Ponpes Sentot Alibasyah Gelar Doa Bersama Jelang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Bengkulu,– Pondok Pesantren Sentot Alibasyah di Kota Bengkulu menggelar doa bersama menjelang satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu malam (18/10) di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Kampung Melayu, ini diikuti sekitar 350 santriwati.

Doa bersama dipimpin oleh Ustadz Asmawar Arfan, Kepala Madrasah MTD Ja-alHaq, didampingi oleh Ustadz Abdul Rahman selaku Lurah Pondok Pesantren. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan harapan agar kepemimpinan nasional senantiasa mendapat bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT.

“Melalui doa bersama ini, kami memohon agar pemerintahan Bapak Prabowo dan Mas Gibran selalu diberi kekuatan, kebijaksanaan, serta kemampuan untuk membawa bangsa Indonesia menuju kemajuan dan kesejahteraan,” ujar Ustadz Asmawar Arfan.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Provinsi Bengkulu. “Doa bersama ini tidak hanya bentuk dukungan moral, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa,” katanya.

Kegiatan doa bersama di Ponpes Sentot Alibasyah itu ditutup dengan suasana penuh keakraban antara para ustadz dan santriwati. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga mencerminkan kepedulian kalangan pesantren terhadap arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo–Gibran.

Melalui doa dan kebersamaan, para santri berharap agar pemerintah senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga persatuan, menegakkan keadilan, dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

SPPG Polda Bengkulu Jaga Mutu dan Keamanan Pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Bengkulu – Satuan Penyedia Pengolahan Gizi (SPPG) Polda Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam memastikan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Melalui pengawasan ketat dari tim ahli gizi, SPPG Polda Bengkulu akan selalu menjadi role model dalam menjaga mutu dan keamanan pangan selama program berjalan.

Ahli gizi SPPG Polda Bengkulu, Dimas Dwiky Darmawan, menjelaskan bahwa seluruh bahan makanan yang tiba di dapur SPPG selalu melalui proses pengecekan menyeluruh. “Setiap bahan pangan, baik daging, sayuran, buah, maupun bumbu, dicek kualitas dan kesegarannya. Semua harus sesuai dengan spesifikasi yang kami butuhkan dan tetap segar hingga tiba di tangan kami,” ujar Dimas.

Dalam proses pengolahan, bahan makanan dibersihkan di ruang persiapan sebelum disimpan di tempat yang sesuai. “Sayuran kami simpan di chiller, daging di freezer, sedangkan bahan kering seperti bumbu kami masukkan ke gudang khusus. Semua dilakukan agar kualitas tetap terjaga,” kata Dimas.

Tahapan berikutnya adalah proses pengolahan oleh tim dapur berdasarkan menu yang sudah ditentukan ahli gizi. Sebelum makanan dibagikan, tim Dokkes Polda Bengkulu melakukan pemeriksaan keamanan pangan (food security). “Jika dinyatakan aman, barulah kami melakukan pemorsian, pengemasan, dan distribusi ke delapan sekolah serta satu Posyandu, dengan total penerima manfaat mencapai 3.474 orang,” jelas Dimas.

Dimas juga menegaskan bahwa SPPG Polda Bengkulu mengutamakan penggunaan produk lokal dalam seluruh prosesnya. “Kami menggunakan bahan makanan lokal yang telah bersertifikat halal untuk mendukung pelaku usaha daerah sekaligus memastikan keamanan konsumsi masyarakat,” ujarnya.

Setiap menu yang disajikan telah dihitung secara cermat oleh ahli gizi sesuai standar ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN), meliputi kandungan energi, protein, lemak, dan karbohidrat. “Semua perhitungan gizi kami pastikan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat agar program ini benar-benar berdampak positif bagi kesehatan anak-anak,” tutup Dimas.

Sopir Pajero dengan Strobo dan Pelat Dinas Palsu Diamankan Polisi

Tasikmalaya – Mobil Mitsubishi Pajero berpelat dinas Polri yang dilengkapi strobo dan sirene sempat viral di media sosial setelah terekam melaju ugal-ugalan di Jalan Layang Pasupati, Kota Bandung. Dalam video, pengemudi mobil itu bahkan terdengar menantang pengendara lain di tengah kemacetan. “Hayang (mau) diviralin? Nggak usah kayak gitu,” ujarnya, disambut sahutan perekam video yang berkata, “Macet… macet… macet…”

Video tersebut menuai kecaman publik karena dianggap menyalahi aturan sekaligus mencoreng nama institusi Polri. Namun, hasil penyelidikan Polres Tasikmalaya Kota mengungkap fakta berbeda: pengemudi maupun pemilik kendaraan itu bukan anggota kepolisian. Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Moch Faruk Rozi, menegaskan bahwa keduanya murni warga sipil.

“Sudah kita amankan, ternyata itu bukan anggota Polri, itu masyarakat sipil. Kemudian untuk plat nomornya, strobo dan sirine itu sudah kami perintah untuk dicopot, Alhamdulillah sudah dicopot,” ujar Faruk, Minggu (19/10/2025).

Diketahui, pengemudi Pajero berinisial AR (37) adalah warga Kota Tasikmalaya yang berprofesi sebagai sopir. Sedangkan pemilik kendaraan berinisial I, juga berasal dari Tasikmalaya. “AR ini dia driver, pemilik mobilnya inisial I. Mereka warga kami (Kota Tasikmalaya), tapi kejadiannya di Bandung. Keduanya bukan anggota Polri,” jelas Faruk.

Saat ini AR masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Tasikmalaya Kota. Ia juga telah membuat video klarifikasi dan permintaan maaf atas tindakannya. “Dia juga sudah membuat video permintaan maaf kepada masyarakat dan institusi Polri, karena telah menggunakan plat nomor yang tidak pada peruntukannya,” kata Faruk.

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengamankan pelat nomor dinas Polri palsu, serta strobo dan sirene yang terpasang di mobil tersebut. “Untuk strobo, plat nomor dan sirine sudah dicopot. Untuk plat nomor kami amankan supaya tidak dipergunakan lagi,” ujar Faruk. Ia menambahkan, pihaknya kini tengah mendalami motif serta cara pelaku mendapatkan pelat dinas palsu itu. “Plat nomor Polri itu katanya mencetak random aja, mungkin ya namanya masyarakat, tapi sedang kami dalami itu. Dia belum terbuka secara detail, masih diperiksa,” ungkapnya.

Mengenai konsekuensi hukum, Kapolres menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Belum sedang diperiksa dulu, masih interogasi,” katanya. Meski demikian, surat-surat kendaraan seperti STNK dan SIM pengemudi diketahui lengkap.

Satgas Ops Damai Cartenz Beserta Polres Yahukimo Evakuasi Korban Penganiayaan di Yahukimo, Diduga Ulah Simpatisan KKB

Yahukimo, Papua Pegunungan – Seorang warga sipil bernama Anhy Armyanti (40), meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di Jalan Sosial, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu malam (18/10/2025) sekitar pukul 19.55 WIT.

Peristiwa itu pertama kali diketahui melalui laporan radio (HT) jajaran Polres Yahukimo yang menerima informasi adanya aksi penikaman dan penganiayaan berat terhadap warga sipil di area tersebut. Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama personel Polres Yahukimo segera merespons dan bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Korban yang diketahui beralamat di Kompleks Yakini, Jalan Sosial, segera dievakuasi ke RSUD Dekai untuk dilakukan penanganan medis dan visum. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka penganiayaan berat yang dialaminya.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tersebut sekaligus menegaskan bahwa aparat akan mengusut tuntas pelaku kejahatan kemanusiaan ini.

“Kami berduka atas meninggalnya saudari Anhy Armyanti. Tindakan keji ini tidak bisa ditoleransi. Kami telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan dan memastikan pelaku segera ditangkap,” tegas Brigjen Pol. Faizal.

Ia menambahkan, motif sementara dari aksi pembacokan tersebut diduga kuat berkaitan dengan upaya kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau simpatisannya yang berusaha memicu keresahan di wilayah Yahukimo.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menekankan bahwa aparat keamanan akan terus memperketat pengamanan di wilayah Yahukimo guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami tidak akan membiarkan tindakan kekerasan bersenjata terhadap masyarakat sipil. Aparat akan meningkatkan patroli, penjagaan, dan penegakan hukum secara terukur. Kami ingin masyarakat merasa aman dan terlindungi,” ungkap Kombes Pol. Adarma.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan segera melapor kepada aparat keamanan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Satgas Ops Damai Cartenz beserta Polres Yahukimo berkomitmen penuh menjaga stabilitas keamanan demi terciptanya kedamaian dan rasa aman bagi seluruh warga Papua.

Dukung Penegakan Hukum, Tokoh Pemuda Tanah Tabi Apresiasi Satgas Ops Damai Cartenz

Jayapura Tokoh Pemuda Tanah Tabi, Suriel Carlos A. Taurui, menyatakan dukungan penuh terhadap Satgas Operasi Damai Cartenz yang terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua. (Kamis/16/10/2025).

Carlos Taurui menegaskan, keberadaan Satgas Damai Cartenz telah memberikan rasa aman bagi masyarakat di tanah papua melalui berbagai langkah nyata di lapangan.

Ia juga mendukung penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kerap mengganggu ketertiban dan keamanan warga masyakarat di Papua.

“Kami memberikan apresiasi atas kerja nyata, keberhasilan, dan komitmen Satgas Ops Damai Cartenz dalam menjaga Papua tetap aman, damai, dan tenteram,” ujar Carlos.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu menjaga kedamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan di Bumi Cenderawasih.

“Papua damai adalah harapan kita semua,” tegasnya.

Wakapolri Pimpin Upacara Purna Tugas 139 Personel Kontingen Garuda Bhayangkara, Tegaskan Komitmen Indonesia Dukung Perdamaian Dunia

Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., memimpin Upacara Purna Tugas dan Penganugerahan Tanda Jasa bagi 139 personel Polri Kontingen Garuda Bhayangkara Satuan Tugas Formed Police Unit (FPU) 6 MINUSCA. Upacara ini digelar dalam rangka menyambut kepulangan mereka setelah menyelesaikan pengabdian selama satu tahun dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bangui, Republik Afrika Tengah.

Wakapolri mengedepankan dan menegaskan komitmen Indonesia sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB tanggal 23 September 2025, bahwa Indonesia akan terus aktif dan berkomitmen penuh untuk mengirimkan pasukan terbaiknya dalam berbagai misi perdamaian dunia. Keterlibatan Polri dalam misi PBB merupakan wujud nyata dari komitmen bangsa Indonesia bagi kemanusiaan serta upaya aktif dalam menciptakan keamanan dan ketenangan di wilayah konflik.

Wakapolri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas profesionalisme, disiplin, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan seluruh anggota Satgas FPU 6 MINUSCA. Atas nama pimpinan Polri, beliau mengucapkan terima kasih karena kinerja yang luar biasa tersebut telah mengharumkan nama Polri, bangsa, dan negara di kancah internasional.

Upacara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi ini turut dihadiri oleh tamu kehormatan dari kalangan eksternal, antara lain:

· Dirbinlat PMPP TNI, Kolonel Adm Janadi, ST., M.Avn., Mgt.;
· Diplomat Ahli Pertama Dit. Keamanan dan Perdamaian Internasional, DJ Kerja Sama Multilateral, Kemlu RI, Salma Husna;
· Wantimpus LVRI, Irjen Pol (Purn) Drs. Satriya Hari Prasetya, S.H.

Pada kesempatan yang penuh khidmat ini, Wakapolri juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Anumerta Sri Widodo dalam pelaksanaan tugas. Seluruh keluarga besar Polri mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Wakapolri menekankan bahwa kepulangan Satgas bukanlah akhir pengabdian, melainkan awal dari tanggung jawab baru. Pengalaman berharga di daerah misi harus menjadi inspirasi untuk terus berkontribusi dan menjadi teladan dalam pelayanan kepada bangsa dan negara.

Sebagai puncak acara, dilakukan penyematan tanda jasa kepada personel terpilih berdasarkan:

· Keputusan Presiden kepada Kasatgas FPU 6 Minusca, Kombes Pol Muhammad Ikhwan Lazuardi, S.H., S.I.K., M.H. dan Duty Officer Satgas FPU 6 Minusca, Iptu Bunga Herlin Dwitiya, S.Tr.K.
· Keputusan Menteri Pertahanan kepada Kompol Omizon Eka Putra, S.H., S.I.K., M.Tr.Sou.

Wakapolri menyampaikan penghargaan dan rasa bangga bahwa Polri dan Indonesia memiliki para anggota Satgas Garuda Bhayangkara yang tangguh. Beliau mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air dan berkumpul dengan keluarga tercinta, serta terima kasih atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan.

Kapolri Resmikan 32 SPPG dan Groundbreaking 27 SPPG Polri di Jateng, Terus Dukung Program MBG

Jateng – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan Groundbreaking 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan meresmikan 32 SPPG Polda Jawa Tengah (Jateng), Jumat (17/10/2025).

Sigit menegaskan, Polri sejak awal terus berkomitmen untuk mengawal seluruh kebijakan dari Presiden Prabowo Subianto. Salah satu di antaranya adalah, program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Baru saja kita melaksanakan kegiatan groundbreaking terhadap kurang lebih 27 SPPG, sekaligus meresmikan untuk hari ini dilaksanakan kegiatan operasional 32 SPPG. Sehingga total SPBG Polri yang ada di Jawa Tengah jumlahnya 100. Jadi SPPG di polda Jawa Tengah adalah yang terbanyak di semua polda yang ada,” kata Sigit.

Sampai dengan saat ini, Polri telah memiliki 672 SPPG dengan total estimasi penerima manfaat mencapai kurang lebih 2.352.000 juta orang serta menyerap tenaga kerja sebanyak sekira 33.600 Naker.

Dari SPPG tersebut, terdapat sebanyak 159 SPPG telah beroperasional, 115 SPPG masih dalam tahap persiapan operasional, 371 SPPG dalam tahap pembangunan, dan 27 SPPG baru saja dilakukan groundbreaking. Ke depan Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG.

Pada kegiatan ini dilaksanakan juga peresmian 32 SPPG di wilayah Polda Jateng yang diproyeksikan mampu mengcover 97.622 penerima manfaat dan menyerap 1.541 tenaga kerja.

“Harapan kita dari SPBG yang dibangun oleh polda Jawa Tengah ini bisa memberikan manfaat kepada 400.000 orang dan memberikan lapangan kerja kepada 5.000 orang,” ujar Sigit.

Terkait SPPG, Sigit menginstruksikan seluruh dapur yang dikelola Polri untuk benar-benar memperhatikan seluruh SOP menyiapkan makanan untuk para penerima manfaat. Tujuannya agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

“Dan saya minta untuk personil-personil mengawal dari mulai distribusi sampai selesai makan untuk bisa mengetahui kondisi pada saat sebelum dan pasca-makan. Ini juga menjadi bagian SOP yang harus kita lakukan untuk memastikan bahwa setelah makan, anak-anak kita dalam kondisi yang baik,” ucap Sigit.

“Saya minta untuk checklist juga disiapkan untuk menanyakan kondisi makanan, apa yang mereka harapkan, sehingga setiap hari kita bisa melakukan kontrol untuk memastikan bahwa SPPG kita, makanan yang kita sajikan, semua dalam kondisi baik dan sesuai dengan harapan dari anak-anak kita,” tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Satu Warga Meninggal Dunia dan Empat Lainnya Luka Akibat Penembakan KKB di Kali Semen, Satgas Ops Damai Cartenz Lakukan Pengejaran

Nabire – Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden penembakan terhadap warga sipil yang terjadi di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIT.

Berdasarkan hasil investigasi awal, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya, yang menargetkan kendaraan warga yang melintas di jalur tersebut.

Insiden ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka tembak serta luka lecet. Kendaraan jenis Hilux yang digunakan para korban ditemukan dalam kondisi rusak berat dengan banyak lubang bekas tembakan di bagian body kendaraan.

Adapun identitas korban sebagai berikut:

  1. Masturiyadi (50 tahun) – mengalami luka tembak di bagian belakang kepala kanan, meninggal dunia (MD).
  2. Yance Makai (38 tahun) – warga Kalibobo Putaran 2, mengalami enam luka robek di lengan kiri, bawah ketiak, dan perut kiri.
  3. Aser Kegou (45 tahun) – warga SP2 Nabire Barat, mengalami luka tembak pada lengan kiri.
  4. Martinus Makai (42 tahun) – PNS, mengalami luka lecet pada wajah akibat serpihan kaca.
  5. Ari – warga Kelurahan Wonorejo, Kabupaten Nabire, mengalami luka tembak pada lengan kiri dan kanan.

Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Nabire sekitar pukul 11.05 WIT untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut dan menegaskan bahwa aparat keamanan akan menindak tegas kelompok pelaku.

“Kami mengecam keras aksi penembakan terhadap warga sipil. Aparat gabungan telah bertindak cepat untuk mengevakuasi korban dan kini fokus mengejar kelompok pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” tegas Brigjen Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pihaknya telah memperkuat pengamanan di wilayah Nabire Barat.

“Kami meningkatkan patroli dan pengawasan di jalur-jalur yang dianggap rawan. Keamanan masyarakat menjadi prioritas utama Operasi Damai Cartenz,” ujarnya.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan dalam pengendalian aparat. Satgas gabungan TNI–Polri masih terus melakukan penyisiran serta pengumpulan keterangan saksi untuk mengungkap jaringan pelaku dan motif di balik aksi penembakan tersebut.

Polda Bengkulu Rangkul Mahasiswa Papua, Teguhkan Komunikasi dan Semangat Kebhinekaan

BENGKULU – Dalam semangat mempererat persaudaraan dan memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dengan kalangan akademisi, Polda Bengkulu menggelar kegiatan silaturahmi bersama Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bengkulu, Jumat (17/10/2025) di Pondok Ambo, Jalan Bencoolen, Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pejabat Utama Polda Bengkulu,
serta para pimpinan perguruan tinggi, antara lain Wakil Rektor III Universitas Bengkulu, Universitas Hazairin, dan perwakilan Universitas Dehasen. Dari pihak mahasiswa turut hadir Ketua IMAPA Bengkulu Rio Telenggen, Ketua Kompass Arnoldus Sedik, dan sejumlah mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Bengkulu.

Dalam sambutannya, Ketua IMAPA Bengkulu menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polda Bengkulu atas perhatian dan kepeduliannya terhadap mahasiswa Papua.

“Kami merasa diterima dengan hangat di Bengkulu. Terima kasih atas dukungan dan komunikasi yang baik dari pihak kepolisian,” ujar Rio Tellengen.

Sementara itu, Kombes Pol. Heru Sasongko, S.I.K. menegaskan bahwa mahasiswa asal Papua merupakan bagian penting dari keberagaman Indonesia.

“Kami memandang adik-adik mahasiswa Papua sebagai duta bangsa yang membawa semangat perdamaian, persatuan, dan kemajuan di tanah rantau. Semua permasalahan dapat diselesaikan dengan komunikasi yang baik,” tegasnya.

Dialog interaktif berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Para perwakilan kampus menyampaikan dukungan terhadap upaya pembinaan mahasiswa Papua, sementara pihak mahasiswa memberikan saran agar kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkelanjutan, disertai pemberian informasi dan undangan resmi sejak awal.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polda Bengkulu dalam memperkuat sinergi antara aparat, kampus, dan mahasiswa. Melalui komunikasi yang humanis, kegiatan silaturahmi ini meneguhkan semangat kebhinekaan dan memperkuat tekad bersama untuk menjaga Bengkulu tetap aman, tertib, dan damai. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh kehangatan persaudaraan.

Kapolri Resmikan 35 SPKT Polres di Jajaran Polda Jateng untuk Optimalkan Pelayanan Masyarakat

Semarang – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meresmikan 35 Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres di jajaran Polda Jawa Tengah.

Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melakukan perubahan nomenklatur Kanit SPKT menjadi Pamapta untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan publik.

SPKT merupakan unit pelayanan pertama yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, fasilitas dan sumber daya yang tersedia harus mampu memberikan layanan yang cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan publik.

Peresmian 35 SPKT ini diharapkan dapat memperkuat kinerja Polres jajaran Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, mulai dari penerimaan laporan, pengaduan, hingga tindak lanjut penanganan awal perkara.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Jawa Tengah, pejabat utama Mabes Polri, para Kapolres jajaran, Forkopimda, serta perwakilan tokoh masyarakat.

Melalui peresmian SPKT ini, Polri menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan diri kepada masyarakat, mempercepat respons pelayanan, dan 1 kepolisian yang semakin profesional, modern, dan dipercaya publik.