarakat bisa menjalankan usaha dengan baik tentunya dibutuhkan kondisi kamtibmas yang kondusif. Dan tentujya sinergitas dan kemitraan ini akan terus kita kembangkan,” tutup Sigit.

Warga Pendatang di Yahukimo Kembali Jadi Korban Penganiayaan, Diduga Dilakukan Simpatisan KKB

Yahukimo — Kasus kekerasan terhadap warga pendatang kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo. Seorang pria bernama Jako, warga asal Sulawesi Selatan, Suku Selayar, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo di salah satu kios yang berlokasi di Jalan Baliem, Distrik Dekai, pada Kamis (30/10/2025). Sekitar pukul 20.10 WIT korban mengalami luka serius akibat sabetan benda tajam, kemudian korban segera dievakuasi ke IGD RSUD Dekai, Yahukimo untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku diduga datang secara tiba-tiba dan langsung menyerang korban tanpa alasan yang jelas kemudian melarikan diri. Aparat keamanan menduga aksi ini dilakukan oleh simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo dengan tujuan memicu instabilitas keamanan di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo segera melakukan respon cepat di lokasi kejadian dengan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan penyelidikan, serta pengejaran terhadap pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa setiap bentuk kekerasan terhadap warga sipil akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Kami telah menurunkan tim untuk menyelidiki kasus ini dan memastikan pelaku segera tertangkap. Setiap aksi yang mengancam keselamatan masyarakat tidak boleh dibiarkan,” tegas Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat sinergi dengan Polres Yahukimo dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

“Kami meningkatkan patroli dan kegiatan preventif di wilayah Yahukimo. Aparat keamanan akan terus hadir untuk melindungi seluruh masyarakat, baik warga asli Papua maupun pendatang,” ujar Kombes Pol Adarma Sinaga.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi, serta menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat keamanan. Aparat berkomitmen untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan di Tanah Papua.

Kapolri Tekankan Jaga Persatuan-Kesatuan saat Silaturahmi ke Ponpes An-Nur Malang

Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur II Al-Murtadlo Bululawang Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergisitas antara Umara dan Ulama.

“Jadi kalau Umara dan Ulama bersama-sama, tentu kita pastikan negara Indonesia ini akan menjadi maju dan sejahtera,” kata Sigit mengawali sambutannya.

Silaturahmi ini sendiri, kata Sigit juga sekaligus dalam rangka momen memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2025, lalu.

Lebih dalam, Sigit menekankan, dengan semakin menguatnya sinergisitas antara Umara dan Ulama tentunya hal tersebut menjadi kunci untuk menghadapi segala bentuk tantangan zaman yang ada.

“Bergotong-royong untuk bisa menyelesaikan apa yang menjadi tujuan besar mewujudkan tujuan nasional, mewujudkan Indonesia yang makmur, sejahtera dan mencapai cita-cita bersama menuju Indonesia yang kita harapkan Indonesia Emas 2045,” ujar Sigit.

Sigit menegaskan, modal utama untuk mencapai hal tersebut adalah menjaga dan merawat bingkai nilai persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.

“Dan kita bersama mungkin ini yang harus selalu kita ingatkan, harus selalu kita jaga bahwa persatuan dan kesatuan tentunya menjadi modal yang penting,” ucap Sigit.

Menurut Sigit, persatuan dan kesatuan adalah kunci untuk menghadapi ancaman yang datang dari dalam maupun luar negeri.

Di sisi lain, Sigit berharap dengan terjalinnya silaturahmi, para Ulama dan tokoh agama dapat memberikan masukan maupun doa kepada Polri maupun seluruh anggotannya agar dapat dilancarkan dalam melaksanakan tugasnya dimanapun.

“Tentunya harapan kami dengan silaturahmi-silaturahmi dengan pertemuan-pertemuan yang ada ini tentunya kita bisa saling mengisi. Bisa saling mengingatkan dan kami juga tentunya butuh untuk diberikan masukan, nasihat. Sehingga kami semua jajaran institusi Polri terus bisa melaksanakan tugas pokok kami dengan sebaik-baiknya,” tutup Sigit.

Dr. Devie Rahmawati: Setiap Anggota Polri Adalah Humas yang Menjaga Kepercayaan Publik

Jakarta – Di tengah derasnya arus informasi dan banjir konten digital, peran Humas Polri menjadi semakin strategis sebagai garda depan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Devie Rahmawati, Associate Professor Universitas Indonesia, dalam Dialog Kebangsaan Divhumas Polri T.A. 2025 yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-74 Humas Polri, bertempat di STIK-PTIK Lemdiklat Polri Jakarta Selatan, Kamis (30/10/2025).

Dr. Devie menegaskan bahwa dunia komunikasi kini memasuki era Experience Economy dan Attention Economy. Dalam era ini, perhatian publik menjadi aset paling berharga, dan keberhasilan sebuah institusi tidak lagi hanya diukur dari apa yang disampaikan, tetapi dari bagaimana pesan itu dihadirkan dan dirasakan oleh masyarakat.

“Tantangan terbesar Humas Polri saat ini bukan sekadar bagaimana menarik perhatian publik, tetapi bagaimana mempertahankannya agar pesan institusi tidak tenggelam di tengah kebisingan digital,” ujar Dr. Devie. “Setiap anggota Polri sejatinya adalah humas. Polisi bukan berdiri untuk masyarakat, tetapi adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”

Menurut Dr. Devie, komunikasi publik Polri perlu dibangun di atas empat elemen utama: hiburan (entertainment), pendidikan (educational), estetika (aesthetic), dan keaslian (authentic). Ia menekankan, hiburan dalam konteks komunikasi bukan berarti sekadar menyenangkan, melainkan menenangkan dan menuntun pada kebenaran. Estetika mencerminkan profesionalisme dan kenyamanan pelayanan, sedangkan keaslian menunjukkan ketulusan serta karakter sejati institusi Polri.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa fenomena “lost in the scroll” yang diungkap Forbes menjadi tantangan nyata bagi lembaga seperti Humas Polri. Di tengah derasnya arus konten media sosial, perhatian publik sangat mudah teralihkan. Karena itu, komunikasi Polri perlu disajikan secara menarik, ringkas, dan relevan agar pesan penting tidak hilang di tengah kebisingan digital.

“Pesan apa pun, termasuk dari Polri, jika tidak disampaikan dengan cara yang sesuai dengan pola konsumsi digital masyarakat, akan mudah terlewatkan,” jelasnya. “Judul yang kuat, kalimat pembuka yang menarik, serta visual yang bermakna menjadi kunci agar pesan Polri dapat diterima dengan baik.”

Dr. Devie juga menegaskan bahwa membangun citra positif Polri tidak dapat dilakukan hanya melalui strategi komunikasi formal, tetapi melalui praktik komunikasi yang hidup dalam keseharian anggota di lapangan. Masyarakat menilai kinerja Polri bukan hanya dari keberhasilan penegakan hukum, tetapi juga dari cara setiap anggota berbicara, bersikap, dan berinteraksi.

“Komunikasi bukan pekerjaan tambahan, tetapi bagian dari tugas inti Polri,” tegasnya. “Kepercayaan publik tidak dimulai dari seragam, pangkat, atau jabatan—melainkan dari tutur kata dan empati dalam berinteraksi.”

Sebagai penutup, Dr. Devie mengingatkan bahwa di era digital, komunikasi bukan lagi tentang siapa yang paling sering berbicara, melainkan siapa yang paling tulus dan autentik dalam menyampaikan pesan.

“Dunia tidak kekurangan informasi, melainkan kekurangan makna,” ujarnya. “Setiap pesan Humas Polri harus membawa nilai, kejujuran, dan empati. Karena pada akhirnya, Polri tidak hanya bekerja untuk masyarakat — Polri adalah bagian dari masyarakat itu sendiri.”