Polri Gandeng Generasi Muda Perkuat Kinerja dan Hubungan dengan Masyarakat Dalam Dialog Literasi Kebangsaan STIK.

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat kepercayaan publik dengan melibatkan peran aktif generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Dosen Utama Kepolisian Tk. I STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol Gupuh Setiyono, S.I.K., M.H., dalam sebuah diskusi bersama mahasiswa STIK-PTIK dan mahasiswa lainnya pada hari, Kamis (04/12/2025).

Dalam sesi dialog tersebut, Irjen Gupuh menekankan bahwa transparansi dan partisipasi publik sangat penting bagi wajah Polri ke depan. “Agar informasi yang diterima oleh masyarakat tentang kinerja Polri ini ke depan bisa dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kehadiran generasi muda dalam proses perubahan institusi. “Pastinya kami mengharapkan peran aktif dari seluruh generasi muda, khususnya Gen Z ini, bahwa institusi Polri itu adalah milik kita bersama,” tegasnya.

Menurutnya, keterlibatan anak muda bukan sekadar simbolik, tetapi benar-benar menjadi bagian dari pembentukan masa depan Polri. “Nantinya mereka juga, di Polri sendiri, ada Gen Z. Tadi yang diskusi adalah generasi-generasi mereka juga. Sehingga ke depan yang akan mengawal Polri adalah mereka-mereka juga,” kata Irjen Gupuh.

Ia menambahkan bahwa Polri perlu menyesuaikan diri dengan pola pikir dan kebutuhan generasi muda agar tidak terjadi jarak komunikasi. “Nantinya kita menyesuaikan apa yang diinginkan oleh Gen Z, sehingga hubungan antara Polri dan masyarakat ini tidak ada ‘lag’-nya, tidak ada yang hilang, sehingga nyambung terus,” jelasnya.

Irjen Gupuh menyebutkan bahwa kegiatan dialog ini merupakan bagian dari strategi Polri untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang apa yang sedang dan akan dilakukan institusi kepolisian. “Ini juga bagian dari strategi Polri untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa apa yang dilakukan Polri, kami memahami apa yang diinginkan. Antara lain kecepatan, ketepatan, dan akurasinya,” ungkapnya.

Ia berharap diskusi terbuka seperti ini bisa memperkuat pemahaman publik mengenai arah perubahan Polri sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk memberikan masukan konstruktif. “Lebih baik kita tanyakan langsung kepada Gen Z yang ada di sini,” tambahnya.

Melalui pendekatan yang lebih inklusif ini, Polri menargetkan terciptanya hubungan yang lebih solid, modern, dan adaptif antara kepolisian dan masyarakat.

Personel Polres Gayo Lues Evakuasi Warga Sakit dengan Cara Digendong di Desa Tetumpun

Blangkejeren – Personel Polres Gayo Lues kembali menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Gayo Lues. Saat hendak menyalurkan bantuan ke Dusun Tetumpun, Desa Pungke, Kecamatan Putri Betung pada Rabu (3/12), petugas menemukan seorang warga yang tengah mengungsi dalam kondisi sakit dan tidak mampu berjalan akibat medan yang terjal, licin, dan curam.

Melihat kondisi warga tersebut, personel Polres Gayo Lues langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan evakuasi menggunakan cara menggendong agar korban bisa dibawa menuju lokasi yang lebih aman. Evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena akses jalan menuju dusun tersebut masih terisolir dan dipenuhi material longsor pasca bencana.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo, S.I.K., melalui Kasatreskrim IPTU Muhamad Abidinsyah, S.H., M.H., menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih sangat menantang. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi halangan bagi anggota untuk memberikan pertolongan maksimal kepada masyarakat.

“Personel kami terus berupaya semaksimal mungkin membantu warga, terutama mereka yang berada di lokasi yang sulit dijangkau. Saat mendapati warga yang tidak mampu berjalan, anggota langsung bergegas mengevakuasi dengan cara menggendong karena keselamatannya menjadi prioritas,” ujar IPTU Abidinsyah.

Ia menambahkan bahwa Polres Gayo Lues akan terus hadir di tengah masyarakat selama proses penanganan pasca bencana berlangsung. Bantuan, evakuasi, hingga pelayanan terhadap warga yang membutuhkan perhatian khusus akan terus dilakukan.

“Tugas kami bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan seluruh warga yang terdampak mendapatkan pertolongan. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang terabaikan, terutama dalam kondisi darurat seperti ini,” tambahnya.

Warga setempat mengapresiasi kesigapan dan kepedulian personel Polres Gayo Lues yang selalu hadir memberikan bantuan kemanusiaan, meski harus menghadapi medan berat dan cuaca yang tidak menentu.

Polres Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan situasi pasca bencana, baik melalui penyaluran bantuan, evakuasi, maupun pelayanan lainnya guna meringankan beban masyarakat.

Humas Polres Gayo Lues

Pakar Hukum Tata Negara Muhammad Rullyandi: Usulan Menempatkan Polri di Bawah Kementerian Justru Kemunduran Reformasi

Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi, menanggapi isu yang belakangan muncul terkait wacana reposisi atau reformasi kelembagaan Polri, khususnya usulan agar Polri ditempatkan di bawah kementerian. Menurutnya, gagasan tersebut tidak sejalan dengan amanat reformasi dan justru berpotensi menjadi langkah mundur dalam penataan kelembagaan negara.

Dalam pandangannya, posisi Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dan sejalan dengan TAP MPR Nomor VI dan VII Tahun 2000. Ketentuan tersebut, kata Rullyandi, merupakan bagian penting dari agenda reformasi yang menegaskan pemisahan TNI-Polri dan penguatan peran Polri sebagai alat negara.

“Kedudukan Polri di bawah Presiden merupakan desain yang sudah final dalam kerangka reformasi. Penempatan ini justru memastikan Polri dapat menjalankan fungsi keamanan, ketertiban, dan pelayanan publik secara efektif,” ujar Muhammad Rullyandi.

Ia menjelaskan bahwa reformasi kelembagaan Polri telah berlangsung panjang, baik secara struktural maupun instrumental, dan merupakan hasil evolusi penataan institusi kepolisian sejak Indonesia merdeka tahun 1945. Berbagai perubahan posisi Polri—mulai dari pernah ditempatkan di bawah Perdana Menteri hingga kembali berada di bawah Presiden—menunjukkan proses konsolidasi peran strategis Polri dalam struktur negara.

Secara filosofis, ujar Rullyandi, keberadaan kepolisian merupakan unsur fundamental dalam pembentukan negara modern. Di berbagai belahan dunia, polisi diposisikan sebagai alat negara yang menjalankan fungsi pemerintahan di bidang keamanan, ketertiban, penegakan hukum, serta perlindungan dan pelayanan masyarakat. Model kepolisian pun bervariasi, mulai dari yang terfragmentasi seperti di Amerika Serikat hingga yang tersentralisasi seperti di Prancis dan Jepang.

Indonesia, sebagai negara kepulauan, menurutnya tepat memilih model kepolisian terintegrasi yang berada di bawah Presiden, dengan struktur komando dari pusat hingga daerah melalui Polda, Polres, dan Polsek. Sistem ini dinilai mampu memastikan efektivitas keamanan dan pelayanan publik di seluruh wilayah.

“Koordinasi antara Presiden sebagai kepala negara dan Polri sebagai aparat negara akan jauh lebih efisien bila Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Menempatkannya di bawah kementerian justru berpotensi menciptakan tumpang tindih kewenangan dan memperpanjang birokrasi,” tegas Rullyandi.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) sebagai lembaga pembantu Presiden juga sudah mengisi fungsi strategis dalam penetapan arah kebijakan kepolisian serta pertimbangan pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Dengan struktur tersebut, tidak ada alasan untuk memindahkan Polri ke bawah kementerian.

“Kompolnas sudah menjalankan peran sebagai auxiliary state organ yang membantu Presiden dalam fungsi kepolisian. Dengan desain seperti ini, struktur birokrasi tetap efisien dan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan,” jelasnya.

Rullyandi menegaskan bahwa usulan menempatkan Polri di bawah kementerian bertentangan dengan prinsip ketatanegaraan Indonesia dan tidak sejalan dengan semangat reformasi 1998 yang mendorong profesionalisme, modernisasi, serta kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Penempatan Polri langsung di bawah Presiden adalah pilihan paling tepat untuk menjawab kebutuhan negara dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan publik secara optimal,” pungkasnya.

NO DRAMA: Karo Ops Polda Bengkulu Buktikan Respon Cepat Layanan Panggilan 110

Bengkulu – Polda Bengkulu memiliki inovasi layanan terbaru untuk masyarakat di Provinsi Bengkulu.
Inovasi ini untuk memberikan layanan cepat kepada masyarakat dalam segala hal dan situasi.

Terobosan terbaru ini disampaikan Karo Ops Polda Bengkulu saat berbincang kepada GM RBTV Disway Purnama Sakti, Pemred RBTV Disway dan Redaktur RBTV Aliantoro usai menjadi bintang tamu program dialog di Rakyat Bengkulu Televisi pada Kamis (4/12) pagi.

Nama layanannya adalah Call Center 110.
Karo Ops Polda Bengkulu, Kombes Pol Pontjo Soediantoko, S.I.K., M.H. menyampaikan, dengan layanan ini, masyarakat dengan cepat bisa melapor dan meminta agar polisi datang ke lokasi dengan cepat.

110 juga memiliki filosofi tersendiri, yaitu satu panggilan, satu harapan dan nol penolakan.
Masyarakat di Provinsi Bengkulu bisa menelepon langsung 110 dan mengikuti instruksi yang disampaikan operator ada dalam panggilan.

Hanya dalam hitungan menit, personel polisi yang terdekat akan datang ke titik lokasi yang disampaikan penelepon (masyarakat).
“Semua hal bisa disampaikan, pecah ban di jalan saja bisa,” kata Kombes Pol. Pontjo.

Untuk membuktikan hal tersebut, Karo Ops pun langsung meminta Pemred RBTV Disway menelepon call Center 110.
“Mas, telepon 110 dan bilang ada keributan, kita lihat berapa lama personel tiba di lokasi dan meresepon,” kata Karo Ops Polda Bengkulu.

Tanpa canggung dan tanpa settingan, Karo Ops langsung membuka handphone pribadinya untuk menghidupkan timer.
Ini untuk mengetahui berapa lama waktu kedatangan personel ke lokasi yang disampaikan atau diadukan penelepon.

Benar saja, dalam hitungan 18 menit, personel Polsek Gading Cempaka, Polresta Bengkulu dari berbagai macam Satker tiba di Graha Pena Rakyat Bengkulu.

Para personel Polresta dan Polsek ini tak menyangka dan terkejut saat tiba ada Karo Ops Polda Bengkulu di lokasi.
Kombes Pol. Pontjo menjelaskan, Layanan 110 ini akan diterima langsung operator yang ada di Bengkulu 24 jam.

Setelah mendapat telepon, personel akan meluncur ke lokasi yang dituju untuk menindaklanjuti panggilan.

“Nanti anggota akan datang langsung ke lokasi, tiba di sana baru dicari tahu permasalahannya, dan satker apa yang harus bertindak. Yang penting, anggota tiba dulu di lokasi,” jelas Karo Ops.

Dengan adanya layanan 110 ini, Polri, khususnya Polda Bengkulu berharap tidak ada lagi jarak antara masyarakat dan polisi.
Semua kebutuhan dan kesulitan yang dialami masyarakat bisa disampaikan dan akan ditindaklanjuti.

Karo Ops Polda Bengkulu Paparkan Strategi Hadapi Potensi Bencana Musim Hujan

BENGKULU – Karo Ops Polda BENGKULU, Kombes Pol Pontjo Soediantoko, S.I.K., M.H., menjadi narasumber utama dalam acara dialog interaktif “Selamat Pagi BENGKULU” di RBTV pagi ini (4/12).
Tema yang diangkat adalah “Kesiapsiagaan dan Solidaritas Polda Bengkulu Menghadapi Bencana,” sebuah topik krusial mengingat potensi ancaman bencana alam yang ada di wilayah Bengkulu.

Dalam dialog tersebut, Kombes Pol Pontjo Soediantoko menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh stakeholder di Provinsi Bengkulu.

Beliau merujuk pada pengalaman pahit dari bencana besar yang pernah terjadi di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, sebagai pelajaran berharga.

Mengingat curah hujan ekstrem yang diperkirakan akan terjadi pada bulan Desember dan beberapa bulan mendatang, kewaspadaan harus ditingkatkan.

“Kita belajar dari pengalaman bencana di daerah lain. Bengkulu juga memiliki potensi bencana yang signifikan, oleh karena itu, kita harus bersiap,” ujar Kombes Pol Pontjo Soediantoko.

Lebih lanjut, Karo Ops Polda Bengkulu menjelaskan bahwa hampir seluruh Kabupaten di Provinsi Bengkulu memiliki potensi terjadinya banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan parah.

Kondisi geografis dan perubahan iklim menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko tersebut.

Polda Bengkulu, sebagai bagian integral dari masyarakat, berkomitmen untuk hadir sebagai pelayan yang responsif dan proaktif.

Peran utama Polri adalah memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat mengenai potensi bencana, serta memberikan panduan tentang tindakan yang harus diambil sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Bengkulu memiliki informasi yang cukup untuk melindungi diri dan keluarga mereka. Selain itu, kami juga siap untuk memberikan bantuan langsung saat bencana terjadi,” tambahnya.
Sinergi yang baik antar semua elemen menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi bencana.

Dari paparan yang disampaikan Karo Ops Polda Bengkulu, diharapkan masyarakat Bengkulu semakin sadar akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

Polda Bengkulu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya sadar bencana demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.

Tim Trauma Healing Ops Aman Nusa II Tinjau Posko Pengungsian di Kota Padang

Padang — Tim Trauma Healing Operasi Aman Nusa II pada Kamis (4/12/2025) pukul 08.30 WIB melaksanakan peninjauan ke sejumlah titik pengungsian di Kota Padang. Rombongan dipimpin oleh Brigjen Pol Nina Febri Linda, SH., MH., yang langsung meninjau SD Negeri Cupak Tangah 02, Kecamatan Pauh, salah satu lokasi yang difungsikan sebagai posko pengungsian korban bencana.

Dalam kunjungannya, Brigjen Pol Nina Febri Linda menyampaikan bahwa pengecekan ini bertujuan memastikan seluruh kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

“Kami ingin memastikan kondisi para pengungsi, terutama anak-anak dan lansia, mendapat perhatian penuh. Fasilitas posko juga harus berfungsi optimal agar mereka merasa aman dan nyaman,” ujarnya saat berada di lokasi.

Selain memantau kondisi posko, rombongan juga meninjau pelaksanaan trauma healing bagi para korban terdampak, khususnya anak-anak. Program ini menjadi bagian penting dalam pemulihan psikologis pascabencana.
“Pemulihan mental sama pentingnya dengan pemulihan fisik. Kami memastikan kegiatan trauma healing berjalan efektif agar para korban, terutama anak-anak, dapat kembali merasa tenang,” tambahnya.

Usai dari Cupak Tangah, rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengecek dapur lapangan Polri di Posko Bencana Lubuk Minturun, Kota Padang. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan distribusi makanan dan logistik bagi pengungsi berjalan lancar.

“Dapur lapangan harus mampu menyediakan makanan yang cukup, aman, dan tepat waktu. Ini sangat penting bagi keberlangsungan para pengungsi selama berada di posko,” tegas Brigjen Pol Nina.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar. Situasi di titik-titik peninjauan terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tim memastikan pelayanan terhadap para pengungsi terus ditingkatkan demi mendukung proses pemulihan pascabencana.

Tim K9 Polri Temukan Sesosok Mayat Wanita di Depan Gereja GKPA Huta Godang, Batang Toru

Batang Toru – Tim gabungan Unit K9 SAR Mabes Polri, Unit K9 Polda Sumut, serta Sat Brimob Batalyon C Polda Sumut menemukan sesosok mayat wanita di depan Gereja GKPA Desa Huta Godang, Kabupaten Batang Toru, pada Kamis (4/12/2025). Penemuan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencium bau menyengat di sekitar lokasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung melakukan penyisiran. Pada saat pencarian, anjing pelacak K9 jenis Dasa memberikan reaksi di satu titik mencurigakan. Handler K9, Aipda Hasan, kemudian melaporkan temuannya kepada Katim, Kompol Kadarman, dan Iptu Erasmus.

Setelah dilakukan pembukaan pada titik yang ditandai K9, tim menemukan sesosok jenazah perempuan dengan identitas yang masih belum diketahui. Penemuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Basarnas untuk proses evakuasi.

Kabag Penum Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, membenarkan adanya temuan tersebut dan mengatakan bahwa langkah cepat tim K9 merupakan bentuk respon cepat Polri terhadap laporan masyarakat.

“Tim K9 bergerak cepat setelah mendapat laporan warga. Anjing pelacak berhasil mengarahkan tim ke titik bau dan ditemukan satu korban perempuan. Saat ini proses identifikasi masih berlangsung dan Polri berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian dan mengungkap identitas korban.

“Polri berkomitmen untuk memastikan proses penyelidikan berjalan objektif, transparan, dan tuntas. Kami juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk menghubungi kepolisian setempat,” tambahnya.

Saat ini, jenazah telah dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polri Apresiasi Masyarakat dan Relawan Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana

Jakarta – Bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus disalurkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sebagai relawan. Hingga hari ini, bantuan masih terus dikirimkan untuk menjangkau semua titik di tiga provinsi terdampak tersebut.

Pada hari ini pun disalurkan bantuan logistik dari masyarakat melalui penerbangan dari Lapangan Udara Mako Poludara Baharkam Polri menuju Kualanamu, Sumatera Utara. Bantuan ini dikirimkan oleh masyarakat relawan, di antaranya Ferry Irwandi dan Jovial Da Lopez.

Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi dengan total 2.639 Kg. Polri pun mengapresiasi atas peran masyarakat dalam kepedulian terhadap korban terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor.

“Polri mengapresiasi peran aktif masyarakat dengan bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yag tersampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ungkap Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kamis (4/12/2025).

Menurut Komjen Pol Dedi, peran serta masyarakat menjadi wujud kepedulian terhadap sesama dan akan semakin memaksimalkan penanganan bencana alam yang tengah terjadi. Sinergitas semua pihak menjadi kekuatan dalam percepatan penanganan bencana ini.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat dan relawan, di antaranya Bang Ferry Irwandi dan Bang Jovial Da Lopez atas kontribusinya terhadap bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” jelas Wakapolri.

Lebih lanjut ditegaskan Wakapolri bahwa Polri juga telah membuka posko bencana secara terpusat dan di daerah. Posko ini sebagai wadah untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan dari masyarakat kepada korban terdampak bencana alam di berbagai wilayah terdampak bencana dan bisa dihubungi melalui call center 081298420098 dan Posko pengiriman bantuan Polri di Mako Ditpoludara, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten. 08113864906

Wakapolri menegaskan bahwa Polri terus memperkuat langkah cepat penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melalui pengaktifan sejumlah posko logistik di titik-titik strategis.

“Seluruh jajaran telah kami gerakkan. Di Aceh, dua posko utama sudah beroperasi, di bawah kendali Polda Aceh dan posko terpadu BNPB di Lanud Banda Aceh. Sementara di Sumatera Barat, satu posko logistik Polda Sumbar telah siap melayani kebutuhan masyarakat. Untuk Sumatera Utara, tiga posko—Polda Sumut, Kualanamu, dan Silangit—kami pastikan siaga penuh,” ujar Wakapolri.

Komjen Pol Dedi menambahkan, keberadaan posko-posko ini memastikan distribusi bantuan, koordinasi lintas instansi, dan respon cepat terhadap kebutuhan masyarakat terdampak dapat berjalan efektif.

“Fokus kami adalah kecepatan, ketepatan, dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan tanpa hambatan. Polri hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan maksimal bagi warga yang terdampak,” tegas Wakapolri.

Di sisi lain, Ferry Irwandi mengungkap bahwa pemberian bantuan kemanusiaan ini bekerja sama dengan Polri dan Kitabisa. Bantuan ini pun akan terus disalurkan secara bertahap.

“Kita menuju Pulau Sumatera sekarang dengan 2,6 ton bantuan tahap awal, nantu menyusul lagi, menyusul lagi. Semangat semuanya!” dikutip dari media sosial @kitabisa dan Ferry Irwandi.

Polda Aceh Kembali Kirim Bantuan Sembako dan BKO Personel Untuk Bantu Masyarakat Terdampak Banjir di Langsa dan Aceh Tamiang

Aceh – Polda Aceh kembali mengirimkan bantuan sembako dan BKO personel Polri untuk membantu masyarakat terdampak banjir di Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis, 4 Desember 2025.

Selain itu, juga dikirim perbantuan 10 tenaga medis beserta 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri.

Bantuan sembako dan BKO personel Polda Aceh yang berjumlah 115 orang, serta tenaga medis, tim trauma healing psikologi dan Polwan dari Mabes Polri, pagi ini, Kamis, sekira pukul 07.30 telah berlabuh menggunakan Kapal Wisanggeni 8005 di Pelabuhan Lhokseumawe, ucap Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S. I. K.

Selanjutnya, bantuan sembako dan rombongan personel Polri itu akan bertolak menuju Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, lanjutnya.

” Benar, pagi ini sekira pukul 07.30 Wib, dengan menggunakan Kapal Wisanggeni 8005, bantuan sembako dan BKO Personel Polda Aceh sebanyak 115 orang, serta 10 tenaga medis, 12 tim trauma healing psikologi dan Polwan Mabes Polri, telah berlabuh di Pelabuhan Lhokseumawe dan selanjutnya akan diberangkatkan ke Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di sana, ” sebut Kabid Humas.

Personel Polri akan bekerja sesuai tupoksinya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang, tutup Kabid Humas.

Wakapolri Tinjau Posko Antemortem DVI di Sumatera Barat, Pastikan Proses Identifikasi Korban Berjalan Optimal

Padang – Wakapolri bersama rombongan meninjau Posko Antemortem DVI Pusdokkes Polri di Polda Sumatera Barat pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 08.30 hingga 10.00 WIB. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan, kelengkapan, serta pelaksanaan proses identifikasi korban oleh Tim DVI di lapangan pascabencana yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam peninjauan itu, Wakapolri menerima paparan langsung dari pejabat Pusdokkes Polri dan jajaran terkait mengenai perkembangan pengambilan data antemortem, alur identifikasi, hingga berbagai kendala yang tengah dihadapi tim di lokasi. Wakapolri juga memberikan arahan agar seluruh personel tetap menjaga profesionalisme, bekerja cepat namun tetap akurat, demi mempercepat proses identifikasi korban.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen pimpinan Polri untuk memastikan seluruh layanan kemanusiaan berjalan maksimal, terutama yang berkaitan dengan penanganan korban bencana,” ujar Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo.

Ia menambahkan bahwa Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik, termasuk dukungan peralatan maupun tenaga ahli, guna membantu keluarga korban mendapatkan kepastian secepat mungkin.

“Tim DVI bekerja dengan standar internasional dan terus berkoordinasi dengan semua pihak di lapangan. Harapannya, proses identifikasi bisa berlangsung lancar dan memberikan kepastian bagi para keluarga korban,” tambahnya.

Kunjungan Wakapolri ini sekaligus memastikan seluruh prosedur tetap berjalan sesuai standar operasional, serta sebagai bentuk dukungan moral bagi tim yang bekerja di lapangan.