Sentuhan Humanis Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bersama Masyarakat dan Anak-Anak di Paniai

Paniai — Dalam rangka mempererat hubungan kemanusiaan antara aparat keamanan dan masyarakat, personel Satgas Operasi Damai Cartenz melaksanakan kegiatan sosial bertajuk Sentuhan Humanis bersama warga dan anak-anak di Jalan Aikai, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Sabtu (8/11).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri melalui Operasi Damai Cartenz dalam membangun kedekatan dengan masyarakat Papua, bukan hanya melalui tugas keamanan, tetapi juga dengan menghadirkan kehangatan dan kebersamaan di tengah warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan harmonis di Tanah Papua.

“Kami berkomitmen agar kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam kasih sayang dan kepedulian. Anak-anak dan masyarakat adalah sahabat kami dalam menjaga Papua yang damai dan indah,” ujar Brigjen Faizal.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah personel lintas subsatgas, antara lain dari Satgas Humas, Kesehatan, Psikologi, Logistik, Gakkum, dan Tindak. Di antaranya terdapat Iptu Yosafat Aji C. Samudra, S.Tr.K., M.Si., Ipda dr. Shintia Novotna Katoda, M.Kes., Ipda Moh. Arsyad Hafid Affandy, S.Psi., serta personel lainnya yang turut berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tampak penuh keakraban. Anak-anak tersenyum gembira ketika personel Satgas berbaur, membagikan makanan ringan, dan berbincang hangat bersama warga. Momen kebersamaan ini mencerminkan sisi humanis aparat keamanan yang selalu hadir di tengah masyarakat dengan penuh kepedulian.

Di tempat terpisah, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat jalinan kepercayaan antara masyarakat dan aparat keamanan.

“Pendekatan humanis menjadi kunci utama membangun kepercayaan publik dan menjaga situasi Papua tetap damai. Kami ingin terus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar penjaga keamanan,” ujar Kombes Adarma.

Pelaksanaan kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif, menandai keberhasilan Satgas Ops Damai Cartenz dalam melaksanakan pendekatan yang menyejukkan hati di wilayah Paniai.

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jakarta — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. meraih Penghargaan Kepemimpinan Publik dari Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH Unbraw).
Penghargaan tersebut diberikan dalam acara bertajuk “Sapa Alumni: Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan Prominen Alumni dan Pegawai” yang digelar di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat (7/11/2025).

Komjen Dedi dinilai sebagai alumnus FH Unbraw yang berprestasi dan berpengaruh luas dalam bidang kepemimpinan publik, khususnya dalam membangun tata kelola kepolisian yang profesional, transparan, dan humanis sejalan dengan arah Transformasi Polri.
Sebagai lulusan Program Doktor Ilmu Hukum FH Unbraw, Komjen Dedi dikenal konsisten mengembangkan kepemimpinan berbasis ilmu pengetahuan dan kolaborasi, serta mendorong perubahan positif dalam pelayanan publik di lingkungan kepolisian.

Selain Komjen Dedi, FH Unbraw juga memberikan penghargaan kategori Penguatan Masyarakat Sipil kepada almarhum Munir Said Thalib, aktivis hak asasi manusia (HAM) alumni FH Unbraw angkatan 1985. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan keberanian Munir memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan demokrasi di Indonesia.

Dekan FH Unbraw Aan Eko Widiarto menyampaikan bahwa penghargaan kepada dua tokoh tersebut mencerminkan kiprah para alumni FH Unbraw yang berjuang di jalur berbeda namun memiliki semangat yang sama: memperkuat nilai hukum, keadilan, dan kemanusiaan di Tanah Air.
“Komjen Dedi Prasetyo menunjukkan kepemimpinan publik yang berintegritas dan efektif di institusi strategis negara, sementara almarhum Munir menginspirasi dengan keberanian moral dan komitmen kemanusiaannya,” ujar Aan.

Acara ini dihadiri sekitar 300 alumni, jajaran pimpinan FH Unbraw, pengurus Ikatan Alumni FH Unbraw (IKA FHUB), serta perwakilan universitas. Kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan di berbagai kategori lainnya seperti Profesional dan Pengembangan Ilmu Hukum.

Ketua IKA FHUB Didik Farkhan Alisyahdi menegaskan kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antaralumni dan memperkuat kontribusi mereka bagi bangsa. Ia menekankan bahwa reputasi perguruan tinggi diukur dari kiprah para alumninya dalam membawa manfaat bagi masyarakat.

Sejak berdiri pada tahun 1957, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkiprah di berbagai bidang. Saat ini, FH Unbraw memiliki sebelas program studi, lima di antaranya berakreditasi “Unggul” dan empat lainnya terakreditasi internasional oleh AQAS.

Pemberian penghargaan kepada Komjen Dedi Prasetyo menjadi pengakuan atas peran Polri dalam reformasi dan modernisasi pelayanan publik yang berorientasi pada profesionalisme dan kepercayaan masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan kebijakan strategis Transformasi Polri untuk memperkuat tata kelola kepolisian yang adaptif, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.