Bidang TIK Polda Aceh Hadirkan Wontech WiFi Polri di Masjid Jamik Kuta Blang Bireuen

Bireuen – Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polda Aceh menempatkan personelnya di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk mengoperasionalkan layanan Wontech WiFi Polri guna mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, S.I.K., dalam keterangannya pada Senin, 8 Desember 2025, menjelaskan bahwa kehadiran layanan tersebut merupakan bentuk dukungan Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam mempermudah akses jaringan komunikasi.

“Bidang TIK Polda Aceh menghadirkan Wontech WiFi Polri di Masjid Jamik Desa Ule Tutu, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam memudahkan akses jaringan komunikasi,” ujarnya.

Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran Wontech WiFi Polri tersebut. Layanan ini sangat membantu warga yang saat ini masih menghadapi kendala akses komunikasi akibat dampak pasca banjir, di mana sebagian jaringan mengalami gangguan bahkan terputus sama sekali, sambung Kabid Humas

Dengan hadirnya layanan ini, Polda Aceh berharap kebutuhan komunikasi masyarakat dapat kembali terpenuhi sehingga aktivitas warga, termasuk koordinasi penanganan pasca bencana, dapat berjalan lebih lancar, tutup Kabid Humas.

Kapolres Aceh Tamiang Cek Mobil Terdampak Banjir, Bantah Isu Mayat di Dalam Kendaraan

Kualasimpang — Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, bersama Dirbinmas Polda Aceh Kombes Donny Siswoyo, turun langsung menyisir dan memeriksa sejumlah mobil yang terlantar akibat terdampak banjir di sepanjang jalur utama hingga SPBU Tanah Terban, Senin, 8 Desember 2025.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi berjalan aman sekaligus menanggapi isu yang beredar di masyarakat mengenai adanya mayat di dalam kendaraan-kendaraan tersebut.

Penyisiran dilakukan secara menyeluruh dengan memeriksa setiap kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya saat banjir melanda. Pemeriksaan ini juga melibatkan puluhan personel guna memastikan seluruh titik terdeteksi secara akurat.

AKBP Muliadi memastikan bahwa isu tersebut tidak benar dan tidak ditemukan satu pun mayat dalam mobil sebagaimana diberitakan secara liar di media sosial.

“Setelah kita sisir dan cek sepanjang jalan hingga SPBU Tanah Terban, yang juga diikuti langsung awak media, tidak ada mayat dalam mobil. Isu bau menyengat yang disebarkan juga tidak ada. Jadi, itu tidak benar. Yang ada bau lumpur banjir,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa banjir besar beberapa hari terakhir memang membuat sejumlah kendaraan terpaksa ditinggalkan pemiliknya, tetapi kondisi tersebut tidak sesuai dengan narasi menyesatkan yang berkembang.

Menurutnya, penyebaran informasi tanpa verifikasi dapat memicu kepanikan baru di tengah situasi bencana serta dapat mengganggu upaya-upaya penanggulangan yang sedang dilaksanakan semua pihak.

Muliadi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh kabar yang belum terkonfirmasi.

“Kami minta masyarakat bijak menyaring informasi. Setiap laporan dari warga akan langsung kami tindak lanjuti. Jangan sampai informasi hoaks memperkeruh keadaan ketika kita semua sedang fokus pada pemulihan,” ujarnya.

Pelayanan Polres Aceh Tamiang Tetap Berjalan di Posko Tanggap Darurat

Kuala Simpang — Polres Aceh Tamiang memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski masih dalam masa pemulihan pascabencana banjir. Seluruh layanan sementara dipusatkan di Posko Tanggap Darurat yang didirikan tepat di depan Mapolres Aceh Tamiang.

Wakapolda Aceh, Brigjen Ari Wahyu Widodo menyampaikan bahwa, pihaknya akan berkomitmen menjaga keberlangsungan pelayanan publik sekaligus memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga terdampak.

“Kondisi darurat tidak menghambat fungsi pelayanan kepolisian. Di posko tersebut, masyarakat dapat tetap mengakses berbagai layanan kepolisian, termasuk informasi, pengaduan, dan kebutuhan lainnya,” kata Brigjen Ari Wahyu Widodo, dalam konferensi pers pada Senin, 8 Desember 2025.

Polres Aceh Tamiang juga tetap menerima dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat, baik terkait keamanan, kehilangan barang, maupun kejadian lain yang membutuhkan respons cepat.

Selain itu, Polres Aceh Tamiang bersama tenaga medis dari Biddokes Polda Aceh juga menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi warga. Layanan ini mendapat perhatian khusus mengingat risiko penyakit pascabencana serta kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan agar cepat dan terjangkau.

Menurut Brigjen Ari, keberadaan posko ini merupakan bentuk kehadiran nyata Polri di tengah masyarakat dalam situasi krisis. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pemulihan dan memastikan warga mendapatkan bantuan secara cepat dan merata.

Polres Aceh Tamiang Bangkit Kembali, Pulihkan Pelayanan dan Pastikan Informasi Akurat Pascabencana

Aceh Tamiang — Polres Aceh Tamiang terus mempercepat pemulihan layanan kepolisian pasca bencana yang melanda wilayah tersebut. Di tengah akses jalan yang rusak, fasilitas dinas yang terdampak, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kehadiran negara, Polri memastikan pelayanan tetap berjalan. Upaya ini ditegaskan melalui Apel Konsolidasi dan Penerimaan Bantuan Logistik yang digelar di halaman Polres Aceh Tamiang, Senin pagi (8/12). Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa dukungan logistik dari Mabes Polri memberi energi baru bagi seluruh personel untuk bangkit lebih cepat dan kembali melayani masyarakat. Ia menegaskan bahwa bencana tidak boleh memutus komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik meski dalam kondisi terbatas.

Sehari sebelumnya, masyarakat sempat dihebohkan oleh beredarnya narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa banyak jenazah ditemukan terjebak di dalam mobil di sejumlah ruas jalan Aceh Tamiang. Menanggapi hal tersebut, Polres Aceh Tamiang segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan penyisiran menyeluruh pada jalan lintas utama, area permukiman, hingga titik banjir yang sebelumnya sulit diakses. Kapolres menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas, dan Polri tidak ingin masyarakat resah akibat informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan informasi yang tidak terjamin kebenarannya, terlebih di tengah situasi pascabencana. Polres Aceh Tamiang akan terus menindaklanjuti setiap informasi yang masuk, melakukan pengecekan langsung ke lapangan, dan memberikan respons secepat mungkin sesuai kemampuan dan kondisi di lokasi, agar masyarakat mendapatkan kepastian dan ketenangan.

Dalam apel tersebut, Polres Aceh Tamiang menerima sejumlah bantuan vital untuk percepatan pemulihan operasional, antara lain 61 koli paket Kapor berisi PDL II, T-shirt, topi rimba, sepatu dislap, dan kaos kaki; 20 unit sepeda motor KLX 150 cc SE+; satu drum Pertamax dan satu drum Dexlite; dua box helm; lima unit genset SDG12000; dua jerigen besar BBM; serta lima unit perangkat jaringan internet satelit (Starlink). Seluruh perlengkapan tersebut langsung diarahkan untuk digunakan di lapangan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

Selain itu, sejumlah dukungan tambahan dari jajaran Polri juga sedang dalam perjalanan menuju Aceh Tamiang, termasuk 600 pcs baju PDL lengkap, 36 unit perangkat internet satelit, water treatment dari Brimob Jambi dan Bengkulu, 15 tenaga kesehatan beserta obat-obatan dan masker dari Pusdokkes, dua unit dapur lapangan Korbrimob, dua unit double cabin Hilux, 20 unit Kawasaki KLX, dan 10 unit Honda CRF. Dukungan lintas satuan ini menjadi wujud percepatan pemulihan yang terintegrasi, memastikan baik personel maupun masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik di masa sulit ini.

Kapolres Aceh Tamiang juga menyampaikan ucapan terima kasih mendalam kepada Kapolri atas dukungan moril dan material yang terus diberikan sejak awal bencana. Ia menyebut bahwa bantuan pakaian dan perlengkapan dinas, kendaraan operasional, hingga BBM sangat berarti bagi personel yang harus tetap bertugas meski fasilitas Polres dan Polsek jajaran turut mengalami kerusakan. Dengan dukungan tersebut, Polres Aceh Tamiang dapat kembali berdiri, menggerakkan pelayanan, dan memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Sebagai respons langsung atas informasi yang beredar di media sosial, Polres Aceh Tamiang telah mengerahkan 30 personel berjalan kaki menyusuri seluruh jalur yang disebutkan dalam narasi tersebut, termasuk area yang sulit dijangkau kendaraan akibat lumpur dan kerusakan jalan. Hingga saat ini, dari seluruh proses penyisiran yang dilakukan, tidak ditemukan adanya jenazah di dalam kendaraan sebagaimana diberitakan di media sosial. Polres menegaskan bahwa pengecekan akan terus dilanjutkan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat dan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dari sumber resmi.

Dengan komitmen kuat, dukungan penuh Mabes Polri, serta dedikasi personel di lapangan, Polres Aceh Tamiang memastikan pelayanan kepolisian terus dipulihkan dan Polri tetap hadir memberikan rasa aman, terpercaya, dan responsif di masa pemulihan pascabencana.

Sinergi Polri dan BKSDA : Gajah Dikerahkan Bersihkan Material Banjir di Pidie Jaya

Meureudu – Empat ekor gajah milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah tiba lengkap di Kabupaten Pidie Jaya untuk membantu proses pembersihan material pascabencana banjir. Hewan-hewan tersebut langsung dikerahkan untuk menarik timbunan kayu dan material berat yang terseret arus banjir beberapa waktu lalu.

Kegiatan pembersihan hari ini dipusatkan di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, salah satu kawasan yang paling terdampak akibat tumpukan kayu dan lumpur.

Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Iptu Fauzi Admaja, mewakili Kapolres Pidie Jaya, menyampaikan bahwa seluruh gajah telah tiba dan langsung bekerja membantu masyarakat.

“Empat gajah yang kita datangkan bersama BKSDA Aceh hari ini sudah berada di lokasi. Mereka langsung kita kerahkan untuk menarik kayu-kayu besar serta material berat lainnya yang menumpuk akibat banjir,” ujar Iptu Fauzi.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu turut memberikan penjelasan mengenai tujuan kedatangan gajah tersebut. Selain untuk membantu proses pembersihan, gajah-gajah ini juga dihadirkan sebagai bentuk dukungan psikologis bagi anak-anak yang terdampak banjir.

“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan bahwa langkah ini sejalan dengan komitmen Polri untuk masyarakat dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif, sesuai dengan motto Polda Aceh “Meutuah Sabe Tajaga, Aceh Mulia.”

Melalui kerja sama antara Polres Pidie Jaya dan BKSDA Aceh ini, proses pembersihan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, sekaligus memberi dukungan emosional bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak banjir.

Water Treatment Sat Brimob Polda Sumut Jadi Penyelamat Krisis Air Bersih Pasca Banjir Tapanuli Tengah

TAPANULI TENGAH – Ketika banjir dan longsor memutus suplai air bersih di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, warga setempat tak pernah menyangka bahwa pemulihan kebutuhan dasar justru datang dari barisan pasukan Brimob. Satuan Brimob Polda Sumatera Utara menurunkan Water Treatment Mobile, sebuah perangkat pengolah air lapangan yang selama ini lebih identik dengan operasi militer dan penanganan bencana skala nasional.

Mesin pengolah air itu langsung menjadi pusat perhatian. Sejak pagi, warga membawa jeriken, galon, hingga drum kecil. Mereka rela antre demi mendapatkan air bersih yang selama berhari-hari tidak tersedia. Bukan hanya untuk mandi atau mencuci, tetapi untuk kebutuhan paling mendasar: minum dan memasak.

Water Treatment Mobile ini bekerja mengolah air yang sebelumnya tercemar lumpur banjir melalui proses filtrasi dan sterilisasi. Dalam waktu singkat, air keruh berubah menjadi jernih dan siap konsumsi. Inilah yang membuat warga menyebutnya sebagai “penyelamat di tengah krisis air”.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa penempatan alat tersebut didasarkan pada kondisi lapangan yang benar-benar darurat.

“Kami siagakan Water Treatment Mobile terutama di wilayah yang paling terdampak dan mengalami kekurangan air bersih. Ini bukan sekadar bantuan teknis, tetapi upaya memastikan masyarakat tetap mendapat air aman konsumsi meskipun jaringan distribusi air belum pulih,” ujar Kombes Pol Ferry.

Ia menyebutkan, alat ini beroperasi secara terus-menerus dan mampu menghasilkan air dalam jumlah signifikan setiap harinya, sehingga pemenuhan kebutuhan masyarakat bisa tercapai.

“Kami tidak hanya hadir untuk evakuasi dan pembersihan, tetapi juga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat agar tetap bisa bertahan dengan aman dan layak,” tambahnya.

Keberadaan Water Treatment Mobile di Desa Hutanabolon menjadi angin segar, terlebih wilayah tersebut selama ini mengandalkan sumber air setempat yang kini rusak akibat material banjir. Kehadiran unit penyaring air dianggap sebagai solusi yang tidak sekadar sementara, tetapi sangat relevan untuk fase pemulihan.

Warga pun memberikan apresiasi langsung atas bantuan tersebut. Sejumlah ibu rumah tangga menyebutkan bahwa air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah banjir surut. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan mandi kini dapat kembali menjalani aktivitas normal.

Selain pendistribusian air bersih, personel Brimob juga membantu menyiapkan tempat penampungan sementara dan mengatur distribusi secara teratur agar setiap rumah mendapatkan suplai sesuai kebutuhan.

Meski terlihat sederhana, langkah ini dinilai sangat berdampak. Di tengah kondisi pasca bencana di mana listrik dan sejumlah fasilitas lain belum pulih sepenuhnya, kehadiran teknologi pengolah air lapangan milik Brimob menjadi simbol hadirnya negara dengan cara yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Dengan respons cepat, tepat, dan terukur ini, Sat Brimob Polda Sumut memperlihatkan bahwa kemanusiaan bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi menghadirkan solusi nyata di titik paling krusial—dimana masyarakat benar-benar membutuhkan.

Respons Cepat, Polda Sumbar Bantu Pemulihan Korban Bencana di Kecamatan Pauh

Padang — Pada Senin, 8 Desember 2025, Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pembagian bantuan kepada warga terdampak bencana di wilayah Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polda Sumbar dalam membantu masyarakat yang tengah berupaya bangkit pascabencana.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar warga, mulai dari bahan pokok hingga perlengkapan harian yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama masa pemulihan. Selama berlangsungnya kegiatan, personel Polda Sumbar turut memastikan proses distribusi berlangsung tertib, lancar, dan tepat sasaran, sehingga setiap warga yang membutuhkan dapat terbantu secara optimal.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, menegaskan bahwa Polda Sumbar akan terus hadir di tengah masyarakat, khususnya pada masa-masa sulit seperti bencana alam.

“Bantuan ini adalah wujud kepedulian kami kepada warga Batu Busuk. Polda Sumbar berkomitmen untuk selalu responsif dan cepat bergerak ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.

Ia menambahkan bahwa keberlanjutan bantuan dan pendampingan menjadi prioritas, mengingat dampak bencana sering kali memerlukan proses pemulihan yang tidak sebentar.

“Kami tidak hanya datang sekali. Upaya berkelanjutan akan terus dilakukan agar pemulihan di wilayah ini berjalan lebih cepat dan warga dapat kembali menjalani aktivitas dengan normal,” tambahnya.

Kegiatan kemanusiaan ini menjadi bagian penting dari langkah Polda Sumbar dalam mendukung warga terdampak serta mempercepat pemulihan kondisi di wilayah Batu Busuk, sekaligus memperkuat kehadiran kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Polda Sumbar Salurkan Bantuan untuk Ibu dan Balita Terdampak Banjir Bandang di Nanggalo

Padang — Pada Senin, 8 Desember 2025, Pejabat Utama (PJU) Polda Sumatera Barat bersama rombongan personel Polda Sumbar melaksanakan kegiatan kemanusiaan berupa pemberian bantuan kepada warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, khususnya di Kelurahan Surau Gadang yang berjumlah sekitar 55 orang.

Bantuan difokuskan kepada para ibu yang menggendong balita serta ibu menyusui. Dalam kegiatan tersebut, personel Polda Sumbar mendistribusikan susu formula lengkap dengan penjelasan cara penggunaan, popok bayi, handuk, bedak bayi, minyak telon, selimut bayi, serta mainan kecil untuk balita. Selain penyaluran bantuan, petugas juga memberikan edukasi singkat mengenai kesehatan bayi pascabencana agar para orang tua dapat lebih waspada terhadap risiko penyakit akibat kondisi lingkungan yang belum stabil.

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang memantau langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa penanganan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas Polda Sumbar dalam situasi bencana.

“Kami memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, terutama untuk ibu dan balita yang sangat membutuhkan dukungan di masa darurat seperti ini. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menyalurkan logistik, tetapi juga memberikan rasa aman dan perhatian bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Ia juga menambahkan bahwa langkah responsif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Polda Sumbar akan terus hadir dan berupaya maksimal dalam setiap tahapan penanganan bencana,”tambahnya.

Warga Kelurahan Surau Gadang menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan, terutama karena kebutuhan balita menjadi salah satu yang paling mendesak setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.

Polri Kerahkan Ratusan Personel Bantu Penanganan Bencana di Sumatera

DEPOK — Polri mengerahkan ratusan personel dan berbagai perlengkapan taktis untuk membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Pada Senin, 8 Desember 2025, Wakapolri memimpin pengecekan kesiapan pasukan di Mako Korps Brimob Kelapa Dua, Depok, sebagai tindak lanjut instruksi Presiden.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan yang dikirim ke wilayah terdampak benar-benar optimal. “Bapak Presiden menekankan agar seluruh kekuatan Polri dioptimalkan. Karena itu, hari ini dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap personel dan peralatan yang akan diberangkatkan,” ujarnya.

Adapun kekuatan yang dikirim terdiri dari 361 personel Brimob, 200 personel Sabhara, 12 ambulans dengan 48 tenaga kesehatan, 19 K9, 15 dapur lapangan, 12 unit water treatment, perlengkapan SAR, serta kendaraan taktis dan teknis. Pasukan ini akan didistribusikan ke beberapa wilayah, termasuk Aceh Besar, Aceh Tamiang, Bireuen, Gayo Lues, Agam, dan Tapanuli.

Selain pencarian dan evakuasi, Polri juga membantu distribusi BBM, penyediaan air bersih, layanan kesehatan, hingga fasilitas ujian bagi pelajar terdampak. “Kami memastikan kegiatan masyarakat tetap berjalan meski di tengah situasi bencana,” kata Trunoyudo.

Terkait identifikasi korban, tim DVI masih bekerja di lapangan dan kini dilengkapi tambahan fasilitas pendingin jenazah. “Freezer tambahan telah dikirim dari Polda Riau. Ini penting agar identifikasi post-mortem, antemortem, hingga DNA dapat dipercepat,” jelasnya.

Brigjen Trunoyudo menegaskan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. “Polri akan terus hadir secara optimal dalam memulihkan kondisi pasca bencana,” tutupnya.

Polri Apelkan Pasukan dan Kendaraan Lintas Ganti untuk Tanggap Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Depok – Dalam upaya memperkuat penanggulangan bencana dan memastikan masyarakat segera mendapatkan bantuan yang memadai—selaras dengan isu Optimalisasi Tanggap Bencana, Polri—Polri melaksanakan Pemberangkatan Pasukan dan Kendaraan Lintas Ganti di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok pada Senin (8/12), yang dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa penguatan pasukan dan sarana pendukung harus segera dilakukan karena personel yang berada di lapangan telah bertugas lebih dari 12 hari dan mengalami kelelahan fisik, mental, serta kesehatan yang cukup ekstrem.

Ia menekankan bahwa rotasi pasukan sangat penting untuk mem-fresh-kan kondisi personel, sehingga Polri menyiapkan pasukan terlatih dari Kelapa Dua lengkap dengan sarana dan prasarana pendukung.

Evaluasi bersama Dankor Brimob dan tim menunjukkan perlunya penambahan dukungan logistik dan desain manajemen bencana yang lebih komprehensif di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Untuk mendukung pergeseran pasukan dan peralatan, Polri bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan melalui pemanfaatan fasilitas ASDP sebagai sarana angkut pasukan, kendaraan, alat SAR, perlengkapan medis dan DVI, dapur lapangan, water treatment, ambulans, serta 10.000 potong pakaian.

Penguatan ini diprioritaskan ke wilayah Aceh yang saat ini paling membutuhkan tambahan personel dan peralatan akibat beratnya operasi serta kerusakan infrastruktur. Dankor Brimob juga diperintahkan bertugas sebagai Kasatgas Jembatan guna mempercepat perbaikan infrastruktur vital bersama tenaga ahli Polri dari berbagai fungsi.

Pasukan lintas ganti yang diberangkatkan terdiri dari kekuatan SAR Brimob sebanyak 8 tim dengan total 361 personel, SAR Sabhara sebanyak 200 personel, serta 12 ambulans yang mengangkut 48 personel gabungan dokter dan perawat. Selain itu, dikerahkan pula 19 ekor anjing K9 dengan dukungan 29 personel yang terdiri dari handler dan tenaga veteriner.

Perlengkapan yang dibawa mencakup 15 unit kendaraan dapur lapangan, 12 unit water treatment, serta perlengkapan SAR perorangan untuk memperkuat operasi kemanusiaan dan penyelamatan di tiga provinsi terdampak.

Dengan penguatan lintas ganti ini, Polri memastikan bahwa operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar dapat berjalan lebih cepat, lebih aman, dan lebih efektif, sehingga masyarakat segera mendapatkan bantuan yang paling mereka butuhkan.