KP Wisanggeni-8005 Angkut Bantuan Kemanusiaan dari Sabang ke Pelabuhan Malahayati

Sabang – Kapal Polisi (KP) Wisanggeni-8005 milik Polairud Polri hari ini, Rabu (3/12/2025) pukul 07.00 WIB, resmi bertolak dari Dermaga CT-1 Pelabuhan BPKS Kota Sabang membawa personel serta bantuan kemanusiaan untuk korban bencana. Keberangkatan kapal dipimpin langsung oleh personel Polairud dan dilepas oleh Kapolres Sabang.

KP Wisanggeni-8005 dijadwalkan tiba di Pelabuhan Malahayati pada pukul 09.30 WIB, sebelum menyalurkan seluruh bantuan ke posko penanganan bencana di wilayah terdampak.

Bantuan yang diangkut merupakan hasil donasi masyarakat Kota Sabang yang dikumpulkan melalui Posko Peduli Bencana Polres Sabang. Total bantuan yang diberangkatkan antara lain:

  • Pakaian bekas layak pakai: 8 ton
  • Pampers: 500 kg
  • Sembako: 2 ton
  • Air mineral: 2 ton
  • Obat-obatan: 2 dus
  • Beras: 2 ton
  • Marker: 3 dus besar

Secara total, bantuan ini mencerminkan tingginya solidaritas masyarakat Sabang dalam mendukung korban bencana di wilayah Aceh.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengapresiasi langkah cepat jajaran Polri bersama masyarakat dalam pengiriman bantuan tersebut.

“Kami sangat menghargai kepedulian masyarakat Sabang dan sinergi jajaran Polri dalam memastikan bantuan kemanusiaan bisa segera sampai ke wilayah terdampak. KP Wisanggeni-8005 membawa logistik penting yang sangat dibutuhkan para penyintas,” ujarnya.

Brigjen Trunoyudo menegaskan bahwa Polri akan terus memastikan seluruh jalur distribusi bantuan berjalan aman dan lancar.

“Polri tetap siaga mengawal proses distribusi bantuan agar tepat sasaran, sekaligus mendukung percepatan pemulihan di wilayah bencana,” jelasnya.

Dengan adanya pengiriman ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi dan penanganan bencana dapat berjalan lebih optimal.

Polres Tapanuli Selatan Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Bencana Alam di Kelurahan Reniate

Tapanuli Selatan – Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi nyata. Pada Selasa, 02 Desember 2025, Polres Tapanuli Selatan melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan sosial kepada warga yang terdampak bencana alam di Kelurahan Reniate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai dengan suasana penuh kehangatan dan harapan bagi para penyintas.

Sejumlah pejabat utama Polres Tapsel turut hadir mendampingi proses penyaluran bantuan, antara lain Kasat Reskrim AKP Hardiyanto, S.H., Kasat Narkoba AKP Ivan Roberth Sitompul, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Oloan Lubis, Bhabinkamtibmas Brigadir Wendi Pramono, S.H., serta personel Polres Tapsel dan Lurah Reniate, Rahma Siregar.

Sekira pukul 12.30 WIB, perwakilan tiga kasat jajaran Polres Tapsel berangkat membawa bantuan sosial dari Posko Aman Nusa II Polres Tapsel menuju Kelurahan Reniate. Bantuan ini merupakan bentuk respons cepat atas musibah bencana alam yang menimpa masyarakat setempat.

Pada pukul 14.30 WIB, rombongan tiba di Posko Kelurahan Reniate. Warga dan perangkat kelurahan menyambut kedatangan mereka dengan penuh rasa syukur. Kebahagiaan warga tampak jelas saat bantuan kemanusiaan mulai diturunkan dan dipindahkan bersama-sama menuju Kantor Lurah.

Tokoh masyarakat setempat, Bapak Tompul, menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Polres Tapsel.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Tapanuli Selatan dan jajaran atas bantuan ini. Di tengah musibah yang kami alami, perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami,” ujar pak Tompul.

Setelah seluruh bantuan dipindahkan, Kasat Intelkam memberikan arahan agar perangkat kelurahan menyalurkan bantuan dengan amanah dan tepat sasaran.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi masa sulit.

“Kami di Polres Tapanuli Selatan akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Bencana alam ini meninggalkan duka bagi banyak keluarga, dan kehadiran kami bersama bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab moral serta komitmen Polri untuk meringankan beban warga,” tegas Kapolres.

Beliau juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan dengan baik.

“Kami memastikan bantuan ini tepat sasaran dan diterima mereka yang paling membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat sedikit mengurangi kesedihan dan memberikan kekuatan bagi masyarakat untuk bangkit kembali,” tambahnya.

Komisi III: Reformasi Polri Harus Kultural, Bukan Struktural

Jakarta – Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengatakan bahwa reformasi terhadap Polri harus dilakukan secara kultural, bukan struktural. Dia menilai pengaruh terbesar yang mencederai institusi Korps Bhayangkara itu adalah para anggotanya, bukan karena kedudukan lembaga atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan struktur.

“Bukan persoalan struktural, polisi di bawah siapa, kemudian pengangkatan Kapolri oleh siapa, dengan persetujuan siapa, bukan itu. Tapi pengendalian,” kata Habiburokhman saat Rapat Panitia Kerja (Panja) Reformasi Aparat Penegak Hukum di Kompleks Parlemen, seperti dikutip dari Antara,Selasa, 2 Desember 2025.
 
Dia mengungkapkan bahwa Komisi III DPRsudah beberapa kali membongkar polemik penegakan kasus yang berkaitan dengan perilaku anggota kepolisian. Contohnya, kata dia, kasus meninggalnya tahanan Polres Palu yang semula disebut bunuh diri, ternyata ada penganiayaan yang dilakukan oleh polisi di sana, yang kemudian dipecat.

Lalu ada juga kasus Ronald Tannur yang tak hanya melibatkan polisi, tetapi melibatkan aparat penegak hukum lainnya, bahkan pengadilan. Terbaru, kata dia, ada kasus pemilik toko roti yang menganiaya karyawannya di Jakarta Timur, tetapi tak kunjung ditangkap oleh polisi.

Untuk persoalan struktural, menurut Habiburokhman, kedudukan Polri di bawah langsung Presiden sudah tepat. Selain itu, dia mengatakan bahwa ketentuan itu merupakan Ketetapan (TAP) MPR RI Tahun 2000.

Di sisi lain, dia pun menilai pengangkatan Kapolri oleh Presiden atas persetujuan DPR merupakan aturan yang sudah tepat. Menurut Habiburokhman, ketentuan itu merupakan amanat reformasi supaya ada pemisahan kekuasaan.

“Saat itu kita ingin benar-benar mempraktikkan, mengimplementasikan pemisahan kekuasaan, sebagaimana teori trias politica-nya Montesquieu, eksekutif, legislatif, yudikatif,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman Tegaskan Polri di Bawah Presiden: Saya Orangnya Prabowo

Jakarta – Panja reformasi kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan menggelar rapat perdana dengan para ahli untuk meminta masukan. Dalam rapat itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan bahwa Polri tetap berada di bawah langsung Presiden Prabowo Subianto.

Habiburokhman memberikan penegasan itu sekaligus membantah isu Polri tidak lagi berada di bawah Presiden jika Prabowo menjabat. Isu liar itu berembus pada masa kampanye Pilpres 2024.

“Ini kalau, saya sebagai orangnya Pak Prabowo ya, orangnya Presiden, ditegaskan kembali ketika Pak Prabowo kemarin mau kampanye ya. Waktu itu ada isu, kalau Pak Prabowo jadi presiden, maka Polri tidak di bawah presiden langsung. Dibantah dengan tegas,” kata Habiburokhman di Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Aturan Polri berada di bawah presiden sudah diatur dalam Tap MPR Tahun 2000. Ia menegaskan Prabowo memegang amanat reformasi tersebut.

“Jadi komitmen itu saya pikir tegas disampaikan Pak Prabowo ya dan memang sesuai dengan amanat reformasi,” ujar Habiburokhman.

“Tap MPR yang disebutkan tadi, tahun 2000 ya. Yang pertama, Pasal 7 ayat 2 yang mengatur bahwa polisi di bawah presiden. Itu menurut saya sangat strict karena itu evaluasi dari praktik sebelumnya ketika kepolisian tidak berada di bawah langsung presiden,” tambahnya.

Tim K9 Ditpolsatwa Baharkam Polri Bantu Pencarian Korban Bencana di Bantaran Sungai Huta Raja

Batang Toru, Sumut — Satuan K9 Unit SAR Ditpolsatwa Korps Sabhara Baharkam Polri kembali dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban bencana alam di wilayah Polda Sumatera Utara. Pada Selasa, 2 Desember 2025, tim tiba dan langsung melakukan penyisiran di bantaran Sungai Desa Huta Raja, Kabupaten Batang Toru.

Dalam operasi ini, Polri menerjunkan 10 personel serta 4 anjing pelacak K9 dengan spesialisasi cadaver atau pencarian jenazah. Kegiatan dipimpin oleh Kompol Kadarman selaku Pawas, bersama Iptu Erasmus sebagai Katim K9, serta para handler dan personel pendukung lainnya. Empat satwa K9 — Walet, Ari, Rubin, dan Dasa — difungsikan untuk menelusuri area yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun material dan hanyut oleh arus sungai.

Kendaraan operasional yang digunakan meliputi 1 truk Samapta Polda Sumut serta 3 Ransus Navara K9 guna mendukung mobilitas tim di medan sulit.

Upaya pencarian dilakukan bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Polri, warga, dan unsur terkait. Melalui sejumlah penyisiran di titik-titik rawan, K9 berhasil memberikan petunjuk penting.

Hasilnya, tim menemukan 1 titik yang terindikasi kuat sebagai lokasi keberadaan korban. Setelah dilakukan penggalian oleh warga di sekitar bantaran sungai, ditemukan seorang korban perempuan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Identitas korban belum dapat dikenali karena kondisi tubuh yang rusak akibat terbawa arus. Proses evakuasi lanjutan dan identifikasi direncanakan dilaksanakan pada hari berikutnya.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menyampaikan apresiasi atas kerja cepat tim di lapangan.

“Polri melalui Unit SAR K9 Ditpolsatwa Baharkam terus mengerahkan kemampuan terbaik dalam membantu pencarian korban bencana. Kehadiran K9 sangat membantu menemukan titik-titik penting yang sulit dijangkau secara manual. Kami berkomitmen mendukung penuh seluruh upaya kemanusiaan hingga proses pencarian dinyatakan selesai,” ujar Kombes Pol Erdi.

Ia menambahkan bahwa koordinasi antara Polri, masyarakat, dan tim SAR gabungan berjalan baik, sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara cepat dan aman.

Operasi pencarian di Desa Huta Raja masih akan berlanjut untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan.

Bantuan Tahap II, Polda Riau Berangkatkan Tim Trauma Healing, Logistik dan Alat Berat ke Agam Sumatera Barat

Pekanbaru – Polda Riau kembali menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dengan memberangkatkan tim trauma healing serta bantuan kemanusiaan tahap kedua ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Keberangkatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Riau, Kombes Ino H, pada Rabu, (3/12/2025) pagi.

Dalam keterangannya, Kombes Ino menjelaskan bahwa keberangkatan personel dan tim relawan kali ini difokuskan untuk membantu percepatan pemulihan psikologis para korban, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami trauma pascabencana banjir bandang dan longsor.

“Pagi ini kita melaksanakan pemberangkatan sekaligus pelepasan tim trauma healing Polda Riau yang berkolaborasi dengan mahasiswa HIMPSI Riau. Mereka akan menuju ke Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, salah satu wilayah dengan jumlah korban terbanyak,” jelas Kombes Ino.

Sebelumnya, Polda Riau telah mengirimkan 290 personel yang bekerja sama dengan masyarakat dan aparat setempat untuk membantu evakuasi, membuka akses terisolir, serta menyalurkan bantuan sosial. Polda Riau juga terus berkoordinasi intens dengan Polda Sumatera Barat guna memastikan seluruh bantuan tepat sasaran.

“Tujuan utama kehadiran polisi adalah kemanusiaan hadir untuk masyarakat, membantu mereka yang sedang tertimpa musibah. Saat ini kita melihat tiga provinsi terdampak bencana besar, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” jelas Ino.

Polda Riau menilai kebutuhan masyarakat tak hanya sebatas bantuan logistik, tetapi juga pemulihan psikososial.

“Korban mengalami ketakutan, kecemasan, kesedihan, bahkan ancaman psikologis lainnya. Karena itu, tim trauma healing ini sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan mengembalikan senyum anak-anak maupun para lansia,” tambahnya.

Total 42 personel tim trauma healing diberangkatkan dalam misi ini, dengan fokus penanganan di wilayah Agam yang mencatat korban terbanyak.

Selain tim trauma healing, Polda Riau juga memberangkatkan bantuan sosial tahap kedua, meliputi, paket sembako dan kebutuhan pokok, mobil tangki air untuk desa yang masih kesulitan air bersih, Peralatan dapur umum lapangan, satu unit alat berat dozer untuk membuka akses desa yang terisolir, dan satu kontainer pendingin jenazah, untuk membantu penyimpanan jenazah korban yang belum teridentifikasi.

“Kontainer pendingin ini penting, karena banyak jenazah yang ditemukan namun belum teridentifikasi dan belum ada pihak keluarga yang datang. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu proses identifikasi oleh tim DVI,” tutur Kombes Ino.

Kombes Ino menegaskan bahwa seluruh kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kerja nyata Polda Riau bersama seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa HIMPSI Riau yang ikut terlibat. Ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang berduka,” tutupnya.

DVI Polda Sumbar Percepat Identifikasi Korban Bencana: 161 Jenazah Terverifikasi, 25 Masih Menunggu Kecocokan DNA

Sumbar – Proses identifikasi korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat terus dikebut oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumbar.

Dalam konferensi pers yang digelar di Aula RS Bhayangkara Tingkat III Padang, Selasa (2/12/2025), Polda Sumbar menyampaikan perkembangan terbaru penanganan korban bencana kepada publik.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kabid Humas Polda Sumbar yang diwakili Ps. Kasubbid Penmas Kompol Omri Yan Sahureka, Kabid Dokkes Polda Sumbar AKBP dr. Faizal, serta Karumkit Bhayangkara TK III Padang Kompol dr. Hari Andromeda, Sp.J. Selain unsur kepolisian, kegiatan ini juga dihadiri oleh para awak media dan jurnalis dari berbagai platform sebagai bentuk keterbukaan informasi Polda Sumbar kepada masyarakat.

AKBP dr. Faizal dalam pemaparannya menyebutkan bahwa hingga hari ini tercatat 193 korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Barat.

“Dari jumlah tersebut, 161 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sementara 32 lainnya masih dalam proses, termasuk 25 jenazah yang saat ini berada di RS Bhayangkara Padang,” jelasnya.

Ia merinci, dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga. Sementara 25 jenazah lainnya masih berstatus tidak dikenal karena belum ada kecocokan dengan data antemortem.

Karumkit Bhayangkara TK III Padang, Kompol dr. Hari Andromeda, Sp.J, menekankan bahwa proses identifikasi sangat bergantung pada kelengkapan data pembanding dari keluarga korban.

“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang ke posko antemortem di RS Bhayangkara Padang. Semakin cepat data pembanding masuk, semakin cepat pula identifikasi dapat kami selesaikan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar jenazah yang sulit teridentifikasi adalah anak-anak. Banyak dari mereka diduga kehilangan orang tua atau kerabat dekat yang seharusnya melapor, sehingga belum ada data antemortem yang masuk.

Untuk mendukung kelancaran proses identifikasi, RS Bhayangkara kini menerima tambahan satu unit mobil cold storage dari Dinas Pertanian Sumbar. Fasilitas ini membantu menjaga kondisi jenazah selama proses forensik berlangsung.

Ps. Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumbar, Kompol Omri Yan Sahureka, menegaskan bahwa Polda Sumbar akan bekerja maksimal hingga seluruh korban bencana berhasil diidentifikasi.

“Polda Sumbar mengajak masyarakat yang kehilangan keluarga untuk segera memberikan data antemortem ke RS Bhayangkara atau posko DVI terdekat. Data pembanding sangat penting agar proses identifikasi dapat segera dipercepat,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan konferensi pers bersama awak media merupakan bentuk komitmen Polda Sumbar terhadap transparansi dan keterbukaan informasi, agar masyarakat mendapatkan perkembangan resmi dan akurat terkait penanganan korban bencana.

Polda Sumbar berharap kerja sama dari masyarakat dapat mempercepat seluruh proses identifikasi, sehingga jenazah korban dapat segera diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan dengan layak.

Polda Aceh dan Bapanas Inspeksi Pangan untuk Antisipasi Penimbunan dan Kenaikan Harga Pascabanjir

Banda Aceh — Ditreskrimsus Polda Aceh bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dinas Pangan Aceh melaksanakan inspeksi pangan di tujuh kabupaten/kota untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga, serta mencegah penimbunan bahan pokok pascabencana banjir.

Inspeksi yang dilakukan mulai Minggu, 30 November 2025, itu berlokasi di Kota Banda Aceh, Sabang, Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, dan Kabupaten Aceh Barat. Wilayah tersebut menjadi target inspeksi untuk memastikan para pedagang tidak melakukan penyimpangan seperti penimbunan pangan atau menaikkan harga di luar batas kewajaran.

“Polda Aceh, Bapanas, Dinas Pangan Aceh, dan instansi terkait lainnya melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada pedagang yang menjual bahan pokok di atas harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah. Di sinilah peran kita mengawal, agar harga beli masyarakat tidak melampaui ketentuan,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol. Zulhir Destrian, Selasa, 2 Desember 2025.

Zulhir juga menyampaikan bahwa Satgas Pangan akan terus dioptimalkan. Polda telah menugaskan Kasat Reskrim serta Kanit Tipiter pada setiap kabupaten dan kota untuk mengawasi jalannya distribusi pangan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.

“Pengawasan kita lakukan terhadap berbagai bahan pangan penting seperti beras, telur, daging, dan cabai untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak wajar,” tegasnya.

Ia berharap inspeksi ini dapat membuat masyarakat merasa tenang karena pemerintah dan aparat terus bekerja menjaga ketahanan serta stabilitas harga pangan di seluruh wilayah Aceh.

Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 Salurkan Bantuan Besar untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Tamiang

North Rafflesia – Batalyon Dhira Brata Alumni Akpol 1990 yang diwakili Brigadir Jenderal Polisi Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum. (Kepala Pusat Inafis Bareskrim Polri), bersama Brigjen Pol (Purn) Purwoko Y., Brigjen Pol (Purn) Fajarudin, dan Kombes Pol Ponadi, menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang yang saat ini terdampak parah banjir bandang dan longsor.

Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah paling parah terdampak bencana. Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dan Kapolres Aceh Tamiang AKBP Muliadi melaporkan bahwa 90 persen wilayah setempat terendam banjir, menyebabkan aktivitas sosial serta ekonomi lumpuh total. Bahkan kantor pemerintahan, Kodim, hingga Polres pun ikut terdampak. Banyak daerah masih terisolir dan sebagian warga belum menerima bantuan.

Bantuan dari Batalyon Dhira Brata Akpol ’90 diserahkan kepada Perwakilan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, yakni Kadis Sosial Safii, anggota DPRD Saiful Bahri, dan tokoh masyarakat Popon. Penyerahan dilakukan di atas Kapal KN Berhala milik Navigasi Ditjen Perhubungan Laut.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:

A. Bantuan Pembelian
1. Beras @5 kg dan @10 kg dengan total ± 32 ton
2. Mie instan ± 1.100 kardus
3. Minyak makan 310 dus kemasan 1 liter (12 botol/dus)
4. Tambahan mie instan 200 dus
5. Air mineral 300 dus

B. Bantuan dari Warga Aceh Tamiang di Medan
1. Popok anak
2. Air mineral ± 30 dus
3. Kue roti Unibis 5 kardus
4. Biskuit 30 kardus
5. Minyak makan 50 kardus

Pengangkutan seluruh bantuan tersebut dilakukan bersamaan dengan bantuan dari berbagai instansi di wilayah Medan, dan langsung ditinjau oleh Menteri Perhubungan serta para Dirjen di lingkungan Kementerian Perhubungan. Secara khusus, Menteri Perhubungan memberikan apresiasi kepada Alumni Akpol 1990, karena bantuan yang diinisiasi oleh Wakapolri selaku Ketua Umum Alumni Akpol ’90 ini menjadi salah satu yang terbesar jumlahnya di antara seluruh bantuan yang diberangkatkan hari ini.

Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 menegaskan komitmennya untuk terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan, serta memastikan bantuan menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolir akibat bencana besar di Aceh Tamiang.

Personel Satgas Ops Damai Cartenz Sektor Intan Jaya Laksanakan Pengobatan dan Bagikan Susu untuk Anak-Anak Papua

Intan Jaya — Di sela-sela pelaksanaan tugas pengamanan wilayah, seorang personel Satgas Operasi Damai Cartenz menyempatkan diri memberikan pengobatan ringan serta membagikan susu protein kepada anak-anak di Intan Jaya, Selasa (2/12/2025).

Personel tersebut, Bripda Muhammad Raihan Ikbar Ibatullah, terlihat melayani anak-anak dengan penuh kehangatan. Kedatangannya disambut antusias, terutama ketika ia membantu memeriksa kondisi kesehatan ringan dan memberikan susu yang bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Kehadirannya membawa suasana akrab dan membuat anak-anak merasa diperhatikan oleh aparat yang bertugas menjaga keamanan di wilayah tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan dan perkembangan generasi muda Papua menjadi bagian dari pendekatan humanis yang terus dikedepankan.

“Kami percaya bahwa kesehatan anak-anak adalah prioritas penting, karena generasi muda Papua merupakan fondasi masa depan Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, memberikan apresiasi atas inisiatif personel di lapangan yang terus menunjukkan kepedulian sosial dalam interaksi mereka bersama masyarakat.

“Pendekatan seperti ini menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan masyarakat. Ini merupakan strategi berkelanjutan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan sosial di wilayah Papua,” ungkapnya.

Momen sederhana tersebut menunjukkan bahwa Operasi Damai Cartenz tidak hanya berfokus pada aspek keamanan semata, tetapi juga turut berperan aktif dalam membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Papua, demi masa depan yang lebih baik dan sejahtera.