Dua Warga Sipil Jadi Korban Pembunuhan OTK di Yahukimo, Satgas Ope Damai Cartenz Lakukan Penyelidikan Intensif

Yahukimo – Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo melakukan penyelidikan intensif terkait kasus pembunuhan terhadap dua pekerja pencari kayu gaharu yang dilakukan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK) di Camp Kampung Bor, Distrik Sumo, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 18.05 WIT.

Adapun Identitas Para Korban sebagai berikut :

Korban Meninggal Dunia:

  1. Sugianto (43)
  2. Hardiyanto (39)

Korban Selamat:

  1. Nur Asyah (istri almarhum Sugianto)
  2. Alias (saudara Nur Asyah)

Berdasarkan keterangan saksi E menyebutkan bahwa pada sekitar pukul 18.05 WIT dirinya menerima panggilan telepon dari korban selamat yakni Alias, yang melaporkan terjadinya penyerangan terhadap dua pekerja gaharu di Camp Kampung Bor. Para korban diketahui telah tinggal dan bekerja di lokasi tersebut selama kurang lebih lima tahun bersama keluarga mereka.

Alias menjelaskan bahwa pada siang hari, sekelompok OTK mendatangi Camp dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Para korban berusaha melarikan diri bersama keluarga, namun dua orang tidak berhasil menyelamatkan diri dan akhirnya meninggal dunia.

Pada pukul 21.30 WIT, Alias kembali menghubungi saksi E dan menyampaikan bahwa dua jenazah korban sedang dievakuasi menggunakan perahu fiber dari Kampung Bor menuju Kota Agats, Kabupaten Asmat, dengan estimasi perjalanan sekitar tujuh jam.

Keempat korban merupakan satu keluarga berdomisili di Kota Agats, Kabupaten Asmat. Selain bekerja sebagai pencari kayu gaharu, keluarga ini juga menjalankan usaha kios sembako di Kampung Bor. Sampai saat ini, semua korban, baik yang selamat maupun meninggal dunia, telah dievakuasi ke Kota Agats.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Tim telah menerjunkan personel untuk melakukan pendalaman di lokasi kejadian.

“Tim telah bergerak melakukan serangkaian langkah penyelidikan, mulai dari pengumpulan keterangan saksi, pemeriksaan tempat kejadian, hingga pengembangan informasi terkait pelaku maupun motif penyerangan. Kami berkomitmen mengungkap kasus ini dan memastikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, menekankan bahwa peningkatan kehadiran personel di wilayah rawan menjadi prioritas.

“Patroli dan pemantauan jalur pergerakan masyarakat sudah kami tingkatkan. Koordinasi terus dilakukan dengan Polres Yahukimo untuk menjaga stabilitas kamtibmas pascakejadian,” ujarnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dua korban dalam insiden ini. Satgas Ops Damai Cartenz berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, serta para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Satgas juga memastikan bahwa penegakan hukum akan terus dilakukan hingga para pelaku berhasil ditangkap.

Kapolri Tegaskan Personel dan Logistik Dikerahkan ke Lokasi Terisolir Bencana Sumatera

Sumut – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan komitmennya dalam menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait dengan penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar).

Sigit menegaskan, Korps Bhayangkara langsung merespons cepat mengerahkan kekuatan yakni, personel, sarana-prasarana, helikopter, pesawat hingga kapal untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah.

Hal itu ditekankan Sigit saat menggelar rapat koordinasi penanganan bencana bersama sejumlah stakeholder terkait di Medan, Sumatera Utara, Minggu (30/11/2025), malam.

“Jajaran Polri sesuai arahan Presiden menindaklanjuti dengan menurunkan bantuan untuk operasi kemanusiaan,” kata Sigit dalam jumpa pers.

Sigit memastikan, personel telah diterjunkan ke titik terdampak musibah tersebut. Selain itu, kata Sigit, personel hingga bantuan juga difokuskan untuk masuk ke wilayah yang paling parah atau hingga terisolasi usai bencana alam.

“Mulai dari turunkan personel untuk masuk ke wilayah-wilayah yang terisolir kemudian kita menurunkan sarpras, baik pesawat, helikopter, kapal untuk bisa bantu kirimkan logistik yang diperlukan oleh masyarakat utamanya di wilayah terputus, jalurnya yang tidak bisa dimasukin, maka kita kerahkan bantuan melalu jalur udara,” ujar Sigit.

Sigit menuturkan, kekuatan yang dikerahkan baik dari tingkat Mabes Polri hingga Polda jajaran. Dalam hal ini, seluruh jajaran telah diinstruksikan untuk memaksimalkan bantuan dan penanganan bencana alam.

“Kita turunkan untuk memaksimalkan, dukungan kita terhadap operasi ini, mungkin kita juga akan gelar operasi kemanusiaan, sehingga kemudian terkait kebutuhan personel, kebutuhan dukungan bantuan peralatan, sarpras, logistik bisa kita maksimalkan untuk membantu di 3 wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar,” tutup Sigit.

Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Turun Langsung Bagikan Beras untuk Korban Bencana di Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah – Penanganan bencana di wilayah Tapanuli Tengah terus menjadi prioritas utama aparat negara. Pada Minggu (30/11/2025), Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., bersama Pangdam I/BB turun langsung ke Gudang Bulog Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

Kehadiran dua pimpinan tertinggi TNI–Polri di Sumatera Utara tersebut menjadi bukti kuat hadirnya negara di tengah masyarakat dalam situasi sulit. Ratusan karung beras disalurkan langsung kepada warga yang sudah menunggu di pos pembagian, termasuk warga dari wilayah yang paling parah mengalami kerusakan akibat bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut menegaskan bahwa bantuan ini bukan hanya sekadar distribusi logistik, tetapi wujud komitmen negara untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan dukungan tanpa kecuali.

“Ini tentunya akan semua diberikan kepada masyarakat, dan bantuan akan didatangkan terus menerus baik lewat udara, darat maupun laut,” ujar Kapolda Sumut.

Ia menambahkan bahwa penyaluran logistik akan terus berlanjut menyesuaikan kondisi akses yang masih sangat terbatas di banyak titik.

“Ini adalah bantuan dukungan kepada warga sebagai kehadiran negara,” lanjutnya.

Kapolda Sumut juga menekankan bahwa sinergi TNI–Polri menjadi kunci agar penyaluran bantuan berjalan lancar, tertib, dan tepat sasaran.

“Kami TNI–Polri bersama Pemerintah membantu melakukan pengaturan penyaluran yang baik, supaya tertib. Dan tentunya ini menjadi langkah yang baik bagi TNI–Polri untuk bisa memberikan yang terbaik buat masyarakat.”

Pangdam I/BB turut memastikan bahwa prajurit TNI turut dikerahkan untuk membantu pengamanan, pengangkutan, hingga distribusi langsung ke rumah-rumah warga di daerah yang masih sulit dijangkau.

Pembagian beras di Bulog Pandan ini disambut haru oleh masyarakat. Banyak warga mengungkapkan rasa syukur karena bantuan pangan datang tepat ketika stok makanan mereka mulai menipis akibat akses darat yang masih lumpuh. Kehadiran Kapolda dan Pangdam menambah kekuatan semangat warga untuk terus bertahan.

Dengan distribusi yang terus dioptimalkan melalui jalur udara, darat, dan laut, TNI–Polri memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat Tapteng dan wilayah terdampak lainnya tetap terpenuhi hingga kondisi kembali pulih.

Kapolda Sebrangi Sungai Tingkeum untuk Tembus ke Aceh Utara, Sempat Temui Warga yang Tertahan di Kutablang

Bireuen — Di tengah upaya percepatan penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah daerah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menunjukkan komitmen kuatnya untuk memastikan bahwa seluruh wilayah terdampak mendapat perhatian langsung.

Ia sendiri turun langsung ke lapangan dan bahkan harus menyebrangi Sungai Tingkeum, Kutablang, Kabupaten Bireuen, menggunakan perahu karet demi mencapai wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe, Minggu, 30 November 2025.

Dari jembatan yang terputus di sisi Bireuen, Kapolda Aceh menaiki perahu karet menuju sisi Kecamatan Kutablang yang menjadi salah satu titik tertahannya masyarakat yang hendak menuju arah Banda Aceh akibat jembatan penghubung di jalan nasional itu terputus akibat banjir.

Setibanya di sisi Kutablang, suasana haru seketika pecah. Puluhan warga, terutama para ibu yang telah lima hari tertahan akibat putusnya jembatan, langsung mendekat dan dengan suara bergetar memanggil Kapolda sambil menangis.

“Bapak Kapolda, kami sudah lima hari terjebak di sini, tolong kami!” pinta seorang ibu yang mengaku sudah lima hari tertahan di sisi jembatan Kutablang yang putus akibat banjir.

Mendengar itu, orang nomor satu di Polda Aceh tersebut tanpa ragu menghampiri dan mendengarkan satu per satu keluhan warga yang sejak awal banjir kesulitan memperoleh bantuan maupun berkomunikasi dengan keluarga mereka. Kehadirannya di tengah warga yang telah berhari-hari menunggu pertolongan menjadi sumber penguatan bagi masyarakat yang sebelumnya dipenuhi kecemasan.

Dengan penuh empati, ia menenangkan warga dan memastikan bahwa seluruh personel Polri telah dikerahkan untuk membuka kembali akses, melakukan evakuasi, serta menyalurkan bantuan logistik ke kawasan yang masih terisolasi.

Kapolda Aceh juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mempercepat pendistribusian bantuan serta memprioritaskan warga yang paling rentan, seperti anak-anak, perempuan hamil, dan lansia.

Langkah cepat Kapolda Aceh dalam menembus daerah yang terputus total ini menunjukkan kehadiran nyata Polri pada saat warga menghadapi situasi paling sulit. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus berada di garis depan membantu korban bencana hingga seluruh kondisi kembali pulih.

Satgas Humas Ops Damai Cartenz Berbagi Keceriaan Dengan Anak-Anak Nolokla Sentani

Jayapura — Satgas Humas Operasi Damai Cartenz kembali menunjukkan komitmennya melalui kegiatan berbagi dan interaksi bersama anak-anak di kawasan Nolokla, Sentani Timur, Jayapura. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (29/11/2025) pukul 14.00 WIT.

Dalam kesempatan tersebut, personel Satgas Humas berinteraksi langsung dengan anak-anak, membagikan makanan ringan, serta melakukan perbincangan santai untuk membangun suasana keakraban. Adapun personel yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Bripka Viktor Merani, Bripka Ita Sombo Allo, S.H., Brigpol Reinaldy Nata Rianto, S.H. dan Bripda Adnan Maulana

Kegiatan berjalan dengan penuh kegembiraan. Anak-anak terlihat antusias saat menerima snack dan berbincang bersama personel yang hadir.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengapresiasi langkah humanis yang dilakukan jajaran Satgas Humas. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah bagian penting dari pendekatan yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat.

“Kegiatan humanis seperti ini sangat berarti bagi masyarakat, khususnya anak-anak. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk memberikan rasa aman, dukungan, dan kedekatan emosional. Saya apresiasi penuh anggota yang terlibat,” ujar Kaops.

Selain itu Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K.,M.Hum., juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menyebut momen humanis semacam ini mampu memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

“Membangun komunikasi positif dengan masyarakat adalah bagian dari strategi kami dalam menciptakan situasi yang kondusif di Papua. Anak-anak adalah generasi masa depan, dan pendekatan humanis ini membantu menumbuhkan kepercayaan mereka kepada aparat,” ungkap Wakaops.

Kegiatan humanis seperti ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mendukung stabilitas keamanan dan mempererat hubungan dengan masyarakat di berbagai wilayah Papua.

POLRI GERAK CEPAT RESPON PIDATO PRESIDEN PRABOWO, SATBRIMOBDA SULSEL BANGUN JEMBATAN GANTUNG DI SOPPENG

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia langsung bergerak menindaklanjuti pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, GBK Jakarta, Jumat (28/11). Dalam pidatonya Presiden menegaskan bahwa anak-anak di pelosok negeri tidak boleh lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk pergi ke sekolah. Presiden Prabowo meminta Polri, bersama dengan mahasiswa teknik sipil dan TNI, turut turun mendukung pembangunan jembatan di daerah-daerah yang masih terisolasi. “Saya minta polisi juga turun. Saya minta itu kompi-kompi Brimob, terjunkan, bantu rakyat di desa-desa untuk atasi ini. Masalah jembatan ini menjadi prioritas karena saya tidak rela anak-anak seperti itu tiap hari mempertaruhkan nyawanya untuk ke sekolah,” tegas Presiden dalam pidatonya.

Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, Satbrimob Polda Sulawesi Selatan di bawah pimpinan KBP M. Ridwan, S.I.K. segera mengerahkan satu SST personel dengan kemampuan Vertical Rescue dan Light Field Engineering (LFE) untuk membantu pembangunan jembatan gantung di Kabupaten Soppeng. Lokasi pembangunan menghubungkan tiga desa yaitu Desa Watu, Desa Mariritenggae, dan Desa Marioriaja di Kecamatan Marioriwawo yang selama ini dipisahkan oleh sungai. Bertahun-tahun masyarakat setempat hanya mengandalkan ban dalam mobil dan rakit sebagai alat penyeberangan, termasuk bagi anak sekolah. Warga sesungguhnya telah berupaya melakukan penggalangan dana secara mandiri, namun keterbatasan kemampuan teknis menjadi hambatan utama sehingga pembangunan tak kunjung terealisasi. Kehadiran Brimob menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus wujud nyata kehadiran negara.

Progres pembangunan jembatan sepanjang 20 meter telah mencapai 15% dan dikerjakan bersama masyarakat setempat melalui gotong royong. Polri berharap proses ini berjalan lancar agar akses pendidikan dan mobilitas warga dapat meningkat serta menjadi langkah nyata menuju Indonesia Emas. Dalam pelaksanaannya, Satbrimob Polda Sulsel memberangkatkan 15 personel yang dipimpin Ipda Taufik (Wadanki 3 Batalyon C Pelopor), dilengkapi Rantis SAR, perlengkapan konstruksi dasar, mesin las, tenda lapangan, helm dan rompi SAR, tali, meja lapangan, Filbead, serta logistik pendukung lainnya.

Kegiatan operasi dimulai pada 29 November 2025 di Mako Batalyon C Pelopor Bone dengan pengecekan peralatan pada pukul 22.43 Wita, dilanjutkan apel pemberangkatan pukul 22.46 Wita, dan keberangkatan menuju Desa Watu pukul 22.53 Wita. Polri memastikan bahwa penugasan ini bukan sekadar respon administratif, tetapi aksi nyata yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan gerak cepat Brimob di lapangan, Polri menegaskan komitmen untuk hadir dan bekerja dalam urusan keselamatan rakyat, terutama pemenuhan akses pendidikan bagi generasi muda di pelosok negeri.

Polri — Hadir untuk Rakyat, Kerja Nyata untuk Masa Depan.

Polri Lanjutkan Distribusi Bantuan Bencana Banjir dengan Airdrop ke Taput dan Tapteng

Sumut – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali mempercepat penanganan bencana di Sumatera Utara dengan melaksanakan distribusi bantuan logistik melalui metode airdrop menggunakan helikopter pada hari Minggu(30/11/2025). Bantuan dijatuhkan di tiga lokasi yang masih terisolasi akibat banjir, yaitu Desa Pagaran Lambung di Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, serta Desa Naga Timbul dan Desa Nauli di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Upaya ini merupakan kelanjutan dari operasi besar pendorongan bantuan logistik yang dilakukan Mabes Polri sehari sebelumnya, pada 29 November 2025, dari Mako Polisi Udara Pondok Cabe. Dalam kesempatan itu, Polri mengerahkan kekuatan udara dan logistik untuk membantu wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fasilitas udara disiapkan maksimal untuk memastikan percepatan distribusi ke daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Waastamaops Kapolri, Irjen Pol Laksana, S.I.K., menegaskan bahwa Polri bergerak cepat sebagai bentuk kehadiran negara dalam kondisi darurat. Ia menyampaikan bahwa Kapolri telah menginstruksikan seluruh jajaran untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari bahan makanan, alat komunikasi, genset, hingga peralatan SAR dan medis. Pengiriman dilakukan bertahap, baik dari Mabes Polri maupun dari polda-polda tetangga yang tidak terdampak.

Hari ini, ketika akses darat di sejumlah wilayah Taput dan Tapteng masih terputus serta cuaca berubah-ubah, metode airdrop menjadi pilihan efektif untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu. Melalui helikopter, petugas menurunkan makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya untuk warga yang telah beberapa hari terisolasi.

Seorang warga Desa Pagaran Lambung mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima kiriman bantuan tersebut. “Kami terputus sejak banjir besar itu. Bantuan yang dijatuhkan dari helikopter ini benar-benar menyelamatkan kami,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Polri menegaskan pendistribusian akan terus berlangsung, baik melalui udara maupun jalur alternatif lainnya, hingga seluruh wilayah terdampak mendapatkan bantuan secara merata. Selain untuk masyarakat, sebagian bantuan juga diperuntukkan memperkuat operasional kepolisian di lapangan yang berjibaku membantu evakuasi dan penanganan bencana.

FH UNISSULA LAUNCHING PUSAT STUDI KEPOLISIAN, WAKAPOLRI: DORONG RISET STRATEGIS DAN RUJUKAN KEBIJAKAN NASIONAL

Semarang — Polri meresmikan Pusat Studi Kepolisian Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang sebagai ruang kolaborasi strategis bagi pengembangan ilmu kepolisian berbasis riset akademik. Peresmian yang disaksikan Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., secara daring serta dihadiri langsung Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Chrysnanda Dwilaksana ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas keilmuan Polri dan melahirkan pemikiran akademik untuk kebijakan publik di masa mendatang.

Wakapolri menegaskan bahwa Polri membutuhkan kolaborasi serius dengan perguruan tinggi guna memperkuat fondasi kebijakan keamanan nasional yang berbasis data. Rektor Unissula Prof. Dr. Gunarto, S.H., M.H. menegaskan bahwa pusat studi ini merupakan komitmen Unissula untuk hadir sebagai mitra strategis Polri dalam memperkuat kualitas keamanan negara. “Jika kepolisian suatu negara lemah maka negara itu akan mudah rapuh, tetapi jika kepolisiannya kuat maka negaranya akan berdiri tegar,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kami ingin pusat studi ini tidak hanya menghasilkan kajian, tetapi melahirkan polisi yang dicintai rakyatnya — polisi yang bekerja dengan ilmu, empati, dan keberpihakan pada keadilan substantif.”

Wakapolri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama akademik merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas kebijakan Polri. “Kolaboratif Polri dengan akademisi merupakan investasi strategis bagi kualitas kebijakan di masa depan. Dengan dibukanya Pusat Studi Kepolisian FH Unissula, saya berharap lahir riset nasional yang kuat, meliputi keamanan pangan, perkembangan sosial, hingga rekomendasi kebijakan Polri yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tegasnya. Ia mencontohkan model kemitraan serupa yang berhasil diterapkan di Inggris, Australia, dan Selandia Baru melalui pendekatan evidence-based policing yang terbukti meningkatkan kepercayaan publik.

Pusat Studi Kepolisian FH Unissula diproyeksikan menjadi simpul dialog intelektual dan pusat kajian strategis dalam memperkuat keamanan publik. Sejumlah pakar akan terlibat dalam penelitian kebijakan, pelatihan kepolisian, serta pengembangan literasi ketahanan pangan. Kepala Lemdiklat Polri Komjen Pol Chrysnanda Dwilaksana berharap pusat studi ini menjadi pemantik kemajuan. “Semoga pusat studi ini menyemangati Polri dalam bekerja dan memperluas tradisi riset yang mendukung keamanan masyarakat,” ucapnya.

Wakapolri juga menegaskan bahwa Polri terus memperkuat landasan akademik kelembagaan melalui sembilan pusat studi baru termasuk siber, anti korupsi, masyarakat, hingga lalu lintas. Polri juga mendorong pelaksanaan Asta Cita pemerintah melalui penegakan hukum judi online dan narkoba, termasuk pemusnahan barang bukti terbesar sepanjang sejarah sebesar 214,8 ton (Rp 29,37 triliun). Selain itu, Polri mendukung ketahanan pangan nasional dengan produksi 2,5 juta ton komoditas pada 624 ribu hektare lahan serta memperluas program makanan bergizi melalui pembangunan 1.084 SPPG di seluruh Indonesia.

Dengan diresmikannya Pusat Studi Kepolisian FH Unissula, Polri optimis bahwa integrasi sains akademik dan pengalaman lapangan akan melahirkan model kepolisian yang adaptif, humanis, dan berbasis riset. Polri percaya pusat studi ini akan berkembang sebagai Center of Excellence sekaligus mitra permanen dalam penguatan kebijakan keamanan nasional serta mewujudkan kepolisian yang semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Polri Siapkan Perangkat Starlink di Lokasi Bencana, Warga Akhirnya Bisa Terhubung Kembali dengan Keluarga

Aceh – Setelah empat hingga lima hari terputus dari jaringan komunikasi akibat bencana, masyarakat di wilayah terdampak akhirnya dapat kembali menghubungi keluarga mereka. Polri melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) turun langsung ke lokasi bencana untuk memastikan akses komunikasi darurat dapat dipulihkan secepat mungkin.

Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, Mabes Polri telah mengirimkan total 8 perangkat Starlink ke wilayah terdampak bencana dengan rincian yaitu 2 unit di Aceh, 4 unit di Sumatera Utara dan 2 unit di Sumatera Barat.

Salah satu unit di Aceh telah dioperasikan oleh Tim Bid TIK Polda Aceh yang dipimpin Ipda Edi Amran bersama dua personel lainnya di Desa Tingkem, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireun. Mereka memasang dan mengaktifkan akses WiFi Starlink, yang langsung dimanfaatkan warga untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka yang sebelumnya tidak dapat dihubungi selama beberapa hari.

“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah bisa menghubungi keluarganya setelah empat hari tidak ada sinyal. Mereka sangat antusias memanfaatkan akses WiFi yang kita pasang,” ujar Ipda Edi Amran dari lokasi bencana.

Kehadiran layanan komunikasi ini disambut haru dan rasa syukur oleh para pengungsi. Salah satu warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menyampaikan langsung testimoninya:

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada pihak Polri yang sudah menyediakan WiFi kepada kami warga Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen Aceh yang sedang mengungsi. Saya bisa menelpon seluruh keluarga saya yang beberapa hari tidak bisa dihubungi. Alhamdulillah hari ini saya sudah terkoneksi dengan keluarga kami di luar. Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak Polri. Semoga Polri semakin sukses ke depan. Terima kasih.”

Langkah cepat Polri dalam memulihkan konektivitas ini menjadi salah satu bentuk dukungan kemanusiaan yang krusial, membantu masyarakat tetap terhubung dengan keluarga dan mendapatkan informasi penting selama masa tanggap darurat. Akses WiFi Starlink ini akan terus dioperasikan hingga kondisi komunikasi di wilayah terdampak kembali pulih.

Kapolri Hadiri Jalan Santai PWI, Tekankan Pentingnya Sinergi dengan Pers

Banten – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara jalan santai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Kick Off menuju Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun Kota Serang, Banten, Minggu, 30 November 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Sigit menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi antara Polri dan insan Pers. Di antaranya adalah sama-sama memerangi penyebaran informasi palsu atau hoaks yang merugikan masyarakat luas.

“Kolaborasi dan sinergitas pers dengan stakeholder terkait dengan tetap menjaga independensi. Kita sedang menghadapi era di mana penggunaan teknologi, masyarakat bisa menjadi pembuat berita yang isinya perlu diverifikasi,” kata Sigit.

Sigit memastikan, kehadiran Pers di ruang publik menjadi sangat penting untuk bisa memberikan informasi yang terpercaya. Media, kata Sigit bisa menyampaikan kebenaran dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kita memasuki era post truth belum tentu isinya benar tapi dianggap kebenaran. Pers bisa memberikan masukan agar masyarakat dapat informssi yang benar,” ujar Sigit.

Lebih dalam, Sigit menegaskan bahwa, Polri terus berkomitmen untuk memberikan keamanan kepada seluruh awak media yang melaksanakan tugas. Sehingga semya wartawan dapat mendapatkan rasa aman ketika melakukan peliputan berita.

Di sisi lain, Sigit tak lupa menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

“Polri, TNI, pemerintah terus mengirimkan bantuan termasuk pakaian, alat komunikasi. Termasuk kami menyiagakan personel dan peralatan untuk evakuasi bencana, mengamankan jalur distribusi. Kami dapat informasi beberapa personel sudah bisa masuk memberikan bantuan logistik,” papar Sigit.

Dalam hal ini, diperlukan sinergisitas dan partisipasi seluruh pihak untuk bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Polri bersama stakeholder lainnya terus berkomitmen di garis terdepan untuk warga khususnya korban.