Kapolda Metro Apresiasi Ojol Kamtibmas Gagalkan Curanmor di Cakung

Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Suheri memberikan penghargaan kepada anggota Ojol Kamtibmas, Rahmat Fauzi, yang berhasil menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Jalan Raya Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.

“Rekan-rekan sekalian, tadi pagi kita sudah melaksanakan apel pemberian penghargaan kepada salah satu rekan kita, mitra kita, saudara kita Pak Rahmat Fauzi yang mana beliau berprofesi sebagai ojol (ojek online),” kata Asep kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Asep menjelaskan, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Ojol Kamtibmas yang digagas oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Program tersebut menegaskan kemitraan antara Polri dan para pengemudi ojek online dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pemberian penghargaan ini sebagai tindak lanjut yang mana kemarin minggu lalu sudah dicanangkan oleh Bapak Kapolri, Ojol Kamtibmas yang sudah dilaksanakan di Monas,” ujar Asep.

Ia menambahkan, keberadaan para mitra ojol menjadi bagian penting dalam pencegahan tindak kejahatan di lingkungan masyarakat.
“Yang mana mitra ojol ini sebagai mitra Polri dalam hal menjaga keamanan, ketertiban, dan juga bisa sebagai mitra pencegahan kejahatan,” lanjutnya.

Tindakan heroik Rahmat Fauzi dilakukan pada Rabu, 22 Oktober 2025 lalu. Ia berhasil menggagalkan pencurian kendaraan bermotor dan mengamankan barang bukti, sebelum kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menangkap pelaku.

“Beliau berhasil mengamankan barang bukti dan berkoordinasi dengan polisi dan berhasil mengamankan, menangkap pelaku kejahatan tersebut. Ini sungguh apresiasi yang luar biasa dari kami pihak kepolisian kepada rekan-rekan ojol kamtibmas. Khususnya pada Bapak Rahmat yang sudah membantu kami mengungkap kejahatan,” ungkap Asep.

Diketahui, satu orang pelaku berhasil ditangkap di wilayah Kelapa Gading. “Pelakunya sudah dapat satu orang, ditangkapnya di dekat Kelapa Gading,” pungkasnya.

Wakapolda Bengkulu Berikan Kuliah Umum tentang Anti Korupsi di Universitas Muhammadiyah Bengkulu

BENGKULU – Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol. Dicky Sondani S.I.K., M.H., menjadi narasumber dalam Kuliah Umum dengan tema “Anti Korupsi: Transformasi Penegak Hukum Menuju Integritas Publik” di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) pada Senin, 3 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis Fakultas Hukum UMB ke-17 Tahun 2025.

Kegiatan kuliah umum ini dihadiri oleh Rektor UMB, Dekan Fakultas Hukum, Dir Tahti, Ka SPKT, dosen-dosen Fakultas Hukum, dan para mahasiswa Fakultas Hukum. Personel Brimob dan Samapta juga hadir dengan peralatan lengkap serta kendaraan taktis Brimob dan Samapta yang diperkenalkan kepada para mahasiswa sebagai edukasi dan motivasi.

Dalam kesempatan ini, Wakapolda Bengkulu menyampaikan bahwa korupsi telah menjadi masalah global yang menggerogoti hampir semua negara, tidak terkecuali Indonesia. Praktik korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak tatanan sosial, melemahkan demokrasi, menghambat pembangunan ekonomi, dan mengikis rasa kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

“Korupsi telah menjadi masalah global yang menggerogoti hampir semua negara, tidak terkecuali Indonesia. Praktik korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak tatanan sosial, melemahkan demokrasi, menghambat pembangunan ekonomi, dan mengikis rasa kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” ujar Wakapolda Bengkulu.

Wakapolda Bengkulu juga menekankan bahwa berbagai upaya pemberantasan korupsi telah dilakukan, mulai dari pembentukan lembaga khusus seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga penegakan hukum yang tegas.

“Berbagai upaya pemberantasan korupsi telah dilakukan, mulai dari pembentukan lembaga khusus seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga penegakan hukum yang tegas,” kata Wakapolda Bengkulu.

Selain itu, Wakapolda Bengkulu juga menyampaikan bahwa korupsi pada hakikatnya adalah masalah budaya dan moral. Oleh karena itu, diperlukan sebuah strategi jangka panjang yang bersifat preventif, yaitu dengan menanamkan nilai-nilai anti-korupsi sedini mungkin melalui pendidikan.

“Korupsi pada hakikatnya adalah masalah budaya dan moral. Oleh karena itu, diperlukan sebuah strategi jangka panjang yang bersifat preventif, yaitu dengan menanamkan nilai-nilai anti-korupsi sedini mungkin melalui pendidikan,” ujar Wakapolda Bengkulu.

Wakapolda Bengkulu juga menekankan pentingnya transformasi menuju integritas publik. Menurutnya, hal ini memerlukan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek rekrutmen dan pendidikan karakter, reformasi birokrasi dan sistem remunerasi, penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal, pemanfaatan teknologi untuk transparansi (e-law enforcement), serta pembangunan budaya organisasi yang berintegritas.

“Transformasi menuju integritas publik memerlukan pendekatan komprehensif yang meliputi aspek rekrutmen dan pendidikan karakter, reformasi birokrasi dan sistem remunerasi, penguatan sistem pengawasan internal dan eksternal, pemanfaatan teknologi untuk transparansi (e-law enforcement), serta pembangunan budaya organisasi yang berintegritas,” kata Wakapolda Bengkulu.

Tidak hanya itu, Wakapolda Bengkulu juga mengingatkan para mahasiswa untuk tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba maupun judi online karena dapat merusak masa depan.

“Jangan sampai kalian terlibat dalam penyalahgunaan narkoba maupun judi online karena dapat merusak masa depan,” ujar Wakapolda Bengkulu.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman para mahasiswa tentang pentingnya anti korupsi dan integritas publik.

Satgas Ops Damai Cartenz Selidiki Kasus Penikaman Warga Pendatang di Dekai, Yahukimo

Yahukimo — Satgas Operasi Damai Cartenz bergerak cepat merespons peristiwa penikaman terhadap seorang warga pendatang bernama Nurdi (53) di Jalan Elite, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu (1/11/2025) sekitar pukul 15.50 WIT.

Kegiatan penanganan awal dipimpin oleh IPDA Muhammad Hasan selaku Personel Satgas Gakkum (Kanit Lidik) Unit Yahukimo bersama enam personel lainnya. Setibanya di lokasi, tim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak RSUD Dekai untuk memastikan kondisi korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka tusuk pada dagu sebelah kanan serta goresan luka di bagian leher belakang, namun dalam kondisi sadar dan telah mendapat perawatan di RSUD Dekai.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, diketahui bahwa tiga orang laki-laki tidak dikenal sebelumnya sempat mendatangi kios milik korban pada siang hari, kemudian kembali sekitar pukul 15.50 WIT dengan membawa jerigen kosong berpura-pura hendak membeli bensin. Karena mengenali salah satu dari mereka, korban membuka pintu kios untuk melayani. Tidak lama kemudian, seorang saksi NA (23), yang merupakan anak korban, mendengar suara gaduh dari arah kios dan mendapati ayahnya sudah tergeletak bersimbah darah di dalam kios.

Tim memperoleh dua rekaman CCTV dari bagian luar dan dalam kios. Berdasarkan hasil rekaman, tampak tiga pelaku datang bersama.

  • Pelaku pertama mengenakan hoodie putih bergaris hitam di lengan kanan dengan tinggi badan sekitar 160 cm.
  • Pelaku kedua memakai kaos hijau lengan pendek dan celana pendek coklat dengan tinggi badan sekitar 165 cm.
  • Pelaku ketiga menggunakan jaket hoodie hitam dan celana pendek hitam dengan tinggi badan sekitar 165 cm.

Dalam rekaman CCTV di dalam kios, terlihat pelaku berjaket hitam membacok korban menggunakan parang, sementara pelaku berjaket putih menusuk dagu korban dengan benda tajam. Setelah melakukan aksinya, ketiganya melarikan diri ke arah Jalan Elite.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah petunjuk penting untuk mengungkap para pelaku.

“Kami sudah mengamankan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Tim gabungan Satgas Ops Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo sedang melakukan langkah-langkah investigasi lanjutan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” jelas Brigjen Pol Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak akan dibiarkan.

“Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat di Yahukimo. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional dan tegas. Setiap bentuk kekerasan yang dilakukan oleh pihak mana pun akan ditindak sesuai prosedur,” tegas Kombes Pol Adarma Sinaga.

Satgas Ops Damai Cartenz saat ini terus melakukan pengembangan penyelidikan bersama unit Reskrim Polres Yahukimo untuk menangkap para pelaku. Berdasarkan hasil analisis awal, kejadian semacam ini kerap dilakukan oleh simpatisan maupun kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo dengan tujuan menciptakan gangguan keamanan di wilayah tersebut.

Situasi di Kabupaten Yahukimo saat ini dilaporkan tetap aman dan terkendali di bawah pengawasan personel gabungan Satgas Ops Damai Cartenz dan Polres Yahukimo.

Musik Orkes Melayu Gerobak Dorong Meriahkan CFD Bundaran HI, Polwan Sampaikan Imbauan Humanis

Jakarta – Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (02/11/ 2025) pagi, terlihat lebih meriah dari biasanya. Hiburan musik jalanan bertajuk Orkes Melayu Gerobak Dorong sukses menarik perhatian warga yang tengah berolahraga di area bebas kendaraan tersebut.

Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Melalui cara yang humanis, Polwan Polda Metro Jaya turut hadir memberikan pesan-pesan penting tentang keselamatan dan ketertiban selama berlangsungnya Car Free Day.

Para Polwan tampak berbaur dengan masyarakat di sepanjang area Bundaran HI. Dengan senyum ramah, mereka menyapa para pengunjung yang sedang berolahraga atau sekadar menikmati suasana pagi. Tak jarang, masyarakat yang melintas berhenti sejenak untuk berfoto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap petugas yang berjaga.

Momen-momen sederhana ini memperlihatkan wajah humanis Polri yang hadir bukan hanya menjaga ketertiban, tetapi juga membangun kedekatan dan keakraban dengan masyarakat.

Di sela kegiatan, AKP Tiora Meilina S. Kasi Binorsosmas Subdit Binpolmas Ditbinmas Polda Metro Jaya, menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama Car Free Day.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Waspadai tindak kejahatan di sekitar, jangan sampai ada barang hilang atau kecopetan,” ujarnya di lokasi.

AKP Tiora juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan anak-anak di area Car Free Day.

“Tolong awasi anak-anak agar tidak terpisah. Bila ada kejadian kehilangan atau barang tertinggal, segera lapor ke petugas yang bejaga atau Pos Polisi Bundaran HI. Mari kita jaga bersama kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” tambahnya.

Selain itu, Polwan dari Ditlantas Polda Metro Jaya juga memberikan imbauan melalui poster edukatif kepada masyarakat. Poster tersebut berisi kendaraan pribadi dilarang menggunakan rotator dan sirine, larangan anak di bawah umur dilarang berkendara, serta pentingnya mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.

Sementara itu, penampilan Orkes Melayu Gerobak Dorong menambah semarak suasana Bundaran HI. Iringan musik dan nyanyian yang akrab di telinga masyarakat membuat warga ikut bernyanyi dan menari bersama.

Kehangatan antara petugas dan masyarakat di tengah keramaian Car Free Day menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kebersamaan di ruang publik.

“Mari kita ciptakan Car Free Day yang aman, tertib, dan sehat untuk seluruh warga Jakarta. Polri hadir untuk melindungi, mengayomi, dan melayani,” tutup AKP Tiora.

Satgas Ops Damai Cartenz Tanamkan Nilai Kepedulian Lewat Aksi Berbagi di Jalanan Timika

Timika – Personel Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2025 Posko Timika melaksanakan kegiatan sosial berbagi kasih kepada masyarakat yang membutuhkan di Kabupaten Mimika, Jumat (31/10/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIT tersebut dilakukan dengan membagikan makanan dan minuman kepada masyarakat di seputaran Jalan Kabupaten Mimika. Sasaran utama kegiatan ini adalah para pekerja jalanan, pengangkut sampah, dan anak-anak yang membutuhkan uluran tangan.

Selain membagikan bantuan, personel juga menyempatkan diri untuk berbincang santai dengan warga sekitar guna mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh personel Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025, Bripda Annisa Mahardika dan Bripda Alfesa Hafiz Bagaskara.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kepedulian dan bantuan nyata.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam berbagi kepedulian dan meringankan beban masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan imbauan agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu situasi kondusif di Papua.

“Mari kita jaga bersama situasi damai di Tanah Papua. Percayakan sepenuhnya kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” imbau Kombes Pol. Adarma Sinaga.

Satgas Humas Ops Damai Cartenz 2025 menegaskan bahwa kegiatan berbagi kasih ini akan terus digelar secara berkelanjutan sebagai wujud nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat di Papua.

Mahasiswa NU Dukung Polri Berantas Narkoba, Apresiasi Pemusnahan Barang Bukti Bernilai Rp29 Triliun

Jakarta – Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah tegas Polri dalam pemberantasan narkoba, termasuk kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Rabu (29/10).

Ketua BEM PTNU, Ahmad Bahur Rifqi, menilai kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba ini merupakan langkah konkret dalam upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.

“Kami sangat mengapresiasi inisiasi dari Polri. Kegiatan ini sangat bagus dan kami sangat mendukung, karena dengan pemusnahan barang bukti narkoba ini, kita bisa menyelamatkan generasi bangsa untuk masa depan,” ujar Ahmad Bahur Rifqi.

Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen bangsa.

“Saya harap kegiatan seperti ini tidak hanya seremonial, tapi benar-benar menjadi dorongan positif untuk seluruh lembaga di negara ini agar terus mengungkap sindikat-sindikat narkoba,” lanjutnya.

Ahmad Bahur Rifqi menegaskan bahwa mahasiswa Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia siap mendukung langkah Polri dalam mengungkap jaringan kejahatan narkoba demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Kami, BEM PTNU se-Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap Polri dan seluruh jajarannya dalam memberantas kejahatan narkoba,” tegasnya.

Kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, serta wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Pemuda PUI Apresiasi Keberhasilan Polri Berantas Narkoba: Siap Bersinergi Jaga Generasi Bangsa

Jakarta — Ketua Umum Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Raizal Arifin menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) atas keberhasilannya dalam mengungkap dan memusnahkan sebanyak 214 ton narkoba sepanjang periode Oktober 2024 – Oktober 2025.

Dalam pernyataannya, Raizal menegaskan bahwa keberhasilan Polri tersebut merupakan prestasi luar biasa yang patut diapresiasi karena menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga masa depan generasi bangsa dari bahaya narkotika.

“Kami dari Pemuda PUI sangat mengapresiasi Polri yang telah berhasil memberantas dan memusnahkan 214 ton narkoba hingga tahun 2025 ini. Kami berharap upaya pemberantasan narkoba terus dimaksimalkan, karena kita paham betul bahwa narkoba dapat merusak generasi bangsa,” ujar Raizal, Sabtu (1/11).

Raizal juga menegaskan kesiapan Pemuda PUI untuk bersinergi dengan Polri dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Ia menyebut, PUI memiliki banyak lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang berperan penting dalam membentengi para pelajar dan mahasiswa dari ancaman narkoba.

“Di bawah naungan PUI terdapat banyak lembaga pendidikan dan perguruan tinggi. Insya Allah, kami akan menjaga seluruh jamaah, siswa, dan pemuda-pemudi Indonesia dari jeratan bahaya narkoba. Karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang tidak boleh dirusak oleh narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut, Raizal menegaskan komitmen PUI untuk terus mendukung Polri dalam memerangi peredaran gelap narkoba dari hulu ke hilir, dengan melibatkan peran aktif masyarakat.

“Kami siap bersinergi dengan Polri dalam memberantas narkoba agar benar-benar dimusnahkan dan segala bentuk penyelundupan bisa diberantas bersama, dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Sebagai penutup, Raizal menyampaikan dukungan penuh kepada Polri agar terus semangat dalam menjalankan tugas pemberantasan narkoba serta menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa.

“Kami mendukung penuh Polri untuk terus bersemangat dalam memberantas narkoba dan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat. Pemuda PUI juga siap mendukung program-program Polri yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” pungkas Raizal Arifin.

Ketua Umum DPP GRANAT Apresiasi Keberhasilan Polri Ungkap dan Musnahkan Barang Bukti Narkoba

Jakarta — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) Henry Yosodiningrat memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Polri dalam mengungkap dan memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar pada Rabu 29 Oktober 2025. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras dan pengorbanan panjang para personel di lapangan.

Henry menegaskan, pengungkapan kasus narkoba tidaklah mudah karena memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, baik dari sisi operasi maupun taktik penyelidikan.

“Untuk diketahui oleh publik, pengungkapan kasus narkoba itu mempunyai tingkat kesulitan tersendiri. Kalau hari ini kita melihat pemusnahan dalam jumlah besar, itu bukan hasil temuan biasa, melainkan buah dari kerja panjang — pengintaian, penyamaran, bahkan kadang anggota harus menyamar seperti gelandangan dengan segala keterbatasan,” ujar Henry, Sabtu (1/11).

Ia menambahkan, di balik keberhasilan tersebut terdapat tantangan besar yang dihadapi aparat, mengingat sindikat narkoba beroperasi dengan modus yang terus berubah dan sistem yang sangat rapi.

“Yang dihadapi Polri ini adalah sindikat yang sistematis, konsepsional, dan selalu mengubah modus. Karena itu, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Polri. Bahkan, saya mengusulkan agar para anggota yang berprestasi di lapangan diberikan penghargaan, misalnya berupa kesempatan pendidikan atau pelatihan khusus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Henry menegaskan komitmen GRANAT untuk terus mendukung langkah Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba.

“GRANAT sejak awal berdirinya 26 tahun lalu selalu bermitra dengan Polri dan BNN. Kami akan terus memberikan dukungan penuh dan semangat kepada seluruh jajaran yang berjuang di garis depan,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan pesan agar seluruh pihak tetap konsisten dalam pengabdian terhadap bangsa melalui pemberantasan narkoba.

“DPP GRANAT memberikan dukungan tinggi dan dorongan semangat bagi Polri untuk terus memberantas masuk dan peredaran gelap narkoba — sebagai bentuk pengabdian terhadap bangsa tanpa batas,” pungkas Henry Yosodiningrat.

Tutup Tanwir IMM di Malang, Kapolri Ajak Dukung Program Pemerintah

Jatim – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan sambutan sekaligus menutup acara Tanwir ke-XXXIII IMM di UMM Dome, Malang, Jawa Timur (Jatim), Jumat, 31 Oktober 2025. Dalam kesempatan ini, Sigit mengajak seluruh peserta untuk berkontribusi dalam rangka mendukung program Pemerintah Indonesia.

“Seluruh mahasiswa dan generasi muda bangsa untuk turut berkontribusi dalam mendukung seluruh kebijakan pemerintah,” kata Sigit mengawali sambutannya.

Menurut Sigit, kegiatan ini merupakan bentuk dan wujud nyata dari terciptanya semangat kolaborasi antara pemuda, mahasiswa, Pemerintah dan seluruh stakeholder.

“Untuk terus saling mendukung saling bekerjasama, gotong royong untuk mendorong program pembangunan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi wujudkan Indonesia leboh baik dan tentunya dibutuhkan kerja sama seluruh pihak dan elemen bangsa,” tutur Sigit.

Sigit menjelaskan, Polri dan elemen mahasiswa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kemandirian bangsa, mewujudkan SDM unggul dan kompetitif serta pemberdayaan sektor UMKM.

“Mahasiswa harus turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dalam menghadapi tantangan bangsa, seperti perkembangan teknologi, maraknya judi daring, dan peredaran narkoba guna mewujudkan stabilitas kamtibmas,” ujar Sigit.

Menurut Sigit, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Karenanya, para mahasiswa harus mempersiapkan diri menjadi sumber daya yang unggul.

“Teruslah menjadi SDM unggul, SDM yang betul-betul siap menjadi aktor-aktor yang akan menjadi pemain utama di Indonesia Emas 2045,” ujar Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menyebut, pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Pentingnya sinergisitas antara Polri, mahasiswa dan seluruh elemen bangsa untuk membangun negeri mewujudkan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.