Polri Salurkan Puluhan Ribu Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Alam di Sumatera Barat

Sumatra Barat – Upaya penanganan bencana alam di wilayah Sumatera Barat terus dipercepat. Hingga Jumat, (5/12 2025), Polda Sumatera Barat melaporkan telah mengerahkan 52 personel untuk melakukan pendistribusian bantuan ke sejumlah daerah terdampak.

Total bantuan yang dihimpun mencapai:

  • 356 unit peralatan penyelamatan, dan
  • 72.377 paket bahan makanan.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke kabupaten/kota prioritas yang terdampak bencana, meliputi:

  1. Kota Padang

Total: 18.946 bantuan

  • Peralatan: 167
  • Bahan makanan: 18.779
  1. Kota Padang Panjang / Kabupaten Tanah Datar

Total: 4.170 bantuan

  • Peralatan: 33
  • Bahan makanan: 4.137
  1. Kabupaten Agam

Total: 13.636 bantuan

  • Peralatan: 36
  • Bahan makanan: 13.600
  1. Kota Solok / Kabupaten Solok

Total: 1.762 bantuan

  • Peralatan: 4
  • Bahan makanan: 1.758
  1. Kabupaten Padang Pariaman

Total: 1.369 bantuan

  • Peralatan: 37
  • Bahan makanan: 1.332

Jenis bantuan yang telah disebar mencakup peralatan evakuasi seperti pelampung, perahu karet, chain saw, solar panel, genset, tenda pengungsi, hingga lampu emergency. Sementara bantuan kebutuhan dasar terdiri dari beras, gula, kopi, teh, makanan bayi, mie instan, minyak goreng, air mineral, susu berbagai jenis, hingga telur dan makanan siap saji.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan cepat dan merata.

“Polri terus bekerja di lapangan untuk memastikan setiap bantuan yang diterima bisa sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Respons cepat ini kami lakukan agar warga terdampak bencana dapat segera terbantu,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat hingga situasi benar-benar pulih.

“Kami memonitor seluruh titik terdampak. Polri siap menambah personel maupun bantuan tambahan kapan pun diperlukan. Prinsipnya, keselamatan dan kebutuhan masyarakat adalah prioritas kami,” tambah Brigjen Trunoyudo.

Upaya pendistribusian yang dilakukan Polda Sumbar ini diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat dan membantu meringankan beban masyarakat di wilayah bencana.

Polri Salurkan Puluhan Ribu Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Alam di Sumatera Barat

Sumatra Barat – Upaya penanganan bencana alam di wilayah Sumatera Barat terus dipercepat. Hingga Jumat, (5/12 2025), Polda Sumatera Barat melaporkan telah mengerahkan 52 personel untuk melakukan pendistribusian bantuan ke sejumlah daerah terdampak.

Total bantuan yang dihimpun mencapai:

  • 356 unit peralatan penyelamatan, dan
  • 72.377 paket bahan makanan.

Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap ke kabupaten/kota prioritas yang terdampak bencana, meliputi:

  1. Kota Padang

Total: 18.946 bantuan

  • Peralatan: 167
  • Bahan makanan: 18.779
  1. Kota Padang Panjang / Kabupaten Tanah Datar

Total: 4.170 bantuan

  • Peralatan: 33
  • Bahan makanan: 4.137
  1. Kabupaten Agam

Total: 13.636 bantuan

  • Peralatan: 36
  • Bahan makanan: 13.600
  1. Kota Solok / Kabupaten Solok

Total: 1.762 bantuan

  • Peralatan: 4
  • Bahan makanan: 1.758
  1. Kabupaten Padang Pariaman

Total: 1.369 bantuan

  • Peralatan: 37
  • Bahan makanan: 1.332

Jenis bantuan yang telah disebar mencakup peralatan evakuasi seperti pelampung, perahu karet, chain saw, solar panel, genset, tenda pengungsi, hingga lampu emergency. Sementara bantuan kebutuhan dasar terdiri dari beras, gula, kopi, teh, makanan bayi, mie instan, minyak goreng, air mineral, susu berbagai jenis, hingga telur dan makanan siap saji.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri memastikan distribusi kebutuhan masyarakat berjalan cepat dan merata.

“Polri terus bekerja di lapangan untuk memastikan setiap bantuan yang diterima bisa sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Respons cepat ini kami lakukan agar warga terdampak bencana dapat segera terbantu,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen Polri untuk terus berada di tengah masyarakat hingga situasi benar-benar pulih.

“Kami memonitor seluruh titik terdampak. Polri siap menambah personel maupun bantuan tambahan kapan pun diperlukan. Prinsipnya, keselamatan dan kebutuhan masyarakat adalah prioritas kami,” tambah Brigjen Trunoyudo.

Upaya pendistribusian yang dilakukan Polda Sumbar ini diharapkan dapat mempercepat penanganan darurat dan membantu meringankan beban masyarakat di wilayah bencana.

Helikopter AW169 Polri Distribusikan 348 Kg Logistik Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

ACEH – Upaya bantuan kemanusiaan terus dilakukan Polri untuk mendukung penanganan korban bencana di wilayah Aceh Tamiang. Pada Jumat, 5 Desember 2025, satu unit helikopter AW169 (P-3303) diterbangkan dalam misi Dukungan Kemanusiaan, membawa total 348 kilogram logistik penting untuk masyarakat terdampak.

Penerbangan yang dilaksanakan melalui rute Polda Aceh – SIM – Aceh Tamiang – KNO – SIM itu merupakan bagian dari tugas BKO Polda Kalteng / Backup Polda Aceh. Lokasi dropping logistic dilakukan di Islamic Center, Kabupaten Aceh Tamiang.

Adapun jenis logistik yang dibawa meliputi:

  • Alkom 5 koli (135 kg)
  • Air mineral 3 galon (60 kg)
  • Mesin air 2 koli (12 kg)
  • Inventaris Dansat 1 koli (17 kg)
  • Obat-obatan 4 koli (51 kg)
  • Rak galon 1 koli (4 kg)
  • Komputer & berkas SDM 1 koli (15 kg)
  • Biskuit 9 koli (54 kg)

Penerbangan dipimpin oleh AKP Sya’ban, dibantu Iptu Rexy Subroto, Aipda Rudi Nurmaludin, dan Aipda Rian Prabowo sebagai kru. Turut serta pula tiga personel sebagai PAX, yaitu anggota Divhumas, anggota Bagkes Brimob, dan anggota TIK Polda.

Helikopter mulai Start Engine pukul 08.20 WIB dan Take Off pukul 08.30 WIB dari Bandara Sultan Iskandar Muda menuju Kabupaten Aceh Tamiang untuk proses pengiriman logistik.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa Polri akan terus memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Pengiriman logistik melalui jalur udara ini menjadi langkah cepat Polri untuk memastikan kebutuhan warga terdampak bencana segera terpenuhi. Kami hadir untuk membantu masyarakat dengan segala kemampuan yang kami miliki,” ujarnya.

Brigjen Trunoyudo juga menegaskan bahwa Polri akan terus memonitor perkembangan situasi di Aceh Tamiang dan menambah dukungan bila dibutuhkan.

“Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan. Bila diperlukan tambahan bantuan, baik personel maupun logistik, Polri siap mengirimkan,” tambahnya.

Misi kemanusiaan ini diharapkan dapat membantu mempercepat pemulihan masyarakat Aceh Tamiang serta memastikan distribusi bantuan berlangsung aman dan lancar.

Polda Sumut Kembali Kirim 5 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Tapteng dan Sibolga

MEDAN – Polda Sumatera Utara kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kota Sibolga, Kamis (4/12/2025). Penyaluran dilakukan melalui Posko Logistik “Polri untuk Masyarakat” di Gudang Pamobvit Polda Sumut.

Kegiatan pendistribusian yang berlangsung mulai pukul 22.00 WIB itu dipimpin Direktur Pamobvit Polda Sumut, Kombes Pol Parhorian Lumban Gaol, S.H., S.I.K., M.Han., didampingi Dirkrimum, Dirnarkoba, Wadir Lantas serta Wadir Narkoba Polda Sumut. Pada pukul 22.45 WIB, secara simbolis dilepas keberangkatan lima truk besar yang memuat kebutuhan logistik untuk warga terdampak bencana.

Adapun setiap truk membawa bantuan berupa 400 karung beras, 100 pcs Aqua Viva, 150 dus air mineral, 300 kotak mi instan, 20 kotak biskuit, delapan kotak sarden, dua kotak popok bayi, 50 lembar tikar, serta 10 unit kasur single. Seluruh bantuan tersebut diprioritaskan untuk warga yang terdampak langsung dan berada di titik pengungsian.

Direktur Pamobvit Polda Sumut, Kombes Pol Parhorian Lumban Gaol menyampaikan bahwa pendistribusian logistik ini merupakan komitmen Polda Sumut dalam menjamin pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.

“Hari ini, Kamis 4 Desember 2025 pukul 22.00, kami dari Polda Sumatera Utara kembali mengirimkan bantuan kepada masyarakat kita yang terdampak bencana alam, terutama di wilayah Kabupaten Tapteng dan Sibolga,” ujar Kombes Pol Parhorian.

Beliau menambahkan bahwa bantuan ini dikirim dalam jumlah besar dan berisi kebutuhan pokok serta perlengkapan harian yang paling dibutuhkan korban terdampak.

“Bantuan ini sebanyak lima truk yang berisi bahan makanan, peralatan mandi, hingga perlengkapan untuk beristirahat. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” katanya.

Selain itu, ia mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang turut menyalurkan bantuan melalui Polda Sumut.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mempercayakan penyaluran bantuan ini. Semoga distribusi berjalan lancar dan semuanya tiba di tujuan tanpa kendala,” tegasnya.

Keberangkatan truk bantuan dilakukan malam hari untuk mempercepat proses distribusi, mengingat beberapa titik lokasi terdampak membutuhkan suplai logistik segera.

Polda Sumut memastikan proses pengiriman dilakukan secara terkoordinasi, termasuk dengan petugas di lapangan, pemerintah daerah setempat, serta unsur TNI–Polri yang berada di lokasi terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat segera diterima masyarakat yang kini masih bertahan di titik pengungsian dan wilayah yang sulit akses logistiknya.

Akses Antarwilayah Pulih, Brimob Sumut Rampungkan Perbaikan Jembatan Halangan dalam 3 Hari

TAPANULI TENGAH – Dalam situasi darurat yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan keberanian, Personel Search and Rescue (SAR) Batalyon A Sat Brimob Polda Sumatera Utara menunjukkan respons terbaiknya dalam upaya pemulihan pascabencana yang melanda wilayah Tapanuli.

Saat personel sedang melaksanakan BKO di Polres Tapanuli Tengah, datang sebuah perintah penting dari Kapolri yang disampaikan melalui Dankor Brimob Polri, Komjen Pol Ramdani Hidayat, kepada Danyon A Sat Brimob Polda Sumut, Kompol Mukhtar Kadoli. Tanpa ragu, seluruh personel langsung bergerak cepat menuju sasaran.

Targetnya jelas: jembatan Halangan di Kecamatan Pandan—jembatan utama yang menjadi akses vital penghubung antara Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Putusnya jembatan ini mengakibatkan keterhambatan distribusi logistik serta terganggunya mobilitas masyarakat, sehingga memerlukan penanganan cepat.

Setibanya di lokasi, personel Brimob langsung mengeksekusi pengerjaan darurat bersama instansi terkait dan warga sekitar. Material berupa pasir dimasukkan ke dalam karung besar lalu dibawa menggunakan kapal milik masyarakat untuk dilakukan penimbunan dari sisi kiri dan kanan jembatan.

Selanjutnya, tim melakukan pengurukan tanah menggunakan truk angkut yang hilir mudik tanpa henti. Pengerjaan yang berlangsung siang dan malam itu membutuhkan energi besar, ketelitian, serta koordinasi intensif antarinstansi.

“Tugas ini harus selesai karena akses ini kebutuhan masyarakat,” tegas Kompol Mukhtar Kadoli saat memimpin di lapangan.

Berbekal kekuatan personel, koordinasi solid, dan dukungan warga, jembatan dapat kembali berfungsi hanya dalam waktu tiga hari dengan tingkat penyelesaian 100 persen.

Hari yang dinantikan pun tiba. Jembatan Halangan resmi kembali dilintasi kendaraan roda dua hingga kendaraan pengangkut logistik. Arus lalu lintas kembali normal, aktivitas masyarakat pulih, distribusi bantuan kembali lancar, dan roda ekonomi menggeliat kembali.

Kapolda Sumatera Utara Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah cepat Brimob di lapangan.

“Pemulihan akses Jembatan Halangan merupakan langkah krusial bagi masyarakat Tapanuli. Kami mengapresiasi personel Brimob yang bekerja tanpa henti, bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Polri akan terus hadir, memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal, khususnya pada situasi darurat pascabencana,” tegas Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan.

Keberhasilan pemulihan akses ini tidak hanya mengembalikan mobilitas kendaraan, namun juga menjadi simbol kehadiran Polri dalam memberikan solusi pada kondisi genting.

Polda Sumut akan terus melanjutkan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat terdampak, memastikan pemulihan berlangsung cepat dan tepat sebagaimana perintah pimpinan.

Akses telah normal, masyarakat kembali bergerak, dan harapan pun kembali tumbuh. Polda Sumut membuktikan hadir, peduli, dan terus bekerja untuk negeri.

Polri Gandeng Generasi Muda Perkuat Kinerja dan Hubungan dengan Masyarakat Dalam Dialog Literasi Kebangsaan STIK.

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kepercayaan publik dengan melibatkan peran aktif generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Dosen Utama Kepolisian Tk. I STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Gupuh Setiyono, S.I.K., M.H., dalam sebuah diskusi bersama mahasiswa STIK-PTIK dan mahasiswa lainnya pada hari, Kamis (04/12/2025).

Dalam sesi dialog tersebut, Irjen Gupuh menekankan bahwa transparansi dan partisipasi publik sangat penting bagi wajah Polri ke depan. “Agar informasi yang diterima oleh masyarakat tentang kinerja Polri ini ke depan bisa dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran generasi muda dalam proses perubahan institusi. “Pastinya kami mengharapkan peran aktif dari seluruh generasi muda, khususnya Gen Z ini, bahwa institusi Polri itu adalah milik kita bersama,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan anak muda bukan sekadar simbolik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembentukan masa depan Polri. “Nantinya mereka juga, di Polri sendiri, ada Gen Z. Tadi yang diskusi adalah generasi-generasi mereka juga. Sehingga ke depan yang akan mengawal Polri adalah mereka-mereka juga,” kata Irjen Gupuh.

Ia menambahkan bahwa Polri perlu menyesuaikan diri dengan pola pikir dan kebutuhan generasi muda agar tidak terjadi jarak komunikasi. “Nantinya kita menyesuaikan apa yang diinginkan oleh Gen Z, sehingga hubungan antara Polri dan masyarakat ini tidak ada ‘lag’-nya, tidak ada yang hilang, sehingga nyambung terus,” jelasnya.

Irjen Gupuh menyebutkan bahwa kegiatan dialog ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang sedang dan akan dilakukan institusi kepolisian. “Ini juga bagian dari strategi Polri untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan Polri, kami memahami apa yang diinginkan. Antara lain kecepatan, ketepatan, dan akurasinya,” ungkapnya.

Ia berharap diskusi terbuka seperti ini bisa memperkuat pemahaman publik mengenai arah perubahan Polri sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk memberikan masukan konstruktif. “Lebih baik kita tanyakan langsung kepada Gen Z yang ada di sini,” tambahnya.

Melalui pendekatan yang lebih inklusif ini, Polri menargetkan terciptanya hubungan yang lebih solid, modern, dan adaptif antara kepolisian dan masyarakat.

Personel Polres Gayo Lues Evakuasi Warga Sakit dengan Cara Digendong di Desa Tetumpun

Blangkejeren – Personel Polres Gayo Lues kembali menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues. Saat hendak menyalurkan bantuan ke Dusun Tetumpun, Desa Pungke, Kecamatan Putri Betung pada Rabu (3/12), petugas menemukan seorang warga yang tengah mengungsi dalam kondisi sakit dan tidak mampu berjalan akibat medan yang terjal, licin, dan curam.

Melihat kondisi warga tersebut, personel Polres Gayo Lues langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan evakuasi menggunakan cara menggendong agar korban bisa dibawa menuju lokasi yang lebih aman. Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena akses jalan menuju dusun tersebut masih terisolir dan dipenuhi material longsor pasca bencana.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., melalui Kasatreskrim IPTU Muhamad Abidinsyah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih sangat menantang. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi halangan bagi anggota untuk memberikan pertolongan maksimal kepada masyarakat.

“Personel kami terus berupaya semaksimal mungkin membantu warga, terutama mereka yang berada di lokasi yang sulit dijangkau. Saat mendapati warga yang tidak mampu berjalan, anggota langsung bergegas mengevakuasi dengan cara menggendong karena keselamatannya menjadi prioritas,” ujar IPTU Abidinsyah.

Ia menambahkan bahwa Polres Gayo Lues akan terus hadir di tengah masyarakat selama proses penanganan pasca bencana berlangsung. Bantuan, evakuasi, hingga pelayanan terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus akan terus dilakukan.

“Tugas kami bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan pertolongan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang terabaikan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” tambahnya.

Warga setempat mengapresiasi kesigapan dan kepedulian personel Polres Gayo Lues yang selalu hadir memberikan bantuan kemanusiaan, meski harus menghadapi medan berat dan cuaca yang tidak menentu.

Polres Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan situasi pasca bencana, baik melalui penyaluran bantuan, evakuasi, maupun pelayanan lainnya guna meringankan beban masyarakat.

Humas Polres Gayo Lues

Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi: Usulan Menempatkan Polri di Bawah Kementerian Justru Kemunduran Reformasi

Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi, menanggapi isu yang belakangan muncul terkait wacana reposisi atau reformasi kelembagaan Polri, khususnya usulan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut tidak sejalan dengan amanat reformasi dan justru berpotensi menjadi langkah mundur dalam penataan kelembagaan negara.

Dalam pandangannya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan sejalan dengan TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000. Ketentuan tersebut, kata Rullyandi, merupakan bagian penting dari agenda reformasi yang menegaskan pemisahan TNI-Polri dan penguatan peran Polri sebagai alat negara.

“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan desain yang sudah final dalam kerangka reformasi. Penempatan ini justru memastikan Polri dapat menjalankan fungsi keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik secara efektif,” ujar Muhammad Rullyandi.

Ia menjelaskan bahwa reformasi kelembagaan Polri telah berlangsung panjang, baik secara struktural maupun instrumental, dan merupakan hasil evolusi penataan institusi kepolisian sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Berbagai perubahan posisi Polri—mulai dari pernah ditempatkan di bawah Perdana Menteri hingga kembali berada di bawah Presiden—menunjukkan proses konsolidasi peran strategis Polri dalam struktur negara.

Secara filosofis, ujar Rullyandi, keberadaan kepolisian merupakan unsur fundamental dalam pembentukan negara modern. Di berbagai belahan dunia, polisi diposisikan sebagai alat negara yang menjalankan fungsi pemerintahan di bidang keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan masyarakat. Model kepolisian pun bervariasi, mulai dari yang terfragmentasi seperti di Amerika Serikat hingga yang tersentralisasi seperti di Prancis dan Jepang.

Indonesia, sebagai negara kepulauan, menurutnya tepat memilih model kepolisian terintegrasi yang berada di bawah Presiden, dengan struktur komando dari pusat hingga daerah melalui Polda, Polres, dan Polsek. Sistem ini dinilai mampu memastikan efektivitas keamanan dan pelayanan publik di seluruh wilayah.

“Koordinasi antara Presiden sebagai kepala negara dan Polri sebagai aparat negara akan jauh lebih efisien bila Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Menempatkannya di bawah kementerian justru berpotensi menciptakan tumpang tindih kewenangan dan memperpanjang birokrasi,” tegas Rullyandi.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga pembantu Presiden juga sudah mengisi fungsi strategis dalam penetapan arah kebijakan kepolisian serta pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Dengan struktur tersebut, tidak ada alasan untuk memindahkan Polri ke bawah kementerian.

“Kompolnas sudah menjalankan peran sebagai auxiliary state organ yang membantu Presiden dalam fungsi kepolisian. Dengan desain seperti ini, struktur birokrasi tetap efisien dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,” jelasnya.

Rullyandi menegaskan bahwa usulan menempatkan Polri di bawah kementerian bertentangan dengan prinsip ketatanegaraan Indonesia dan tidak sejalan dengan semangat reformasi 1998 yang mendorong profesionalisme, modernisasi, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah pilihan paling tepat untuk menjawab kebutuhan negara dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan publik secara optimal,” pungkasnya.

NO DRAMA: Karo Ops Polda Bengkulu Buktikan Respon Cepat Layanan Panggilan 110

Bengkulu – Polda Bengkulu memiliki inovasi layanan terbaru untuk masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Inovasi ini untuk memberikan layanan cepat kepada masyarakat dalam segala hal dan situasi.

Terobosan terbaru ini disampaikan Karo Ops Polda Bengkulu saat berbincang kepada GM RBTV Disway Purnama Sakti, Pemred RBTV Disway dan Redaktur RBTV Aliantoro usai menjadi bintang tamu program dialog di Rakyat Bengkulu Televisi pada Kamis (4/12) pagi.

Nama layanannya adalah Call Center 110.
Karo Ops Polda Bengkulu, Kombes Pol Pontjo Soediantoko, S.I.K., M.H. menyampaikan, dengan layanan ini, masyarakat dengan cepat bisa melapor dan meminta agar polisi datang ke lokasi dengan cepat.

110 juga memiliki filosofi tersendiri, yaitu satu panggilan, satu harapan dan nol penolakan.
Masyarakat di Provinsi Bengkulu bisa menelepon langsung 110 dan mengikuti instruksi yang disampaikan operator ada dalam panggilan.

Hanya dalam hitungan menit, personel polisi yang terdekat akan datang ke titik lokasi yang disampaikan penelepon (masyarakat).
“Semua hal bisa disampaikan, pecah ban di jalan saja bisa,” kata Kombes Pol. Pontjo.

Untuk membuktikan hal tersebut, Karo Ops pun langsung meminta Pemred RBTV Disway menelepon call Center 110.
“Mas, telepon 110 dan bilang ada keributan, kita lihat berapa lama personel tiba di lokasi dan meresepon,” kata Karo Ops Polda Bengkulu.

Tanpa canggung dan tanpa settingan, Karo Ops langsung membuka handphone pribadinya untuk menghidupkan timer.
Ini untuk mengetahui berapa lama waktu kedatangan personel ke lokasi yang disampaikan atau diadukan penelepon.

Benar saja, dalam hitungan 18 menit, personel Polsek Gading Cempaka, Polresta Bengkulu dari berbagai macam Satker tiba di Graha Pena Rakyat Bengkulu.

Para personel Polresta dan Polsek ini tak menyangka dan terkejut saat tiba ada Karo Ops Polda Bengkulu di lokasi.
Kombes Pol. Pontjo menjelaskan, Layanan 110 ini akan diterima langsung operator yang ada di Bengkulu 24 jam.

Setelah mendapat telepon, personel akan meluncur ke lokasi yang dituju untuk menindaklanjuti panggilan.

“Nanti anggota akan datang langsung ke lokasi, tiba di sana baru dicari tahu permasalahannya, dan satker apa yang harus bertindak. Yang penting, anggota tiba dulu di lokasi,” jelas Karo Ops.

Dengan adanya layanan 110 ini, Polri, khususnya Polda Bengkulu berharap tidak ada lagi jarak antara masyarakat dan polisi.
Semua kebutuhan dan kesulitan yang dialami masyarakat bisa disampaikan dan akan ditindaklanjuti.

Karo Ops Polda Bengkulu Paparkan Strategi Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan

BENGKULU – Karo Ops Polda BENGKULU, Kombes Pol Pontjo Soediantoko, S.I.K., M.H., menjadi narasumber utama dalam acara dialog interaktif “Selamat Pagi BENGKULU” di RBTV pagi ini (4/12).
Tema yang diangkat adalah “Kesiapsiagaan dan Solidaritas Polda Bengkulu Menghadapi Bencana,” sebuah topik krusial mengingat potensi ancaman bencana alam yang ada di wilayah Bengkulu.

Dalam dialog tersebut, Kombes Pol Pontjo Soediantoko menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh stakeholder di Provinsi Bengkulu.

Beliau merujuk pada pengalaman pahit dari bencana besar yang pernah terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, sebagai pelajaran berharga.

Mengingat curah hujan ekstrem yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember dan beberapa bulan mendatang, kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Kita belajar dari pengalaman bencana di daerah lain. Bengkulu juga memiliki potensi bencana yang signifikan, oleh karena itu, kita harus bersiap,” ujar Kombes Pol Pontjo Soediantoko.

Lebih lanjut, Karo Ops Polda Bengkulu menjelaskan bahwa hampir seluruh Kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki potensi terjadinya banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan parah.

Kondisi geografis dan perubahan iklim menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko tersebut.

Polda Bengkulu, sebagai bagian integral dari masyarakat, berkomitmen untuk hadir sebagai pelayan yang responsif dan proaktif.

Peran utama Polri adalah memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat mengenai potensi bencana, serta memberikan panduan tentang tindakan yang harus diambil sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Bengkulu memiliki informasi yang cukup untuk melindungi diri dan keluarga mereka. Selain itu, kami juga siap untuk memberikan bantuan langsung saat bencana terjadi,” tambahnya.
Sinergi yang baik antar semua elemen menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana.

Dari paparan yang disampaikan Karo Ops Polda Bengkulu, diharapkan masyarakat Bengkulu semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

Polda Bengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya sadar bencana demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.