Dialog Literasi Kebangsaan STIK: Menyongsong Pemolisian Digital di Era AI

Jakarta — Episode ketiga dialog mahasiswa STIK-PTIK kembali menghadirkan pandangan segar mengenai arah transformasi Polri di tengah arus perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Pada sesi kali ini, para mahasiswa tampil langsung sebagai pembicara, menunjukkan perspektif generasi baru yang akan menjadi pemimpin bangsa di masa mendatang. Sejumlah tokoh turut memberikan pandangan dan menegaskan pentingnya kesiapan Polri menghadapi era digital.

Dosen Kepolisian Utama Tk.I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menegaskan bahwa institusi kepolisian harus semakin terbuka terhadap masukan publik.
“Pesan utamanya, seperti yang disampaikan para pembicara tadi, adalah bahwa Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang berasal dari Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dikritik. Jadi ada timbal balik,” ujarnya.

Irjen Dachi juga menegaskan bahwa transformasi Polri bertumpu pada tiga komponen: people, technology, dan process. Ia mencontohkan implementasi ETLE yang dapat ditingkatkan melalui teknologi dan AI agar lebih ramah bagi masyarakat.
“Kalau pelanggaran bisa langsung dibayar lewat QR code, atau ETLE langsung mengirimkan notifikasi WhatsApp, itu akan jauh lebih mudah. AI sangat membantu proses seperti itu. Penggunaan AI dalam penegakan hukum di masa depan tidak bisa dielakkan.”

Founder Drone Emprit dan PT Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan dalam kepolisian modern. Ia mengapresiasi munculnya kritik dari mahasiswa Polri yang mulai menyadari perlunya perubahan paradigma.
“Mereka menyadari bahwa kita selama ini terlalu fokus pada penegakan hukum, padahal ada juga yang namanya prediction dan pencegahan. Kalau pencegahan bisa dibantu oleh AI—misalnya melalui ETLE atau data CCTV untuk memetakan lokasi rawan—maka masyarakat bisa mendapat feedback dan itu membantu tugas polisi,” jelasnya.

Perwakilan GP Ansor, Ahmad Luthfi, mengingatkan para mahasiswa STIK tentang pentingnya literasi teknologi dalam tugas kepolisian modern.
“Jika ingin menjadi pemimpin masa depan, maka harus menguasai teknologi. Dari pembicaraan tadi, terlihat bahwa setiap peristiwa ataupun persoalan di era sekarang selalu melibatkan teknologi,”

Dialog pada episode ketiga ini menegaskan bahwa masa depan Polri dan kepemimpinan nasional berada di tangan generasi muda yang melek teknologi dan terbuka terhadap perubahan. Melalui sudut pandang Irjen Pol Bahagia Dachi, Ismail Fahmi, dan Ahmad Luthfi, terlihat jelas bahwa transformasi menuju era digital tidak hanya menuntut kesiapan institusi, tetapi juga seluruh ekosistem pendukungnya—mahasiswa, masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.

Polres Sabang Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir dan Longsor di Aceh

Sabang – Polres Sabang resmi melepas bantuan kemanusiaan berupa sembako, obat-obatan, pakaian, dan perlengkapan penting lainnya untuk masyarakat di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor, di Dermaga CT-1 BPKS, Jln.Perkapalan Gp.Kuta Barat Kec. Sukakarya Kota Sabang, menggunakan armada KP. Wisanggeni 8005 Mabes Polri, Rabu (03/12/2025).

Pelepasan bantuan dipimpin langsung oleh Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.ST, M.M, M.Mar, M.Tr.SOU, M.Han, serta dihadiri Wakapolres Sabang, Kompol Teuku Muhammad, SH, Pejabat Utama Polres Sabang, Kapolsek Sukakarya Ipda Hairul Saleh Ritonga, SH, Kapolsek Sukajaya Iptu Samsuri, dan personel jajaran Polres Sabang.

Kapolres Sabang menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dan masyarakat Sabang terhadap warga Aceh yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana alam.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera diterima masyarakat dan meringankan beban saudara-saudara kita. Transportasi laut dipilih karena sejumlah jalur darat masih terputus akibat banjir dan longsor,” ujar AKBP Sukoco.

Barang bantuan kemanusiaan yang diberangkatkan berupa, Pakaian layak pakai: 413 karung, Beras 5 kg: 271 sak, Beras 15 kg: 2 sak, Mie instan: 211 kotak, Minyak goreng: 31 kotak, Pampers bayi: 32 kotak, Susu balita/anak: 42 kotak, Biskuit: 17 kotak, Alat mandi: 18 kotak, Air mineral: 199 kotak, Pembalut wanita: 2 kotak, Kopi: 3 kotak, Gula pasir: 11 kg, Obat-obatan: 40 kardus, Tambahan satu truk sembako dari masyarakat Kota Sabang.

Seluruh logistik diberangkatkan menuju Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe, sebelum disalurkan ke wilayah terdampak. Personel Polres Sabang bersama masyarakat turut melakukan proses pengemasan dan pemuatan barang ke atas kapal.

Polres Sabang menegaskan bahwa dukungan terhadap penanganan pascabencana akan terus diberikan sebagai wujud solidaritas dan kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Kapolres Aceh Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Bencana Alam di Kecamatan Bintang

Takengon – Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menyalurkan langsung bantuan sembako kepada warga terdampak bencana banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (2/12/2025).

Dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Kapolres turut didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Aceh Tengah, Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Batalyon B Pelopor Bener Meriah, Ketua HMI Cabang Takengon Afdhalal Gifari, serta insan pers yang ikut meliput jalannya penyaluran bantuan.

Rombongan bertolak dari Takengon menuju Kecamatan Bintang menggunakan perahu boat untuk menyeberangi Danau Lut Tawar, dengan waktu tempuh lebih dari satu jam. Hingga kini, akses jalur darat belum dapat dilalui karena tertimbun material longsor akibat bencana yang terjadi sejak Rabu (26/11/2025).

Setiba di lokasi, Kapolres dan rombongan meninjau tiga desa yang terdampak paling parah, yakni Desa Kala Bintang, Linung Bulen, dan Suku Weh Lah Setie. Pada kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan bantuan berupa paket sembako, mie instan, serta makanan ringan untuk masyarakat, termasuk anak-anak yang menjadi korban bencana.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

“Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan memberikan dukungan moril di tengah situasi sulit ini. Polres Aceh Tengah bersama stakeholder lainnya akan terus berupaya membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Kapolres.

Polresta Bukittinggi Kembali Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak di Jorong Sungai Landia

Bukittinggi — Polresta Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu warga terdampak bencana. Pada Selasa, 2 Desember 2025. personel Polresta Bukittinggi menyalurkan bantuan langsung ke Jorong Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Kegiatan penyaluran ini dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Bukittinggi, Kompol Al Indra, bersama sejumlah personel.

Medan berat yang harus dilalui tidak menyurutkan semangat petugas. Jalur menuju lokasi yang terputus akibat longsong dan belum dilalui kendaraan terpaksa ditempuh dengan berjalan kaki.

Bantuan berupa logistik bahan pangan berupa beras sebanyak 60 karung serberat 300 kilogram beras dan kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, minyak goreng dipikul langsung oleh personel menuju permukiman warga terdampak.

Perjalanan menembus jalur menanjak tersebut dilakukan demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Setibanya di lokasi pengungsian, personel menyerahkan bantuan kepada wali nagari Sungai Landia untuk seterus disalurkan ke pada warga yang masih terdampak dan terkendala akses.

Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol Ruly Indra Wijayanto melalui Kabag Ops Kompol Al Indra menegaskan bahwa Polresta Bukittinggi akan terus hadir untuk masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi memastikan masyarakat merasa diperhatikan. Selama masih dibutuhkan, kami akan tetap turun langsung,” ujarnya.

Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polresta Bukittinggi dalam membantu warga yang terdampak bencana, sekaligus bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti meskipun medan sulit dan situasi terbatas.

Polres Padang Pariaman Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak di Korong Sipisang sipinang Nagari Anduring Kecamatan 2×11 Kayu Tanam

Padang Pariaman — Polres Padang Pariaman menunjukkan komitmennya dalam membantu warga terdampak bencana. Pada Selasa (2/12/25), personel Polres Padang Pariaman menyalurkan bantuan langsung ke Korong Sipisang sipinang Nagari Anduring Kecamatan 2×11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman.

Kegiatan penyaluran ini dipimpin oleh Kabag Ops Polres Padang Pariaman, Kompol Edi Karan P, S.H, M.H, bersama personil.

Medan berat yang harus dilalui tidak menyurutkan semangat petugas. Jalur menuju lokasi yang terputus akibat longsong dan banjir belum dilalui kendaraan terpaksa ditempuh dengan berjalan kaki.

Bantuan berupa logistik bahan pangan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya seperti mie instan, minyak goreng dipikul langsung oleh personel menuju permukiman warga terdampak dan posko darurat.

Perjalanan menembus jalur sungai, hutan dan menanjak tersebut dilakukan demi memastikan bantuan sampai tepat sasaran. Setibanya di lokasi pengungsian, personel menyerahkan bantuan kepada wali nagari Anduring untuk seterus disalurkan ke pada warga yang masih terdampak dan terkendala akses.

Kapolres Padang Pariaman melalui Kabag Ops Kompol Edi Karan, S.H, M.H, menegaskan bahwa Polres Padang Pariaman akan terus hadir untuk masyarakat dalam kondisi apa pun.

“Kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi memastikan masyarakat merasa diperhatikan. Selama masih dibutuhkan, kami akan tetap turun langsung,” ujarnya.

Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab Polres Padang Pariaman dalam membantu warga yang terdampak bencana, sekaligus bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti meskipun medan sulit dan situasi terbatas.

Polri All-Out Tangani Krisis Sumatera: Wakapolri Lepas Bantuan Kemanusiaan Polda Lampung

Lampung– Kapolri memerintahkan Wakapolri dan seluruh jajarannya untuk terus memperbarui perkembangan penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—tiga wilayah yang saat ini terdampak banjir besar, tanah longsor, serta kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem. Ribuan warga telah dievakuasi, sementara sejumlah akses jalan utama terputus dan membutuhkan pembukaan jalur darurat. Hal ini disampaikan Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo melalui Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari.

Kabid Humas menjelaskan bahwa sebagai bentuk komitmen Polri dalam percepatan penanganan bencana, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Pol. Dedi Prasetyo, memimpin langsung kegiatan pelepasan bantuan kemanusiaan Polda Lampung pada Rabu (3/12/2025). Kegiatan bertema “Bersama Menjaga Lampung” ini berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Lampung dan dihadiri ribuan perwakilan driver ojek online se-Lampung. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolri melepas 14 truk logistik berisi 12.489 kilogram beras, 5.763 dus mi instan, 1.515 selimut, 2.537 bal popok, serta kebutuhan lain seperti pakaian, obat-obatan, gula, bahan makanan, dan air mineral, untuk memperkuat penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejak awal bencana, Polri telah mengerahkan seluruh unsur terbaiknya—personel SAR, Brimob, lalu lintas, Dokkes, hingga Inafis—untuk mendukung evakuasi warga, pencarian korban, pembukaan akses jalan, serta distribusi bantuan. Polda-Polda se-Sumatera juga memperkuat dukungan dengan mengirim logistik dan personel tambahan.

Polri bersama TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan relawan terus melakukan evakuasi di area berisiko tinggi, membuka akses jalan dengan alat berat, serta menyiapkan jalur alternatif untuk memastikan distribusi bantuan tetap lancar. Polri juga mendirikan dapur lapangan, tenda penampungan, layanan kesehatan, serta trauma healing di berbagai posko pengungsian. Pengamanan jalur distribusi bantuan dilakukan secara ketat untuk mencegah hambatan maupun penyimpangan.

Kabid Humas menegaskan bahwa koordinasi antar-Polda dilakukan setiap hari untuk memperbarui perkembangan dampak bencana, jumlah pengungsi, serta kebutuhan logistik tambahan yang harus segera dipenuhi.

Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan bahwa hari ini Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo dijadwalkan bertolak dari Jakarta menuju Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, sebagai titik awal pergerakan peninjauan lapangan. Dari Kualanamu, Wakapolri akan langsung melanjutkan perjalanan menuju Aceh, terutama Kabupaten Aceh Tamiang, yang hingga kini masih menghadapi kesulitan akses, keterbatasan logistik, dan kondisi warga yang membutuhkan percepatan penanganan. Wakapolri akan memastikan distribusi bantuan Polri berjalan lancar, cepat, dan tepat sasaran, termasuk kebutuhan mendesak bagi warga di titik-titik terisolasi.

Setelah dari Aceh, Wakapolri selanjutnya akan bertolak ke Sumatera Barat untuk meninjau kondisi wilayah terdampak, memastikan ketersediaan logistik, serta memberikan dukungan moril dan materil kepada personel Polri—baik anggota Polda maupun pasukan BKO Mabes Polri—yang sedang bertugas di lapangan membantu masyarakat.

Kabid Humas menegaskan bahwa Polri terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian, dan seluruh stakeholder terkait untuk menembus wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak. Seluruh upaya dilakukan dengan berpacu pada waktu, manajemen krisis yang terukur, dan komitmen penuh Polri dalam menjamin keselamatan warga.

Wakapolri menekankan bahwa Polri akan terus berada di tengah masyarakat bersama pemerintah dan relawan hingga kondisi kembali stabil, akses pulih sepenuhnya, dan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Polri Gerak Cepat Perbaiki Jembatan Pandan, Akses Utama Warga Tapteng Ditargetkan Segera Pulih

Tapanuli Tengah – Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan upaya percepatan pemulihan infrastruktur vital di wilayah Tapanuli Tengah. Tim gabungan Polda Sumut bersama personel Polres Tapteng turun langsung memperbaiki Jembatan Pandan, akses utama yang menghubungkan Sibolga – Padang Sidempuan dan menjadi jalur penting distribusi logistik serta BBM bagi masyarakat setempat.

Perbaikan konstruksi jembatan yang memiliki panjang sekitar 6 meter dan tinggi 7 meter ini telah dimulai sejak Selasa (2/12). Hari ini, Rabu (3/12/2025) pukul 14.30 WIB, proses percepatan pengerjaan kembali dilanjutkan dengan melibatkan kekuatan penuh personel, baik dari PJU dan anggota Polda Sumut, Satbrimobda Sumut, hingga Polres Tapteng.

Tiga pejabat utama Polda Sumut ikut turun ke lapangan, Karo Logistik, Direktur Polairud, dan Direktur Siber, memastikan seluruh proses berjalan aman, cepat, dan tepat. Mereka didukung 35 personel Brimob serta 21 personel Polres Tapteng yang bekerja bahu-membahu di lokasi.

Karolog Polda Sumut, Kombes Pol Suranta Pinem, yang berada di lapangan, menegaskan komitmen jajaran kepolisian untuk memulihkan akses masyarakat sesegera mungkin. “Kami bersama-sama dengan masyarakat melaksanakan perbaikan jembatan yang terputus yang memisahkan Pinangsori dan Sibolga. Mudah-mudahan malam ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Langkah cepat jajaran Polda Sumut ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut untuk aktivitas ekonomi maupun kebutuhan harian. Pemulihan jembatan Pandan diharapkan membantu memperlancar arus bantuan, logistik, dan pelayanan publik di wilayah Tapanuli Tengah pasca bencana.

Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 290 Korban di Sumatera Utara, Operasi Dilanjutkan Hingga Akhir Masa Tanggap Darurat

Medan – Pelaksanaan Operasi Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan bencana alam di Sumatera Utara terus berlangsung secara intensif. Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, menegaskan bahwa tim telah digerakkan secara menyeluruh di tiap kabupaten/kota dengan total 30 personel, terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan 20 personel DVI Polda Sumut.

“Kami telah menggelar operasi DVI yang tersebar di seluruh kabupaten di Sumatera Utara dengan kekuatan 30 personel. Terdiri dari 10 personel DVI Mabes Polri dan selebihnya dari Polda Sumut,” ujar Kombes Pol Taufik Ismail.

“Per hari Selasa, 2 Desember 2025, kami telah mengidentifikasi sebanyak 290 korban yang tersebar di 12 kabupaten/kota wilayah Polda Sumut.”

Karumkit menjelaskan bahwa seluruh korban hingga saat ini berhasil diidentifikasi menggunakan data sekunder seperti ciri fisik, sidik jari, maupun properti yang melekat, karena mayoritas jenazah masih dalam kondisi relatif utuh pada fase awal.

Namun pekerjaan tim ke depan akan semakin menantang. Saat ini masih terdapat 122 korban yang tercatat hilang, dan banyak di antaranya diperkirakan sudah mulai mengalami pembusukan.

“Ini mungkin seminggu ke depan akan lebih sulit untuk identifikasi karena jenazah yang masih tertimbun mengalami proses pembusukan. Untuk itu kami menyiapkan langkah identifikasi menggunakan data primer, yaitu sampel DNA,” jelasnya.

“Jika jenazah tidak teridentifikasi dan karena keterbatasan tempat penyimpanan, kami akan makamkan dengan penandaan khusus. Jika di kemudian hari ada kecocokan DNA, kami bisa menunjukkan lokasi pemakaman kepada keluarga.”

Hingga hari ini, seluruh 290 jenazah yang sudah teridentifikasi telah dikembalikan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Berdasarkan pendataan terkini, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan dampak paling berat, disusul beberapa daerah lain. Adapun rinciannya:

  • Kab. Tapanuli Tengah: 86 orang meninggal dunia, 104 orang hilang
  • Kab. Tapanuli Selatan: 84 orang MD, 4 orang hilang
  • Kota Sibolga: 47 orang MD, 9 orang hilang
  • Kab. Tapanuli Utara: 34 orang MD, 12 orang hilang
  • Kota Medan: 12 orang MD
  • Kab. Langkat: 14 orang MD
  • Kab. Humbang Hasundutan: 8 orang MD, 1 orang hilang
  • Kab. Pakpak Bharat: 2 orang MD
  • Nias Selatan: 1 orang MD
  • Kota Padang Sidempuan: 1 orang MD
  • Kota Binjai: 1 orang MD

Dalam penanganan korban luka, seluruh pasien dirawat di rumah sakit setempat, termasuk RS Bhayangkara Batangtoru.

“Kalau nanti memerlukan perawatan ataupun rujukan, kita kirim ke Kota Medan,” jelas Karumkit.

“Persediaan obat sejauh ini sudah kita terima dari Mabes Polri, dan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota yang paling memerlukan, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga,” ujarnya.

Karumkit menjelaskan bahwa saat ini belum ditemukan kendala yang signifikan, namun minggu berikutnya menjadi fase paling krusial.

“Sementara ini kendala belum ada, tapi seminggu ke depan kemungkinan besar kita akan menghadapi kesulitan karena jenazah yang belum ditemukan sudah mengalami pembusukan. Sidik jari atau wajah mungkin sudah rusak, sehingga metode DNA menjadi cara terakhir yang paling akurat.”

Operasi DVI akan terus berlangsung mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. Seluruh elemen kesehatan dan identifikasi Polda Sumut dan Mabes Polri tetap disiagakan di lapangan.

Polres Aceh Tenggara Berhasil Evakuasi Jenazah Korban Bencana di Sungai Alas

Kutacane — Personel Polres Aceh Tenggara berhasil mengevakuasi sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Alas, Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe, Selasa, 2 Desember 2025. Penemuan ini menambah daftar korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa penemuan jenazah tersebut bermula saat dua warga, pasangan suami-istri, sedang menangkap ikan menggunakan durung alat tangkap tradisional di Sungai Alas.

Ketika alat mereka diangkat, kata Yulhendri, keduanya terkejut melihat bagian kaki manusia tersangkut di dalam durung, dengan kondisi tubuh yang sudah rusak akibat terbawa arus dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

“Usai menemukan, saksi langsung menuju Posko Bencana Polres Aceh Tenggara di Desa Aunan untuk melapor. Petugas yang sedang bertugas merespons cepat laporan tersebut dan melakukan tindakan lanjutan,” kata Yulhendri dalam rilisnya, Rabu, 3 Desember 2025.

Setibanya di lokasi, personel Polres langsung melakukan proses evakuasi dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi korban yang sudah tidak utuh. Sekira pukul 15.30 WIB, jenazah berhasil dibawa ke tepi sungai dan dievakuasi ke daratan untuk dibawa ke Posko dan selanjutnya dibawa ke RSUD H. Sahudin Kutacane..

Yulhendri juga menyampaikan bahwa jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban yang terseret arus banjir bandang. Tidak tertutup kemungkinan korban berasal dari kuburan yang hanyut atau warga yang hilang namun belum terdata. Namun, hal tersebut masih akan diidentifikasi.

“Mengingat identitas korban belum diketahui, kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dapat segera menghubungi kepolisian atau RSUD H. Sahudin,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai pascabanjir. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda mencurigakan atau informasi terkait orang hilang.

Astamaops Kapolri Tinjau dan Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang — Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. melakukan asistensi penanganan bencana alam di Provinsi Aceh sekaligus meninjau langsung wilayah terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (2/12).

Dalam kunjungannya, Astamaops Kapolri menyalurkan bantuan kemanusiaan yang diberikan langsung oleh Kapolri untuk masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tersebut dikirim menggunakan pesawat Poludara CN 295/P-4501 via Bandara Kualanamu Medan, sebelum dipindahkan ke dua helikopter Poludara AW 169/P-3308 dan Dauphin AS365N3/P-3102. Setibanya di Lapangan Desa Paya Bedi, Kecamatan Kejuruan Muda, bantuan diterima oleh Bupati, Dandim, BKO Brimob, dan BPBD Kabupaten Aceh Tamiang.

Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari:

  1. Beras 5 kg: 40 karung
  2. Mi instan: 40 kotak
  3. Air mineral: 40 kotak
  4. Biskuit: 40 kotak
  5. Starling: 2 unit
  6. Wontech Tactical Backpack: 1 unit

Selain menyerahkan bantuan, Astamaops Kapolri juga mengunjungi seluruh personel yang tengah bertugas untuk memberikan dukungan dan motivasi langsung di lapangan. Ia juga meninjau kendala serta kebutuhan masyarakat sebagai bahan laporan yang akan ditindaklanjuti oleh Mabes Polri. Kunjungan ditutup dengan pengecekan Posko bantuan utama di lokasi.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kehadiran Astamaops Kapolri merupakan bentuk komitmen Polri dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Bapak Kapolri melalui Astamaops ingin memastikan bahwa seluruh bantuan kemanusiaan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan, tepat waktu dan tepat guna. Selain itu, Polri juga ingin memberi semangat kepada personel di lapangan agar tetap sigap membantu warga,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.
“Setiap masukan dan kendala yang ditemukan di lokasi akan segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti, sehingga penanganan bencana dapat berlangsung lebih optimal,” tambahnya.

Kunjungan dan distribusi bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat Aceh Tamiang sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana.