Polri Kirim 4.459 Kilogram Logistik pada Hari Kedua untuk Perkuat Penanganan Darurat Bencana di Sumatera Utara

Jakarta – Polri kembali mengirimkan bantuan logistik guna memperkuat operasi tanggap darurat bencana di wilayah Sumatera Utara pada hari Minggu, 30 November 2025. Total 4.459 kilogram perlengkapan diberangkatkan pada hari kedua pengiriman, sebagai lanjutan dari upaya percepatan penanganan di area terdampak.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menegaskan bahwa pengiriman hari kedua ini merupakan bentuk konsistensi Polri dalam mendukung penanganan bencana. “Hari ini adalah pengiriman hari kedua, dan Polri terus memastikan seluruh kebutuhan perlengkapan lapangan terpenuhi agar operasi tanggap darurat berjalan optimal,” ujar Erdi.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan pokok dan peralatan operasional kembali dikirim. “Kami mengirimkan Gajahfood 684 kilogram (57 koli), perahu karet 280 kilogram (4 koli), tiang tenda 630 kilogram (14 koli), tenda 316 kilogram (4 koli), serta besi konektor tenda 200 kilogram (4 koli),” jelasnya.

Selain itu, pengiriman juga mencakup perlengkapan hunian sementara. “Sebanyak 15 unit velbed dengan total bobot 450 kilogram turut diberangkatkan untuk mendukung kenyamanan personel di lapangan,” tambahnya.

Erdi menerangkan bahwa perlengkapan teknis turut menjadi prioritas. “Kami menyalurkan MTP-FT 850 kilogram (50 koli), pemanas MTP-FT 75 kilogram (25 koli), genset portabel 129 kilogram (3 koli), serta panel surya 105 kilogram (7 koli),” ujarnya. Selain itu juga dikirim jas hujan 620 kilogram (17 koli), goni 90 kilogram (2 koli), dan lampu penerangan 30 kilogram (3 koli).

Seluruh logistik tersebut telah dikemas dalam puluhan koli agar pendistribusian berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kami berharap bantuan pada hari kedua ini dapat segera digunakan di area terdampak dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis,” tutupnya.

Penuh Haru dan Simpatik, Bhayangkari Cabang Tapsel Menyusui Bayi yang Terpisah dari Ibunya di Posko Longsor Marsada

Tapanuli Selatan – Di tengah hiruk-pikuk posko penanganan banjir dan longsor yang dipenuhi isak, kepanikan, dan harapan, sebuah momen kecil namun sangat memanusiakan terjadi di Posko Kesehatan dan Dapur Umum depan RM Sinyar-Nyar, Dusun Purba Tua, Desa Marsada, Sipirok.

Di antara kerumunan, seorang nenek tampak menggendong bayi mungil berusia sekitar satu bulan. Sang bayi menangis tanpa henti—lapar, kelelahan, dan terpisah dari ibunya yang masih berada di lokasi longsor. Tangis itu seolah memantul di antara dinding tenda darurat, memanggil siapa saja yang mendengarnya.

Melihat kondisi itu, seorang perempuan dari Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Tengku Nova Mulyana Hanafi, langsung tergerak. Tanpa pikir panjang, ia menawarkan bantuan paling tulus yang bisa diberikan seorang ibu: memberikan ASI-nya sendiri.

“Waktu melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal, yakni dia harus segera ditenangkan, dia harus minum. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu,” ujar Ny. Nova dengan suara bergetar mengingat momen tersebut.

Setelah mendapatkan izin dari tenaga kesehatan dan sang nenek, Ny. Nova segera menuju musholla kecil di sisi posko. Di sana, sambil menahan haru, ia menyusui bayi tak berdaya yang bahkan belum mengenal dunia selain tangis dan bencana. Seketika, tangis bayi itu mereda, berganti dengan tidur tenang dalam dekapan penuh kasih.

Dari lokasi berbeda, Ketua Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan, Ny. Kiki Yon Edi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap aksi spontan anggota Bhayangkari tersebut.

“Yang dilakukan Ny. Yana adalah wujud kepedulian yang menjadi jantung Bhayangkari. Kami berusaha hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut meringankan beban sesama,” tegas istri Kapolres Tapsel itu.

Peristiwa menyentuh ini juga mendapat perhatian dari Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H. Ia menegaskan bahwa tindakan kemanusiaan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang dijunjung Polri dan keluarga besar Bhayangkari.

“Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Ny. Nova menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya hadir membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan.

Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumut berkomitmen terus memberikan dukungan penuh terhadap penanganan bencana di wilayah Tapanuli Selatan dan daerah lain yang terdampak.

Peristiwa sederhana namun sarat makna itu menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kasih sayang dan kemanusiaan akan selalu menemukan jalannya.

WAKAPOLRI TINJAU SPPG DI NTT, POLRI SIAP BANGUN 98 SPPG BARU DI WILAYAH 3T

Kupang — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau pelaksanaan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (29/11/2025). SPPG yang berlokasi di Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang ini telah berjalan sekitar empat bulan dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik secara baik, konsisten, serta tersaji dengan menu yang layak dan sesuai standar pemenuhan nutrisi.

“Saya melihat SPPG yang baru beroperasi sekitar empat bulan. Alhamdulillah bagus dan menu-menunya cukup baik,” ucap Wakapolri usai peninjauan.

Selain menu yang variatif, SPPG juga dikembangkan agar dapat menyesuaikan cita rasa lokal di setiap daerah. Hal ini dirancang agar pemenuhan gizi tidak hanya berorientasi pada kesehatan dan standar nutrisi, tetapi juga tetap dekat dengan budaya kuliner masyarakat setempat.

“Menu SPPG ini bisa disesuaikan dengan kekhasan daerah masing-masing. Ke depan akan dibuatkan Buku Menu Resep Nusantara SPPG Polri yang menghimpun ragam kuliner khas dari berbagai wilayah,” tegas Komjen Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berperan dalam pengelolaan dan pelayanan SPPG. Ucapan tersebut ditujukan kepada Kepala SPPG, seluruh staf, tenaga pengelola, serta relawan yang selama ini bekerja secara disiplin dan konsisten menerapkan standar operasional prosedur (SOP), menjaga food security, mempertahankan kekhasan layanan gizi Polri, dan terus bersemangat melayani para penerima manfaat.

“Kami berterima kasih kepada Ka SPPG, staf, dan para relawan yang telah bekerja dengan SOP yang kuat, menjaga keamanan pangan, tetap menghadirkan ciri khas Polri dalam pelayanan, serta melayani penerima manfaat dengan penuh dedikasi,” ungkap Dedi.

Polri Siapkan 98 SPPG di Wilayah 3T

Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Polri mendapat mandat untuk membangun 98 SPPG tambahan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Upaya ini menjadi langkah strategis pemerataan pemenuhan gizi dan pembangunan generasi unggul di seluruh Indonesia.

“Ada rencana sesuai permintaan Bapak Presiden. Bapak Kapolri memerintahkan untuk membangun SPPG di wilayah 3T, dan Polri mendapat mandat untuk membangun 98 SPPG,” ujar Wakapolri.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, pembangunan akan dilakukan pada 16 SPPG di kawasan 3T serta 12 SPPG reguler, sehingga total 28 SPPG baru akan direalisasikan di NTT. Target pelaksanaan dimulai pekan depan melalui peletakan batu pertama pembangunan.

Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, pembangunan akan dilakukan pada 16 SPPG di kawasan 3T serta 12 SPPG reguler, sehingga total 28 SPPG baru akan direalisasikan di NTT. Target pelaksanaan dimulai pekan depan melalui peletakan batu pertama pembangunan.

“Target di NTT minggu depan sudah peletakan batu pertama,” ungkapnya.

Selain pembangunan SPPG, Polri juga menyiapkan 264 fasilitas operasional lain yang akan diresmikan secara nasional guna memperkuat pelayanan dan dukungan kepada masyarakat.

Dengan hadirnya lebih banyak SPPG di berbagai wilayah, Polri berkomitmen memastikan pelayanan gizi merata, sehat, berkelanjutan, serta turut menjadi ruang pelestarian kekayaan kuliner bangsa. Melalui Buku Menu Resep Nusantara SPPG Polri, setiap wilayah dapat mengembangkan sajian gizi sesuai karakter daerah tanpa meninggalkan standar keamanan pangan dan identitas pelayanan Polri.

2,5 Ton Logistik dan RON Bantuan Mabes Polri untuk Aceh Tiba di Bandara SIM

Banda Aceh — Sebanyak 2,5 ton logistik dan Ransum Operasi Nusantara (RON) bantuan Mabes Polri tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu, 29 November 2025. Bantuan tersebut diterima Karolog Polda Aceh Brigjen Pol. Drs. Nazluddin Zulkifli, serta akan segera didistribusikan untuk masyarakat terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan bahwa pengiriman logistik dan RON tersebut dilakukan dengan menggunakan pesawat Polri CN 295/P-4501. Sebelum mendarat di Aceh, pesawat tersebut terlebih dahulu menyalurkan bantuan serupa di Sumatera Barat via Minangkabau.

“Pesawat logistik berangkat dari Jakarta terlebih dahulu menuju Minangkabau untuk drop logistik. Kemudian pada pukul 11.30 WIB melanjutkan penerbangan ke Aceh via Bandara SIM. Mereka membawa 2,5 ton logistik dan ransum darurat untuk mendukung operasi penanggulangan bencana atau RON,” ujar Joko, dalam rilisnya, Sabtu, 29 November 2025.

Selain logistik untuk korban banjir, Mabes Polri juga mengirimkan tambahan peralatan SAR untuk Polda Aceh, seperti perahu karet, dayung, helm, dan rompi, guna memperkuat proses evakuasi serta penanganan dampak bencana alam.

“Terima kasih atas dukungan dari Mabes Polri. Seluruh bantuan ini akan segera kami distribusikan ke wilayah-wilayah terdampak. Semoga proses penanggulangan dapat berjalan cepat, tepat, dan optimal,” harap Joko.

Polda Sumut Terima Bantuan Logistik Korban Bencana, Langsung Didistribusikan

Sumut – Bantuan logistik Polri untuk korban bencana di Sumatera Utara (Sumut) tiba di Bandara Silangit. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak dan kepada anggota Polri yang bertugas.

“Sekarang tiba di Bandara Internasional Silangit. Kita membawa bekal-bekal yang kita bagi dua untuk masyarakat Sumut, dan kedua bantuan untuk anggota Polri seperti perlengkapan seperti tenda, genset, jas hujan, dan lain sebagainya,” kata Dirpolsatwa Korshabara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto kepada wartawan.

Dia mengatakan bantuan tersebut akan dikirimkan setiap harinya secara bertahap. Bantuan tersebut diserahkan kepada Polda Sumut untuk mendistribusikan kepada masyarakat.

“Ini nanti secara berangsur-angsur, hari ini ada dan besok ada sampai dengan nanti hari Selasa. Tentunya nanti kita serahkan langsung kepada Bapak Kapolda yang akan membagi,” bebernya.

Dia menyebut distribusi dilakukan oleh Polda Sumut yang lebih mengetahui kondisi serta wilayah prioritas mana yang memerlukan bantuan. Harapannya, bantuan bisa bermanfaat untuk semua pihak.

“Kita hanya drop sampai Polda Sumut, selebihnya kita serahkan kepada Bapak Kapolda yang lebih tahu terhadap daerah yang terdampak. Harapan kita semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak banjir, tanah longsor, juga bermanfaat untuk anggota Polri,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan berterima kasih atas bantuan tersebut. Dia mengatakan di Sumut sendiri terdapat 21 wilayah Polres yang terdampak bencana.

“Jadi kami tetap berupaya dan kami ucapkan terima kasih untuk Polri yang sudah memberi bantuan untuk Polda Sumut sehingga kami bisa meringankan korban bencana,” imbuhnya.

“Polda Sumut saat ini masih menangani untuk penanggulangan bencana dan kami laksanakan yang terkena imbas dari bencana ada 21 Polres jajaran,” lanjut dia.

Wakapolri Bersama Perwakilan Akpol ’90 Dhira Brata Resmikan Sumur Bor dan Serahkan Bantuan untuk Pengungsi Lewotobi di Huntara II Konga

Flores Timur — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meninjau langsung kondisi para pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Hunian Sementara (Huntara) II Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (29/11/2025).

Fasilitas sumur bor dan MCK yang diresmikan hari ini diperuntukkan bagi warga terdampak yang tinggal di Huntara dan sekitarnya, dengan total penerima manfaat 829 Kepala Keluarga atau 2.983 jiwa. Angka ini sekaligus menjadi bukti bahwa dukungan tidak hanya bersifat simbolis, namun menyentuh kebutuhan dasar hampir tiga ribu warga yang masih berjuang dalam masa pemulihan.

Kunjungan ini merupakan rangkaian kegiatan Bakti Sosial Batalyon Dhira Brata, alumni Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990, yang menggelar sejumlah program kemanusiaan di Flores Timur.

Rombongan Pejabat Tinggi Polri Mendampingi Wakapolri

Dalam kunjungannya, Wakapolri didampingi sejumlah perwira tinggi Polri, antara lain:
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.
Irjen Pol Dr. Umar Effendi (Dosen Utama STIK)
Irjen Pol Mulia Hasudungan Ritonga (Kakorps Samapta Baharkam Polri)
Irjen Pol Imam Prijantoro (Auditor Kepolisian Utama Tk. I Itwasum Polri)
Irjen Pol Nurworo Danang (Widyaiswara Utama Tk. I Sespim Lemdiklat Polri)
Brigjen Pol Agung Julianto (Karo Renmin Baharkam Polri)
Wakapolda NTT Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H.

Disambut Adat dan Tarian Selendang Mea

Wakapolri bersama rombongan tiba di Huntara II sekitar pukul 12.10 Wita. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Konga Aloysius Kung, para pengungsi, dan anak-anak melalui prosesi adat serta tarian selendang mea, simbol penghormatan dan sukacita masyarakat setempat.

Penyerahan Bansos untuk Enam Warga Terdampak

Sebagai bagian dari kegiatan bakti sosial, Wakapolri menyerahkan bantuan sosial (bansos) kepada enam warga perwakilan desa terdampak erupsi.
Bansos ini diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi yang masih tinggal di hunian sementara.

Resmikan Sumur Bor dan MCK di Huntara II

Kegiatan dilanjutkan dengan peresmian sumur bor dan fasilitas MCK sebagai solusi atas keterbatasan air bersih dan sanitasi yang dialami para pengungsi.
Peresmian meliputi:
Penandatanganan prasasti oleh Wakapolri
Uji coba kran sumur bor
Peninjauan fasilitas MCK

Fasilitas ini merupakan wujud nyata kepedulian Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 dalam mendukung pemulihan kehidupan warga terdampak bencana.

Kepala Desa Konga Sampaikan Ucapan Terima Kasih

Kepala Desa Konga, Aloysius Kung, menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam atas bantuan yang diberikan Polri.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wakapolri dan Batalyon Dhira Brata Akpol 1990. Bantuan sumur bor, MCK, dan bansos ini sangat berarti bagi warga kami. Kehadiran Polri memberi harapan baru bagi masyarakat yang masih berjuang pascabencana,” ungkapnya.

Tali Asih untuk Anak-Anak Pengungsi

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Wakapolri juga memberikan tali asih kepada anak-anak pengungsi, sebagai bentuk perhatian dan dukungan psikososial bagi generasi muda terdampak erupsi.

Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo berhasil Tangkap Iron Heluka Anggota KKB Kodap XVI Yahukimo

Yahukimo — Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo berhasil menangkap Iron Heluka, yang diketahui merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menamakan dirinya Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia, pada hari Jumat (28/11/2025). Pelaku ditangkap saat sedang melakukan pembakaran terhadap salah satu lapak gorengan di kawasan Ruko Blok C, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Dari hasil penyidikan, Iron Heluka telah tergabung dengan KKB Kodap XVI Yahukimo, Batalyon Sisibia sejak Mei 2025 dengan jumlah anggota kelompoknya mencapai sekitar 15 orang, serta memiliki persenjataan sebanyak lima pucuk senjata laras panjang rakitan.

Penangkapan ini bermula sekitar pukul 03.15 WIT ketika Polres Yahukimo menerima laporan keributan di Pemukiman Jalur 1, tepat di depan Pangkalan 88. Saat personel tiba di lokasi, mereka mendapati tiga orang sedang melakukan pembakaran lapak gorengan, kemudian dihentikan oleh petugas. Dua orang melarikan diri, sementara satu berhasil diamankan dan diketahui sebagai Iron Heluka. Iron Heluka kemudian dibawa ke Polres Yahukimo untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tidak hanya itu, pemeriksaan mendalam oleh penyidik mengungkapkan bahwa Iron Heluka juga terlibat dalam beberapa aksi kriminal berskala besar, bahkan menjadi pelaku utama dalam pembakaran Gedung Samsat Yahukimo pada 12 September 2025 bersama dua rekannya JP dan RS yang merupakan anggota KKB dari Kodap XVI Yahukimo.

Tidak hanya itu Iron Heluka juga terlibat sebagai yang mengawasi situasi di belakang kendaraan saat aksi pembunuhan terhadap Bahar bin Saleh. Setelah kejadian tersebut, ia langsung kabur melarikan diri.

Barang-barang yang ikut diamankan dalam penangkapan Iron Heluka yakni berupa :

  • 1 unit handphone Vivo Y28 berwarna merah muda.
  • 2 buah korek api berwarna kuning dan pink
  • 1 buah topi Rasta
  • 1 buah tas noken bintang kejora

Saat ini, Iron Heluka masih diamankan di ruang Satreskrim Polres Yahukimo untuk proses pemeriksaan lebih mendalam terkait keterlibatannya dalam jaringan KKB dan sejumlah aksi kriminal yang telah terjadi di wilayah Yahukimo.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos.,S.I.K., M.H., memberikan apresiasi atas kerja cepat personel di lapangan.

“Penangkapan Iron Heluka adalah langkah penting dalam memutus mata rantai aksi kekerasan KKB di Yahukimo. Negara hadir dan tidak akan membiarkan masyarakat menjadi korban teror dan tindakan kriminal kelompok bersenjata,” tegas Brigjen Pol Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K.,M.Hum., menambahkan bahwa sinergi antara Satgas dan Polres Yahukimo menjadi kunci keberhasilan penindakan.

“Begitu laporan keributan diterima, anggota langsung bergerak dan berhasil mengamankan satu pelaku yang ternyata memiliki rekam jejak kriminal berat. Ini bukti bahwa aparat selalu siaga dan responsif terhadap potensi ancaman,” ujar Kombes Adarma Sinaga.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap melaporkan setiap aktivitas mencurigakan demi menjaga keamanan bersama.

Polri Buka Posko Penerimaan Bantuan Bencana, Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Kemanusiaan

Jakarta — Polri melalui Posko Penerimaan Bantuan Bencana resmi membuka layanan untuk masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan kepada para korban bencana di berbagai wilayah Indonesia. Posko yang berlokasi di Kantor Korsabhara Baharkam Polri, Jl. Komjen Pol. M. Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, ini setiap hari menerima berbagai jenis bantuan yang sangat dibutuhkan para penyintas.

Jenis bantuan yang dapat disalurkan antara lain:

  1. Pakaian bersih dan layak pakai
  2. Selimut dan bantal
  3. Pakaian serta perlengkapan bayi (popok, susu, tisu basah/kering, sabun bayi, dll.)
  4. Obat-obatan dan vitamin
  5. Alat mandi dan perlengkapan kebersihan
  6. Kebutuhan pribadi perempuan (pembalut dan sejenisnya)
  7. Pakaian dalam pria/wanita
  8. Makanan instan

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa Polri membuka posko ini untuk memastikan bantuan dari masyarakat dapat dihimpun dan disalurkan secara cepat serta tepat sasaran.

“Polri mengajak seluruh masyarakat untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Setiap bantuan memiliki arti besar bagi para korban. Posko ini kami siapkan agar proses pengumpulan dan distribusi bantuan lebih terkoordinasi,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Beliau juga menambahkan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh upaya kemanusiaan dan siap menyalurkan seluruh bantuan ke wilayah terdampak melalui jajaran kepolisian daerah.

Untuk informasi lebih lanjut dan koordinasi pengiriman bantuan, masyarakat dapat menghubungi call center Posko Polri di 0812-7672-2009.

Polri mengimbau agar seluruh bantuan yang diberikan berada dalam kondisi baik serta layak guna, sehingga dapat langsung digunakan oleh para penyintas bencana.

Polri Kirim Ribuan Paket Kebutuhan dan Peralatan SAR ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pondok Cabe — Polri memberangkatkan dua pesawat CN dan Fokker dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe, membawa berbagai jenis bantuan logistik dan peralatan penyelamatan untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa pengiriman logistik ini merupakan tindak lanjut instruksi negara untuk merespons cepat situasi darurat.
“Atas perintah Bapak Presiden kepada Bapak Kapolri, Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” ujarnya.

Bantuan yang diberangkatkan hari ini mencakup kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu.
“Untuk masing-masing daerah, Polri menyiapkan paket kebutuhan anak dan ibu sebanyak 1.500 pcs, termasuk pakaian, tas sekolah, obat-obatan, makanan siap saji, kasur lipat, selimut, pelampung, serta air mineral,” jelas Trunoyudo.

Selain kebutuhan dasar, Polri juga mengirimkan peralatan pertolongan dan pendukung operasi SAR dalam jumlah besar.
Untuk Polda Aceh, bantuan terdiri dari 20 unit perahu karet, 220 pelampung, 10 tenda peleton, 2 tenda dokas, 200 fieldbed, 2.000 MTP, hingga portable solar generator dan Techno WiFi.
Sementara Polda Sumut menerima 10 perahu karet, 60 pelampung, 500 jas hujan, 7 tenda peleton, 300 fieldbed, 3.000 MTP, 1.000 pack masker, 3 genset, serta 500 nasi cepat saji dan 4 unit wontek.
Untuk Polda Sumbar, peralatan yang dikirim mencakup 3 perahu karet, 18 pelampung, 5 senso, 10 tenda peleton, 300 fieldbed, 2.000 MTP, 200 skop runcing, hingga 100 ponco coklat.

Trunoyudo menegaskan bahwa kelengkapan logistik tersebut disesuaikan dengan kebutuhan lapangan yang berkembang.
“Semua unsur kami kerahkan—dari Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, hingga Forensik DVI dan Kedokteran Polri—untuk memastikan bantuan yang dikirim benar-benar tepat guna,” katanya.

Untuk mendukung pendistribusian ke lokasi yang sulit dijangkau, Polri juga menggerakkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, Pingwin 5011, serta kapal bantuan dari Polda Riau, dan helikopter dari berbagai polda di Indonesia.

Sebagai tambahan dukungan kebutuhan harian warga, Polri telah mengoperasikan 28 dapur lapangan yang tersebar di 22 polda, siap melayani penyediaan makanan bagi masyarakat terdampak.

Polri Kerahkan Pesawat CN dan Fokker untuk Distribusi Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

Pondok Cabe — Polri kembali mempercepat distribusi bantuan logistik menuju wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dua pesawat jenis CN dan Fokker diberangkatkan dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe sebagai bagian dari operasi besar mitigasi bencana nasional.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan duka cita mendalam atas korban bencana.
“Polri mengucapkan turut berbelasungkawa kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah. Mari kita doakan para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga diberikan ketabahan,” ujarnya.

Menurut Trunoyudo, langkah cepat Polri merupakan instruksi langsung pemerintah.
“Atas perintah Bapak Presiden kepada Bapak Kapolri, Polri diminta segera melakukan tindakan nyata dalam rangka mitigasi bencana. Instruksi ini langsung ditindaklanjuti hari ini,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa lebih dari 87 ribu personel telah disiagakan secara nasional, sementara kekuatan lapangan di tiga daerah terdampak sudah bergerak.
“Polda Aceh telah menurunkan 4.550 personel, Polda Sumut 1.754 personel, dan Polda Sumbar 2.743 personel,” ungkapnya.

Bantuan logistik untuk ketiga daerah tersebut mencakup ribuan paket kebutuhan anak dan ibu, obat-obatan, kasur lipat, makanan cepat saji, selimut, dan air mineral. Sementara peralatan SAR meliputi puluhan perahu karet, ratusan pelampung, tenda peleton, tenda dokas, genset, hingga portable solar generator.

“Semua unsur dilibatkan: Polisi Udara, Polair, Tim Rescue Baharkam, K9, Brimob, Logistik, Forensik DVI, Kedokteran Polri, dan unsur lainnya,” tambah Trunoyudo.

Selain itu, Polri juga mengerahkan kapal-kapal Polair seperti Jalak 5002, Kutilang 5005, dan Pingwin 5011, serta memperkuat operasi dengan helikopter dari berbagai polda.
Untuk mendukung kebutuhan pangan, 28 dapur lapangan di 22 polda telah dioperasikan.