Polres Nagan Raya Relokasi Internet Starlink untuk Warga Terdampak Banjir di Alue Wakie

Nagan Raya – Polres Nagan Raya melalui Seksi TIK bergerak cepat merelokasi dan memasang jaringan internet Starlink bagi warga Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Selasa (09/12/2025).

Pemasangan yang dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB ini bertujuan memulihkan akses komunikasi masyarakat yang terdampak banjir, sehingga kebutuhan darurat, koordinasi bantuan, dan komunikasi dengan keluarga tetap lancar.

Kasi TIK Polres Nagan Raya, Ipda Saifuddin Amin, menyampaikan bahwa Starlink dihadirkan sebagai solusi cepat atas terbatasnya jaringan pascabanjir. “Akses internet sangat penting di masa pemulihan, agar warga tetap terhubung dan memperoleh informasi,” ujarnya.

Pemasangan dilakukan di pusat aktivitas warga dan berjalan aman serta kondusif dengan dukungan masyarakat. Kehadiran Kapolsek Darul Makmur bersama personel Polsek dan TIK turut memastikan kegiatan berlangsung lancar.

Dengan berfungsinya jaringan Starlink, Polres Nagan Raya berharap pemulihan pascabanjir dapat berjalan lebih cepat dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.

Satgas Pengendalian Harga Beras Lepas Penyaluran 827,5 Ton Beras SPHP di Papua Raya, Polri Pastikan Ketersediaan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Jayapura — Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara serentak di wilayah Papua Raya resmi dilepas dari Mapolda Papua, Selasa (9/12). Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah nasional Satgas Pengendalian Harga Beras untuk memastikan ketersediaan beras yg cukup dan harga beras yang terjangkau sesuai harga yg ditetapkan pemerintah serta distribusi yang lancar dan merata hingga kewilayah manapun.

Acara diawali dengan doa bersama dan laporan pelaksanaan Satgas Pengendalian Harga Beras—yang dicanangkan oleh Menteri Pertanian, Kapolri, dan jajaran kementerian terkait pada 21 Oktober 2025 berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 375 Tahun 2025.

Satgas ini terdiri dari unsur lintas kementerian/lembaga, termasuk Bapanas, Kementerian Pertanian, Kemendagri, Kemenko Perekonomian, Polri, BULOG, dan pemerintah daerah di seluruh provinsi, kota, dan kabupaten. Polri berperan melalui Satgas Pangan serta dukungan penuh Kabareskrim Polri selaku Ketua Pengarah Satgas Pengendalian Harga Beras.

Hingga 8 Desember 2025, Satgas telah menyalurkan 1.354 ton beras SPHP dari target alokasi 4.634 ton untuk Papua Raya.

Pada hari ini, dilakukan pelepasan tambahan 827,5 ton, sehingga total 2.181,5 ton atau 47,08% telah berhasil didistribusikan ke 42 kabupaten/kota.

Distribusi dilakukan melalui beragam moda sesuai karakter wilayah:

  • Transportasi darat: Keerom, Sarmi, Jayapura, Merauke, Boven Digoel, Wamena, Tolikara, Puncak, Puncak Jaya, Yalimo, Sorong, Biak, Manokwari, Lanny Jaya.
  • Transportasi udara: Pegunungan Bintang, Nduga, Yahukimo, Intan Jaya.
  • Transportasi laut: Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Mamberamo Raya, Fakfak.

Upaya ini dilakukan untuk menurunkan harga beras, yang saat ini masih berada di atas HET khususnya di wilayah Zona III (Papua dan Maluku).

Selama 49 hari bekerja, Satgas Pengendalian Harga Beras pusat dan daerah telah:

  • Melakukan 35.105 kali pemantauan
  • Rata-rata 731 titik per hari, dominan di tingkat pengecer dan ritel modern
  • Mengeluarkan 920 surat teguran kepada pelaku usaha yang menjual beras di atas HET

Analisa Satgas menunjukkan tren positif penurunan harga beras nasional, khususnya di Zona I dan II. Namun, wilayah geografis Papua yang menantang membuat harga masih lebih tinggi dari HET.

Untuk mengatasi keterbatasan gudang BULOG—di mana masih terdapat 28 kab/kota belum memiliki fasilitas penyimpanan—Satgas telah menyiapkan 32 gudang filial, memanfaatkan aset:

  • 25 aset Polri
  • 3 aset Pemda
  • 1 aset KPU
  • 3 aset pinjam pakai masyarakat

Upaya ini dilakukan agar distribusi lebih cepat, biaya logistik rendah, dan beras SPHP lebih mudah dijangkau masyarakat.

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, mewakili Satgas Pengendalian Harga Beras, menegaskan bahwa Polri memberikan dukungan penuh untuk menjamin distribusi SPHP berjalan aman hingga ke daerah paling terpencil.

“Papua memiliki tantangan geografis dan keamanan yang tidak ringan. Namun Polri memastikan pendistribusian SPHP tetap berjalan aman. Negara hadir sampai titik paling jauh,” tegas Brigjen Ade Safri.

Ia menambahkan bahwa Polri telah menyiapkan seluruh rencana pengamanan, termasuk skema distribusi melalui jalur darat, udara, dan laut.

“Untuk wilayah rawan, kami sudah siapkan pola pengamanan berlapis bersama TNI dan pemerintah daerah. Tidak ada wilayah yang dibiarkan tertinggal dalam penyaluran pangan,” ujarnya.

Brigjen Ade Safri juga menegaskan komitmen Satgas untuk terus melakukan mitigasi dan pemantauan harga secara berkala.

“Satgas akan terus bekerja. Mapping, audit, pengawasan, intervensi distribusi, hingga penegakan hukum bila diperlukan akan dilakukan demi menjaga stabilitas harga. Ini bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana arahan Presiden,” jelasnya.

Penyaluran SPHP di Papua Raya merupakan momentum penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga jelang Natal dan Tahun Baru.

Satgas menegaskan bahwa program ini akan berlanjut dan diperluas ke daerah lain yang masih berada di atas HET.

Tim Trauma Healing Polres Sibolga Hadir di Posko Pengungsian TK Negeri Pembina Sibolga

SIBOLGA – Polres Sibolga kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga terdampak banjir dan tanah longsor dengan menggelar kegiatan Pemberian Bantuan dan Trauma Healing di Posko Pengungsian TK Negeri Pembina, Jalan Kampung Baru III, Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 11.30 WIB.

Kegiatan dipimpin oleh PS. Kabag SDM Polres Sibolga, AKP Syawalludin H, S.H., didampingi PS. Kapolsek Sibolga Selatan, Iptu Pasma Pasaribu, S.E., M.M., Plt. Kasipropam Polres Sibolga, Ipda Chandra Purba, S.H., serta personel Bag SDM Polres Sibolga, Briptu Edward Christian Sitohang, S.H., dan Bripda Hikmal Anggara. Kehadiran tim tersebut menjadi bentuk kehadiran nyata institusi Polri dalam penanganan pascabencana.

Dalam kegiatan itu, personel Polres Sibolga menyampaikan bantuan kebutuhan dasar kepada pengungsi yang masih bertahan di lokasi. Selain menyalurkan bantuan, tim yang hadir juga memberikan pendampingan psikologis, terutama kepada anak-anak, melalui komunikasi pendukung, permainan edukatif, hingga sesi pemulihan emosional.

“Kegiatan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan mendukung pemulihan psikologis para korban. Terutama bagi anak-anak yang mengalami tekanan emosional akibat situasi bencana,” ujar AKP Syawalludin.

AKP Syawalludin menambahkan bahwa Polres Sibolga juga akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi pengungsi.

“Kami memastikan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi, sambil memberikan perhatian agar mereka dapat kembali bangkit setelah masa sulit ini,” ungkapnya.

Kegiatan berjalan lancar, penuh kedekatan, dan diterima dengan baik oleh para pengungsi. Mereka menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dan respons cepat yang diberikan.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat, dan kami siap terus bersama warga hingga situasi kembali pulih,” tutup AKP Syawalludin.

Melalui kegiatan ini, Polres Sibolga kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan secara humanis, sekaligus meringankan beban warga yang terdampak bencana alam.

Brimob Sumut Gerak Cepat Perbaiki Tanggul Sungai Tanjung Pura, Warga Berterima Kasih dan Apresiasi Tinggi

LANGKAT – Personel Batalyon-A Sat Brimob Polda Sumut kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan melanjutkan perbaikan tanggul yang jebol di Kampung Pagar, Lingkungan II, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025, sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh Wadanyon-A Pelopor, Kompol Abdul Holid, S.Sos., M.H.

Sebanyak satu regu personel diterjunkan untuk menimbun kembali tiga titik tanggul yang sebelumnya jebol akibat derasnya aliran sungai. Selain itu, personel juga melakukan pematokan cerocok bambu sebagai penahan struktur tanah dan penguatan dinding tanggul agar tidak kembali longsor.

Kompol Abdul Holid menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk aksi cepat Brimob Sumut dalam membantu masyarakat terdampak. “Kami hadir untuk membantu masyarakat dan berupaya agar tanggul tidak kembali jebol. Ini menjadi langkah antisipasi agar air sungai tidak meluap ke pemukiman,” ujarnya.

Proses perbaikan berlangsung kolaboratif; personel Brimob bergotong-royong bersama masyarakat, tokoh pemuda, dan perangkat desa. Warga yang tinggal di sekitar tanggul ikut mengangkat material timbun, menata cerocok bambu, dan memastikan jalur akses kembali bisa dilalui.

Setelah perbaikan dilakukan, warga merasa lega dan mengapresiasi penuh kehadiran Brimob. Rasa syukur tampak jelas dari banyak warga yang menyaksikan langsung kerja cepat dan sigap dari tim lapangan.

Kepala lingkungan 2 desa tersebut, bapak Syahputra, mengatakan bahwa kehadiran Brimob sejak awal sudah sangat membantu mereka. “Kami mengucapkan beribu terimakasih kepada Brimob Polda Sumut yang sejak awal sudah membantu dan bekerjasama dengan kami warga desa ini. Hari ini sudah hari kelima, dan sejak hari pertama, brimob Polda Sumut sudah membantu kami,” ungkapnya.

Perwakilan ibu-ibu kampung pagar, juga mengucapkan atas kepedulian aparat brimob. “Kami perwakilan kampung pagar mengucapkan terimakasih kepada brimob Sumut atas bantuannya penimbunan benteng,” ujarnya.

Kini, tanggul yang semula terbuka dan rawan meluap telah tertutup kembali dengan penguatan struktur. Akses jalan masyarakat pun kembali normal.

Masyarakat berharap kegiatan tanggap seperti ini terus dilakukan ketika terjadi kondisi darurat. Sementara itu, Brimob Sumut memastikan akan terus hadir dan siap membantu setiap kebutuhan masyarakat dalam situasi bencana maupun sosial kemasyarakatan.

Polda Papua Salurkan 852 Ton Beras SPHP ke Enam Provinsi, Wakapolri Pastikan Stok Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Jayapura — Polda Papua resmi menyalurkan 852 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke enam provinsi di wilayah Papua Raya. Jumlah ini merupakan bagian dari total 2.700 ton beras SPHP yang akan disalurkan secara bertahap untuk menjamin ketersediaan pangan dengan harga yang terjangkau menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026.

Penyaluran dilakukan ke seluruh kabupaten/kota di:

  • Provinsi Papua
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • Papua Selatan
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya

Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa distribusi ini merupakan langkah sigap Polri bersama pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat Papua mendapatkan akses pangan yang merata.

“Beras SPHP ini untuk menjamin ketersediaan beras dengan harga terjangkau, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Masyarakat harus tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Wakapolri saat doorstop, Selasa (9/12).

Wakapolri menyampaikan bahwa Menteri Perdagangan juga telah memerintahkan penyaluran minyak goreng ke Papua sebagai bagian dari penguatan stok bahan pokok.

Selain itu, arahan Presiden kepada Menteri Pertanian yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Badan Pangan Nasional menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok harus dijaga tanpa menunggu gudang kosong.

“Papua tidak harus menunggu gudang kosong. Dirut Bulog akan terus mengisi gudang-gudang di Papua. Bahkan tahun depan Bulog akan membangun 100 gudang baru di seluruh Indonesia, termasuk di Papua,” jelas Komjen Dedi.

Untuk memperkuat sistem penyimpanan, Polri juga mendukung pembangunan 10 gudang logistik baru pada tahun 2026, salah satunya berlokasi di Papua.

“Ini artinya stok tersedia, tempat penyimpanan tersedia, dan masyarakat bisa mengakses bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” tegas Wakapolri.

Wakapolri turut menyampaikan bahwa pemerintah bersama Pemprov Papua akan meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui pengembangan komoditas:

  • Kopi
  • Kakao
  • Kelapa

Program ini telah disiapkan oleh Gubernur Papua sebagai bagian dari penguatan kedaulatan pangan dan ekonomi masyarakat Papua.

“Peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua adalah hal yang sangat disyukuri bersama. Pemerintah menyiapkan dukungan penuh untuk komoditas kopi, kakao, dan kelapa,” ujar Komjen Dedi.

Ia juga menyebut bahwa ketahanan pangan merupakan kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, TNI, Polri, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

Wakapolri juga memastikan bahwa penyaluran beras dan bahan pokok ke wilayah rawan gangguan keamanan tetap akan berjalan aman dengan pengawalan TNI–Polri dan pemda. Ia menyatakan bahwa sistem distribusi telah dihitung secara matang untuk mengantisipasi hambatan di lapangan.

“Daerah yang rawan akan kita suplai dengan pola khusus. Tidak hanya jalur darat, tetapi juga jalur udara dan laut kami siapkan. Semua plan A dan plan B siap dijalankan,” pungkas Komjen Dedi.

Polri memastikan bahwa akses pangan bagi masyarakat di seluruh distrik Papua, termasuk wilayah terjauh dan sulit dijangkau, tetap menjadi prioritas utama sesuai arahan Presiden.

Polri Lakukan Groundbreaking 6 SPPG Baru di Papua, Wakapolri: “Ini Investasi Pelayanan untuk Rakyat”

Jayapura — Polri terus memperluas pembangunan Satuan Pendidikan Pelayanan Gedung (SPPG) sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik dan percepatan layanan kepolisian di seluruh wilayah Indonesia. Pada Selasa (9/12), Polri resmi melakukan groundbreaking 6 SPPG baru di wilayah Papua.

Enam titik SPPG yang memasuki tahap groundbreaking tersebut meliputi:

  • SPPG Polres Keerom — 1.500 penerima manfaat
  • SPPG Polres Biak Numfor — 1.000 penerima manfaat
  • SPPG Polres Merauke Distrik Semangga — 1.500 penerima manfaat
  • SPPG Polres Merauke Distrik Kurik — 1.500 penerima manfaat
  • SPPG Polres Merauke Distrik Ulilin — 1.500 penerima manfaat
  • SPPG Polres Merauke Jl. Johar Merauke, Kelapa Lima, Merauke, Papua Selatan – 3.230 penerima manfaat

Sebelumnya, dua SPPG di Papua telah beroperasi dan memberikan layanan optimal kepada masyarakat, yakni:

  • SPPG Polda Papua — 1.880 penerima manfaat
  • SPPG Polres Jayapura Kota — 2.783 penerima manfaat

Secara nasional, Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG, di mana 1.099 unit telah terealisasi pada berbagai tahapan, mulai dari operasional, persiapan operasional, pembangunan hingga groundbreaking.

Selain itu, tujuh SPPG tambahan di wilayah 3T (terluar, terjauh, dan terpencil) Papua saat ini sedang dalam proses pembangunan sebagai upaya memperluas jangkauan pelayanan Polri di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses.

Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pembangunan SPPG di Papua merupakan langkah strategis dalam pemerataan pelayanan kepolisian, khususnya di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.

“SPPG ini bukan sekadar bangunan. Ini investasi besar untuk mempercepat pelayanan kepolisian di Papua. Semakin cepat kita bangun, semakin cepat masyarakat mendapatkan manfaatnya,” ujar Wakapolri.

Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri turut mengajak Kasatgas MBG Polri, Irjen Pol Nurworo Danang, untuk turun langsung meninjau dan memastikan progres pembangunan SPPG di Papua berjalan lancar dan sesuai target, terutama untuk wilayah 3T yang prioritas percepatan layanan.

“Saya meminta Kasatgas MBG Irjen Nurworo Danang untuk turun langsung memastikan pembangunan SPPG di Papua berjalan lancar. Wilayah 3T harus menjadi prioritas agar masyarakat di daerah terpencil bisa merasakan layanan Polri yang sama dengan wilayah lainnya,” tegas Komjen Dedi.

Wakapolri menegaskan bahwa Polri akan terus memperkuat layanan di wilayah timur melalui penambahan SPPG dan inovasi digital layanan kepolisian.

“Papua adalah prioritas. Dengan adanya SPPG baru dan proyek yang sedang berjalan, kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang layak, modern, dan mudah dijangkau,” ungkapnya.

Groundbreaking ini sekaligus menjadi bukti komitmen Polri dalam mendukung transformasi layanan digital serta memastikan kehadiran negara semakin nyata hingga ke pelosok Papua.

Wakapolri Tinjau UMKM, Bakes, dan Pembagian Perlengkapan Sekolah Usai Apel Mitra Kamtibmas di Papua

Jayapura — Usai menghadiri Apel Mitra Kamtibmas Presisi di Papua, Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Kapolda Papua melanjutkan agenda dengan meninjau sejumlah kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang digelar di area kegiatan. Rangkaian ini menjadi bagian dari komitmen Polri untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat serta mendorong pemberdayaan ekonomi lokal di Tanah Papua, Selasa (9/12).

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah pameran UMKM Papua, yang menampilkan berbagai produk unggulan mulai dari kerajinan tangan khas Papua, olahan pangan lokal, hingga karya-karya kreatif dari para pelaku UMKM dan Bhayangkari.

“Produk UMKM Papua ini luar biasa. Polri akan terus mendukung penguatan ekonomi masyarakat lokal karena keamanan itu juga lahir dari kesejahteraan,” ujar Wakapolri saat meninjau stan UMKM.

Selain pameran UMKM, rombongan juga memantau pelaksanaan bakti sosial dan bakti kesehatan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat. Layanan kesehatan gratis, pembagian bantuan kebutuhan pokok, hingga fasilitas konsultasi kesehatan tersedia untuk warga yang hadir.

Tidak hanya itu, Polri juga memberikan perlengkapan sekolah bagi anak-anak sebagai upaya mendorong semangat belajar generasi muda Papua. Penyerahan dilakukan langsung oleh Wakapolri, disambut antusias oleh para orang tua dan siswa yang hadir.

“Anak-anak Papua adalah masa depan. Kita ingin memastikan mereka mendapatkan dukungan, baik dalam pendidikan maupun kesehatan. Ini bagian dari tanggung jawab moral Polri untuk hadir di tengah masyarakat,” ucap Komjen Dedi.

Wakapolri menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti UMKM, baksos, dan bantuan pendidikan akan terus dilakukan sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di Papua.

“Kamtibmas itu bukan hanya patroli dan penegakan hukum. Kamtibmas juga tentang menyentuh hati masyarakat, membangun kepercayaan, dan hadir dalam kehidupan mereka. Itulah yang sedang kita lakukan di Papua,” tutupnya.

Wakapolri Apresiasi Sinergi Ribuan Mitra Kamtibmas dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi di Polda Papua

Jayapura — Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Papua, Polda Papua, serta seluruh komunitas yang hadir dalam Apel Mitra Kamtibmas Presisi 2025. Lebih dari 1.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat turut serta, menunjukkan kuatnya kolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban di tanah Papua, Selasa (9/12).

Dalam kesempatan itu, Wakapolri menegaskan bahwa situasi kamtibmas di Papua saat ini terbilang kondusif, berkat kerja sama erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Ini bukti nyata bahwa kamtibmas di Papua bukan hanya hasil kerja satu pihak, tapi kerja bareng semua stakeholder. Komunitas ojek, satpam, nelayan, petani, rapi, orari, UMKM, semuanya terlibat. Inilah kekuatan Papua,” ujar Komjen Dedi.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Gubernur Papua sehingga apel besar ini dapat berjalan aman dan meriah.

Menurut Wakapolri, keberadaan lebih dari seribu peserta yang hadir secara sukarela menunjukkan bahwa masyarakat Papua memiliki kepedulian tinggi terhadap keamanan wilayahnya.

Wakapolri juga menegaskan bahwa menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Papua berada dalam kondisi aman dan siap menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat.

“Alhamdulillah, kondisi Papua sangat kondusif. Kita semua berharap momen Natal dan Tahun Baru nanti bisa berjalan lancar dan damai,” ujarnya.

Wakapolri juga menyampaikan bahwa seluruh unsur keamanan di Papua telah berada dalam kondisi siap menghadapi situasi kontinjensi apa pun.

“Kita tentu tidak menginginkan terjadi hal yang tidak diinginkan. Tapi kalau pun ada kondisi darurat, Polda Papua sudah sangat siap dengan personel, sarana-prasarana, dan kemampuan yang dimiliki,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Wakapolri menyampaikan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami ikut berduka. Semoga saudara-saudara kita diberi kekuatan dan ketabahan untuk melewati ujian ini,” tutur Komjen Dedi.

Apel Mitra Kamtibmas Presisi Polri di Papua menjadi bukti kuatnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan. Polri menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan dan menghadirkan pelayanan terbaik demi Papua yang aman, produktif, dan nyaman bagi seluruh warganya.